NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

‎Di dalam unit apartemen mewah milik Rendra, suasana panas dan mendesis telah menggantikan udara segar di luar sana. Tidak ada lagi rasa takut tertangkap basah, tidak ada lagi topeng yang perlu dipakai. Hanya ada mereka berdua, terperangkap dalam hasrat yang sudah lama tertahan.

‎‎Pintu utama baru saja tertutup rapat. Belum sempat Nara melangkah lebih jauh, tubuhnya sudah didorong lembut namun mendesak hingga punggungnya menempel pada dinding.

‎‎Rendra tidak membuang waktu. Tangannya langsung mencengkeram pinggang ramping itu, mendekapnya erat seolah takut istri sahabatnya itu akan menghilang. Matanya menatap Nara dengan tatapan gelap, penuh rasa memiliki yang sangat kuat.

‎"Kamu tahu... sejak kamu menyebut nama suamimu tadi, aku ingin sekali membungkam mulut manis ini," bisik Rendra parau, jari telunjuknya mengusap pelan bibir merah milik Nara.

‎‎Sebelum Nara sempat menjawab, Rendra langsung mencium bibir itu.

‎‎Mmmph!

‎‎Ciuman itu bukan cuma sekedar sentuhan biasa, melainkan sebuah tuntutan. Penuh gairah, penuh cemburu, dan penuh rasa rindu yang meledak-ledak. Rendra menciumnya dengan rakus, seolah ingin menghirup seluruh napas wanita itu hingga habis. Lidahnya mendominasi dengan liar, menari-nari menantang milik Nara yang langsung pasrah dan menyambutnya dengan sama bergairahnya.

‎‎Nara memejamkan mata, kedua tangannya refleks melingkar di leher pria itu, membiarkan dirinya hanyut dalam sensasi yang hanya bisa diberikan oleh Rendra. Seluruh rasa bersalah, rasa takut, dan logika seakan menguap hilang tertiup angin panas di antara mereka.

‎‎Rendra tidak melepaskan ciumannya meski sedetikpun. Tangannya bergerak lihai, membuka kancing baju Nara satu persatu dengan gerakan terlatih dan penuh hasrat. Kain demi kain berguguran, berserakan di lantai seiring langkah mereka yang mulai bergerak tertatih menuju kamar tidur utama.

‎‎Tubuh Nara terhempas lembut ke atas kasur empuk itu. Rendra segera menindihnya, tidak memberi jarak sedikitpun. Tubuh bidangnya menekan tubuh mungil Nara, membuat wanita itu bisa merasakan betapa kuat dan hangatnya pria ini.

‎‎"Lihat aku, Nara..." perintah Rendra pelan, tangannya mengangkat dagu wanita itu agar menatapnya. "Hanya aku. Lupakan semua orang. Lupakan Arga. Di dunia ini, sekarang hanya ada aku dan kamu."

‎Nara menatap manik mata tajam itu, napasnya memburu, wajahnya memerah bak kepiting rebus. Dia hanya bisa mengangguk lemah, matanya berkaca-kaca karena rasa nikmat yang mulai menjalar ke seluruh urat sarafnya.

‎"Ren..." panggilnya lirih, sebuah desah yang terdengar begitu manis dan memekikkan telinga pria itu.

Rendra tidak memberi waktu bagi Nara untuk berpikir atau menolak. Matanya yang gelap menatap wanita di bawahnya dengan tatapan lapar, seolah dia adalah mangsa yang paling lezat dan sudah lama dia incar.

‎‎Tangannya bergerak lihai, menyusuri setiap inci kulit putih mulus milik Nara. Sentuhan itu terasa hangat namun membakar, membuat bulu kuduk Nara meremang dan tubuhnya gemetar hebat.

‎‎"Ren... ahh..." desah Nara tak kuasa saat bibir hangat itu mulai berkelana turun dari rahang, mencium leher jenjangnya dengan rakus. Rendra tidak hanya mencium, dia juga sesekali menghisap dan menggigit pelan, meninggalkan tanda merah samar yang menjadi bukti kepemilikan.

‎‎"Suamimu... apakah dia pernah membuatmu bersandar seperti ini?" bisik Rendra parau tepat di telinga Nara, tangannya kini mulai melepaskan sisa kain yang memisahkan mereka. "Apakah dia pernah membuatmu melupakan segalanya hanya dengan satu sentuhan?"

‎‎Nara hanya bisa menggeleng lemah, matanya terpejam rapat, kepalanya terasa pusing karena gelombang kenikmatan yang mulai menghantam bertubi-tubi.

‎‎"Ti... tidak..." jawabnya terbata-bata. "Hanya... hanya kamu, Ren..."

‎‎Jawaban itu membuat Rendra tersenyum puas. Itu adalah jawaban yang paling ingin dia dengar.

‎‎"Bagus," gumamnya singkat. "Maka rasakanlah. Bahwa kamu memang diciptakan hanya untukku."

‎‎Tanpa aba-aba lagi, Rendra menyatukan tubuh mereka dengan satu gerakan yang dalam dan pasti.

‎‎Aghhh!

‎‎Nara mencengkeram kuat sprei di samping tubuhnya, kuku-kukunya memutih. Punggungnya melengkung sempurna, menyambut kehadiran pria itu sepenuhnya. Rasa perih bercampur nikmat menyebar ke seluruh penjuru tubuh, membuatnya seakan melayang di awan.

‎Rendra mulai bergerak. Awalnya pelan, mengeksplorasi setiap sudut, menikmati setiap lekuk tubuh yang terasa begitu pas dan hangat memeluknya. Namun tak lama kemudian, iramanya berubah menjadi cepat dan ganas.

‎‎Bunyi desakan tubuh terdengar jelas di ruangan itu, bercampur dengan suara napas berat dan erangan manis yang tak lagi bisa ditahan.

‎"Nara... Nara..." Rendra terus memanggil nama itu berulang kali sambil terus menghujani tubuh wanita itu dengan cinta dan hasrat yang membara. Dia menatap wajah polos yang kini memerah dan berkerat karena nikmat, merasa semakin tak sabar untuk menghancurkan segala batas yang ada.

Rendra semakin mempercepat ritme gerakannya, menghujani tubuh mungil di bawahnya dengan desakan yang semakin dalam dan kuat. Tidak ada ruang untuk bernapas, tidak ada ruang untuk berpikir jernih. Hanya ada sensasi nikmat yang meledak-ledak, memenuhi setiap sudut ruangan itu.

‎‎"Ahh... Rendra... terlalu... dalam..." erang Nara putus-putus, matanya terpejam erat, air mata kebahagiaan dan kepuasan mulai menetes di pelupuk mata. Tangannya mencengkeram bahu lebar itu, kuku-kukunya sedikit menancap, meninggalkan goresan halus yang justru semakin membakar gairah pria itu.

‎‎Rendra terkekeh pelan di tengah desah napasnya yang memburu. Dia menundukkan wajahnya, menyandarkan dagunya di bahu Nara, membiarkan wanita itu merasakan setiap hembusan napas panasnya.

‎‎"Masih kurang?" bisik Rendra parau, suaranya terdengar serak dan sangat seksi. "Kalau begitu aku akan masukkan lebih dalam lagi sampai kamu tidak bisa mengingat jalan pulang ke rumahmu sendiri."

‎‎Tanpa menunggu jawaban, Rendra mengubah posisinya. Tangannya mengangkat kedua kaki jenjang Nara, meletakkannya di atas bahunya sendiri, membuat penetrasi itu terasa jauh lebih intens dan menyentuh titik terdalam.

‎‎Bunyi benturan tubuh terdengar semakin keras dan cepat, bercampur dengan suara ranjang yang berdecit nyaris putus.

‎Nara menatap manik mata tajam itu yang kini berubah menjadi gelap gulita, penuh hasrat liar. Dia tersentak hebat saat gelombang kenikmatan itu mencapai puncaknya. Tubuhnya bergetar hebat, kaku sejenak, sebelum akhirnya melemas dan melepaskan semua ketegangannya.

‎"Rendraa...!!" teriaknya panjang, memanggil nama pria itu di puncak kenikmatannya.

‎‎Itu adalah sinyal bagi Rendra. Melihat wajah Nara yang memerah dan puas, mendengar erangan manis itu, membuat pertahanan diri Rendra runtuh seketika.

‎‎"Arghh... Nara..." geram Rendra dalam, memacu gerakannya untuk terakhir kalinya dengan sekuat tenaga. Dia membenamkan wajahnya di leher wanita itu, menghirup aroma wanginya dalam-dalam sebelum akhirnya melepaskan semua hasratnya di dalam sana, membanjiri kedalaman rahim wanita itu dengan rasa milik yang mutlak.

‎‎Keduanya terengah-engah, terperangkap dalam pelukan erat yang masih saling membutuhkan. Napas mereka menyatu, jantung mereka berdetak serempak dalam irama yang sama cepatnya.

‎‎Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang hangat. Rendra masih belum melepaskan pelukannya, dia masih berada di dalam sana, tidak ingin memisahkan tubuh mereka sedetik pun. Dia mencium kening Nara pelan, lalu beralih ke bibirnya dengan ciuman yang jauh lebih lembut dan penuh kasih sayang kali ini.

"Kamu jahat, Ren," Nara memukul dada Rendra pelan.

‎"Jahat karena membuat kamu nikmat sampai menjerit seperti tadi?" Rendra terkekeh pelan, memegang tangan kecil yang memukul dadanya lalu mengecup punggung tangan itu dalam-dalam. "Padahal kan kamu sendiri yang minta lebih dalam,"

‎‎Nara memalingkan wajah, pipinya masih memerah bak kepiting rebus, campuran antara rasa malu dan sisa-sisa kenikmatan yang belum sepenuhnya hilang.

‎‎"Nara..." bisik Rendra, matanya menatap tajam namun lembut. "Sekarang kamu sudah bisa mencintaiku kan?"

‎‎Nara menoleh, matanya menatap dalam manik mata hitam milik Rendra. Disana tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi rasa bersalah yang menghalangi. Hanya ada ketulusan yang begitu besar, bercampur dengan hasrat yang tak terbantahkan.

‎‎"Aku..." suaranya bergetar pelan, namun tegas. "Aku mencintaimu, Ren. Sangat..."

‎‎Jari-jarinya perlahan naik, menyentuh pipi tegas pria itu dengan sentuhan yang sangat lembut.

‎‎"Lebih dari siapapun... bahkan lebih dari dia," bisiknya lirih, mengakui dosa terbesarnya dengan penuh keyakinan. "Hati dan tubuhku... semuanya sudah jadi milikmu sepenuhnya."

‎‎Rendra tersenyum lebar, senyum kemenangan yang paling indah baginya. Dia segera menarik tubuh Nara lebih dekat, membenamkan wajahnya di leher wanita itu, menghirup aromanya dalam-dalam seolah ingin menandai dirinya selamanya.

‎"Bagus," gumam Rendra puas. "Karena aku juga tidak akan pernah melepaskanmu, Nara. Kita akan bersama selamanya,"

‎‎Ting... Tong...

‎‎Suara bel pintu apartemen berbunyi nyaring, memecah keheningan manis itu. ‎‎Nara tersentak, tubuhnya yang tadi hangat dan tenang kini menegang kaku dalam sekejap. Wajahnya yang tadi merah merona mendadak pucat pasi.

‎‎"Ren... siapa yang datang?"

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
makanya milih melayani orang lain ya nar🤧
Zuri
tapi kan sekarang dirimu juga sama nar/Slight//Slight/
🔥Violetta🔥: Dia bakal ngaku 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
giamana reaksi mereka ya kalo misal udah ada kecebong sebelum progam,
Zuri
karena mereka berdua slengki dengan pasangan masing masing.. omelin aja omelin, saklian othornya omelin juga🤧🤧
🔥Violetta🔥: Othornya masih polos .. diajarin sama Rendra ini 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
dirimu yg pernah slengki pasti paham lah itu apa
Zuri
lu itu suami juga bukan main asal klaim aja/Sweat//Sweat/
Zuri
eehh.. yakin mo dilepasin😏😏
Devi Novita
perempuan goblok harga diri kok murah apa bedanya sama Agra suamimu berhubungan dgn laki laki lain saat masih menjadi seorang istri melakukan kesalahan yg berulang ulang 😴😴😴
Devi Novita: 🤣emosi Aku jadi wanita tu berkelas Napa masak menjatuhkan Marwah harga diri sendiri katakan pada suami Dunia belum berakhir tanpamu duniaku indah tanpamu dan hidupku lebih bahagia tanpamu nah setelah cerai selesai baru cari pengganti bales dgn menjadi pasangan si renda biar tau tu laki kalau byk pria yg ngejer cintanya🤭🤣
total 2 replies
°RhaiKen™
ketauan pisah ranjang 👏👏👏👏
🔥Violetta🔥: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Endah Puji
thanks😍
🔥Violetta🔥: Kembali kasih kakak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
eeeh... dobel pragrap ini. di atas ada,
🔥Violetta🔥: Efek lierr sama tulisan sendiri 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
pasanganku lagi bersama pasanganya.. coba jwab gitu ren🤣
Zuri
bakal cemburu saling beradu sih ini🤧
°RhaiKen™
astagaa....😲 Mereka yg mau kepergok knp malah aku yg deg"an panik panas dingin c njirrr 😅😅😅 kyanya c akoh terlalu mendalami peran Nara 🤦
°RhaiKen™: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 6 replies
Zuri
biar bisa bebas main kemana aja gitu yaa😏
Zuri
sekarang binikmu yg lagi hobi ma ular lain🤧🤧
Zuri
kalo Nara tau rumah tangganya rusak karena Rendra, entah ya.. kan Cinta gak kenal logika. si Arga juga gak tahan godaan
Zuri
istri sahabatku..detik berikutnya kejang si papa Hendry🤧
Zuri
nar denger gak tuh?? dengerin yak🤣
Zuri
disaat suami ingin memperbaiki hubungan, tapi dia juga membuka peluang pabinor masuk🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!