NovelToon NovelToon
Istri Figuran Sang Pewaris

Istri Figuran Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Figuran
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Demi menyelamatkan nyawa sang adik yang mempunyai penyakit jantung bawaan, Alina Savina seorang figuran terpaksa menerima tawaran gila dari Leon Gennadi Alexander.

Leon, aktor mega bintang sekaligus pewaris tunggal imperium bisnis Alexander Group, membutuhkan istri instan demi menghindari perjodohan kolosal keluarganya.

Sebuah kecelakaan tak sengaja di basement apartemen membawa keduanya ke meja pernikahan kontrak yang rahasia, dingin, dan penuh batasan ketat.

Di balik dinding kaca penthouse yang megah, sandiwara pernikahan satu tahun dimulai.

Sanggupkah mereka menjaga hati agar tetap logis, ataukah skenario takdir akan meruntuhkan dinding keangkuhan yang telah mereka bangun?

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAAA

FOLLOW IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suatu Dorongan Aneh

Alina menggigit bibir bawahnya, air matanya kembali merebak.

^^^Alina: [Suster, saya mohon... saya baru saja menyelesaikan pekerjaan saya. Ini saya mau langsung ke sana untuk bayar obatnya. Tolong jangan hentikan obatnya, Sus.]^^^

Suara di seberang sana menghela napas, terdengar sangat formal namun mematikan.

Suster: [Maaf, Nona Alina. Total biaya yang harus diselesaikan malam ini, termasuk biaya tindakan ICU darurat tadi dan obat impor dosis tinggi untuk tiga hari ke depan, adalah tiga puluh lima juta rupiah. Jika hingga besok pagi jam delapan belum ada pembayaran minimal setengah dari nominal tersebut, pihak rumah sakit dengan sangat menyesal harus memindahkan pasien ke ruang perawatan reguler dan menunda pemberian obat khusus tersebut. Kami hanya menjalankan prosedur, Nona.]

TIGA PULUH LIMA JUTA.

Angka itu menghantam kepala Alina seperti godam besar. Dia menatap lembaran uang ratusan ribu pemberian Leon di pangkuannya. Totalnya mungkin tidak sampai dua juta rupiah. Hanya cukup untuk ongkos taksi dan makan beberapa hari, jauh dari kata cukup untuk menyelamatkan nyawa adiknya.

^^^Alina: [Tiga puluh lima juta...]^^^

Alina bergumam lirih, pandangannya mendadak kosong.

^^^Alina: [Suster, tolong beri saya waktu... besok pagi. Besok pagi-pagi sekali saya pasti akan menyelesaikan pembayarannya. Saya mohon, jangan pindahkan Agra.]^^^

Suster: [Baik, kami tunggu sampai jam delapan pagi besok, Nona. Selamat malam.]

Sambungan telepon terputus. Alina menurunkan ponselnya dengan tangan yang lunglai. Dia menatap motor bebeknya yang kini sudah tidak berbentuk. Kendaraan satu-satunya yang dia gunakan untuk mencari nafkah telah hancur.

Ditambah utang ganti rugi mobil Leon yang entah berapa ratus juta, dan sekarang nyawa adiknya berada di ujung tanduk hanya karena uang tiga puluh mudik.

Dunia seolah runtuh menimpa pundaknya. Alina terisak sendirian di kegelapan basement, memeluk lututnya yang terluka. Keputusasaan murni merayap dari ujung kaki hingga ke dadanya, membuatnya merasa tercekik.

Tidak ada siapa-siapa lagi di dunia ini tempat dia meminta bantuan. Saudara-saudara mendiang ayahnya sudah lama memutuskan hubungan sejak keluarga mereka bangkrut.

Matanya kembali terjatuh pada kartu nama emas di lantai.

Leon Gennadi Alexander.

Pria itu adalah iblis yang angkuh, tetapi dia adalah satu-satunya iblis yang membawa kunci keselamatan untuk Agra. Alina tahu, di dunia yang kejam ini, tidak ada makan siang gratis.

Menjual dirinya dalam sebuah pernikahan kontrak adalah satu-satunya komoditas berharga yang tersisa dari dirinya yang tidak punya apa-apa lagi.

"Maafkan Kakak, Agra... Kakak harus melakukan ini." bisik Alina di sela tangisnya.

Dia menghapus air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangan, lalu memungut kartu nama itu dan menyimpannya di saku celana dengan erat.

Malam itu, setelah mobil sedan sport hitamnya melesat meninggalkan basement apartemen yang remang-remang, suasana di dalam kabin kemudi terasa sangat mencekam. Leon Gennadi Alexander mencengkeram setir dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Alih-alih menyalakan musik klasik yang biasanya menjadi penenang setelah hari yang panjang, Leon justru membiarkan keheningan menyelimuti dirinya. Keheningan yang justru menggaungkan kembali suara tangis putus asa dari gadis yang baru saja ditabraknya.

"Sial," umpat Leon pelan, memukul setir dengan telapak tangannya.

Dia melirik kaca spion tengah. Bayangan wajah Alina Savina yang basah oleh air mata, dengan tubuh bergetar dan tatapan mata yang hancur namun penuh kilat harga diri yang dipaksakan runtuh, menolak pergi dari benaknya.

Sebagai seorang aktor peraih penghargaan, Leon telah berhadapan dengan ratusan aktris yang berpura-pura menangis, memohon, atau merayu di depan kamera.

Dia tahu persis setiap teknik manipulasi ekspresi wajah. Namun, apa yang dilihatnya pada diri Alina beberapa menit lalu... itu adalah realita yang telanjang. Ketakutan murni akan kehilangan sesuatu yang berharga.

Leon menepikan mobilnya di bahu jalan protokol yang sepi. Dia merogoh ponselnya, lalu menekan satu tombol cepat. Sambungan langsung terhubung pada dering pertama.

Jefri: [Ya, Tuan Leon? Ada yang bisa saya bantu malam ini?] suara Jefri terdengar dari seberang telepon, selalu siaga meski waktu telah melewati tengah malam.

^^^Leon: [Jefri, cari tahu semua hal tentang seorang wanita bernama Alina Savina.] perintah Leon, suaranya dingin tanpa basa-basi.^^^

^^^Leon: [Dia bekerja sebagai pengantar makanan dan figuran. Cari tahu di rumah sakit mana adiknya dirawat, apa penyakitnya, berapa biaya yang dia butuhkan, dan seluruh latar belakang keluarganya. Aku butuh laporannya di mejaku besok pagi jam delapan.]^^^

Di seberang sana, Jefri sempat terdiam selama satu detik yaitu sebuah jeda yang langka bagi seorang asisten profesional sebelum akhirnya menjawab.

Jefri: [Baik, Tuan. Saya akan segera menghubungi jaringan informasi kita. Ada hal lain?]

^^^Leon: [Itu saja. Kerjakan sekarang.] Leon langsung memutuskan sambungan.^^^

Dia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi yang empuk, menatap rintik hujan yang membasahi kaca depan mobilnya. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya, dan itu membuat Leon merasa tidak nyaman. Dia tidak suka situasi di mana dia kehilangan kendali atas emosi atau keputusannya sendiri.

'Kenapa aku mengajaknya menikah kontrak?' Pertanyaan itu berputar di kepala Leon seperti kaset rusak, dia begitu heran dengan dirinya sendiri.

Mengajak seorang wanita asing, seorang figuran miskin yang baru ditemuinya dalam sebuah insiden tabrakan, untuk menjadi istrinya adalah tindakan paling impulsif dan tidak rasional yang pernah dilakukan Leon sepanjang tiga puluh tahun hidupnya.

Dia adalah pria penuh perhitungan. Setiap langkah bisnisnya ditimbang dengan analisis risiko yang ketat. Bahkan pemberontakannya di dunia akting pun dirancang dengan strategi yang matang agar tidak menjatuhkan nama Alexander.

Namun tadi, saat mendengar suara neneknya di telepon yang terus mendesak tentang perjodohan, dan di saat yang sama melihat Alina bersujud di dekat sepatunya... sebuah dorongan aneh yang tak masuk akal mendadak menguasai otaknya.

Leon memejamkan mata, mencoba mengurai labirin pikirannya sendiri. Apakah itu murni karena dia butuh tameng instan untuk menghindari perjodohan keluarga? Ya, itu alasan yang logis. Neneknya tidak akan bisa berkutik jika dia membawa seorang istri sah yang dipilihnya sendiri.

Tetapi, kenapa harus gadis ojek online itu? Dia bisa saja menyewa aktris profesional dari agensinya, atau membayar model papan atas yang jauh lebih elegan untuk berpura-pura menjadi kekasihnya di depan rumah utama. Mereka pasti akan jauh lebih pandai berakting dan memahami protokol kelas atas.

'Tidak.' batin Leon menolak ide itu.

Wanita-wanita dari industri hiburan atau kalangan sosialita terlalu lihai. Mereka memiliki ambisi. Jika dia memberi mereka umpan berupa status 'Istri Leon Alexander', mereka pasti akan mencoba mencengkeramkan kuku mereka lebih dalam, meminta saham, atau membocorkannya ke media demi menaikkan popularitas. Mereka terlalu berbahaya untuk dijadikan bidak.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Silvia
lanjut
Euis Amalia
sombong banget clarissa... berat berat lahir bathin yaa Alina... tetap semangat...
partini
peran figuran,, biasanya sering interaksi sama aktor wah boleh itu
kiky
next...😍😍
Asni Mariati
haduhhhh bakal sekamar nih🤭🤭🤭
rinifikalisa
mampir 👍
Lala_Syalala: selamat datang kak,,, semoga ceritanya menghibur yaaaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Asni Mariati
lagii up ny
kuraanggg terus
kelamaan nunggu bsok thor😭😭😭😭
Lala_Syalala: sabar ya kakakku,, author masih nulis tungguin aja pokoknya kelanjutan cerita nyaa😍😍😍😍
total 1 replies
Rarik Srihastuty
akting yang sebenarnya akan segera dimulai
Silvia
perjuangan baru di mulai💪💪
Silvia
semangat Alina 💪💪 perjuangan baru di mulai
partini
aku ga yakin Alin bisa bertahan tetep anyep ga ada rasa suka ke Leon
Silvia
cerita nya bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas ulasan baiknya kak,,, semoga bisa selalu menghibur ya ceritanya🙏🙏😊😊🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Silvia
walaupun miskin tapi harus punya harga diri Alina semangat💪💪
kiky
next
partini
aihhh aduh ngmng kaya gitu perasan itu gampang berubah lah alamak 🤦
apa lagi perasaan wanita yg lemah lembut kaya lelembut wehhh melot duluan
Asni Mariati
kita lihat saja siapa dluan yg bakal jatuh cintrong 🤣🤣🤣
partini
pikiran adikmu aja jangn jatuh cinta Alin berbahaya karena kamu yg akan menderita
Euis Amalia
buktian alina... terpenting adik dapatbpengobatan terbaik...💪💪💪👍🙏
Asni Mariati
lanjuttttt tambah seru
gak sabar nunggu leon bucin akut 🤣🤣🤣
Koesbandiana
berakhir pernikahan sampai mempunyai cicit 🤣🤣🤣😜🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!