Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jaga Malam
Beni sudah berada di bandara Soekarno Hatta, dia sedang menunggu komandan dan istrinya. Dalam perjalanan, Hugo mampir ke kesatuannya Kopasus mengantar Beni. Kemudian Hugo bersama Belle istrinya menuju ke apartemen mereka.
"Bersih sekali kak."
"Beni yang rapikan dek."
"Dia paling bertanggung jawab ya."
"Iya."
Karena apartemen sudah bersih, Belle memilih membereskan pakaian yang di koper. Karena sebentar sore dia masuk kerja karena dinas malam. Sementara Hugo sudah tertidur. Belle tadi dalam perjalanan digunakan untuk beristirahat.
Karena di kulkas ada ayam dan tadi sudah dikeluarkan dari freezer, maka saatnya Belle memasak ayam tersebut, di olah me jadi ayam rica - rica. Selesai memasak. Belle membersihkan dirinya. Dia sudah mengisi bekalnya. Rencana akan makan nanti malam di rumah sakit.
Belle sudah menyiapkan baju jaganya dokter yang biasa disebut scrub untuk digunakan, namun dia juga selalu membawa jas dokternya atau sneli.
"Kak, bangun ade mau dinas."
"Jam berapa sayang."
"Ini jam dua siang kak."
"Mau langsung berangkat??"
"Iya kan."
"Lima belas menit dulu ya sayang waktu bersama kakak."
Belle susah tahu maksud suaminya. Feelingnya tadi melarang dia untuk menganti bajunya dengan scrub baju dinas tenaga medis. Dia sudah tahu kemana maksud suaminya. Dan percintaan itu terjadi. Bukan lima belas menit, tetapi dua puluh menit waktu yang digunakan oleh Hugo. Sampai dia dan istrinya mencapai puncak kenikmatan bersama.
Hugo sudah mengantar istrinya. Sebelum Belle turun dari mobil, suaminya Hugo masih bermanja- manja dengannya.
"Jadi kakak bobo sendiri nih."
"Iya ya, please." Belle memohon agar suaminya memberi ijin istrinya bekerja. Hugo tersenyum. Dia mencium bibir istrinya.
"I love you."
"I love you too."
Sebelum keluar aparteman mereka sudah makan bersama. Hugo memilih menghabiskan malamnya di asrama bersama anggotanya.
"Sayang... Kaka main di asrama, jam sepuluh baru pulang."
"Iya sayangku." Belle langsung mencium suaminya. Mereka berpelukan sesaat dan Belle menuju IGD.
Malam ini pasien di IGD sangat banyak. Bahkan ada yang memerlukan bantuan dokter Joe Timotius dokter spesialis bedah. Sehingga sebagai dokter di IGD Belle langsung menghubungi beliau. Jefry juga berdinas malam. Untung saja dia sudah membawa ole - ole buat dua sahabatnya ini. Selesai operasi mereka bertiga duduk cerita di ruangan dokter, sambil Belle menyerahkan ole - ole yang dia bawa dari Manado.
Tanpa sepengetahuan Belle, ternyata Jefry menghubungi Hugo memberitahukan bahwa dia dan dokter Joe sedang temani Belle dinas malam. Maka dari asrama dia mampir membeli jajan dan minuman.
Pukul sepuluh Hugo datang membawa jajan dan minuman buat mereka. Dan akhirnya malam ini tiga laki - laki bersama satu orang perempuan mengulangi nostalgia mereka saat bertugas di Mulia. Belle sangat senang di piket pertamanya ini dia tidak sendiri ada suami dan dua orang sahabat yang sudah seperti kakak bagi Seorang Belle Ursula Allo. Di ruang istirahat khusus untuk dokter dan tenaga medis mereka berempat tertidur di pukul dua malam. Belle seranjang dengan suaminya.
Setelah tertidur dua jam pukul empat subuh, Belle bangun mengontrol pasien yang masih ada di IGD karena ruang rawat lagi full. Dia sudah tidak bisa tidur. Akhirnya dia merampungkan rekam medis pasien - pasien. Jam enam subuh, pasien kiriman dari menjalankan misi tiba di rumah sakit. Banyak sekali anggota tentara.
Hugo kaget karena keributan di IGD. Dokter Joe juga kaget. Sedangkan Jefry sudah membantu Belle di ruangan. Hugo menghampiri rekanannya dan ternyata ini adalah salah satu anggota yang ketangkap selingkuh dan melakukan kekerasan kepada istri sahnya. Kepala sang istri terkena benda tajam dan harus di jahit. Sekarang Belle sedang menjahit lukanya. Sedangkan Dokter Joe sedang mengeluarkan peluruh di kaki anggota itu.
"Sudah salah, baru berbuat jahat lagi. Kalau kaka seperti rekan kaka itu, selingkuh........."
"Terus......" Hugo melihat istrinya yang belum mau turun dari mobil, karena masih ngoceh atas kejadian tadi pagi di IGD. Belle belum sempat menjawab. Hugo sudah mencium bibir istrinya.
"Kak.... Ade lupakan mau berbicara apa??" Hugo langsung mengandeng tangan istrinya agar menuju ke ruangan apartemen mereka.
"Nanti kita lanjut berbicara di kamar aja. Biar lebih intim."
Pembicaraan mereka berlanjut setelah tersalurkan hasrat seksual mereka. Belle masih ada dalam pelukan Hugo suaminya. Yang masih cuti, jadi dia belum berdinas.
"Dapat kamu itu susah bayi kecilku. Berpikir untuk menyelingkuhi kamu ngak ada di otakku."
Belle teringat, waktu peristiwa di kampung suaminya, dia di jebak oleh teman - temannya dan Siska, namun dalam keadaan dibawa pengaruh obat terangsang, dia tetap pulang ke rumah mencari Belle istrinya. Untuk menuntaskan apa yang terjadi. Belle menatap suaminya dengan mata cantiknya.
"Kenapa sayang??" Hugo mencium keningnya.
"I love you Harrell Hugo Tandean."
"Love you more Belle Ursula Allo istriku." Belle langsung memeluk suaminya sangat erat. Hugo tersenyum dan membalas pelukan istrinya.
"Sampai kapan kita begini terus sayang. Kamu tidak lapar."
"Ade lapar, tetapi kakak maunya begini."
"Ayo mandi terus kaka order makanan."
"Gendong ....." Hugo tersenyum. Dia langsung mengendong istrinya. Dibawa ke kamar mandi. Hugo memesan makan pagi mereka nasi uduk. Kemudian dia membuat jus dan susu buat mereka. Selesai menyiapkan semua, pesanannya juga datang mengatur di meja makan dan memanggil istrinya.