NovelToon NovelToon
Never Say Good Bye

Never Say Good Bye

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / TimeTravel / Mafia / Tamat
Popularitas:481k
Nilai: 5
Nama Author: Anezaki Igarashi Ricky

Li Zeyan adalah seorang aktor dan model besar yang sangat dikenal oleh semua orang. Hidupnya sangat sempurna dan bergelimang harta.

Dianugrahi wajah tampan, karir yang cemerlang, harta melimpah, dan dikelilingi bidadari membuat hidupnya sangat sempurna.

Namun, suatu ketika bereda sebuah video masa lalunya saat dia dibully di sekolah sangat membuatnya begitu depresi hingga melakukan bunuh diri.

Namun, jiwa Kagami Jiro si pemimpin Yakuza terbesar di Jepang kini malah terjebak di dalam tubuh Li Zeyan.

Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kagami Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan seseorang.

Bagaimana Kagami Jiro akan mencari orang yang telah berusaha untuk membunuhnya dengan memakai raga Li Zeyan?

Berhasilkah mereka bertukar tubuh kembali?
Apakah Kagami Jiro akan hidup kembali dengan raganya?

Ikuti kisah mereka ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yuna Menghilang

"Pokoknya aku nggak suka adik ipar dekat dan akrab dengan bocah bernama Li Zeyan itu!" tandas Yuna bersikeras.

"Yuna. Tolong sekali ini saja percaya padaku! Aku sangat yakin dengan instingku!" sahut Yosuke juga bersikeras.

"Huhhh ... ya sudahlah! Terserah kamu saja, Adik ipar!" celutuk Yuna sedikit kesal. "Aku harus segera pergi ke suatu tempat sekarang! Dan mungkin akan sedikit pulang terlambat!"

"Mau pergi kemana sepagi ini?"

"Daerah gunung Fuji. Untuk menemui teman."

"Bawa beberapa pengawal untuk berjaga!"

"Hhm ... iya. Aku akan pergi bersama Sanada dan Igor."

"Baiklah. Hati-hati ..."

"Hhm ..."

Sebelum beranjak pergi, Yuna menatap tajam Zen beberapa saat. Sedangkan Zen hanya menatapnya datar namun tatapannya terlihat sedikit khawatir.

Pasti Yuna akan pergi ke pedesaan itu untuk mencari Tokugawa Yukimura. Semoga dia bisa baik-baik saja dan bisa segera menemukan Tokugawa Yukimura.

Batin Zen dengan sedikit rasa khawatir. Sebenarnya Zen tidak tega membiarkan istrinya pergi mencari Tokugawa Yukimura sendirian. Karena tentu saja kedua pengawalnya tidak akan Yuna ijinkan untuk menemaninya sampai tujuan. Zen tau betul dengan semua itu. Karena rahasia ini hanya dia dan istrinya yang mengetahuinya.

Setelah merasa puas menusuk Zen dengan tatapan tajamnya, kini Yuna segera melenggang meninggalkan mereka.

"Zen. Mari kita makan dan minum teh bersama di dalam ..." Yosuke segera merangkul bahu Zen yang tinggi dan lebar dan mengajaknya kembali ke dalam ruangan.

Mereka segera beranjak ke ruang makan bersama. Sebuah meja raksasa berbentuk persegi panjang dengan beralas taplak meja cream dengan list keemasan bersinar yang mewah menjulang hingga mencapai kaki meja itu.

Dinding keemasan dengan ukiran-ukiran bunga tulip menghiasi seisi ruang makan ini. Terlihat begitu glamour dan fantastis.

Di atasnya sudah tersaji beberapa makanan yang cukup banyak jika hanya dinikmati oleh mereka bertiga.

"Ngomong-ngomong dimana tuan besar Kagami Gumi dan adik kesayangan kakak?" tanya Zen membuka obrolan kembali.

Sebenarnya Kagami Jiro juga sangat merindukan ayah dan adik kesayangannya. Namun dari tadi dia tidak melihat keberadaan mereka berdua, sehingga dia berinisiatif untuk menanyakan keberadaan mereka.

"Ayah sedang ada dinas ke luar Kota. Sementara Christal sudah berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali." jawab Yosuke sambil menikmati sup dagingnya.

"Oh, seperti itu rupanya ya ..." sahut Zen seadanya.

"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu bisa mengetahui keluargaku?" tanya Yosuke sedikit memicingkan mata menatap Zen.

"Ahahaha ... tentu saja aku tau, Kak. Bukankah sudah aku bilang bahwa aku adalah penggemar berat Doragonshadou." kilah Zen disertai senyuman lebar.

"Ahaha ... Benar juga." sahut Yosuke dengan tawa kecil. "Jarang-jarang ada seorang Idol yang mengidolakan gangster seperti kita. Karena pada dasarnya kita sangatlah berbeda."

Zen tersenyum lebar mendengar ucapan Yosuke, "Benar, Kakak. Kita sangatlah berbeda ... namun aku begitu mengidolakan kalian! Kalian sungguh hebat dan keren!"

Yosuke tertawa renyah mendengar ucapan dari Zen. Entah mengapa dia seperti merasa sudah cukup lama mengenal Zen. Padahal baru dua hari mereka bertemu dan berkenalan.

"Andai saja aku bisa menjadi salah satu dari kalian, aku pasti akan sangat senang." celutuk Zen lalu meminum matcha-nya.

Seketika kak Kai langsung sedikit melotot melirik Zen, sedangkan Zen hanya tertawa kecil menatap kak Kai.

"Tenang saja, Kak Kai ... Li Zeyan akan tetap menjadi seorang Idol kok!" kata Zen cepat-cepat dengan nada jenaka. "Aku hanya bercanda, Kak." imbuhnya dengan senyum lebar.

Sedangkan Yosuke kini semakin tertawa renyah melihat tingkah Zen.

Tiba-tiba ponsel Yosuke berdering dan dia segera meraih ponsel yang tadi tergeletak di meja makan. Dengan cepat dia segera meminta ijin untuk mengangkat panggilan itu.

"Sebentar. Saya akan mengangkat telpon dulu ..." ucapnya lalu bangkit dan mulai menjauh dari meja makan.

"Baik, Kak."

"Ya, Halo. Ada apa, Igor?" tanya Yosuke saat benda pipih itu sudah ditempelkan di dekat telinganya.

Tiba-tiba raut wajahnya terlihat begitu serius dan sedikit khawatir.

"Kenapa bisa kehilangan begitu saja?! Apa kalian tidak becus hanya dengan menjaga kak Yuna saja?!" semprot Yosuke yang wajahnya kini memerah karena marah.

"Aku tidak peduli! Pokoknya kalian harus menemukan kak Yuna! Keadaan saat ini sedang sangat tidak aman untuk membiarkannya pergi sendirian!" tandas Yosuke dengan begitu tegas dan menggelegar.

Zen yang mendengar semua itu mengkerutkan keningnya dan mengepalkan tangannya.

"Kak Kai. Bolehkan kita merubah schedule hari ini?" bisik Zen kepada kak Kai.

"Kau mau kemana lagi?" tanya kak Kai dengan berbisik juga.

"Kita harus pergi ke suatu tempat, Kak. Mungkin saja nyonya Jiro sedang dalam bahaya saat ini." bisik Zen lagi.

"Jadi maksudmu kita menyusul dan mencari dia?" tanya kak Kai masih dengan nada pelan.

"Hhm ... Setelah itu kita bisa pergi ke tempat sesuai yang sudah dijadwalkan. Bagaimana?"

"Terserah kamu saja. Tapi sebenarnya kakak sangat khawatir. Masalah ini menyangkut Doragonshadou! Gangster yakuza terbesar di dunia! Kau tau apa artinya itu, Zen?" ucap kak Kai yang terlihat begitu khawatir.

"Aku tau, Kakak! Tapi aku tidak bisa tinggal diam! Ajak juga saja Vann dan yang lainnya agar kakak merasa sedikit lega." bujuk Zen dengan tatapan mata kucing menatap kak Kai.

"Tidak boleh!" jawab kak Kai dengan sangat tegas dan menatap tajam Zen.

"Kumohon, Kak! Ini menyangkut nyawa seseorang ..." bujuk Zen kekeh.

"Tidak! Siapa yang akan menjamin keselamatanmu?!"

"Kan ada Vann dan ketiga pengawal lain yang cukup kuat! Apa kakak meragukan kemampuan mereka? Mereka bisa menyelesaikan puluhan preman hanya dalam beberapa menit saja."

"Tapi ... tapi keadaannya sangat berbeda sekarang ini, Zen ..."

"Tidak, Kak. Semua akan baik-baik saja! Percayalah padaku! Dan ... aku berjanji setelah kembali ke Beijing, aku akan lebih bekerja keras dan profesional!"

Kak Kai terdiam beberapa saat menatap Zen, namun akhirnya dia tersenyum, "Baiklah jika itu kemauanmu. Kakak tidak bisa melarangmu lagi." ucapnya begitu berat dan pasrah.

"Hhm. Terima kasih, Kak!" sahut Zen dengan sangat mantap. "Aku tak akan membuatmu kecewa!"

Setelah beberapa saat, akhirnya Yosuke kembali ke tempat duduknya. Dan wajahnya terlihat begitu khawatir.

"Kak. Sepertinya aku harus pamit. Kita masih ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum kembali ke Beijing." ucap Zen berpamitan kepada Yosuke.

"Benar, Tuan Yosuke. Terima kasih atas undangan dan jamuannya. Kita sungguh merasa sangat terhormat bisa berkunjung kemari." sela kak Kai dengan sangat ramah.

"Tidak perlu berterima kasih. Saya sangat senang kalian bisa mampir kemari. Seorang Idol besar mengunjungi rumah kami, itu adalah sebuah kehormatan untuk kita."

"Tidak, Kak. Kalianlah yang hebat! Doragonshadou sungguh keren!" sahut Zen bersemangat. "Besok kita akan segera kembali ke Beijing. Kalau ada kesempatan untuk pergi ke Jepang lagi, kita akan mampir lagi."

"Ahahaha ... tentu saja kalian boleh."

Akhirnya Zen dan kak Kai segera berpamitan dan segera meninggalkan kediaman keluarga berar Kiyota.

1
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
dapet bonus tunai Zen😅
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk dasar kau Zen, eh bang Kagami
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terdengar familier
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy kabur lagi dia!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bikin betah di kamar ini mah
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
watch nya mahal punya ky nya nih
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Cristal adik yg baik penurut dan cantik jelita
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
akrab sekali mereka ya, sblmnya sedekat apa?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
keliatan seperti idol kpop ya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
baka memang harusnya selalu sial macam kalian
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
rusak sudah masa depan Lee 🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jaga ucapanmu Baka!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Li lian sudah pulih?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah kekuatan mu kembali bang Kagami walau berada di tubuh Zen
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woyy Zen kamu yakin?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wih manteb penjelasannya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
tak ada yg tak mungkin buat Zen sekarang
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
happy bgt pastinya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
konteks "meregangkan otot" versi Kagami jiro amat berbeda dr org kebanyakan. kalau org lain mgkn butuh olahraga atau refreshing sedangkan bang Kagami harus gelud🤣🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy visualnya ga kalah keren dr Jinn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!