CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ini Bengkel Bukan Posyandu
'Jangan lupa besok kau harus sudah siap,aku akan menjemputmu pukul 7malam jangan sampai terlambat.'
Nagara berdecak kesal saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Luan,salah satu kaki tangan Big Boss Mafia yang menjadi pemegang kebebasannya saat ini.
"Bang bro,kayaknya bengkel kita kehabisan spull baru."
Nagara seakan tuli,pria itu tidak mendengar ucapan Zaky yang tengah mengotak atik sebuah motor yang baru saja datang untuk minta diperbaiki.
"Bang bro!Woy!"
Nagara memejamkan kedua matanya saat mendengar seruan keras dari Zaky yang tengah menatap heran padanya.
"Maaf,tadi apa?"
"Spull baru kita abis Bang bro."
"Ya sudah tinggal pesan saja,nanti aku yang akan mengatur pembayarannya."
Zaky menganggukan kepalanya,pria itu tidak ingin banyak bertanya lagi pada Gara saat melihat pria itu tidak fokus saat bekerja dan itu pertama kalinya Zaky melihat pemilik bengkel tempatnya bekerja tidak fokus pada tanggung jawabnya.
"Bang ada yang nyariin tuh."
Gara dan Zaky menegakan wajahnya saat mendengar seseorang memberitahu pada mereka kalau ada orang yang tengah mencarinya.
"Siapa Le"
"Cewek,kayaknya yang kemaren deh Bang."
Setelah mengatakan hal itu pria yang biasa dipanggil Ale itu kembali kedepan bengkel untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Sementara kedua pria yang Ale tinggalkan terlihat saling tatap,namun salah satu dari mereka terlihat tidak peduli.Pria itu lebih memilih untuk mengotak atik kembali mesin yang ada dihadapannya.
"Bang bro,samperin sono."
Zaky langsung kicep saat melihat tatapan tajam nan datar yang Gara berikan padanya.Pria itu terlihat salah tingkah saat kedua netra abu abu milik Gara masih terus menatap tajam padanya.
"Ya elah Bang bro biasa aja napa liatnya,kayak diriku buronan aja natapnya tajem bener."
Nagara menghirup nafasnya dalam dalam,dia mencoba meredam emosinya setelah Ale memberitahukan kalau wanita itu kembali mencarinya.
"Usir!"
"Apa Bang bro?"
"Usir,suruh pergi!"
Zaky menelan air ludahnya susah payah mendengar suara datar dari pria yang terlihat tengah fokus pada benda mati yang ada dihadapannya.
"Suruh pulang gituh Bang bro?"
"Terserah!"
Zaky menghela nafasnya berkali kali mendengar jawaban dingin nan datar yang dikeluarkan oleh Gara.
"Oke!"
Zaky melangkahkan kedua kakinya keluar meninggalkan Gara yang terlihat tidak peduli dengan apa pun saat ini.Hingga suara seseorang yang sangat dia kenali mampu membuat fokusnya terpecah.
"Abang,"
Gerakan tangan Gara terhenti mendengar suara gadis yang sangat dia sayangi.Perlahan pria itu mengangkat wajahnya untuk menatap langsung pada gadis yang terlihat memasamkan senyumannya diwajahnya yang masih terlihat sedikit pucat.
"Kenapa kamu kesini Cinta,lihat wajah kamu masih pucat."
Gadis itu melangkah mendekat pada Gara yang masih setia berjongkok dihadapan sebuah mesin.Gadis itu pun terlihat merendahkan tubuhnya agar bisa berjongkok dihadapan Gara.
"Abang,"
"Hm,"
"Diluar ada tan..,"
"Naga!"
Gadis itu memejamkan kedua matanya saat mendengar seseorang memotong ucapannya.Sedangkan Nagara,pria itu mengerenyitkan dahinya saat melihat seorang wanita yang sedari kemarin mencarinya sudah berada diruangan tempatnya berada.
"Siapa yang mengizinkan kau masuk huh?"
"Aku mas...,"
"Duh mbak jangan bikin saya susah dong,udah dibilangin suruh pulang kok malah ngeyel masuk kesini.Jangan bikin saya susah dong mbak,saya sudah susah ini."
Ucapan wanita itu terputus saat Zaky tiba tiba datang dan memotong ucapannya.Sementara wanita itu terlihat menatap kesal pada pria yang tadi memotong ucapannya yang dia tujukan untuk Nagara.
"Kenapa kau masuk kemari?"
Pandangan wanita itu kembali tertuju pada Gara,saat dia hendak mendekat kepada pria itu, langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis mendahuluinya dan langsung memeluk Nagara dari samping dengan posessife.
"Kenapa tante tali rapia datang kesini,kayaknya tante salah alamat deh.Disini bengkel bukan posyandu apa lagi klinik ibu hamil,tantenya lagi mabok ya?"
SEPERTI BIASANYA,SATU BAB TERAKHIR AKU UP NANTI SIANG
SEE YOU DIBAB SELANJUTNYA
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
MUUUAAAACCHH
benernya kalau kaya gitu mah si Ilham gk usah bawah anak buahnya sama si Ali ali ini....
tak kusangka, mudanya Luan di sini ganteng bingit 😆
merasa tertampar otak aku mikirin semua itu
aku merasa terdzalimi
mendadak ngefans sama Luan 🤭
otakmu ternoda ya Raga 🤣
sampai ke anak cucu