bagaimana jika kita bertemu kembali dengan sosok laki-laki yang pernah kamu kagumi di masa lampau??
ya itu yang terjadi pada Salma, guru bahasa Inggris di salah satu SMP di kota A. dia tidak sengaja bertemu dengan seorang anak kecil di taman yang menghantarkan dia bertemu kembali dengan laki-laki yang telah menolongnya.
mungkinkah dia akan jatuh hati dengan laki-laki tersebut setelah ia pernah mengalami kegagalan di masa lalunya yang membuat ia trauma hingga saat ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Restu
Happy Reading
********
Setelah pertemuan dengan Irsyad di cafe, Salma bergegas pulang menuju rumahnya. Di jalan dia sudah tidak sabar bertemu dengan orang tuanya untuk bercerita tentang apa yang di rasakan saat ini. Tentang keinginan Irsyad untuk lebih dekat dengan Salma. Meskipun awalnya Salma sedikit ragu ketika Irsyad memintanya untuk menjadi bunda Aira, ketika melihat mata Irsyad ia melihat sebuah ketulusan di sana.
Apalagi setelah pertemuan pertama kembali Salma dan Irsyad, Salma selalu bermunajah memohon petunjuk kepada Allah tentang hatinya. Tentang cinta pertamanya, dia selalu beristikharah memantapkan hatinya.Dia selalu berdoa jika memang Irsyad adalah jodoh yang terbaik untuknya, dia akan menerimanya. Dia juga sangat menyayangi Aira dengan tulus sebelum bertemu dengan Irsyad. Yaitu sosok laki-laki yang pernah ia cintai.
Salma sampai di rumah tepat pukul 5 sore. Setelah manaruh sepeda motornya kedalam garasi, dia masuk ke rumah. Dia juga melihat jika mobil ayahnya sudah terpakir di garasi. Berarti ayahnya juga sudah pulang bekerja.
Salma menelusuri halaman rumah untuk menuju pintu depan.
Ceklek....(Suara pintu yang di buka Salma)
"Assalamualaikum ayah ibu." Salma mengucapkan Salam dan masuk rumah mencari ayah dan ibunya.
"Waalaikum salam, baru pulang kamu nak ?" Jawab bu Murti menghampiri anaknya.
"Iya bu, tadi ada kepentingan sebentar." Salma mengulurkan tangannya untuk mencium tangan bu Murti.
"Ayah kemana bu ?" Tanya Salma kepada bu Murti.
"Ayah di kamar lagi membersihkan diri, kamu juga sana mandi dulu."
"Iya bu, nanti habis makan malam Salma ingin bicara sama ibu dan ayah."
"Bicara apa nak ?" Tanya bu Murti yang penasaran.
"Emmmm, nanti saja bu. Salma mau membersihkan badan dulu biar seger."
"Ya udah gi sana masuk kamar." Bu Murti mendorong Salma untuk bergegas ke kamarnya.
"Siap bu." Salma pun berjalan menuju lantai atas dimana letak kamarnya berada.
"Ada apa bu, ayah kok dengar suara apa Salma sudah pulang?" Tanya pak Handoko yang keluar dari kamarnya menuju ruang tamu.
"Iya yah, Salma dah pulang barusan masuk kamar."
Suara adzan magrib berkumandang. Memanggil setiap kaum muslim untuk menjalankan perintah-Nya. Keluarga pak Handoko melaksanakan sholat berjamaah di mushola kecil di rumahnya. Setelah melaksanakan sholat, mereka melanjutkan untuk makan malam bersama.
Salma dan bu Murti melepas dan melipat mukenanya. Mereka bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk di santap bersama. Tadi bu Murti sudah memasak, beliau memasak ayam goreng bumbu kuning dan cap cay. Tidak lupa sambel tomat yang menambah nafsu makan mereka.
Salma memindahkan Cap cay dan ayam goreng ke piring saji. Kemudian menaruhnya di meja makan. Pak Handoko pun datang dan duduk di kursi depan, sedangkan bu Murti di sebelah kiri pak Handoko. Bu Murti mengisi piring dengan nasi, sayur,lauk dan sambel untuk pak Handoko. Sedangkan Salma menuangkan air putih untuk mereka semua.
"Ayah, nanti setelah selesai makan Salma ingin bicara dengan ayah dan ibu."Pinta Salma setelah menaruh kembali teko air putih di atas meja.
"Sekarang kita makan dulu, nanti setelah makan kita ngobrol di ruang keluarga." Jawab Pak Handoko.
"Baik yah."
Pak Handoko dan bi Murti saling berpandangan. Mereka merasa heran kepada putri bungsunya. Tidak biasanya Salma mengajak bicara ayah dan ibunya. Merasa suaminya meminta penjelasan melalui gerak matanya, bu Murti hanya mengedipkan bahunya tanda tidak tahu.
Mereka makan dengan tenang. Hanya terdengan suara adu piring dan sendok saja. Beberapa menit kemudian makanannya pun telah habis di santap mereka.
"Ayah ke ruang keluarga dulu, ibu dan kamu bereskan meja makan dahulu. Setelah selesai susul ayah dan kita bicara di sana." Ucap pak Handoko.
Bu Murti dan Salma menganggukkan kepalanya. Salma membereskan sisa makan dan piring kotor di dapur.
"Bu biar Salma saja yang membereskan, ibu istirahat saja bersama ayah di ruang keluarga." Pinta Salma kepada ibunya.
"Ya udah ibu kesana dulu."Bu Murti berjalan ke ruang keluarga dengan membawa secangkir teh dan snack untuk suaminya.
Setelah selesai membereskan piring yang kotor, Salma juga menyusul kedua orang tuanya.
"Sini nak duduk disini."Bu Murti melambaikan tangannya untuk meminta Salma duduk di kursi sebelahnya.
"Ya bu." Salma berjalan menghampiri ibunya kemudian dia mendudukkan dirinya di sebelah ibunya.
"Tadi kamu mo bicara apa nak ?" Tanya pak Handoko membuka pembicaraan.
"Emmmm ... gini yah bu, Salma ingin minta pendapat dari ayah dan ibu..."
"Pendapat apa nak?" Sela bu Murti yang penasaran dengan putrinya.
"Tadi siang setelah pulang dari sekolah, mas Irsyad mengajak Salma bertemu yah bu."
"Terus?"...
"Bu jangan di sela dulu Salma biar selesai menjelaskan."Pinta pak Handoko kepada istrinya.
"Hehe.... maaf yah kan ibu penasaran." Jawab bu Murti dengan tersenyum.
"Ayo lanjut nak ceritanya." Pinta pak Handoko.
Huh...(Salma menarik napas dalam-dalam untuk mengurangi geroginya). "Tadi mad Irsyad meminta Salma untuk menjadi bunda untuk putrinya. Dia bilang ingin dekat dengan Salma, menurut ayah dan ibu gimana ?" Salma menghembuskan nafasnya setelah menyelesaikan penjelasannya.
"Ayah mau tanya dulu sama kamu nak, apa kamu suka sama nak Irsyad ?"
Salma terdiam beberapa detik. "Ya yah,bu Salma suka sama mas Irsyad."
"Benar kamu suka sama nak Irsyad ?" Tambah bu Murti.
Salma pun menganggukkan kepalanya.
"Sejak kapan nak kamu suka sama dia ?" Tanya bu Murti.
"Sebenarnya yah,bu Salma sebelumnya pernah bertemu dengan mas Irsyad ketika Salma kuliah." Salma berbicara jujur kepada orang tuanya.
"Apa nak Irsyad juga yang membuat kamu dulu uring-uringan dan dia juga yang merubah putri ibu yang tomboy dulu ?" Tanya bu Murti dengan nada meledek Salma.
Salma pun menganggukkan kepalanya. Kemudian dia merunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merona karena malu.
"Lihat tu yah, anak perawan kita malu-malu ha....."Bu Murti tambah meledek putri bungsunya.
"Sudah bu jangan di ledek terus, kasihan tu anak kita mukanya merah kaya kepiting rebus saja." Pak Handoko pun tertawa melihat tingkah anaknya. Di dalam hatinya, ia sangat bahagia bisa melihat kembali putri nya merasakan jatuh cinta.
"Ehmmm. ..... Jika memang kamu suka dengan nak Irsyad, dan nak Irsyad memang ingin serius dengan kamu kami pasti akan merestui kalian nak. Yang terpenting buat kami adalah kebahagiaan kamu. Ayah sudah lama tidak melihat kamu malu-malu seperti ini nak." Pak Handoko berbicara dengan mata berkaca-kaca."
Salma mendongakkan kepalanya menatap ke arah ayah nya. Salmapun mengeluarkan air mata bahagianya setelah mendengar perkataan ayahnya.
"Terimakasih yah,bu sudah mau merestui Salma."Ucap Salma dengan menghampiri ayahnya dan memeluk beliau karena rasa bahagia.
"Bahagia lah nak. Ayah dan ibu akan selalu mendoakan kebahagiaan kamu." Pinta pak Handoko dengan memeluk kembali putrinya.
"Terimakasih yah, maaf jika selama ini Salma buat ayah dan ibu kecewa." Jawab Salma dengan menghapus air matanya dan melepas pelukannya terhadap pak Handoko.
"Ibu juga bahagia nak, yang terpenting nasehat ibu jika memang kamu memilih nak Irsyad kamu harus tahu konsekuensi nya baik masalah pekerjaan dia ataupun putrinya. Kamu dekat dengan seorang duda yang sudah punya anak, jadi kamu juga harus menerima Aira juga nak."Nasehat bu Murti kepada anaknya.
"Insyaallah bu, Sebelum Salma bertemu kembali dengan mas Irsyad Salma sudah sayang dulu bu dengan Aira. Salma akan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu menyayangi dia bu." Jawab Salma.
"Kami merestui kalian nak." Ucap Pak Handoko.
"Terimakasih yah,bu Salma akan segera menghubungi mas Irsyad."
"Mungkin seperti inilah cara Allah menguji hambanya."
Note:
Terimakasih buat pembaca setia Bunda untuk Aira. Saya tidak pernah mengira jika tulisan saya bisa di terima oleh kalian. Banyak kekurangan dalam tulisan saya, semoga kalian mau membantu saya dalam memperbaiki tulisan saya. Alhamdulillah Bunda Untuk Aira masuk review awal novel kontrak di Noveltoon. Karena saya harus mengeditnya, mohon maaf jika besok saya tidak bisa update. Tapi saya akan tetap usahakan untuk up ya. Terimakasih dan semangat terus ya puasanya. 😇🙂🤗
mudah2an bima berjodoh sama syakila membayar rasa penasaran pembaca thor🤣🤣🤣
baga
bahagiamu cuma ama bima😍😍