NovelToon NovelToon
Mencintaimu Yang Tak Terlihat

Mencintaimu Yang Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Supernatural / Cintamanis / Romansa Fantasi
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: ALSIB

"Steiner" panggil Luigi dengan tangan mengepal.
"Setelah apa yang terjadi diantara kita, kau tidak mengenalku? Kita menghabiskan setiap malam bersama di lembah Parnassus, Stein! Kau bahkan telah merenggut mahkotaku! Ada apa denganmu?!"

"Aku tidak mengenalmu! Kau wanita gila! AKU BAHKAN TIDAK MENGENALMU!"

"Apa kau amnesia? Katakan dengan kalung ini! Apakah ini milikmu?" Luigi, mengeluarkan kalung yang tersembunyi dari balik bajunya. Steiner membelalakan matanya, bahkan seluruh keluarga besarnya.

Semua saling melemparkan pandangannya, gadis bak Dewa Apollo itu, tiba tiba menerobos masuk ke dalam sebuah ballroom, mengacaukan acaranya.
Sebuah acara perhelatan akbar yaitu PERTUNANGAN.

Luigi memasukkan kembali kalungnya, lalu ia berjalan kearah pintu keluar. Sesaat ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Steiner, "Tidak masalah kau melupakanku, Steiner! Tapi, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku! Aku selalu memegang janjimu, bahwa kau akan membawaku ke Altar saat aku menyerahkan segalanya untukmu!" Luigi pun berlalu pergi. Meninggalkan keterkejutan yang luar biasa.

"Penjaga! Panggil gadis itu! Dan bawa ke kamarku!" ujar sang Ibu yang meninggalkan acara pertunangan Putranya yang telah kacau balau.

"Shiitt!!" pekik Steiner membanting gelas di tangannya.

"Honey?" tunangannya memanggilnya.

"Aku akan membereskan gadis itu! Pulanglah!" kata Steiner kepada calon tunangannya yang gagal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Yang Tidak Kau Miliki

Arwah atau roh bisakah menjadi jahat? Tentu saja bisa. Mereka adalah jiwa yang tersesat saat Malaikat menjemput, mereka memberontak, mereka menuntut keadilan, mereka menyangkal kematiannya, menolak takdir kehidupannya dan membelot dalam perjalanan menuju Alam Penantian (akhirat) hingga selama perjalanan menuju alam penantian mereka tidak sampai disana.

Itu adalah sebuah pandangan dan mitologi dari Yunani, Mesir, India dan beberapa negara yang masih memegang peradaban kuno. Biasanya itu terjadi karena kematian yang tidak wajar atau tidak seharusnya atau belum saatnya. Entah dibenarkan atau tidak pandangan itu, namun kenyataannya mereka ADA.

Sumber atau bentuk dari sebuah anggapan dan pandangan itu diperoleh turun menurun dari orang orang yang pernah mengalami kematian dan mereka diberi keajaiban serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupannya, istilah itu biasa di kenal mati suri.

Mereka dibelenggu kegelapan, dingin yang menyayat, kesepian yang merajam. Tidak ada cahaya, yang ada hanya bisikan demi bisikan Satan atau Iblis yang menjerat jiwa mereka. Lengkingan dan jeritan demi jeritan terus bersahutan memanggil Sang Penuntun menuju alam penantian. Tidak di dengar, tidak di anggap, mereka dilupakan, hingga mereka lupa jati dirinya, mereka menjadi liar, mereka bisa menyusup, dan berubah wujud menjadi siapapun untuk menggoda serta merayu manusia yang memiliki jiwa, hati dan pikiran yang kosong.

AKU PERNAH MENGATAKANNYA, MILKY! AKU AKAN MENGHANCURKAN RESTAURANMU MENJADI DEBU

"Hentikan! Baiklah! Baiklah! Ampuni aku! Baiklahh! Aku akan menolongmu dengan tulus! Aku ingin membebaskan Luigi darimu! Aku ingin menguasai Luigi dan mengambil Abu Mozeka untuk memanggil Roh Nenekku! Baiklah, Hantu Tampan! Aku mohon maafkan aku! Aku akan tulus membantumu!" Milky melempar jimat dan air suci sejauh mungkin. Ia duduk bersimpuh dan menangis ketika api mulai menyebar.

Loraine dan Callister terkesima melihat pemandangan itu. Ketika mereka ingin berlari dari ruangan itu, pintu tertutup rapat dengan sendirinya dan sulit untuk dibuka. Mereka menegang dan merasakan kepanikan yang dialami Milky, namun mereka bisa apa? Selain saling berangkulan dan berdoa di dalam hati mereka. Loraine dan Callister tidak mengerti mengapa Milky memiliki rencana tersembunyi dan ternyata Milky ingin menguasai Luigi dan mengambil sesuatu yang mereka tidak mengerti, yaitu Abu Mozeka.

Aku tahu niatmu, Milky Bar! Apa kau tahu Abu Mozeka itu sangat berbahaya? Ketika kau menggunakannya untuk memanggil nenekmu, maka itu sama saja kau membuka sebuah portal, Nenekmu akan datang tapi diikuti jutaan Satan dan pengikutnya! Kau tidak tahu apa - apa Milky! Nenekmu sudah tenang disana! Mengapa kau mengusiknya! Dia sudah berada ditempat yang tepat dan layak! Mengapa kau mengusiknya! Kau manusia egois!

Arwah itu menyeringai dan melayang layang diatas kepala Milky yang tersedu memohon ampun hingga Milky bersujud dan dahinya menyentuh lantai. Sebuah hembusan angin tiba - tiba datang, hembusannya sangat kencang hingga memadamkan api di dapur Milky seketika.

"Maafkan aku.. Aku hanya merindukannya dan aku ingin selalu ditemani Nenekku! Maafkan aku! Aku tidak akan pernah mengulanginya! Aku pasrah dan aku menurut kepadamu! Dan aku akan membantumu dan Luigi!" Loraine dan Callister hanya mampu berpandangan.

Bangunlahh Bar! Bangunlah dan kembalilah duduk! Cepat ambil jimat Nenekmu! Atau aku akan menghancurkannya! Itu hanya kalung yang tidak ada artinya bagiku! Itu tidak akan berpengaruh padaku! Ambil atau kau akan kehilangan kenangan terakhir bersama Nenekmu, Bar !

Milky tersentak ketika arwah itu memanggilnya Bar, sebuah panggilan nama yang selalu Milky rindukan karena itu panggilan Neneknya kepada dirinya. Milky menghapus airmatanya, dan itu sekaligus menghapus juga segala kerinduannya pada Neneknya, ia pun bangkit berdiri meraih jimat Neneknya dan ia kembali dikejutkan dengan suara yang bergemuruh.

Dua pilar penyangga ruang dapurnya kembali berdiri tegak. Loraine dan Callisterpun seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Semua terjadi di depan mata mereka seakan melihat sajian sebuah film tiga dimensi di layar lebar. Pijakan Loraine seakan gamang, lalu Callister menopang dan membawa Ibunya duduk.

"Bisakah kau merapikan panci panci yang berserakan sekalian? Kau.. Ehm, mengacaukan dapurku" ujar Milky menundukkan kepalanya kemudian dengan mengeratkan pejaman matanya karena arwah itu menghampirinya dengan menggelengkan kepalanya.

Kau pikir aku pelayanmu, Bar? Bekerjalah sedikit agar tubuhmu kurus! Shittt.. Kau perlu olahraga, Bar!

Arwah itu berlalu menuju meja dimana Loraine dan Callister duduk. Milky mengikutinya dengan rasa takut dan wajah memucat yang dipenuhi keringat sebesar buliran jagung, Milky harus kembali menghadapi kenyataan dan menjelaskan situasinya pada Loraine dan Callister yang menatap tajam kearahnya.

"Apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi Milky? Kau ingin memanfaakan Lui? Dan Abu Mozeka-- Apa itu?" tanya Callister dengan kesal.

"Kata.. Kata Hantu Tampan itu-- Luigi, mempunyai Abu Mozeka. Sebuah abu yang di keramatkan. Aku tidak tahu bagaimana Luigi mendapatkannya, kau harus mencari tau, Call. Tapi karena Abu Mozeka, Luigi dan Hantu Tampan itu bertemu di ruang ilusi, ruang bawah sadar yang sulit dijangkau manusia, sejak pertama kali bertemu" ujar Milky. Loraine dan Callister saling berpandangan tidak mengerti maksud Milky.

"Bukankah Luigi senang meracik parfum?" tanya Milky membuat Loraine dan Callister saling melempar pandang.

"Putriku memang senang bereksperimen" ujar Loraine seraya menganggukan kepalanya.

"Luigi meracik sebuah parfum yang digunakan sebagai aroma terapi dari bunga langka dengan bahan pengawet yaitu Bubuk Mozeka yang berasal dari Mesir. Tapi entah Luigi tahu atau tidak, ternyata itu bukan bahan pengawet tapi itu Abu Mozeka, abu yang dikeramatkan. Abu itu mengikat roh dengan benda yang disentuhnya" tutur Milky dengan menyeka keringat dingin yang masih bermunculan di wajahnya.

"Apa? Aku tidak mengerti! Aku tidak mengerti dengan cerita konyol ini!" seru Callister merasa kebingungan dengan penuturan Milky. Ia sulit mencerna cerita itu.

"Apa kau bisa mengulanginya?" pinta Loraine.

Katakan pelan pelan, Bar! Buat mereka mengerti dan ini sudah terlanjur basah.. Katakan semua yang kau tahu..

"Aku saja tidak tahu identitasmu! Bagaimana aku menjelaskan secara detail dan---

Kau tidak perlu tau siapa aku Bar! Jangan menguji kesabaranku! Kau belum bisa aku percaya! Jangan mengujiku..

DUAAARRRRR

"Baiklah maafkan aku!!" pekik Milky dengan suara lantang.

Semua kembali terkejut dengan suara yang diledakan diatas plafon dimana mereka duduk. Milky dan Callister mengumpat sementara Loraine tersentak dan memegangi dadanya. Milkypun akhirnya bercerita tentang perbedaan Abu Mozeka dan Bubuk Mozeka (formalin) serta sejarah bagaimana Abu Mozeka itu dianggap bisa membangkitkan arwah dan mengikatnya. Loraine dan Callister mendengar cerita itu dengan mencerna sedikit demi sedikit.

"Shitt! Luigi! Anak itu selalu saja bermain main dengan hal hal yang berbahaya!-- seru Callister memukul telapak tangannya sendiri dengan geram --dan kau ingin memanfaatkan adikku?" Callister bangkit berdiri dan ingin menyerang Milky, ia nyaris mencengkeram kerah Milky hingga tubuh Milky reflek mundur menjauhi meja namun Loraine mencegahnya dengan menahan tangan Callister.

"Call! Nyonya Loraine maafkan aku! Banyak para cenayang yang mengincar Abu Mozeka! Bila ada yang tau Luigi menyimpannya maka itu akan sangat berbahaya! Akupun mengincarnya tapi setelah apa yang kalian lihat, aku cukup senang melihat restauran ini tidak berubah menjadi abu!-- Milky menoleh ke samping dengan mencebikan bibirnya dan menatap arwah itu dengan sinis, namun arwah itu justru mendelikan matanya, Milky buru buru melihat kearah Loraine dan Callister --Aku berjanji akan melindungi Luigi!" ucap Milky sambil menegakan tubuhnya.

"Call, selesaikan dengan kepala dingin" ujar Loraine kembali membawa Callister duduk dan Milky menghela nafas panjang lalu kembali bercerita.

"Luigi menemukan dua bunga langka yang sangat berbahaya bila disalah gunakan. Untuk membawanya ke London, Luigi pasti membutuhkan pengawet. Dugaanku, Luigi membeli bubuk Mozeka, bubuk pengawet dari Mesir karena disana banyak yang menjualnya, namun tanpa Luigi sadari itu adalah Abu Mozeka yang telah di curi dan dijual pastinya" Loraine menitikan airmata mendengar cerita Milky.

Apa yang bisa ia lakukan selain menangisi nasib putrinya, membayangkan Luigi menghilang di Lembah Parnassus, Loraine seakan berhenti bernafas. Putri satu satunya yang ia miliki, putri yang di nanti kehadirannya ketika ia telah memiliki kedua anak laki laki. Loraine menatap nanar di ruang kosong di sebelah Milky dimana arwah itu berada.

"Nyonya Loraine.. Aku mengerti perasaanmu.. Aku salah.. Aku membuat Luigi jatuh cinta kepadaku.. Tapi aku harus bagaimana? Dia membebaskanku.. Kedatangannya seperti diiringi lonceng yang bergemerincing.. Suara yang sama yang selalu aku dengar setiap saat, di jalanku yang sangat gelap.. Dari Luigi aku bebas dan aku tahu.. Doa itu seperti lonceng yang bergemerincing yang selalu menuntunku bagai alunan musik yang menenangkanku, mendamaikan jiwaku, diantara dinginnya Lembah Parnassus yang menjebakku.. Luigi membuat aku tahu bahwa jauh disana, ada sebuah doa dari orang yang selalu mengingatku, semasa aku hidup.. Ternyata Luigi di doakan sama sepertiku dan itu dari orang yang sama.. Tim Pendoa.. Richard Volkgaard dan semua orang yang tergabung didalamnya.. Terima kasih..

"Bisakah kau meninggalkan putriku?-- Loraine tiba - tiba bangkit berdiri dan menatap ruang kosong di sebelah Milky tanpa berkedip, seperti ada pusaran angin sepoi - sepoi arwah itu pun terkejut dan turut bangkit berdiri, ia tak menduga Loraine telah mengumpulkan keberanian dan berbicara kepadanya --Apa kau tahu semua orang menganggapnya gila bahkan suamiku! Bahkan suamiku ingin membawanya ke psikiater! Luigi selalu saja pingsan dan tubuhnya di penuhi luka memar! Apa yang kau lakukan padanya?! Aku perintahkan kau pergi dari sisi Putriku! Selamanya! Kau menyakitinya! Apa kau sadar itu?!" pekik Loraine dengan berurai airmata dengan menunjukkan jari telunjuknya kearah yang sama, masih di ruang kosong di sebelah Milky dimana arwah itu berada. Suasana kembali menegang.

Suruh dia duduk Milky Bar!!

Seisi ruangan itu kembali bergetar. Piring, gelas, vas bunga dan seisi ruangan itu mulai terangkat keatas. Milky dan Callister bergidik melihatnya, mereka panik seketika melihat semua itu. Angin menderu deru di sekitar mereka, sangat dingin menyayat permukaan kulit mereka.

"Nyonya duduklah! Kita cari tau apa keinginan hantu tampan ini! Nyonya dia memerintahkanmu duduk atau kita semua akan terluka!" seru Milky bangkit berdiri diantara gemuruhnya seisi ruangan itu.

"Mommm! Hentikan! Duduklah !" Callister kian panik melihat benda benda di sekitarnya mulai terangkat. Loraine menatap tajam kearah vas bunga dengan segala keberaniannya tanpa ada rasa takut sedikitpun. Loraine berpikir arwah itu sudah pasti menggenggam vas bunga, dan insting Loraine benar adanya.

Suruh dia duduk Bar!

"Nyonya aku tahu perasaanmu! Duduklah!" ujar Milky dengan lantang setelah arwah itu memintanya.

"Mommmm!!" seru Callister seraya mengguncangkan pundak Loraine yang direngkuhnya. Loraine terkejut dan seakan ia baru menyadarinya bahwa sikapnya bisa membuat siapapun terluka bahkan putrinya. Loraine kembali duduk diiringi semua benda di ruangan itu kembali ke tempatnya masing - masing. Dan semua merasa lega termasuk arwah itu.

"Nyonya--

"Bagaimana perasaanmu jika putrimu mencintai seorang hantu? Mencintai sesuatu yang tak terlihat, tak tersentuh dan tak berwujud" isak Loraine membuat Milky terdiam dan arwah itu merasakan kesedihan juga rasa bersalahnya. Callister kembali merangkul Loraine dan membawanya kedalam pelukannya.

Ini salahku.. Seharusnya aku menolongnya saja.. Tapi aku tidak tahu mengapa semua separah ini dampaknya..

"Ini salahku.. Seharusnya aku menolongnya saja.. Tapi aku tidak tahu mengapa semua separah ini dampaknya-- Milky menirukan perkataan Hantu Tampan itu, lalu bertanya dengan menoleh kearah samping dimana arwah itu berada ---Katakan apa yang kau inginkan?"

Aku ingin Luigi bisa bahagia bersama Steiner.. Itu adalah janjiku... Karena jauh sebelum aku tiada, aku telah mencintai Luigi dalam diam.. Tapi aku harus memenuhi janjiku, sebelum aku benar benar pergi dari dunia ini. Waktuku hanya empat puluh hari, Milky.. Empat puluh hari setelah jasadku ditemukan dan dikremasi.. Aku akan pergi selamanya..

Ada rasa teriris di dalam hati Milky yang membuatnya bertekad membantu arwah itu. Hati Milky serasa nyeri melihat, arwah itu tertunduk lesu. Mliky pun menyampaikan apa yang dikatakan arwah itu pada Loraine dan juga Callister.

"Aku semakin tidak mengerti! Hantu Tampan ini pernah bertemu Luigi? Apa mereka saling jatuh cinta? Apakah dia salah satu lelaki yang gagal mendekati Lui karena ulahku?" tanya Callister sambil mengusap - usap punggung Loraine dengan wajah menengang.

Bahkan Callister, Bar.. Aku pernah bertemu dengannya..

"Katanya-- Dia bahkan pernah bertemu denganmu, Call" ujar Milky mengulang perkataan arwah itu.

"Aku?-- Kapan dan dimana? Sebenarnya dia ini siapa?" tanya Callister dengan kebingungan.

Dia tidak mengenalku tapi aku tahu dia.. Suruh Callister diam dan jangan banyak bertanya, Bar..

"Kau tidak mengenalnya tapi dia mengenalmu dan kau di suruh diam" Jawab Milky membuat Callister menghela nafas panjang, tidak ada pilihan baginya yang ada hanya rasa takut dan berpikir keluar dari restauran itu dengan selamat. Ia pun mengingat siapa saja yang pernah mendekati Luigi, namun buntu.

"Luigi mencintai Steiner.. Tapi apakah Steiner juga mencintai Lui?" tanya Loraine sambil melirik kearah ruang kosong di sebelah Luigi yang ia yakini arwah itu disana.

"Bagaimana Mommy tahu?" tanya Callister dengan mengeratkan rengkuhannya pada tubuh Ibunya yang begitu rapuh.

"Scott kelepasan berbicara, Call. Luigi menceritakan semuanya pada Scott karena hanya Scott yang percaya pada Lui tentang apa yang dialaminya selama di Yunani. Sementara kita? Kita selalu menyangkalnya bahkan tidak mempercayainya. Kita salah Call, kita ini keluarga, seharusnya kita mempercayai Lui dan selalu mendukungnya. Keluarga kita terbiasa terbuka tapi sejak kecelakaan Lui di Yunani, kita kehilangan dua kebiasaan itu. Yaitu kepercayaan dan keterbukaan" ujar Loraine beringsut dari pelukan putranya lalu mengambil beberapa helai tisu kemudian menyeka airmatanya.

"Tapi masalahnya aku disana dan tidak ada pondok itu disana Mom!" kilah Callister.

"Lalu apa kau bisa menjelaskan bagaimana kalung itu ada ditangan Lui?" Callister terdiam dan melirik kearah sebelah Milky dengan bergidik ngeri.

"Cih, Hantu Tampan ini tidak menceritakan bagaimana Luigi mendapatkan kalung itu!" ujar Milky dengan menyeringai kearah samping dimana arwah itu berada.

Jika aku bercerita, kau bisa menangis dan memintaku jangan pergi, Bar.. Hatimu lembut dan kau sangat cengeng..

Milky melengos mendengar perkataan arwah itu dan Milky membenarkan dalam hatinya apa yang dikatakan arwah itu kepadanya. Milky kembali meneruskan ceritanya.

"Saat di Lembah Parnassus, Hantu Tampan ini memperkenalkan dirinya sebagai Steiner kepada Luigi dan dia tidak menampakan wujud aslinya. Dia hanya menyerupai Steiner dan aku tidak tahu apa hubungan mereka. Dia belum mempercayaiku, apalagi setelah ia tahu niatku untuk mengambil Abu Mozeka dari Luigi" ujar Milky dengan tertunduk lesu.

"Apa?!" Callister membulatkan matanya dan menatap kearah Milky.

"Kau tahu? Kau akan menyakiti hati Luigi bila Luigi tahu yang sesungguhnya! Hatinya akan hancur bila ia mengetahui ia mencintai arwah yang menyerupai Steiner! Luigi mencintaimu, bukan Steiner! Apa kau tahu kau juga bisa melukai Steiner! Kau mempermainkan mereka! Kau berurusan dengan Hati! Hati manusia-- Hati yang tidak kau miliki! Kau bisa menghancurkan hati mereka!" ujar Loraine kembali berapi - api.

BRAAGGGGGGHHH!!

Meja terdengar digebrak. Arwah itu menahan amarahnya dan ia melampiaskan dengan memukul meja rasanya ia ingin meruntuhkan restauran itu. Ia tidak memikirkan bagaimana perasaan Luigi bila mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang Luigi alami. Semua mendadak pias. Loraine tercekat sambil menyeka airmatanya.

Aku tahu.. Aku tahu Nyonya.. Tapi.. Aku tidak punya pilihan.. Semua terjadi begitu saja.. Itu akan membuat Luigi menjadi tangguh.. Dia akan menjadi seorang wanita Volkgaard yang tepat.. Aku akan membuktikannya pada orang orang-- Ah, lupakan Bar.. Katakan saja, aku akan melindungi Luigi dan tugasnya adalah untuk mengambil Abu Mozeka dan kita akan melenyapkannya.. Berikan empat tottem dan letakan di empat sudut rumahnya.. Berikan mantra yang diajarkan Nenekmu, tuangkan air suci disana.. Atau para cenayang akan mencium keberadaan Abu Mozeka dan mereka bisa mencelakai Luigi dan keluarganya.. Aku akan pergi karena Steiner dan Luigi membutuhkan perlindunganku..

"Apa yang ia katakan?" tanya Callister saat Milky menoleh kearah samping terus menerus. Milky terdiam, mulutnya terkunci membayangkan rumitnya masalah yang tidak biasa ia hadapi. Biasanya masalah yang ia hadapi sangat ringan baginya, semua arwah yang pernah ditolongnya menurut padanya namun arwah yang satu ini sangat pembangkang bahkan sanggup mematahkan lingkaran mantra yang ia buat.

"Aku tahu dimana kau berada saat kau mengangkat semua benda disini! Kau memegangi vas bunga! Itu karena di dalam vas bunga itu ada bunga liar kesukaan Luigi! Jadi aku tahu bila kau bersama Luigi! Aku percaya padamu kau ada! Tapi jauhi putriku!" Loraine kembali bereaksi namun arwah itu memilih bangkit berdiri.

Katakan.. Aku tahu kepekaannya.. Jika aku masih hidup, percayalah aku akan menjadi menantu yang baik dan bisa diandalkan. Luigi dalam bahaya bila Abu Mozeka itu masih berada di tangannya.. Katakan, ada saatnya aku pergi selamanya dari kehidupan Luigi.. Aku pergi, Bar..

Arwah itu melesat secepat kilat dengan hembusan angin yang membuat rambut Milky berantakan dan meninggalkan bunyi dentuman di atap restauran itu. Semua terkejut namun itu sudah tidak aneh lagi bagi Milky.

"Bisakah kau pergi dengan cara yang benar! Shiitt! Kau selalu mengacak rambutku! Dan berhenti meruntuhkan restauranku!" pekik Milky dengan kesal seraya merapikan rambutnya. Callister menahan tawanya melihat rambut Milky berantakan. Suasana menjadi hening seketika namun juga penuh kehangatan.

"Dia pergi?" tanya Loraine.

"Dia harus menjaga Luigi dan Steiner! Entahlah, dia mengatakan Steiner dan Lugi membutuhkan perlindungannya. Dia mengatakannya, bila dia masih hidup dia akan menjadi menantu yang bisa di andalkan" jawab Milky masih bersungut.

"Bagaimana caranya membuat hantu itu pergi dari sisi putriku? Kau tidak punya caranya?" tanya Loraine mengedarkan pandangannya.

"Nyonya dan kau Callister. Jangan pernah menceritakan hal ini pada Luigi. Ini sangat berbahaya. Jangan main main dengan permintaannya. Tugas kalian hanya mengambil Abu Mozeka karena Luigi bisa berada dalam bahaya. Aku bukan satu satunya Cenayang yang menginginkan Abu Mozeka. Banyak Cenayang keji yang membutuhkannya bahkan ada yang mengejarnya. Cenayang yang handal bisa mengetahui keberadaannya, mereka seperti anjing pelacak yang bisa mencium kokain (obat terlarang) dari kejauhan. Mereka bisa mencelakai Luigi atau siapapun yang berada dirumahmu" ujar

"Tidak.. Tidak.. Tidak! Milky.. Aku tidak akan mengatakan apapun pada Luigi bila Hantu itu menginginkannya. Asalkan putriku selamat bahkan keluargaku baik - baik saja!-- Callister berjanjilah pada Mommy untuk menjaga rahasia ini dari Lui" Loraine berbicara dua arah dengan semburat kepanikan diwajahnya. Callister menghela nafas dalam dan menganggukan kepalanya, ia merasa tersentuh dengan ketakutan ibunya.

"Dia mengatakan, dia akan pergi bila saatnya sudah tiba. Dia akan pergi selamanya. Dan tugasku adalah.. Aku akan membuat tottem jimat yang akan aku tanam di empat penjuru rumah kalian. Nikmati hidangannya aku akan menyiapkannya setelah itu, aku akan kerumah kalian!" ujar Milky seraya bangkit berdiri.

"Aku tidak lapar. Aku akan membantu membereskan dapurmu. Ayo, Callister!" Loraine bangkit berdiri dan menarik tangan Callister menuju dapur. Milky menghela nafas panjang dan memandangi seorang ibu yang tengah berjuang untuk putrinya diantara ketakutannya.

Kau baik sekali Nyonya.. Dan kau pantas mendapatkan segala kebaikanku dan dari semesta ini.. Semoga Tuhan melindungi keluargamu.. Milky Bar

-

-

-

Bila kamu menyukai Novel ini, Jangan Lupa Dukungan Vote, Like, Komen, Koin, Poin dan Rate bintangku yaa Reader Tersayang.

Biar aku semangat nulis lagu disela - sela waktu jadwal kuliahku yang padat. Terima kasih Reader tersayang 😘😘🥰🥰💕💐

-

-

-

1
Fitri Pio
baca berulang-ulang blm ada lanjutannya..
Fitri Pio
bersamaan dengan Luigi ditemikan
Fitri Pio
apakah jiwanya tertukar? apaan sih🤣🤣
Fitri Pio
wahhh .. ada apa d masa lalu ..
Fitri Pio
apakah bunga yg ditemukan d atas batu itu?
Fitri Pio
baca ulang sambil nunggu lanjutan🤣
Fitri Pio
belum ada juga hmm
Nitha Wulan Sari
aku kembali lgi setelah 3 thn. ternyata emang GK d lanjutin sama otor
Shanty Yang
authornya ngilang kemana yak, ga da notif sama skli 😌😌 sampe di tahun brp ini 🤭 tp masih brharap ada kelanjutannya ☺
Shanty Yang: 🤭🤭🤭😅😅😅
total 2 replies
Neneng Jubaedah
pliss lanjutin dong thor,3 tahun aku nunggu kelanjutan nya thor
comel21
bertahun2 nunggu
comel21
kamu kemana Thor kangen banget gara2 u gak update q JD males baca di platform ini udah 1 th lebih kira2
Aisyah Zahra
holla author apakah masih ada dn sehat?
Santi Nuryanti
bahkan blm smpe sinonsis thorr...ayo la nulis lg..train ud byk..ni msh dkit thor..ayo la nukis lg
Santi Nuryanti
ni nggui up na bkn 2 3hr thor...tp 3th lho 3th....aarrrrggggghhh...semangatt dunkk
Santi Nuryanti
ayo la thor....up lg
Santi Nuryanti
thorr plisss lnjt...crtbny blm smpr sinopsis ud ilang thor...ayo dunk nulis lgiii
Santi Nuryanti
nyesek bgt ni klo mncintai tk trlihat aplg tk dilnjtn sm othor...huhuhuhu
Santi Nuryanti
thor ditgguin ni kelnjtnny....
Santi Nuryanti
lnjt thorr...ngehalu lagu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!