Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sama-Sama Menolak
Sidang kedua sudah selesai. Jaksa sudah menyatakan tuntutan kepada Arjuna dan sidang ketiga adalah pengambilan keputusan.
Setelah sidang kedua, Arjuna sebenarnya ingin bertemu dengan Fiana namun istrinya itu tak bisa menemuinya karena sedang diajak keluar kota oleh keluarganya.
Sore harinya, raja memanggil Arjuna bersama keluarganya untuk menemui raja di istana.
"Aku tidak ingin keputusan yang akan diambil oleh hakim nanti akan menyebabkan keluarga kalian saling bermusuhan terus. Makanya apapun nanti keputusannya, jangan putus asa. Itu yang terbaik bagi kedua keluarga ini." kata Raja Rome.
"Terima kasih raja." kata mereka bertiga secara bersamaan.
"Sebaiknya hindari pertemuan secara langsung. Arjuna, aku mendengar kalau kamu dulu sangat menyukai Deissy. Dia adalah diplomat muda yang sangat aku andalkan. Aku ingin menjodohkan kalian berdua. Bagaimana? Kamu belum memiliki pacar kan?" tanya raja.
"Eh, maaf yang mulia. Aku hanya menganggap Deissy sebagai teman." kata Arjuna membuat Maura langsung menginjak kaki putranya.
"Arjuna hanya malu saja yang mulia raja. Dia menganggap bahwa Deissy adalah gadis luar biasa yang tidak pantas untuknya." kata Maura membuat Arjuna menatap mamanya dengan tatapan protes.
"Deissy memang gadis yang cocok untuk Arjuna. Dia yang lebih dewasa pasti bisa membimbing Arjuna yang masih kekanak-kanakan ini. Aku pikir kalau raja yang mengatur maka semuanya pasti akan menjadi baik."Kata Marten Pekins membuat Arjuna menjadi semakin kesal kepada kedua orang tuanya.
"Aku senang jika Deissy bisa mendapatkan jodoh yang terbaik. Putra bungsu ku juga sangat menyukai putri dari keluarga Adams. Aku berencana akan meminang Fiaja Adams untuk anakku. Semoga dengan pernikahan ini, keluarga Pekins dan keluarga Adams dapat menjadi tenang."
Arjuna merasakan darahnya menjadi panas saat mendengarkan apa yang raja katakan. Bagaimana mungkin ia akan rela jika istrinya akan dilamar oleh orang lain.
"Yang aku dengar, kalau nona Fiana sudah memiliki kekasih." kata Arjuna.
Raja tersenyum. "Yang penting dia belum menikah."
Arjuna mengepalkan tangannya. Maura yang duduk di samping putranya bisa melihat tangan Arjuna yang terkepal. Ia menjadi bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh putranya itu.
************
Sudah 3 hari Fiana dan keluarganya ada di villa mereka.
Kemarin, mereka baru saja merayakan peringatan 40 kematian kakaknya.
Hari ini, sejak pagi Fiana melihat sudah ada kesibukan di villanya. Entah siapa yang akan datang namun para koki nampak menyiapkan makanan.
Ponsel Fiana berdering. Ia senang saat melihat nama Anjani yang menelepon. Sebenarnya itu nama Arjuna.
"Sayang......!" sapa Fiana sambil berjalan menjauh dari villa.
"Kamu di mana?" tanya Arjuna.
"Masih di villa. Kamu baik-baik saja kan sayang?"
"Raja hendak menjodohkan aku dengan Deissy. Ia juga mengatakan kalau akan segera melamar dirimu untuk pangeran Jeremi."
"Apa? Bagaimana mungkin. Kamu dengar dari siapa?"
"Dari raja sendiri. Kemarin aku dipanggil raja ke istana bersama kedua orang tuaku."
Fiana nampak panik. "Aku tak mau, Juna. Aku mencintaimu. Bagaimana kalau kita lari saja?"
"Sayang, kita nggak boleh gegabah. Aku harus menunggu putusan hakim untuk diriku. Masih 3 hari lagi baru putusannya akan dibacakan. Aku janji setelah putusan itu keluar, maka kita akan cari jalan untuk pergi. Untuk sekarang aku tak bisa kemana-mana karena pengawasan atasku semakin ketat."
Fiana mulai menangis. Apalagi saat ia melihat ada mobil kerajaan yang memasuki halaman villanya. Ia melihat raja dan permaisuri serta pangeran Jeremi yang turun dari mobil. Rupanya tamu yang akan datang adalah mereka. Pantas saja mamanya sejak tadi memintanya untuk segera mandi dan berpakaian.
"Arjuna, raja dan keluarganya sudah datang ke villa. Aku harus bagaimana?"
"Katakan yang sebenarnya sayang. Bahwa kamu sudah punya seseorang yang sangat kamu cintai."
"Baiklah. Aku tutup dulu teleponnya. Mamaku sudah memanggilku." kata Fiana. Ia kemudian melangkah menuju ke villa.
Fiana sopan membungkuk hormat pada raja, permaisuri dan juga pangeran Jeremi.
Bagi sebagian besar gadis, pasti sangat senang jika dikunjungi oleh raja dan keluarganya. Apalagi pangeran Jeremi dikenal sebagai pangeran paling tampan dibandingkan dengan kedua kakaknya. Ia juga memiliki bisnis yang sangat banyak sehingga menjadikannya sebagai pangeran terkaya diusia 28 tahun.
"Sangat senang berada di villa ini. Suasananya sepi dan adem." kata Raja sambil menatap sekeliling.
"Aku memang sangat menyukai tempat ini, raja. Mendiang putraku juga menyukai tempat ini. Dialah yang mendesain tempat ini sehingga menjadi begitu indah." kata Jony dengan bangga sekaligus juga ada raut kesedihan di wajahnya.
"Semoga Jordy bisa beristirahat dengan tenang. Oh ya, aku ke sini karena anakku Jeremi. Dia ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Fiana. Jeremi juga tak mau pacaran lama-lama karena usianya juga sudah lebih dari cukup untuk menikah. Makanya jika Fiana dan keluarganya Adams menerimanya, kita akan langsung dengan acar pertunanganan dan 6 bulan kemudian mereka bisa menikah sebagaimana aturan yang berlaku di negara ini." kata Raja.
"Ini suara kehormatan bagi keluarga kami. Tentu saja....."
"Papa.....!" Fiana tiba-tiba memotong ucapan papanya. Ia kemudian menatap pangeran dan raja secara bergantian.
"Terima kasih karena sudah berkenan melamar aku untuk pangeran. Aku sungguh menghormati perasaan pangeran kepadaku. Namun pernikahan itu harus dilandaskan pada perasaan cinta. Cinta antara pasangan yang akan membentuk keluarga. Aku tahu pangeran Jeremi adalah lelaki yang baik, namun hatiku, cintaku sudah aku persembahkan untuk orang lain." kata Fiana membuat Jerry menatap tajam ke arah adiknya. Wulan dan Johny juga menatap putri mereka dengan kaget.
Raja tersenyum. "Aku hargai kejujuranmu, nak. Hanya saja, sebelum keluarga kami datang ke sini, aku sudah meminta orang untuk menyelidiki keberadaan mu di sana. Dan kami tak menemukan jejak lelaki yang kamu katakan sebagai pacarmu itu."
"Karena kami pacaran secara diam-diam, yang mulia." kata Fiana.
"Nak, mama tahu kalau kamu orangnya malu. Jangan seperti itu." Wulan menegur putrinya.
"Yang mulia, Fiana pasti tak akan menolak perasaan pangeran. Karena tak ada lelaki baik yang cocok dengannya kecuali pangeran." kata Jerry dengan tenang walaupun ia terlihat menahan emosi kepada adiknya.
"Berikanlah aku waktu untuk menunjukkan ketulusan ku kepadamu, Fiana."
Fiana hanya bisa terdiam. Tak ada satu pun di ruangan ini yang membelanya. Semua orang mendorongnya untuk bersama pangeran.
***********
"Aku tidak mau bersama pangeran!" kata Fiana setelah rombongan keluarga kerajaan pulang.
"Kamu sudah gila jika menolaknya. Kamu akan bahagia jika menikah dengan pangeran." kata Wulan.
"Fiana, jangan berbohong dengan cerita tentang pacarmu yang ada di Amerika. Kamu akan tetap bertunangan dengan pangeran." kata Jerry dengan nada keras.
"Tapi aku tidak mencintainya. Kenapa sih kalian harus memaksa aku untuk kepentingan kalian?" Fiana menolak dengan keras.
"Fiana, pangeran itu lelaki baik. Kamu akan berbahagia jika menikah dengannya. Cinta akan datang dengan sendirinya ketika kalian sudah menikah." Johny menasehati putranya.
Fiana menggeleng. "Aku tak mau, ma. Memangnya aku tak boleh memilih jodoh aku sendiri?"
"Dasar bodoh. Jangan ikuti kemauannya, ma. Fiana harus menikah dengan pangeran. Tidak ada penolakan. Kamu juga tak boleh kembali lagi ke Amerika." kata Jerry tegas lalu segera meninggalkan ruang tamu.
Fiana menangis. Ia menatap Reyna yang hanya bisa menatapnya dengan wajah kasihan.
***********
"Aku mencintai gadis lain."
Perkataan Arjuna membuat Deissy terkejut.
"Aku sangat mencintainya dan karena itu aku tak bisa membagi hatiku denganmu. Maafkan aku, Deissy. Kamu wanita sempurna. Pintar, cantik, dari keluarga yang terhormat juga. Tapi jauh sebelum kamu datang ke sini, perasaanku memang sudah menjadi milik gadis yang aku cintai."
Deissy terlihat kecewa. Namun kedewasaan jelas terlihat dari senyum di bibirnya. "Gadis itu pasti sangat luar biasa karena bisa menyentuh hati seorang pria yang sulit jatuh cinta seperti dirimu."
"Yang pasti aku sangat mencintainya."
Deissy menatap Arjuna. "Aku tak akan memaksamu. Lupakan juga apa yang dikatakan oleh raja. Jalanilah hubunganmu dengan bahagia. Kita akan tetap berteman baik."
Arjuna bernapas lega. "Terima kasih atas pengertiannya. Kalau begitu, aku permisi pulang dulu." pamit Arjuna.
Deissy mengantarkan Arjuna sampai di depan pintu masuk rumahnya. Setelah Arjuna pergi, Deissy segera menelepon seseorang. "Cari tahu siapa gadis yang berhubungan dengan Arjuna Pekins."
Nah lho..
Dasar Deissy