DALAM TAHAP REVISI
Zeda Firdaus bertemu dengan seorang pria yang pernah ia tolong beberapa bulan lalu, pria yang bernama Gabriel Emerson itu mengaku sedang liburan di desa Firda. Kejadian demi kejadian membuat mereka sering bertemu dan menjadi dekat hingga keduanya harus berpisah di karenakan Gabriel yg harus kembali ke kota dan Firda melanjutkan pendidikannya ke pesantren.
Beberapa bulan kemudian Firda dan Gabriel kembali di pertemukan di Jakarta saat Firda datang kesana untuk menghadiri pernikahan kakak sepupunya.
Namun, di pertemuan mereka itu terjadi suatu hal yang membuat Firda harus terikat pernikahan dengan Gabriel yg sebenarnya adalah seorang Don Mafia.
Ig @SkySal98
Fb SkySal Alfaarr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33 - Istri Yg Baik?
Gabriel yg tidak tidur semalaman tiba tiba saja merasa begitu mengantuk, ia yg duduk di halaman samping rumah Firda saat ini terus saja menguap. Belum lagi perut nya yg terasa sangat lapar karena sejak kemarin ia juga tidak makan apapun.
"Nak Gabriel..." "terdengar suara serak kakek Firda yg membuat Gabriel terperanjat kaget.
"Ya, Kek?" spontan Gabriel langsung berdiri.
"Kamu sedang apa di sini? Keliatan nya kamu sangat lelah" ujar sang kakek kemudian ia pun duduk di sana, Gabriel pun ikutan duduk.
"Tidak apa apa, aku hanya sedang menikmati cuaca" jawab Gabriel kemudian sekali lagi menguap.
"Sepertinya kau sangat mengantuk, pergilah tidur, Nak" seru sang kakek lagi kemudian ia pun beranjak pergi.
Gabriel memang mengantuk dan ingin tidur, tapi dia harus tidur dimana? Firda melarang nya mendekati ranjang, Firda bahkan enggan melihatnya.
Sementara sang kakek yg kini memasuki rumah, ia melihat Firda yg baru saja keluar dari kamar Ummi nya.
"Fir..." panggil sang kakek yg membuat Firda langsung menoleh pada nya.
"Iya, kek?" tanya Firda.
"Itu Gabriel kelihatan nya letih sekali, coba kamu samperin dia" ujar nya yg membuat Firda menghela nafas lesu.
"Iya" jawab nya malas.
Firda pun menghampiri Gabriel dan ia melihat Gabriel yg memang tampak lesu dengan tatapan sendu. Gabriel yg melihat kedatangan Firda langsung berdiri dan menyunggingkan senyum tipis.
"Semalaman.... Kamu engga tidur?" tanya Firda setengah berbisik dan Gabriel mengangguk pelan "Terus sekarang mengantuk?" tanya Firda lagi dan Gabriel kembali mengangguk pelan.
"Ya tidur saja kalau mengantuk" seru Firda ketus.
"Tidur dimana? Kamu melarang ku mendekati ranjang" jawab Gabriel lirih.
"Kan ada sofa di kamar ku" seru Firda lagi semakin kesal.
"Tapi sofa nya terlalu kecil" Gabriel kembali menjawab dengan suara lirih. Firda pun menatap Gabriel dengan rasa kasihan, rasa kasihan yg bahkan sangat tidak di harapkan oleh Firda dan kenapa ia harus merasa kasihan pada orang yg merenggut kesucian nya?
"Terserahlah" ketus Firda akhirnya dan saat ia hendak pergi, terdengar suara dering ponsel Gabriel.
Gabriel pun menjawab nya dan Firda masih berdiri di sana.
"Ya, John?" tanya Gabriel setelah ia menjawab panggilan nya.
"Tuan, terjadi masalah serius di Black Royal. Beberapa anak buah kita terbunuh di sana" terdengar suara panik John yg tentu saja kabar itu juga sangat mengejutkan Gabriel.
"Bagaiamana bisa?" tanya Gabriel marah.
"Sepertinya ada penyusup, Tuan. Mereka juga mencuri beberapa persenjataan kita"
"Dasar bodoh!!!" pekik Gabriel marah yg tentu saja hal itu membuat Firda mengernyit bingung, apa lagi mendengar umpatan Gabriel dan melihat raut marah sekaligus tegas di wajahnya.
"Urus semua itu sekarang juga dan temukan pelaku nya!" seru Gabriel sebelum akhirnya ia memutuskan sambungan telpon nya dan saat ia mendongak, Gabriel terkejut karena Firda masih di sana dan ia memperhatikan nya. Gabriel menjadi salah tingkah apa lagi melihat tatapan penuh tanda tanya Firda.
Gabriel sudah menyiapkan beberapa jawaban jika Firda bertanya kenapa dan ada apa, tapi nyata nya Firda berlalu begitu saja kemudian tanpa bersuara sedikitpun.
"Apa dia benar benar tidak peduli pada ku?" gumam Gabriel kesal, ia pun mengejar Firda hingga masuk ke kamarnya.
"Firda..." seru Gabriel dan ia menarik tangan Firda.
"Apa?" Firda bertanya dengan ketus.
"Kamu masih sangat marah, hm?" tanya Gabriel berusaha mengontrol emosi nya. Kabar yg di berikan John sudah membuat nya marah di tambah lagi sikap Firda yg masih selalu ketus pada nya.
"Menurut mu?" tanya Firda sarkastik.
"Aku kan sudah menjelaskan semua nya, Fir. Aku tidak bermaksud melecehkan mu, dan aku juga sudah bertanggung jawab dengan menikahi mu, kan?" seru Gabriel dengan nada yg meninggi dan tentu saja hal itu membuat Firda tercengang karena tidak pernah ada yg berbicara dengan nada tinggi pada nya.
"Masalah pekerjaan jangan bawa kerumah!" tegas Firda kemudian yg justru kini membuat Gabriel yg tercengang, Firda memang mengira bahwa Gabriel marah karena masalah pekerjaan nya tadi karena dari yg Firda dengar, seperti nya itu masalah serius "Dan kalau mengantuk, silahkan tidur dimana pun yg kamu mau, mau di ranjang juga silahkan" ujar Firda kemudian ia pun bergegas keluar dari kamar nya dan hampir saja ia membanting pintu karena kesal, tapi Firda masih teringat dengan kakek nenek nya dan yg lain nya.
Sementara Gabriel yg awalnya tercengang kini malah menyunggingkan senyum mengingat apa yg di katakan Firda tadi, memang benar, masalah pekerjaan tidak seharusnya di bawah bawa kerumah dan Firda mengatakan nya dengan tegas.
"Sepertinya dia akan menjadi istri yg baik" Gabriel membatin kemudian ia benar benar naik ke atas ranjang Firda. Tidur tempat di sisi ranjang tempat Firda tidur, memakai bantal Firda dan kemudian ia menarik selimut. Gabriel menghirup aroma Firda yg masih tertinggal di bantal dan selimut itu "Aroma nya sangat manis dan menenangkan"
.........
Firda ke mode jengkelin..
Klo sudah...
Muntah kok Terus lari ke hamidun?
Ga perlu ke dokter da alat namanya test pack, bener2 Dah waktu da pembagian otak di kelurahan absen x...