⚠️ Warning, Area 21+ (Bocil Harap Mlipir) 🚫
Dunia Faraz seketika berhenti saat mengetahui wanita yang baru Ia nikahi menghilang di malam pertamanya, Rasa sedih, Khawatir, Curiga bercampur menjadi satu.
Bagaimana tidak, Malam pertama yang seharusnya menjadi malam yang paling indah bagi sepasang pengantin malah berubah menjadi mimpi buruk baginya.
Lalu bagaimana setelah perceraiannya, Akan kah Faraz menemukan cinta sejatinya?
Ikuti terus kisah "Perjalanan Cinta Sang Duda" yang Bucinnya sampai emak-emak sakit kepala 🤣
Author : Noor Hidayati 👈
FB : I'tsmenoor
IG : @_itsmenoor
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resmi Bercerai
Di pagi hari, seperti biasa Alia keluar untuk bekerja.
Meskipun ada kecemasan di hatinya setelah pemberitaan,
Ia berusaha memberanikan diri untuk tetap bekerja.
namun belum juga ia meninggalkan rumah nya, orang-orang mulai menatapnya dengan sinis.
Alia menundukan kepalanya dan terus melangkah.
namun langkahnya terhenti saat ia mulai mendengar gunjingan dari para tetangganya.
"Lihatlah.. tanpa rasa malu Dia berkeliaran keluar rumah," ucap salah satu ibu-ibu yang sedang bekerumun.
"Benar-benar tidak menyangka ya, ternyata di balik wajah polosnya tersimpan perbuatan yang tidak bermoral," sambung ibu-ibu yang lain.
Alia yang sudah tidak tahan mendengar gunjingan mereka langsung berlari kembali ke rumahnya.
Zeenat yang sudah berdiri tidak jauh dari rumah Alia melihat apa yang baru saja terjadi, Ia berjalan mendekati orang-orang yang mengejek Alia.
"Itu Nyonya Zeenat kan?" ucap salah satu tetangga Alia yang terkejut melihat kehadiran Zeenat.
"Iya benar, itu nyonya Zeenat." bisik yang lainnya.
"Waah Aku tidak menyangka ini, Aku melihatnya secara langsung." ucap yang lain lagi.
"Sssttt... Diam lah," ucap yang lain saat Nyonya Zeenat sampai dihadapan mereka.
"Beraninya kalian menghina calon menantu Shehzad Shaikh!" tegas Zeenat.
"Apa!" Semua orang tercengang mendengarnya.
"Apa kalian tidak ada pekerjaan lain selain menggunjing?
Semua yang kalian lihat di TV itu tidak benar, jadi jangan menelan mentah-mentah informasi yang kalian dengar, kalian kan tetangganya, kenapa tidak bertanya baik-baik dengan yang bersangkutan?
Kenapa malah mempercayai media dan langsung menghinanya begitu saja?"
"Maafkan kami Nyonya." ucap Mereka bergantian.
Nyonya Zeenat pun meninggalkan mereka dan berjalan kerumah Alia.
"Kamu lihat itu Alia semua orang mulai membicarakan hal buruk tentang dirimu,
Bagaimana jika semua orang menganggap berita itu benar, bagaimana jika tidak ada pria yang mau menikahimu karena mengira mu sudah tidak suci lagi?" Fareeda terus menangis.
Zeenat yang mendengar dari balik pintu ikut merasa sedih dengan apa yang terjadi.
"Berita ini ada karna diriku dan Putra ku, Aku akan bertanggung jawab untuk ini, Aku berjanji padamu Fareeda." ucap Zeenat dalam hati.
"Ibu Aku tidak menyangka jika niat baik ku menolongnya akan timbul masalah seperti ini, maafkan Aku telah mencoreng nama baik ibu." ucap Alia menangis.
Zeenat mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu, namun ia mengurungkan niatnya.
"Tidak... Aku tidak bisa masuk sekarang, Faraz belum menyetujuinya, Aku tidak mau jika keputusan sepihak ku akan kembali menyakiti Alia dan Ibunya, Aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu." Zeenat pun kembali ke mobilnya.
°°°
Faraz di balkon rumahnya memperhatikan rumah Kavita.
Ia sama sekali tidak memikirkan permintaan Ibunya yang menyuruhnya menikahi Alia,
Faraz malah asyik dengan perasaannya yang menginginkan Kavita kembali bersamanya.
Faraz langsung tersenyum lebar begitu melihat Kavita keluar dari rumahnya.
Terlihat kavita sedang menyirami bunga di halaman rumahnya,
Faraz terus tersenyum memperhatikannya.
"Kenapa hatiku tidak bisa membencinya bahkan perasaan ini kembali seperti saat pertama kali jatuh cinta padanya," ucap Faraz tersenyum dan tak melepaskan pandangannya.
Kavita kembali masuk kedalam tanpa tau Faraz memperhatikan nya.
"Aahhh... Kenapa Dia masuk begitu cepat," ucap Faraz yang belum puas menatapnya.
°°°
Beberapa saat kemudian Zeenat sampai dirumah kavita.
Tok... tok... tok...
"Nyonya Zeenat.." ucap Kavita membukakan pintu.
"Aku tidak mau berbasa-basi, ini akte cerai Faraz untuk mu, sekarang kamu bebas melanjutkan hidup mu," ucap Zeenat sinis.
"Tapi Nyonya... Bukankah pengadilan belum mengabulkan permohonan ku?" tanya kavita bingung.
"Pengadilan telah lama mengabulkan permohonan cerai mu, tapi Aku meminta pengacaramu memberikan akte cerai ini padaku agar Aku bisa menyembunyikannya darimu,"
"Tapi kenapa Nyonya, kenapa Nyonya melakukan ini?"
"Karena Aku tidak ingin kamu melanjutkan hidup mu sementara Putra ku terpuruk karena mu." tegas Zeenat.
Kavita terdiam menundukkan kepalanya.
"Tapi sekarang Putra ku akan segera menikah, jadi Aku ingin kamu juga segera menikah agar Putra ku tidak kembali lagi padamu!" tegasnya lagi.
Ada sedikit rasa nyeri di sudut hati Kavita saat mendengar Faraz akan segera Menikah.
"Ambil lah ini dan jangan pernah mendekati Putra ku lagi!" tegas Zeenat lalu meninggalkan rumah Kavita
Kavita terdiam sedih dengan akte cerai ditangannya.
Tiba-tiba Kavita kehilangan keseimbangan dan nyaris terjatuh.
"Kavitaaaaa...." tiak Bu Risma berlari menangkap kavita.
"Kavita apa yang terjadi?" tanya Bu Risma cemas.
"Ibu... tiba-tiba Aku merasa pusing sekali," jawab Kavita lemah.
"Kemarilah..." Ibu memapah Kavita ke Sofa.
"Duduklah Ibu akan membuat teh hangat untuk mu."
Kavita mengangguk dan terus menatap sedih akte cerai di tangannya.
*****
Bersambung...