NovelToon NovelToon
SARANG

SARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Single Mom / Janda / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Shikacikiri

"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.

Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.

Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Sarah selesai merapikan selimut Ji Min, namun tangannya diraih secara tiba-tiba olehnya.

Sarah terkejut, dia menatap Ji Min yang bangun lagi dan meracau.

"Dengar! Kau harus ingat kata kata ku, jangan pernah percaya pada orang lain, termasuk aku" tunjuknya diakhiri pada dirinya sendiri.

Sarah malah memukul tangannya yang menggenggam terlalu erat.

"Sakit! " keluhnya.

Ji Min kembali tidur, kali ini benar benar lelap.

Ki Yong tersenyum melihat reaksi Sarah yang seolah biasa saja.

"Aku pulang! " ucap Sarah seraya mengaitkan tas di bahunya.

"Ayo!" ucap Ki Yong.

"Tidak usah diantar, aku tahu harus naik bus yang mana" ucap Sarah.

Ki Yong menatapnya.

"Tentu saja tidak boleh, aku harus mengantar mu" ucap Ki Yong mengambil kunci mobilnya.

"Jangan, tidak usah. Kau harus pergi pagi sekali bukan? " ucap Sarah yang dengar kalau dia akan syuting di luar besok.

Tapi Ki Yong tetap berjalan keluar bersamanya. Sarah menghela.

"Ya sudah terserah" ucap Sarah menyerah.

"Sudah larut, tidak boleh naik bus sendirian" ucap Ki Yong kemudian memencet tombol lift.

"Apa yang bisa terjadi pada ibu ibu seperti ku?" ucap Sarah.

Ki Yong menghela, lagi lagi tentang itu.

"Hentikan bicara ibu ibu itu, 37 tahun itu masih muda" ucap Ki Yong bersikukuh.

Sarah menghela menatap dirinya di pantulan dinding lift.

"Hufttt... benar, apa yang membuat ku terus bilang kalau aku ini ibu ibu" ucapnya.

Ki Yong tersenyum menertawakan mudahnya dia berubah suasana hati.

"Tidak... tidak... aku punya anak dua yang sudah besar, tentu saja aku ibu ibu" ucapnya lagi berubah mengungkitnya lagi.

Ki Yong menghela mendelik kemudian mengeluh.

"Heuuuh... kau ini" ucapnya sambil menyentuh kepalanya.

Mata Sarah membulat, merasakan sikap Ki Yong yang mulai terlalu akrab.

Pintu lift terbuka, Ki Yong berjalan lebih dulu. Sarah mengikuti sembari melihat punggungnya.

"Kau mau belanja dulu, beli sesuatu untuk sarapan besok? " tanya Ki Yong yang berjalan menuju mobilnya.

Sarah yang berjalan pelan, menghela menepis pikirannya yang terlalu kegeeran.

"Tidak usah, aku akan buat makanan untuk Da Jin dan So Min juga Seon Yu untuk mereka sarapan sekalian" ucapnya.

Ki Yong berhenti kemudian berbalik.

"Kalau begitu buatkan untuk ku juga" ucap Ki Yong riang.

Sarah menatapnya terpesona, jelas dia sangat tampan saat mengatakannya. Membuat Sarah suka.

"Ahhh... ok" ucapnya seraya mengalihkan tatapannya ke mobil.

Ki Yong senang, dia berjalan riang ke mobil. Hendak membukakan pintu untuknya, namun teringat dengan ucapan Jin Guk yang mengatakan Sarah itu orang yang mandiri mungkin tidak suka diberi perhatian berlebihan. Dia mengurungkan niatnya dan masuk ke kursi kemudi.

Sarah diam berdiri di dekat pintu, Ki Yong membuka kaca mobil mengira dia menunggu untuk dibukakan pintu.

"Kenapa? " tanya Ki Yong.

Tangan Sarah meraba kunci dan menariknya.

"Kau tidak membuka kuncinya bagaimana aku bisa masuk! " keluh Sarah.

"Ahhh...benar, maaf" ucapnya tersenyum bodoh.

Mereka pun pergi ke kedai Da Jin.

***

Di kedai.

Seon Yu mendapat kabar Sarah akan pulang, dia menunggu di dekat kedai. Namun karena lama, dia pergi ke toko 24 jam untuk membeli rokok.

Sarah dan Ki Yong sampai.

Sarah langsung turun, Ki Yong juga hendak mengantar.

"Pulanglah, tidak usah turun" ucap Sarah mengibaskan tangannya.

"Ada yang ingin aku tanyakan" ucap Ki Yong yang sudah turun.

Sarah menatapnya.

"Apa itu? " tanyanya berpikir tentang naskah.

"Apa.... "

Ki Yong mendekat.

"... kita pernah saling berkirim pesan 8 tahun yang lalu? " tanya Ki Yong dengan tatapan berharap kalau dia adalah benar penulis Black Rose.

Mata Sarah membulat, jantungnya berdegup kencang. Tangannya gemetar melihat tatapan Ki Yong.

Ki Yong menunggu jawabannya.

"Ihhh... mata mu mirip si Jin Hyuk" ucap Sarah sembari berekspresi merinding.

Dia berbalik hendak masuk ke kedai. Ki Yong hendak menahannya.

"Pulang... pulang sana! sudah malam! Besok syutingnya jauh kan" ucap Sarah tanpa menoleh sembari merogoh kunci di tasnya.

"Kenapa? " tanya Ki Yong.

Sarah berhenti bergerak sambil memegang kunci.

"Hanya bertanya seperti itu, sikap mu menyiratkan kau adalah orang yang aku kenal 8 tahun yang lalu" ucap Ki Yong.

Sarah gemetar, dia takut untuk bicara. Tapi perlahan dia berbalik.

"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan. 8 tahun yang lalu itu sudah lama, semasa aku gadis"

Sarah tersenyum bergaya, menyembunyikan ketakutannya.

Ki Yong tersenyum, dia menunduk merasa benar bahwa pertanyaannya aneh.

"Hanya ingin memastikan apa itu kau atau bukan" ucap Ki Yong kemudian menghela.

Sarah konsisten dengan senyumnya.

"Mungkin bukan, pulanglah" ucap Sarah.

"Ok, Bye! " Ki Yong berbalik dan masuk ke mobilnya.

Sarah menatap kepergiannya, memastikan dia benar-benar pergi. Kemudian akhirnya terduduk lemas.

Seon Yu yang sejak tadi melihat mereka dari gang, panik hendak membantu Sarah.

Namun langkahnya terhenti saat Sarah bergumam.

"Apa yang terjadi kalau dia tahu orang itu adalah aku? "

Sarah mengusap wajahnya.

"Ahhh... apa aku harus pindah kerja lagi? " lanjut Sarah mengeluh.

Seon Yu terheran, dia berjalan mundur. Tak jadi memperlihatkan diri.

Sarah bangun dan membuka pintu kemudian masuk.

Hening seketika, Seon Yu masih berdiri kaku, berpikir tentang apa yang terjadi diantara mereka, 8 tahun yang lalu.

***

Pagi sekali.

Da Jin dan So Min menikmati sarapannya. Seon Yu juga makan dengan lahap sembari menatap Sarah berpikir tentang yang terjadi semalam.

Sarah mengikat kain kotak makan yang dia siapkan lalu menatap keluar, Jin Guk sudah datang dengan mobilnya.

Sarah keluar untuk memberikannya, Jin Guk membuka kaca mobil karena sedang terburu-buru. Sarah hanya melihat Ki Yong yang sedang bicara di telpon.

"Ahhh, terimakasih! " ucap Jin Guk.

Jin Guk melihat mata Sarah yang melirik ke arah Ki Yong.

"Kami pulang ke kantor nanti" ucap Jin Guk.

"Peduli amat" ucap Sarah.

Jin Guk kesal dengan reaksinya.

"Ishhh... kamu ini! " tangannya hendak mencubit pipi Sarah.

"Jalan cepat! " seru Ki Yong.

Sarah berbalik kembali masuk. Seon Yu berdiri di ambang pintu melipat tangan menatapnya.

Sarah mengabaikannya, terus saja masuk dan ke kamarnya untuk bersiap pergi ke kantor.

***

Sampai di depan gedung, Sarah terdiam, menatap satpam yang sama yang juga menatapnya.

"Ahhh.... kamu! " ucapnya seraya melambaikan tangannya memintanya mendekat.

Sarah tersenyum.

"Ya" jawabnya.

"Ini tanda pengenal mu, tapi kau harus ke HRD dulu sebelum ke ruangan pak Go, dia bilang begitu tadi di telepon" ucap satpam itu.

"HRD nya dimana? " tanya Sarah.

"Lantai 15, kedua paling atas" jawab Satpam nya seraya menunjuk ke atas.

Sarah mendongak melihat betapa tingginya itu.

"Ok, terimakasih" ucap Sarah kemudian mengalungkan tanda pengenalnya ke leher.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!