Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sidang Pertama
Fiana mengejar kakaknya. Ia berdiri di depan pintu dan menghadang langkah sang kakak.
"Kakak, jangan ....!" kata Fiana.
"Jangan halangi langkahku."
"Kak, ingat kata raja. Kita nggak boleh membuat masalah lagi. Kita harus menghormati keputusan raja. Lagi pula kakak baru saja meninggal. Jangan rusak masa berkabung kita dengan emosi seperti ini." kata Fiana. Ia sangat ketakutan namun berusaha tenang.
"Lalu kenapa mobil Arjuna bisa terlihat ada di sekitar rumah kita?"
"Kak, jalanan di sekitar sini kan adalah jalanan umum. Memangnya mobil seperti milik Arjuna Pekins hanya satu di kota ini?"
Jerry nampak mengepalkan tangannya. Wajahnya merah menahan amarah. Ia menatap anak buahnya. "Apakah plat nomor mobil itu kelihatan?" tanya Jerry.
"Tidak tuan. Mobil itu nggak memasang plat nomor."
Fiana bernapas lega. Arjuna ternyata sudah mengantisipasi dengan membuka plat nomor mobilnya.
"Ayo, kak ....!" Fiana memberanikan diri memegang tangan kakaknya. Ia mengajak kakaknya duduk.
"Papa dan mama sangat sedih karena kehilangan kak Jordy. Seharusnya kita berdua jadi lebih sabar. Jangan sampai kita celaka."
Jerry menyandarkan punggungnya. Ia menarik napas panjang beberapa kali. "Aku akan berusaha sabar. Namun setiap kali melihat wajah Arjuna Pekins dan membayangkan bagaimana dia menembak kak Jordy, aku tak bisa menahan emosi ku. Rasanya ingin membunuh Arjuna dengan tanganku sendiri." Jerry yang selama ini terlihat tegar, tiba-tiba saja menangis. "Aku sangat terluka karena kepergian kak Jordy. Apalagi setiap kali melihat Axel. Anak sekecil itu tapi sudah kehilangan papanya."
Fiana memeluk kakaknya. "Kak, kita harus belajar mengikhlaskan segalanya karena jika tidak, kita akan merasa terbeban menjalani kehidupan."
Jerry menangis di pelukan adiknya. "Aku berharap kita bertiga akan terus bersama sampai tua. Tak tahunya kenyataan harus sepahit ini."
Wulan yang melihat hal itu hanya bisa menangis sekaligus ada perasaan lega karena adiknya bisa menenangkan kakaknya.
**********
Arjuna berlari memasuki pintu masuk rumah sakit. Ia langsung menaiki tangga karena lift terasa sangat lama. Begitu tiba di lantai 3, ia langsung menuju ke kamar perawatan Jelo. Wajahnya langsung tersenyum melihat Jelo yang sudah duduk dan semua alat yang terpasang di tubuhnya tidak ada lagi.
"Dude...!" Arjuna langsung memeluk Jelo.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Jelo.
"Aku baik. Senang sekali melihat kamu bisa membuka matamu."
Jelo melihat ke arah pintu. "Kemana Zack? Mengapa dia tidak datang?" tanya Jelo.
Wajah Arjuna langsung menjadi sedih. "Dia....dia.....sudah meninggal."
"Apa? Mengapa dia sampai meninggal?"
"Jordy Adams menembaknya."
"Brengsek! Akan ku bunuh Jordy Adams itu." teriak Jelo dengan kemarahan yang tak bisa ditahan lagi.
"Aku sudah menembaknya. Jordy Adams meninggal."
Jelo menyandarkan punggungnya. Tangannya menghapus air mata yang terlanjur mengalir di pipinya. "Terima kasih karena sudah membalaskan dendamku dan dendam Zack. Sahabatku itu. Pada hal dia senang sekali akan menjadi ayah. Kasihan Viona."
"Kemarin aku mengunjungi Viona. Dia baru saja keluar dari rumah sakit. Untungnya kandungannya baik-baik saja."
"Kita tak boleh membiarkan Viona. Zack pasti ingin kita menjaganya."
"Aku sudah katakan pada Viona bahwa dia dan anaknya sekarang adalah tanggung jawabku."
Jelo mengangguk. Ia memegang tangan Arjuna. "Please, jangan berhubungan lagi dengan Fiana. Aku tahu dia cantik. Tapi dia racun bagi kita."
Arjuna diam. Jelo memang belum tahu kalau Arjuna sudah menikah dengan Fiana.
"Pikirkan dulu kesehatanmu." Arjuna menepuk pundak saudaranya itu. Ia bingung bagaimana harus mengatakan tentang pernikahannya dengan Fiana.
**********
Sidang pertama di laksanakan. Sidang di lakukan secara tertutup. Keluarga Adams hanya diijinkan melihat persidangan ini secara zoom di rumah mereka. Bahkan keluarga Pekins pun hanya bisa diwakili oleh pengacara mereka.
Polisi berjaga di depan gedung pengadilan.
Arjuna menjawab semua pertanyaan secara jujur dan benar. Tak ada satu pun yang ia tambahkan dan ia kurangi.
Sidang selanjutnya mendengar tuntutan jaksa. Ternyata yang menjadi jaksanya adalah kakak dari Deissy.
"Kamu beruntung karena kakaknya Deissy yang menjadi jaksanya. Coba kalau orang lain." kata Maura begitu Arjuna tiba di rumah.
"Ma, biarkan hakim memutuskan apa yang harus diputuskan tanpa ada intervensi dari pihak manapun."
Jelo yang mendengarnya langsung tersenyum. "Deissy yang waktu SD sangat kamu sukai kan? Memangnya dia sudah kembali dari luar negeri?"
"Iya. Mereka bahkan sudah kencan." kata Maura membuat Arjuna menatap mamanya. "Hanya makan malam."
Jelo menatap sepupunya dengan tatapan menggoda. "Wah, cinta masa kecil bisa bersemi kembali, nih! Deissy itu kan cantik, seksi dan sangat terkenal. Kalian pasti akan menjadi pasangan yang cocok walaupun Deissy itu usianya lebih tua darimu. Nggak masalah sih."
Ponsel Arjuna bergetar. Ia melihat kalau itu adalah panggilan dari Fiana. "Sebentar aku menerima panggilan ini." Arjuna berjalan menuju ke teras samping.
"Hallo sayang." sapa Arjuna.
"Kamu sudah di rumah?"
"Iya, sayang. Aku sangat merindukanmu. Sudah seminggu kita tak berjumpa."
"Aku juga sangat merindukanmu. Aku memang tak bisa keluar rumah karena mamaku sedang sakit. Oh ya, Jelo apa kabarnya?"
"Jelo sudah keluar dari rumah sakit. Dia masih terapi untuk meregangkan otot-otot nya yang kaku karena tak bergerak selama hampir satu bulan."
"Semoga dia semakin dipulihkan."
"Terima kasih, sayang. Oh ya, kamu sekarang sedang apa? Boleh Videocall nggak? Kangen nih!"
Fiana langsung merubah panggilannya dengan mode Videocall. Arjuna langsung tersenyum melihat istrinya yang nampak cantik dengan gaun rumahnya yang berwarna pink.
"Kamu ada di kamar ya?" tanya Arjuna.
"Iya, sayang. Aku tak menonton jalannya persidangan. Hanya aunty Rere saja yang mengatakan kalau sidangnya sudah selesai. Minggu depan masih lanjut sidang kedua kan?"
"Iya, sayang."
"Besok ke apartemen ku ya?"
"Akan kuusahakan."
"Pokoknya aku tunggu. Pagi aku harus ke perusahaan. Mungkin sekitar jam 1 aku sudah di apartemen."
"Aku akan berusaha mencari cara untuk keluar rumah."
"Aku mencintaimu, sayang."
"Aku juga. Rasanya sangat tersiksa tak bisa memelukmu. Kalau tak ingat peringatan mu, aku sudah pergi ke ruang rahasia."
Fiana tertawa. Namun tawanya terhenti saat mendengar ada yang memanggil namanya. "Itu mamaku. Bye..." Fiana memberikan ciuman jauh sebelum mengakhiri panggilan.
Arjuna mengusap layar ponselnya. Seakan ia sedang membelai wajah kekasihnya.
************
Bunyi bel pintu apartemen Arjuna membuatnya sangat bersemangat dan segera berlari untuk membukakan pintu.
Setelah pintu terbuka, seraut wajah cantik yang sangat dirindukannya sudah menunggunya di sana. Arjuna langsung menarik tangan Fiana dan menutup pintu apartemennya kembali.
"Sayang ku, istriku, aku sangat merindukanmu." kata Arjuna. Ia mencium semua bagian wajah Fiana membuat istrinya itu tertawa geli.
"Kamu belum bercukur ya?" ujar Fiana sambil memegang dagu Arjuna.
"Aku akan bercukur kalau sidangnya sudah selesai."
"Sayang, aku juga sangat merindukanmu." kata Fiana dengan lembut, penuh kasih, membuat Arjuna tak tahan dan segera mencium bibir istrinya.
Seminggu tak bertemu, gairah itu tak tertahankan lagi. Arjuna langsung membuka kemeja yang yang dipakai Fiana lalu menurunkan resleting rok jeans yang istrinya itu kenakan.
"Nggak sabaran, ah....!" Fiana tertawa manja saat Arjuna menarik semua kain yang membungkus tubuhnya dengan gerakan tak sabar.
Arjuna membuka bajunya sendiri. Pakaian mereka dibiarkan berantakan di atas lantai sebelum Arjuna membawa istrinya itu ke kamar untuk melepaskan gairah yang ada.
1 jam kemudian.....
Jelo membuka pintu apartemen Arjuna karena ia memang tahu pasword untuk membukanya. Saat ia masuk, ia langsung terpana melihat pakaian yang berserakan di atas lantai.
Jelo tersenyum. "Wah, si Arjuna diam-diam sudah bercinta dengan Deissy rupanya." Jelo segera menuju ke kamar. Ia akan menangkap basah keberadaan temannya itu.
**********
Apa yang akan terjadi? 😱😱