-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Dua
“kami kesini hanya ingin memberitahu itu saja. Lain kali mainlah ke kediaman Casey, istriku sangat kesepian sejak Jeslyn pergi” ujar Alderich dingin.
“baiklah akan aku usahakan” sahut Kirani dengan senyumnya.
Agatha dan Alderich pun pulang ke mansion mereka dengan perasaan sedikit lega.
Setibanya di kamar mereka, Agatha langsung mendapat Vidcall dari Jeslyn.
“MAMAH!!!” teriak Jeslyn dengan riangnya.
Ah Agatha jadi rindu dengan putri nya itu.
Jeslyn POV
“MAMAH!!!” teriak Jeslyn dengan riang nya.
Jeslyn kini berada di kantornya jelas.
‘selamat siang putri kecil mamah’ sapa Agatha dengan suara sedikit serak.
Jeslyn pun memicing matanya.
“mamah habis menangis ya?!” tebak Jeslyn tepat sasaran.
‘hahaha… Memang sulit untuk berbohong padamu’ kekeh Agatha dari sebrang sana.
“kenapa Mamah nangis? Jangan nangis, nanti cucu Mamah ikut sedih” kata Jeslyn dengan mata yang kini berlinang.
‘Mamah hanya rindu padamu, sayang’ sahut suara Bass milik Alderich.
“PAPAH!!!” sapa Jeslyn yang sudah kembali riang.
‘apa sifatmu sering berubah gini, Jes?’ tanya Agatha yang di balas cengiran Jeslyn.
‘putri Papah ada apa sampai terlihat bahagia sekali, hmm?’ tanya Alderich.
“hehe… gak ada apa-apa kok, cuman tadi Jeslyn habis ngerjain Sinta aja” cengir Jeslyn tanpa dosa nya.
‘astaga… kamu ini ya, lagi hamil masih aja jahil’ geleng Agatha tak percaya akan sifat putrinya.
“Ma…” ucapan Jeslyn terpotong karena suara gebrakan keras dari seorang gadis korban jahilannya tadi.
“JESLYN LU HARUS GANTIIN BLUSH ON GUE!!!” teriak Sinta dengan nada merengeknya.
“dih… lagian siapa suruh ntu warna merah bener, dah tau aku lagi gak suka sama yang berwarna merah” kata Jeslyn dengan lidah yang di julurkan.
“gak suka… gak suka… gak suka…. Pokoknya Jeslyn harus ganti Blush On nya Sinta!!!!” rengek Sinta lagi.
‘ekhm… Mamah sama Papah di anggurin nih’ suara Agatha menjeda pertengkaran dua sejoli itu.
“salahin Sinta yang masuk gak bilang-bilang” sahut Jeslyn dengan nada mengadunya.
“enggak Mah… Mah masa Jeslyn hancurin Blush On aku… hiks… padahal itu baru beli” adu Sinta .
“dih kan Jeslyn udah bilang… Jeslyn itu lagi gak suka sama yang berwarna merah. Nah Sinta malah bawa bedak warna merah, ya udah Jeslyn ancurin aja” ucapnya dengan watados.
‘astaga! Udah kayak banteng aja kamu gak suka warna merah’ kekeh Agatha dari sebrang sana.
“tau tuh Mah. Ngidamnya Jeslyn ngada-ngada banget. Masa nih ya Mah, kemarin nyuruh aku sama kak Vina makan 10 bungkus ramen! Kan ngada-ngada tuh ngidamnya” curhat Sinta dengan lirikan sinisnya ke Jeslyn.
“ihhh Jeslyn tuh beneran ngidam tauk! Kalau Sinta gak percaya yaudah Jeslyn suruh dedek bayi nya pindah ke perut Sinta. Biar Sinta ngerasain ngidam aneh Jeslyn!” cemberut Jeslyn.
“enak aja lu bilang pindah! Dikira ntu janin barang apa maen pindah-pindah” sergah Sinta tak lupa dia menoyor kepala Jeslyn.
‘sudah-sudah… hais... berbaikan sekarang cepat!’ titah Alderich melerai pertengkaran.
“gak” ucap keduanya serentak.
‘hah… berbaikan atau Papah pulangkan kalian ke Indonesia*'*ancaman Alderich langsung di sahut rengekan penolakan dari keduanya.
“iya iya baikkan nih…” ucap keduanya dengan nada lemas.
Tapi tak lama wajah mereka kembali ceria dan mereka pun langsung berpelukan.
“hua…. Maapin Jeslyn ya Sinta…” isak Jeslyn.
“iya… maapin Sinta juga…” timpal Sinta.
‘nah gitu dong, kan enak jadinya’ ucap Agatha lembut.
Bahkan tanpa kedua putrinya sadari setetes air mata jatuh ke pelupuk matanya.
“ehehehe… Sinta mau lanjut ngurusin laporan ya Mah, Pah” pamit Sinta seraya mengurai pelukannya dengan Jeslyn.
‘iya, jaga kesehatan ya sayang’ kata Agatha yang di anggukin Sinta.
“Mamah sama Papah sedang apa?” tanya Jeslyn.
‘tidak ada, tadi habis mencari udara saja’ kata Alderich.
‘lalu bagaimana kabar cucu, oma?’ tanya Agatha dengan mata berbinarnya.
“dia baik-baik saja Mah. Kata dokter kesehatan cucu Mamah sangat sehat”
‘wah benarkan??? Lalu berapa usianya sekarang?’
“umurku sudah 61 hari oma” ucap Jeslyn dengan nada yang di buat seperti anak-anak.
‘eh? Benarkah? Tidak terasa sudah 2 bulan ternyata’ kekeh Alderich yang di angguki Agatha dan Jeslyn.
Lalu mereka pun melanjutkan dengan berbincang-bincang ringan.
Skip Apartemen,
“HOLLA!!! SINTA YANG CANTEK KEMBARAN TETEH MIN YOUNG KAMBEK DENGAN KEADAAN YANG MASIH MENJOMBLO!!!” teriak Sinta.
Manda dan Jeslyn tadi nya ingin memarahi Sinta karena berteriak dalam rumah, tapi itu semua tidak jadi karena perkataan Sinta yang membuat mereka tertawa sampai ngakak.
“udah hepppp... gak perlu puji, nanti gua terbang” ucap pede Sinta yang semakin membuat Manda dan Jeslyn tertawa.
“seh…rah… kah…muh deh Sin” ujar Jeslyn di sela tawanya.
Mereka pun membubarkan diri dan pergi ke kamar masing-masing.
Kamar Jeslyn
Jeslyn kini sedang berada di balkon kamarnya sehabis mandi tadi.
Tangannya tak henti-henti mengelus perut nya yang sudah menonjol.
‘padahal usia kandunganku baru 2 bulan, tapi rasanya sudah seperti 4 bulan saja’ batinnya.
“sehat-sehat ya anakku” lirihnya.
Di rasa udara mulai dingin, dia pun masuk ke dalam.
“astaga… mual sekali rasanya” ucapnya.
Huek… huek…
‘ayolah… aku gak kuat nahan mualnya’ batin Jeslyn menjerit.
Dia pun kembali berusaha mengeluarkan sisa makanannya, tapi sayang yang keluar hanya cairan bening saja dari tadi.
“sayang, kamu kenapa nak?” tanya dengan anda lemas.
Jeslyn pun akhirnya memilih mengistirahatkan tubuhnya, berharap rasa mual itu segera hilang. Dan masuklah dia ke alam mimpi…
*****
Ke esokan lusa nya di keluarga Bagaskara
“LANGGA… AYAH… CEPAT TURUN SARAPAN!!!” teriak ibu negara dari ruang makan.
“astaga… jam berapa mereka selesai nonton bola tadi malam?” pekik frustasi Kirani.
Ya, karena kamarin adalah hari sabtu, jadi Arlan dan Airlangga menutuskan menonton bola. Kata mereka ‘jarang-jarang punya waktu luang, jadi harus di isi dengan bola’ begitulah ucapan absurd Arlan, suami nya.
“bibi sepertinya mereka bakal bangun siang, jadi tolong nanti panasin ulang nasi gorengnya ya bi” pesan Kirani pada kepala ART nya.
“baik nyonya”
Kirani pun pergi menuju taman belakang. Sejuk. 1 kata yang menggambarkan halaman belakang rumahnya ini.
‘bagaimana kabar cucuku sekarang?’
‘berapa usia mereka saat ini’
‘apa mereka baik-baik saja?’
‘apa cucu ku menyusahkan ibu mereka?’
Itu lah yang di pikirkan Kirani sejak tau Jeslyn mengandung cucunya, anak dari benih seorang Airlangga Bagaskara.
“bagaimana cara mempersatukan mereka?” gumam Kirani pelan.
“aku tidak ingin cucuku terlantar oleh ayahnya”
“aku harus bisa meyakinkan Langga untuk membuka hatinya pada perempuan! Ya aku pasti bisa!” semangatnya. Tapi tak berlangsung lama karena pikiran buruk langsung menyergapinya.
“bagaimana kalau Langga malah mencintai perempuan lain? Bagaimana jika rencanaku ini malah menghancurkan semuanya?” gelisahnya.
“Kirani… sedang apa kamu disini?” tanya suara laki-laki yang tak lain adalah Arlan suaminya.
“astaga! Kamu mengagetkanku mas” decak sebal Kirani.
“hehehe… sudah ayo masuk, mas lapar”
“Abang belum bangun, Bun?” tanya Arlan.
“belum… Gak biasanya juga tuh anak bangun siang banget” gerutu Kirani.
Kirani pun memilih membangunkan putra nya itu.
Setibanya di kamar, hanya terlihat selimut yang berantakan tanpa pelaku.
----Bersambung----
Maakan kalau masiha da Typo karena Author sudah berusaha keras memperbaikinya:)
**Jangan lupa tinggalkan Like dan Komen terbaik kalian:***