Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Tak Dikenal
Dua bersaudara itu sekarang menjadi sosok pelindung yang melindungi semua keturunannya, baik yang ada di kota ini mau pun di luar kota ini.
Mereka akan datang jika keturunan mereka dalam bahaya yang bisa jadi akan memakan banyak korban untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
Mereka juga bisa di minta datang oleh keturunan asli mereka berdua yang juga masih mengalir darah mereka.
Raja, Dazbus, dan Balui adalah keturunan asli dan masih mengalir darah Usang di tubuh mereka. Mereka pun bisa meminta Usang untuk hadir di hadapan mereka dengan melakukan sebuah ritual pemanggilan.
Dulu kakek sang raja Baluos yang bernama Zamraus pernah melakukan ritual pemanggilan Usang pada masa kerajaan ini ingin di kuasa pendatang asing.
Lalu Usang pun datang membantu, dengan kesaktiannya kota ini di buatnya tak terlihat oleh orang-orang yang berhati kotor dan serakah sampai saat ini.
Ia meminta sebuah permata yang paling indah dan paling berharga berukuran besar yang di miliki Zamraus pada saat itu. Permata itu akan di gunakan Usang untuk menyembunyikan seluruh kerajaan beserta isinya dari mata para orang yang serakah itu.
Permata yang pakai itu beri nama Mustika Zamrudas oleh Usang untuk mengenang nama pemilik permata itu. Sampai saat ini Mustika Zamrudas itu masih menjaga kota ini agar tidak terlihat oleh semua orang-orang serakah.
Hanya orang yang berhati bersihlah yang dapat melihat megahnya kota ini, namun jika tak izin masuk ke sini mereka hanya bisa melihat bentuk kotanya saja.
Setelah raja selesai bercerita, mereka pun di minta untuk menetap di istana untuk beberapa hari ke depan. Karna sang raja akan melakukan persiapan untuk melakukan ritual pemanggilan leluhur mereka yaitu Usang.
Sambil menunggu ritual yang akan diadakan, mereka semua bebas kemana pun menggunakan fasilitas yang ada di istana.
Keesokan harinya mereka pun mulai bersiap dengan rencana mereka kemarin untuk berkeliling melihat megahnya kota tersebut menggunakan kendaraan super canggih milik istana. Mereka akan ditemani oleh Balui yang di tunjuk Ipul sebagai sopir serta pemandu wisata mereka di sana.
Setelah selesai mempersiapkan yang akan dibawa, mereka pun segera berangkat ke tempat yang ingin mereka kunjungi.
Seluruh tempat wisata di sana mereka datangi tanpa perlu mencari atau pun bertanya, karna ada Balui bersama mereka.
Setelah puas bersenang-senang di seluruh tempat wisata, mereka pun ingin berkeliling ke pusat kota. Dan sebelum berkeliling, mereka singgah ke sebuah kedai minuman paling populer yang ada di pusat kota tersebut.
Saat itu keadaan kedai sangat ramai pengunjungnya, karna sebelumnya Balui sudah memesan tempat untuk mereka jadi mereka tak perlu mencari tempat untuk duduk lagi di sana.
Sebelum minuman serta camilan yang di pesan mereka datang, mereka berbincang santai mendengarkan cerita dari Balui.
Lalu Ipul pun izin ke toilet untuk buang air kecil, dan bergegas pergi. Setelah selesai buang air kecil ia pun keluar dari toilet tersebut, di depan pintu toilet terlihat seseorang gadis yang sedang menunggu seseorang keluar dari situ.
Ipul pun dengan santai berjalan keluar lorong untuk kembali ke tempat duduknya.
Begitu akan melewati gadis yang berdiri tadi, tangannya serasa seperti di pegang seseorang. Ia pun menghentikan langkahnya sejenak dan menoleh ke belakang untuk melihat siapakah orang yang memegang tangannya itu, seperti ingin menghentikan langkahnya.
Dan ia pun melihat gadis yang berdiri dari tadi itulah yang mencoba menghentikan langkahnya, dan memberikan selembar kertas kepadanya.
Setelah kertas itu di terima olehnya, gadis itu pun pergi tergesa-gesa keluar dari lorong menuju tempat duduknya.
Ternyata gadis itu sudah dari tadi mengikutinya dari belakang untuk memberikan kertas itu.
Ipul tidak langsung membacanya, kertas itu pun langsung ia masukan ke dalam saku celananya dan berjalan kembali menuju tempat duduknya.
Setelah duduk di tempatnya, Ipul diam-diam melihat ke seluruh sudut kedai itu mencari gadis tadi. Dan terlihat gadis itu bersama rombongan berjalan keluar untuk pergi meninggal kedai tersebut. Sebelum melangkah pergi, gadis itu terlihat menoleh ke arah Ipul.
Melihat perilaku gadis itu, Ipul pun penasaran dan diam-diam mengikuti mereka keluar dari kedai menuju kendaraan lalu pergi meninggalkan kedai.
Setelah melihat mereka pergi, Ipul pun masuk ke dalam kedai kembali. Karna ingin membaca isi kertas tersebut ia pun menuju toilet lagi, karna di dalam toilet itu tidak ada satu siapa pun yang bisa melihatnya.
Surat itu berisi permintaan gadis tadi untuk menghubunginya saat tengah malam nanti melalui nomor ponsel yang sudah di tulisnya di kertas tersebut.
Setelah membaca isi kertas itu, Ipul pun kembali duduk bersama yang lainnya. Dan begitu selesai menikmati minuman di kedai itu, mereka pun lanjut berkeliling ke pusat kota.
Sambil membawa mereka berkeliling, Balui pun menjelaskan tentang semua gedung-gedung mewah dan super besar yang ada di pusat kota itu. Dan setelah puas berkeliling, mereka pun berencana untuk pulang ke istana.
Setelah mereka sampai di istana, mereka pun langsung menuju kamar mereka masing-masing untuk segera beristirahat. Sebelum tidur Ipul pun mencoba menghubungi nomor yang ada di kertas tadi dengan mengirim sebuah pesan singkat.
Nomor tersebut pun membalas dengan sebuah pesan singkat yang berisi, meminta Ipul untuk menemuinya di suatu tempat serta jam yang sudah di tentukannya karna hal yang sangat penting. Dan meminta untuk tidak membalas pesan singkat ini.
Setelah membaca pesan itu Ipul pun segera tidur agar besok bisa pergi ke tempat yang sudah di minta gadis tersebut.
Keesokan harinya, Ipul sudah bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah di tentukan gadis itu. Ia ingin pergi sendirian saja, namun di cegah oleh Bangkui karna takut akan membahayakan dirinya.
Lalu Bangkui menyuruh sang elang untuk ikut pergi bersama tuannya itu, meminta agar sang elang menjaga tuannya dari kejauhan.
Ipul pun setuju dengan saran tersebut, lalu mereka berdua pun pergi menggunakan motor listrik super canggih yang di miliki istana.
Sesampainya di tempat yang di sepakati mereka, Ipul pun mulai mencari gadis itu di sana. Karna tempat tersebut sangat sepi, jadi tidak sulit menemukan gadis itu. Setelah mereka bertemu di sana, mereka pun saling berkenalan satu sama lain.
Merasa tidak punya waktu yang banyak, gadis yang bernama Agriz itu pun mulai bercerita tentang misi kelompok mereka besok.
Dengan cerita itu, ia berharap agar misi kelompok mereka dapat di gagalkan serta ia berharap bisa di selamatkan dari kelompok itu.
Karna takut pertemuan mereka berdua ini ketahuan, maka sang gadis bergegas untuk pulang ke markasnya.
Ipul yang mengerti keadaan gadis itu pun mempersilahkannya untuk pergi, namun Ipul meminta ke pada sang elang untuk menjaganya sampai ke markasnya dan ia akan menunggu sang elang di tempat ini.