NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Anton adalah seorang pria biasa yang hidupnya hancur dalam semalam setelah dicampakkan dan dipermalukan secara brutal oleh pacarnya demi seorang anak konglomerat. Di titik terendahnya, saat rasa sakit dan keputusasaan memuncak, Anton secara tak terduga membangkitkan [Sistem Mata Dewa] yang memberinya kemampuan luar biasa untuk melihat menembus segala jenis benda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Anton melangkah menyusuri lorong kapal menuju dek bawah. Clara berjalan tepat di belakangnya dengan gaun malam berwarna hitam.

Tap, tap, tap.

Suara langkah sepatu mereka menggema di lorong yang sunyi. Penjaga berseragam merah membukakan pintu ganda berbahan baja di ujung lorong.

Kriet.

Pintu terbuka lebar menampilkan aula lelang yang megah. Cahaya lampu gantung kristal menyinari ratusan kursi beludru merah yang sudah hampir penuh.

"Ini tempatnya," ucap Anton pelan.

"Ya, Tuan Anton. Semua kursi di depan sudah diisi oleh para petinggi sindikat," balas Clara.

Anton mengangguk dan berjalan mencari kursi kosong. Dia memilih duduk di barisan tengah agar bisa melihat seluruh ruangan dengan jelas.

"Apakah uang kita cukup untuk malam ini?" tanya Clara dengan nada khawatir.

"Kita punya dana lebih dari dua ratus triliun. Uang bukan masalah di sini," jawab Anton santai.

"Baguslah kalau begitu," batin Clara merasa sedikit lega.

Teng, teng, teng.

Suara lonceng kecil berbunyi tiga kali dari arah panggung utama. Seorang pria tua berkacamata bundar naik ke atas panggung dengan membawa palu kayu kecil.

"Selamat malam, para tamu yang terhormat. Lelang malam ini akan segera kita mulai," ucap pria tua itu menggunakan mikrofon.

Suasana aula yang tadinya bising langsung menjadi hening. Semua mata menatap lurus ke arah panggung utama.

"Kita akan langsung menuju barang pertama. Ini adalah lukisan asli dari abad ke lima belas yang dicuri dari museum Paris bulan lalu," kata juru lelang.

Seorang asisten wanita membawa lukisan itu ke tengah panggung. Harga awal dibuka pada angka lima juta dolar.

"Sepuluh juta dolar," teriak seorang pria gemuk dari barisan depan.

"Lima belas juta," sahut wanita berambut pirang di sebelah kiri.

Anton hanya menyandarkan punggungnya ke kursi. Dia sama sekali tidak tertarik dengan barang-barang seni seperti itu.

"Barang incaran kita masih lama keluarnya," batin Anton sambil melipat kedua tangannya di dada.

Waktu berlalu dengan cepat selama satu jam berikutnya. Berbagai macam barang ilegal dan langka terjual dengan harga fantastis.

Ada senjata biologis, data intelijen negara, hingga perhiasan dari keluarga kerajaan yang sudah runtuh. Anton hanya diam dan mengamati semuanya menggunakan kemampuannya.

Dia bisa melihat isi dompet digital dan batas kredit setiap tamu di ruangan ini. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki uang tunai sebanyak dirinya.

"Baiklah, kita sampai pada barang utama malam ini. Barang ini sangat langka dan belum pernah ada di pasar mana pun," ucap juru lelang dengan nada bersemangat.

Asisten wanita kembali masuk ke panggung. Kali ini dia mendorong sebuah kereta kecil yang ditutupi oleh kain hitam tebal.

Sring.

Juru lelang menarik kain hitam itu dengan cepat. Sebuah kotak kaca tebal kini terlihat di atas kereta dorong tersebut.

Di dalam kotak kaca itu terdapat sebuah batu seukuran kepalan tangan orang dewasa. Batu itu berwarna hitam pekat namun memancarkan cahaya kebiruan yang sangat redup dari dalam celah-celahnya.

"Ini adalah Inti Meteorit Astral. Benda angkasa ini jatuh ke bumi lima puluh tahun yang lalu," jelas juru lelang.

Anton menegakkan posisi duduknya. Matanya menatap tajam ke arah batu tersebut.

[Peringatan Sistem: Target Inti Meteorit Astral telah terdeteksi pada jarak lima puluh meter.]

[Harap dapatkan benda tersebut untuk memulai proses Evolusi Tingkat 3.]

"Akhirnya barangnya keluar juga," batin Anton sambil tersenyum tipis.

"Benda ini memancarkan radiasi energi murni yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan modern," lanjut juru lelang.

"Lalu untuk apa kita membeli batu bercahaya yang tidak jelas fungsinya itu?" teriak seorang pria berwajah garang dari barisan belakang.

Beberapa tamu lain ikut tertawa mendengar pertanyaan tersebut. Juru lelang hanya tersenyum maklum.

"Benda ini ditujukan bagi para kolektor barang langka yang mengerti nilai sejarah dan keunikannya. Harga awal dibuka pada angka lima puluh juta dolar," jawab juru lelang.

Aula menjadi hening selama beberapa saat. Tidak ada satu pun tamu yang mengangkat papan penawaran mereka.

Bagi para sindikat ini, lima puluh juta dolar terlalu mahal untuk sebuah batu yang tidak bisa dijadikan senjata atau diubah menjadi uang dengan cepat.

"Apakah tidak ada yang tertarik? Jika tidak ada, barang ini akan kita tarik kembali," ucap juru lelang sambil mengangkat palunya.

"Seratus juta dolar," ucap Anton dengan nada tenang namun suaranya terdengar jelas ke seluruh ruangan.

Semua kepala langsung menoleh ke arah barisan tengah. Mereka menatap Anton dengan pandangan terkejut dan meremehkan.

"Siapa anak muda itu? Beraninya dia membuang seratus juta dolar untuk batu rongsokan," bisik salah seorang tamu kepada rekannya.

Juru lelang menatap Anton dengan mata berbinar. Dia segera menunjuk ke arah Anton menggunakan palunya.

"Seratus juta dolar dari pria di barisan tengah. Apakah ada yang berani menawar lebih tinggi?" tanya juru lelang bersemangat.

Anton hanya duduk diam menunggu. Dia tahu tidak akan ada yang berani menawar lebih dari angkanya.

Namun tiba-tiba pintu VIP di balkon lantai atas terbuka. Seorang pria muda dengan jas putih mencolok berjalan keluar menuju pagar balkon.

"Dua ratus juta dolar," ucap pria berjas putih itu sambil tersenyum angkuh ke arah Anton.

Gumam kaget kembali terdengar di dalam aula. Semua orang tahu siapa pria yang berdiri di balkon tersebut.

"Itu Victorio. Dia adalah pewaris utama kartel emas bawah tanah di Eropa," bisik Clara ke telinga Anton.

"Kartel emas ya. Pantas saja dia berani membuang uang sebanyak itu," jawab Anton tanpa menoleh ke arah Clara.

"Dua ratus juta dolar dari Tuan Victorio di balkon VIP. Bagaimana Tuan? Apakah Anda ingin menaikkan tawaran?" tanya juru lelang kepada Anton.

Anton mendongak menatap Victorio. Pria berjas putih itu memberinya isyarat tangan seolah menyuruh Anton untuk menyerah saja.

"Tiga ratus juta dolar," ucap Anton dengan nada yang masih sangat datar.

Victorio mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka pemuda antah berantah itu berani melawannya secara langsung.

"Lima ratus juta dolar," balas Victorio dengan nada suara yang mulai meninggi.

Para tamu di aula mulai berkeringat dingin. Lima ratus juta dolar adalah angka yang sangat fantastis untuk lelang pasar gelap ini.

"Satu miliar dolar," ucap Anton tanpa ragu sedikit pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!