Dendam salah sasaran, membuat derita panjang tak berkesudahan dalam hidup Rena.
Cinta pertama sekaligus harapan dalam hidupnya meninggalkannya tepat dihari pernikahan mereka.
Pasca kejadian itu, hampir tak ada lagi kebahagiaan yang dirasakan Rena, hamil tanpa diketahui sang mantan, dipaksa menikah sebagai istri ketiga seorang juragan untuk menutupi aib, keguguran karena siksaan fisik dari suami baru.
Dan akhirnya memaafkan masa lalu adalah jalan terbaik untuk menyembuhkan luka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zidny zidan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji janji bertaburan
Masih mengandung unsur dewasa ya teman teman,,,mohon bijak 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rena saat ini sedang menunggu Varo yang sedang mandi membersihkan diri di kamar mandi.
Gadis itu berkemas dan merapikan kondisi kamar yang super berantakan sisa pertempuran mereka semalam.
Setelah sedikit merapikan sprei dan menata bantal, Rena mengemas pakaian kotor milik dirinya dan Varo.
Saat tadi Rena mandi, ternyata Varo telah meminta bantuan kepada petugas resort untuk menyediakan baju ganti mereka berdua.
Rena mematut diri di cermin. Rambutnya masih sedikit basah dan mata sembab nya masih tampak jelas. Namun yang paling membuat khawatir adalah, bekas merah yang sangat banyak di bagian leher dan dadanya.
Berkali-kali Rena mencoba mengatur ikatan rambutnya agar bisa menyamarkan tanda cinta itu, namun sia sia. Akhirnya Rena menyerah dan membiarkan rambutnya yang panjang sebahu terurai.
"Cantik banget sih kamu" Varo ternyata telah selesai mandi dan sedang berdiri di belakang Rena mengamatinya yang sibuk di kaca sedari tadi.
Rena lagi lagi tersipu dengan pujian Varo.
"Sejak kapan disitu?" tanya Rena.
"Lumayan satu harian berdiri disini" ucap Varo ngasal. Mereka berdua tertawa bersama.
.
.
.
Setelah menyelesaikan pembayaran menginap, Varo mengajak Rena untuk makan di restoran tak jauh dari posisi mereka saat ini.
Rena memesan nasi goreng sosis kesukaannya sementara Varo hanya berniat mengisi perutnya yang kosong dengan salad sayuran. Pria itu masih selalu menjaga pola makannya.
"Apa kenyang kak makan daun daun aja?" celoteh Rena sambil terus mengunyah makanannya.
Varo hampir saja tersedak karena menahan tawanya. Rena benar benar tak sama sekali menjaga image di depannya saat makan.
"Sayang, ini salad, bagus untuk pencernaan, emangnya aku sapi makan daun" Varo menjelaskan.
"Iya, maksudnya apa mungkin kenyang makan itu aja?, aku kalau gak makan nasi pasti lemas, wajib apapun minumannya nasi makanannya, hehehe" celoteh Rena lucu.
"Apalagi habis terkuras tenaganya semalam" Rena keceplosan.
Varo langsung mengacak acak rambut Rena dengan gemas. Kekasihnya ini sungguh lucu dan pintar membuat suasana menjadi menyenangkan.
"Ya udah sini coba nasi gorengnya, aku cicip" Varo mengakui ucapan Rena, dia sebenarnya masih lapar setelah menghabiskan seporsi salad sayuran yang baru saja dimakannya.
"Ini" Rena menggeser piringnya ke hadapan Varo.
"Gak mau suap sendiri, maunya disuapin kamu" Varo bertingkah manja bak anak kecil. Hal yang tak pernah dilakukannya selama bersama dengan Alya.
Rena tersenyum dan menyuapi Varo nasi goreng yang masih bersisa setengah porsi tersebut dan tanpa disadari Varo melahap semuanya.
"Yah abis, kan ini makanan punya aku kak" Rena merajuk.
Varo pun tak dapat berbuat banyak, dia tak menyangka makan disuapi oleh seseorang akan senikmat itu. Belum pernah dia makan dengan porsi sangat banyak di pagi hari, sepertinya dia harus bersiap siap menikmati kembung sebentar lagi.
"Pesan lagi ya, aku panggil pelayannya" Varo membujuk Rena untuk menebus rasa bersalahnya.
"Huhu, tidak perlu kak, aku udah kenyang banget, nih perutnya mau meledak kegendutan" ucap Rena sambil mengekspresikan kekenyangannya dengan mengelus perutnya.
Varo terpancing melihat Rena yang menggoda. Tangan pria itu ikut mengelus perut rata Rena.
"Bersiaplah sebentar lagi akan gendut beneran didalam sini, ada anak aku didalamnya" bisik Varo becanda.
Dan sekali lagi benar kata pepatah, jagalah ucapan yang akan kita keluarkan karena saat malaikat mengaminkan ucapan itu, bisa saja semuanya menjadi kenyataan. Seperti yang terjadi dalam kehidupan cinta Rena dan Varo selanjutnya.
.
.
.
Acara makan mereka selesai. Rena mulai kembali gelisah. Varo berkata akan mengantarkan Rena kembali kerumahnya.
Hampir satu bulan mereka menghilang dari keluarga, apa yang akan mereka jelaskan.
Rena bergidik ngeri membayangkan orangtuanya mengamuk dan memukulinya secara brutal, terlebih saat mengetahui kalau dia kabur bersama seorang pria.
"Kak, aku takut pulang" Rena berbicara dengan sangat pelan, seolah ada orang lain yang akan mendengar perbincangan mereka.
"Aku yang akan menjelaskan semuanya" tegas Varo menjawab kegelisahan Rena.
"Tapi, orangtua ku sangat galak, kalau mereka memukul kak Varo gimana?" Rena tak berani membayangkan.
"Kita telah melakukan kesalahan, aku yang memulai semua itu dan menarik kamu kedalamnya, aku siap dengan apapun konsekuensinya. Kalau harus dipukul dan mereka lega lalu memaafkan kita, akan aku lakukan" tambah Varo lagi.
"Terimakasih kak, dan aku juga siap menemui orangtua kak Varo untuk meminta maaf" Rena terbawa keberanian yang ditularkan Varo.
"Uhukk" Varo tercekat kehabisan oksigen tiba tiba.
"Orangtua ku masih diluar negeri, mereka gak tau kalau kita melarikan diri" elak Varo. Lagi lagi pria itu membohongi Rena.
"Jadi, kapan mereka pulang kak? bukankah kita akan menikah secepatnya?" desak Rena.
"Aku usahakan secepatnya, percayalah, biar aku yang atur" Varo sesak nafas.
"Baiklah kalau begitu" ucap Rena pasrah.
Alurnya tak sesuai dgn watak varo yg seorng chef terkenal