terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
Gama mendengar Bila tertawa lepas, setelah Gama mengetahui bahwa teman Bila yang bernama Vani datang menemani Bila di rumah sakit membuat Gama sedikit lega karena Bila tidak kesepian, yang tadinya Gama mau langsung masuk jadi mengurungkan niatnya dan mengajak sekretaris Seth untuk menemui dokter Bian. sekretaris Seth mengetuk ruangan Bian dan masuk " mari tuan Gama dan sekretaris Seth duduklah" mempersilakan mereka duduk. suster masuk membawa cemilan dan tiga minuman dingin. " bagaimana keadaan istriku?", dokter Bian menyerahkan laporan kesehatan Bila pada Gama. " maaf tuan, saya mau bertanya tapi ini sedikit sensitif" Bian melirik sekretaris Seth, dia mengangguk, Gama masih serius membaca " apa tuan menyuruh nona untuk ber KB?" Gama langsung menatap tajam dokter Bian "apa maksudmu? Tidak!" dokter Bian langsung menjelaskan tanda tanda efek dari orang yang ber KB, dan tanda itu terdapat pada Bila. Bian mengira Gama yang memberikan perintah untuk ber KB, padahal KB sedikit beresiko untuk orang yang belum pernah hamil, Mengingat usia Bila yang terbilang masih muda." apa kau tahu tentang itu Seth?" Gama berkata dengan nada dingin " maafkan saya tuan" bagaimana bisa nona seberani ini. Dokter Bian tampak kaget dengan respon Gama, dia tidak menyangka nona mudanya bertindak tanpa sepengetahuan Gama.
Awalnya memang Gama tidak ingin membebani Bila dengan kehamilannya, jadi dia tidak pernah membahas anak dengan Bila. Namun bukan berarti Gama tidak mengharapkan, dia hanya ingin prosesnya berjalan alami. " sebisa mungkin bicarakan baik baik dengan nona tuan, mengingat kondisi nona yang sedang tidak stabil. Nona masih membutuhkan banyak istirahat" Bian berusaha menahan amarah Gama, dia takut terjadi suatu hal yang membuat tuan Gama menyesal nantinya. " memangnya aku mau melakukan apa?" ucap Gama dingin. Dokter Bian memang belum pernah melihat kemarahan Gama, namun dia tetap khawatir. " saya sudah meresepkan obat dan vitamin untuk nona" Gama sudah berdiri dan melangkah. Sekretaris Seth menerima resep obat dan catatan makanan apa saja yang harus di konsumsi Bila untuk kesuburannya.
Gama membuka pintu kamar rawat Bila " sayang" Bila tersenyum cerah, Vani langsung berdiri dan beranjak keluar melambaikan tangan pada Bila saat membuka pintu dia di kagetkan dengan sekretaris Seth yang mau masuk, " apa nona pernah bercerita tentang sesuatu yang pribadi?", " tidak tuan" mengangguk dan masuk ke kamar Bila. Vani masih berdebar karena kaget dengan pertanyaan tiba tiba sekretaris Seth, " mengagetkan saja! Apa aku bicara dengan benar tadi? Sudah seperti kuis dadakan saja!".
"apa kau sudah siap sayang?", " iya sayang". "ayo kita pulang". Para pelayan sudah membereskan barang Bila dan membawanya pulang. Bila di dorong menggunakan kursi roda walau awalnya menolak karena dia sudah merasa sehat tapi Gama memaksa karena menurutnya dia masih terlihat lemah. Bahkan setelah sampai mansion Bila di gendong Gama, kadang Bila merasa bahagia di perlakukan sebaik ini oleh Gama namun dia juga takut jika terlalu dalam terjerat maka dia akan sulit untuk melupakan. Kadang memang Gama terlalu berlebihan dalam segala hal yang menyangkut Bila.
Bila berbaring di kamar tidurnya, akhirnya aku kembali, nyamannya. Para pelayan masuk membawakan bubur dan buah untuk Bila. Bila duduk dan makan dengan lahap dia masih harus minum obat dan vitamin. Gama sedang bekerja di ruangannya di temani sekretaris Seth " apa dia sangat membenciku sampai berani meminum pil itu", " mungkin nona masih belum yakin dengan tuan". " apa masih kurang perhatian yang selama ini aku berikan", " nona kan orang yang kurang peka tuan", " benar juga sih, dia kadang terlihat begitu" Gama dan sekretaris Seth tertawa. " baiklah, besok aku ingin bertemu dengan Leon", " baik tuan".