NovelToon NovelToon
Maafkan Aku Ibu!

Maafkan Aku Ibu!

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Contest / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: nadataskia

Kesedihan kadang membuat kita lupa dan menjadi gelap susah membedakan mana yang salah dan benar hingga menimbulkan kemarahan yang menyebabnya sulit tuk menyengarkan penjelasan hingga akhirnya penyesalan pun datang dan membuat kita menjadi Sadar namun semua sudah terlambat, Waktu yang dulu sudah berputar tidak mungkin bisa kembali lagi.


Ikuti kelanjutan Kisah Nadia Dan Kasih yang berjuang menjaga ibunya membalas budinya dulu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Setelah Ridwan memutuskan untuk ikut ke rumah Arya,mereka bertiga pun berangkat menuju rumah tersebut, Ridwan dapat mempercayai jika Arya adalah orang baik dan tidak akan membohongin mereka.

Sampainya mereka di rumah Arya, rumah yang nampak terlihat sederhana dari luar dengan cat warna hijau,di depan rumah di tumbuhin banyak tanaman hias yang terbuat dari plastik yang tidak perlu repot untung menyiramnya.

"Alhsmdulilah kita akhirnya sampai di rumah, yuk masuk semuanya!" ajak Arya semanggat.

"Ini tumah om! kami tidak jadi masuk deh om, kami mau keluar aja," kata Ridwan berhenti.

"Loh kenapa tidak jadi masuk, padahal sudah di depan rumsh tinggal masuk terus kan kalian bisa istirahat sebelum nanti kalian om ajak ke suatu tempat untuk membeli kebutuhan kalian?" tanya Arya berencana.

"Kami tidak enak sama istri om nanti, takutnya ganggu kenyamanan beliau,sebaiknya kami pergi saja terima kasih karena sudah menolong kami," uncap Ridwan sungkan.

"Hahaha,,, istri?! om belum menikah om tinggal sendiri di rumah ini, enggak ada siapa-siapa cuma ada om saja, jadi gak perlu takut yuk masuk!" jawab Arya mengajak Redwan dan Kasih masuk.

"Jadi om, masih sendiri?! yaudah kalo gitu kami ikut masuk," kata Ridwan akhirnya masuk ke dalam.

Arya membuka kunci pintu rumahnya dan mereka pun masuk ke dalam menyuruh untuk masuk dan menyuruh mereka untuk mandi dulu membersihkan tubuhnya yang sudah kotor terkena debu jalanan.

"Silakan kalian mandi dulu, itu kamar mandinya bersihkan dulu tubuh kalian yang sudah kotor ya, om mau istirahat dulu cape dari kampung soalnya," kata Arya masuk ke dalam kamarnya.

"Iya om, makasih," uncap Ridwan.

Saat Arya masuk ke dalam kamar Ridwan dan Kasih tak langsung mandi mereka hanyu duduk dulu di bangku sambil melihat-lihat isi rumah itu, banyak poto Arya yang berpakaian polisi kini dan semua terlihat tampan.

Kini Ridwan baru benar-benar yakin jika ia berada di tempat yang aman, setelah melihat poto tersebut, Kasih yang sudah lelah berjalan saat duduk di atas bangku empuk matanya langsung terpejam dan ia pun tertidur di atas kursi, dengan wajah polosnya yang tak berdosa.

"Ya ampun Kasih, baru mau di ajak bicara udah tidur aja sih bikin gemes aja! tapi biarin deh dia tidur dulu," gumam Ridwan seorang diri ikut merebahkan diri di atas bangku dan ikut tertidur bersama Kasih.

Di kampung(Tempat Ayah dan Ibu)

Sore Hari di tempat ibu hari ini ayah sedang tidak berjualan karena hari Minggu ayah sudah menganti jadwal jualannya yang padat sejak setahun terakhir ini, tepatnya srmenjak Kasih hilamg dari sisi mereka.

Ayah menyempatkan satu hari ini dengan mencari Kasig dengan harapan kalo Allah akan mempertemukan mereka di suatu tempat entah dimana,tapi setiap kali ayah pergi untuk mencari dengan harapan, saat itu juga ayah akan pulang dengan rasa sedih dan kecewa karena tidak bisa, menemukan Kasih.

Sedang kan ibu dan Nadia setiap hari Minggu ini selalu menyibukkan diri dengan membuat kue baru untuk di jual dan di titipkan di warung-warung sekitar rumahnya, sebanarnya perekonomian mereka masih terbilang cukup kok, hanya saja ibu membuat kue selain untuk menambah pemasukan itu juga metode ibu agar tidak terlalu sedih kehilangan putri bungsunya.

"Bu, hari ini kita buat kue apa?" tanya Nadia.

"Kita akan buat kue putri ayu," jawab ibu.

"Kue putri ayu itu seperti apa, bu?" tanya Nadia ingin tahu.

"Putri ayu itu kue yang berwarna hijau terus ada kelapanya fi atas," jawab ibu lagi tersenyum.

Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan ibu, Nadia cuma menganguk tanda bahwa ia sudah paham, ibu meminta Nadia untuk membantunya menyiapkan tempat untuk wadah adonan kuenya.

Selain ibu membuat kue untuk di titip-titipkan di warung ibu juga menerima pesanan kue bagi siapa saja yang ingin memesannya di mulai dari kue-kue basah, kering juga kue ulang tahun ibu juga bisa membuatnya.

"Nadia coba tolong bantu ibu ambilkan baskom di dapur ya untuk tempat adonan,kita akan segera bikin kuenya!" pinta ibu.

"Baik bu! sebentar Nadia ambilin dulu," jawab Nadia betsemanggat.

Nadia pun pergi ke dapur untuk mengambil apa yang ibu minta, setelah ketemu Nadia pun membawa tempatnya dan memberikannya ke ibu yang sedang duduk di bangku depan.

"Ibu ini wadah yang ibu minta," kata Nadia.

"Iya taruh situ aja,sebentar lagi kita buat bahannya," ibu beranjak dari depan dan menuju meja makan, saat tiba di tempat ibu segera mulai untuk membuat adonsnnya.

Pertama tama ibu masukin telur juga gula pasirnya ke dalama wadah bersamaan dengan sedikit banget soda pengembang kue, setelah ketiga bahan masuk dalam wadah ibu segera memixer semuanya agar tercampur jadi satu dan mengembang.

Ibu memixer sampai kental betubah warna putih setelah itu ibu masukan terigunya ke campuran bahan tadi yang telah di mix, lalu ibu aduk campuran tepung ke dalamnya dengan mengunakan sendok sedikit demi sedikit tepung masuk je dalam adonan, setelah di rasa sudah tercampur ibu masukan santan yang tadi memang sudah di siapkan ibu.

Ibu aduk terus semua bahan memjadi satu, tadi sebelum di campur air santan, Nadia yang ada di samping ibu hanya melihat penuh kekaguman kepada ibunya yang sangat pandai kembuat betbagai jenis makanan.

"Sudah selesai deh, adonan kue sudah jadi dan siap untuk dimasak!" seru ibu mengagetkan Nadia yang sedang melamun.

"Kalo udah selesai terus di apain lagi bu, ini kelapanya belum di taroh lalu gimana caranya bisa ada di atas kuenye?" tanya Nadia karena memang belum pernah tahu cara buatnya.

"Ini selanjutnya kita olesi cetakannya dengam sedikit minyak agar tidak lengket nanti waktu di angkat kuenya," jawab ibu menjelaskan sambil menberikan contohnya.

Nadia memperhatikan gerakan ibu yang sedang mengolesi loyang dengan minya goreng, setelah agak sedikit bisa Nadia pun mengikuti membantu ibu melakukannya agar lebih cepat selesainya, setelah loyang di olesi minyak semua ibu meletakannya dulu di atas meja lalu ia mencuci tangannya dan mengelap agar kering.

"Habis ini apa lagi bu?" tanya Nadia.

"Kita masukan kelapanya, ke dalam loyang sambil di tekan-tekan seperti ini," ibu mencontohkan ke Nadia agar bisa melakukannya.

Nadiw pun melakukan hal yang sama dengan ibunya setelah tadi sempat memperhatikan terlebih dulu, setelah itu ibu menuangkan adonan ke dalam loyang hingga loyang hampir penuh setelah itu ibu memasukan kue-kuenya ke dalam panci rebus yang sudah di panasin tadi sebelumnya.

"Sekarang kita rebus selama kurang lebih sepuluh menit," uncap ibu menjelaskan.

1
Reo Ruari Onsiwasi
Seru Nadia dan Kasih ==> seru Nadia dan Kasih
Reo Ruari Onsiwasi
uncap==> ucap
Reo Ruari Onsiwasi
di matikan==> dimatikan
Reo Ruari Onsiwasi
unyung==> untung
Reo Ruari Onsiwasi
yg ==> yang
simpen==> simpan
Reo Ruari Onsiwasi
kewarung==> ke warung
Reo Ruari Onsiwasi
Yaudah ==> Ya udah
Manami Slyterin
keren
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi 🍮🍮🍮😷😷😷
@🦊⃫⃟Kareͩnᷡnᷜ⨀⃝⃟⃞☯ᵖˡଓε⋆⃟𝖋ᶻ🍇
up
Wiselovehope🌻 IG@wiselovehope
Aku datang bawa like dan fave 😁
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
smangat🤗
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
semngaat kk
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
lanjutkan k..semngatt
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
semngat
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
semngattt ka
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
lanjut u nya
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
mampir ksini ka
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺nada Mυɳҽҽყ☪️
lanjutttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!