NovelToon NovelToon
Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:292.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naimma

" Tapi Adek nggak mau nikah sekarang. Harus nunggu Adek lulus kuliah dulu pokoknya ! " Nana mengajukan syarat pada ayahnya saat menerima lamaran dari Zen, pemuda dewasa dengan pesona lesung pipi yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Dengan masa penantian panjang itu, Nana, gadis yang baru saja lulus dari bangku SMA itu mengharapkan Zen menyerah dan membatalkan perjodohan ini.

Berhasilkah Nana membuat Zen meninggalkannya? Ataukah justru ia akan terpikat pada sosok dewasa Zen, lalu menjadikannya sebagai sosok calon imam pilihannya sendiri nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naimma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

Nana membuka matanya, melihat sekeliling. Ini dimana, adalah pertanyaan pertama yang muncul dibenaknya.

Ah, kakiku ! Nana mengintip kaki yang sudah membuatnya kelelahan menangis.

" Udah bangun, Dek?" Seorang perawat jaga mendekatinya.

" Iya. Ini di rumah sakit ya, Mbak? Trus itu kakiku kenapa kok dibedong kayak gitu." Nana memastikan.

Hehehe. Dibedong katanya, emang bayi? Perawat merasa lucu sendiri dengan kata-kata Nana.

" Iya, Dek. Masih kerasa sakit kakinya?"

" Cuma cenut-cenut sama berat. Emangnya kakiku kenapa, Mbak?"

" Tenang aja, nggak apa-apa. Kata dokter ada keretakan dikit pada tulangnya."

Retak ??? Hal menyeramkan langsung memenuhi pikiran gadis muda itu.

Nana nggak tau harus berbuat apa sekarang. Berada di rumah sakit sendirian, dengan keadaan kaki yang dibedong dan susah digerakan saja sudah membuatnya cemas.

Kalau tabunganku nggak cukup buat bayar rumah sakit gimana?

" Mbak perawat sini sebentar deh." Nana memanggil lirih perawat yang sudah beralih kepasien lain diruangan itu.

" Iya. Ada yang bisa saya bantu?"

" Mau tanya. Mbaknya lihat ranselku nggak ya?"

" Ma'af saya nggak lihat. Tadi pas Adek dipindahkan keruangan ini, saya nggak lihat adanya ransel."

" Gitu ya? Makasih ya Mbak." Nana menjadi lemas mendengar penjelasan dari perawat.

Motorku ???!!!! Dimana??? Aduh... !!! Setelah sekian lama baru mengingat nasib motornya.

Trus sekarang gimana? Nggak ada Tas, nggak ada dompet, nggak ada ponsel buat ngabarin Bapak. Hilang kemana sih ranselku? Kehilangan semua harta benda yang Ia miliki dan berakhir dirumah sakit sendirian. Nana berasa sudah seperti menjadi korban begal saja.

Nana semakin kalut. Meratapi nasib yang sebegininya. Tas hilang, motor entah dimana, badan rasanya pegal linu dan lainnya. Nana memukul keningnya pelan berulang-ulang agar dapat memunculkan jalan keluar untuknya.

" Mbak..." Dua laki-laki asing menghampiri ranjang Nana. Nana tersenyum berusaha duduk untuk menyambut tamunya.

" Tadi aku cari di UGD, ternyata sampean udah dipindah keruang perawatan. Hehehe." Lanjut Rif'an. Yang baru saja keluar rumah sakit untuk ikut mengamankan sepeda motor Nana.

Ah ! Itu ranselku. Ye ye aku selamat. Nana bersorak dalam hati melihat ransel yang ditenteng orang asing yang disadari Nana juga ikut menolongnya saat kecelakaan.

" Eh iya. Ini tas kamu. Ma'af ya tadi kita buka dompetnya soalnya kita butuh identitas kamu buat registrasi di rumah sakit. Trus kita nemu Kartu BPJS kamu juga didalamnya." Ilman reflek menyerahkan ransel milik Nana serta memberikan penjelasan saat melihat pandangan yang menusuk dari pemilih ransel tersebut.

Emang kartu BPJS bisa buat berobat dirumah sakit juga ya? Gratis donk! Rasa syukur teramat banyak dirasakan Nana.

" Hehehe. Iya nggak apa-apa. Makasih ya Mas udah nolongin aku."

" Mbak, aku udah ngabarin mas Zen. Katanya udah perjalanan kesini sama mas Hafid." Melihat Nana yang sibuk dengan ponsel yang baru saja Ia keluarkannya dari ransel.

" Eh. Iya?" Nana menatap Rif'an dan mencoba mentranslit setiap kata yang baru diucapkan laki-laki itu.

Seketika Nana menutup mulutnya dengan salah satu tangan. Wajah pucatnya terlihat memerah menyaingi warna bibirnya. Nana malu. Bingung harus bagaimana Ia bersikap.

Jadi beneran ini dek Rif'an adiknya dek Zen !

" Hehehe. Tau aja Dek, kalau aku mau ngabarin orang rumah." Nana cengar cengir.

" Sampean gak pulang, Dek?" Lanjut Nana.

" Ehmm. Gitu ya...! Tau mas Zen mau kesini, lansung aja kita di usir."

" Aaaa... Apasih! Ya gak gitu." Nana menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Pipi yang tadinya kembali pucat sekarang merona lagi. " Ya kan aku nggak enak. Udah ngerepotin sampean sama Mas nya itu. Masa iya masih minta ditungguin. Heheehe." Alasan paling masuk akal berhasil terucap oleh Nana yang juga sedang mencoba menenangkan jantung yang detaknya tidak setabil, seakan dapat melompat keluar dari wadahnya.

Nana memang malu tapi dia juga merasa bahagia mendengar Zen akan datang untuk mendekapnya, Eh salah, menjenguk maksudnya. Hehe.

Emang apa hubungannya sama mas Zen? Bukannya Nana ini anak pak de mereka? Ilman merasa bingung dengan obrolan antara Rif'an dan Nana.

Ilman memang mengenal Zen karna dia sering menginap ke rumah Rif'an saat masa liburan pesantren. Tapi dia tidak mengetahui jika gadis yang sedang Ia incar itu merupakan calon istri dari Zen.

1
Kimie Meonk
aqnunggu karyamu yg berikutnya Thor....😊
Anna Susiana
ayo lanjut menyimak ceritanya
Rania Shanum
lohh laptopnya mn thor?
Rania Shanum
ak bayangkan visual Zen, Andi Arsryl.
N.U: boleh juga sih, tapi senyumannya masih manisan zen dikit,kak....🤭
total 1 replies
Rania Shanum
Suamiku dulu nikah umur 35 ak 25 😁😁
beda 10 tahun. mateng banget yachh
N.U: makasih ya kak rania udah mampir baca, seneng bgt akunya..
kaget juga sih pas buka aplikasi ada notifikasi like sama komenan di sini. kan udah lama bgt tamat. eh ternyata masih ada yg masih mau baca & mau meninggalkan jejaknya.
total 2 replies
Sha
Btw thor, kok penasaran sama kelanjutan cerita kuliah si Nana ya dianter tiap hari atau ngontrak, gimana reaksi si Azzam, juga reaksi Nana pas kerumah mertuanya, wkwkwk.
Sha: sama-sama kak. semangaaaatttt
total 8 replies
Sha
Ndak ada kata-kata lagi wes. Pokoknya mantul banget
Sha: untuk pengalaman pertama ini mah udah the best kak. penulisannya bagus rapi, bahasanya juga mudah dipahami jadi ndk perlu mikir susah-susah hehe.

semangat terus berkaryanya kakak, semoga kedepan lebih baik.
ditunggu juga karya yang bernapaskan Islami (Islam Syar'i)
total 3 replies
Ellen Thianyo
f ,we
N.U: kenpa kak?
jangan ragu buat ngasih saran ke authornya ya...
total 1 replies
Rayhanah Salwani
sampai dsni suka baca ceitanya
N.U: makasih kak, sudah meninggalkan jejak disini.
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
sebenernya novel nya bagus.... tpi sayang like nya dikit
Dinda Kirana agustina
aduuuuh repot iaa... banyak tanggung ngan..
N.U: ya begitulah,kak... karna cuma zen yg bisa diandalkan di keluarga. tapi nanti kalau udah ketemu sma nana, lupa deh sama tanggungannya yg lain...😅
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
baru Nemu ini novel... aku baca ya...
N.U: trimakasih kak dinda sudah mampir disini.❤
semoga berkenan.😍
total 1 replies
Putu Sugianti
iiI
N.U: trima kasih ya,kak... sudah bersedia mampir disini. kalau punya saran, author siap mendengarkan.
total 1 replies
indrianingtyas
thor q kangen kekonyolan mamam sm mumum beneran ini😣...kpn lanjutin season 2 gt thor..
indrianingtyas: ke tempat mamam sm mumum yo thor..mumum da hamil pa blm kita liat yuk😂😂
total 4 replies
Kimie Meonk
nama nih author q tersayaaaaang.... ad karya bru lgi ga???? kangen nich.. pke banget lgi...😍😍😍
N.U: makasih kak Dian...😍😍😍😍 lope...lope... buat kakak.❤❤❤
total 3 replies
Ari Yanti
Keren thor. .ak suka ceritanya marai kyo wg gemblung...lnjut season 2 thor
N.U: relekan aja ya,kak... mereka udah bahagia kok.
total 3 replies
An-nur
ayolah thor bikin cerita imam pilihan jilid dua kan sekarang udah jadi imam jadi judulnya nggak calon imam lagi,imam pilihan aja hehehe kangen nih
N.U: kangen sama aku???
total 1 replies
Aleza farisa
nggak ada part 2 nya kah thor
N.U: Belum tau,kak...
soalnya belum ada rencana buat nulis lagi dalm waktu dekat ini
total 1 replies
Aleza farisa
keren thor😁😁😁😁😁😁
N.U: makasih...

semga nggak ngecewain cerita penutupnya.😁
total 1 replies
Anik Nur Yamah
terimakasih juga thoor.,, ceritanya bagus banget...
d tunggu crita2 yang lainnya...atau cerita kelanjutannya mamam Zen dan mumum Nana...
N.U: dibilang bagus, pake bgt aku jadi malu,kak...😳😳😳

untuk saat ini sih belm ada keinginan buat nulis lagi. soalnya susah cari waktuny. ntar yg ada, updatenya tambah nggak rutin dari sebelumnya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!