NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"Alhamdulillah, janinnya sehat, semuanya bagus. Dan usianya sudah 12 minggu." Ujar Dokter Boy yang sedang memeriksa Naina.

Sandi yang berdiri di samping ranjang pasien, meraup wajah sambil membuang nafas kasar. Sudah 3 bulan, rasanya mustahil untuk digugurkan. Bulan lalu, Naina menunjukkan testpack garis dua, karena itu mereka langsung memutuskan untuk segera menikah, sayangnya malah gak dapat restu.

Setelah menebus vitamin, mereka meninggalkan klinik.

"Gimana ini, Mas?" Di dalam mobil yang berhenti di tepi jalan, Naina menatap Sandi, gelisah. "Apa ngomong aja sama Ayah dan Ibu?"

Sandi yang bersandar di pintu, memijat kepalanya yang pening. Mengaku jika Naina hamil, bukan keputusan yang tepat, karena secara tidak langsung, akan membuka perselingkuhan mereka selama ini. Belum genap 2 bulan ia dan Nisa putus, jika Naina mengungkap soal kehamilannya, Nisa itu pasti akan tahu. Belum lagi kedua orang tuanya, meski pernikahan dengan Naina disetujui, mereka pasti akan kecewa jika tahu kelakuannya. Ternyata untuk diam-diam menutupi ini, tidak mudah.

"Udah 3 bulan, kalau gak segera nikah, yang ada perut aku semakin besar." Naina memegangi perutnya.

"Sepertinya memang hanya itu jalan satu-satunya, Nai." Sandi menatap nanar jalan raya di hadapannya. Ia akan tetap menyembunyikan ini dari orang tuanya, cukup orang tua Naina saja yang tahu.

Semua ini berawal saat mereka liburan di Bali sekitar 3 bulan yang lalu, bersama rekan-rekan kerja Naina. Gaya hidup teman-teman Naina sangat bebas, mereka menginap dengan pasangan masing-masing saat di hotel. Mau tidak mau, ia dan Naina juga ikutan. Godaan terasa semakin besar saat di kamar berdua. Sudah berusaha untuk mengedepankan akal, sayangnya kalah dengan naffsu. Dan akhirnya, mereka melakukan itu untuk pertama kalinya. Namun alih-alih menyesal, yang ada malah ketagihan, hampir setiap ada kesempatan, selalu check in.

"Tapi kalau bisa, orang tuaku jangan sampai tahu ya Nai. Ayah pasti marah besar, bunda kecewa. Selain itu, takutnya penilaian mereka ke kamu jadi berubah. Kamu gak mau kan, nama kamu buruk di mata mereka?"

Tentu saja Naina tak mau.

"Kamu handle orang tua kamu, pastikan mereka menerima keluargaku Minggu depan untuk melamar kamu. Jangan ada bahasan soal kehamilan. Kita berdua harus mendesak agar pernikahan segera dilaksanakan."

"Ya tetep aja Mas, saat lahiran, pasti ketahuan nanti."

"Itu urusan belakangan." Sandi kembali menyalakan mesin mobil, menutup kaca, lalu mengantar Naina pulang.

...----------------...

Seharian Nisa galau. Dari pagi sampai malam, tak ada pesan masuk sama sekali dari Ojan. Terakhir kali cowok itu mengirim pesan, subuh tadi, menanyakan sudah bangun atau belum. Setelah itu tak ada WA masuk sampai sekarang, jam 7 malam. Ia bahkan sampai berkali-kali mengecek HP seharian ini, takut gak denger notif, tapi ternyata memang gak ada pesan masuk.

[ Jan, lagi ngapain ]

Nisa mengetik pesan di HP nya, tapi ragu untuk mengirim. Setelah dipikir lama, akhirnya bukan dikirim, tapi di delete. Namun beberapa menit berlalu, ia kembali mengetik pesan.

[ Sudah makan belum? ]

Lagi-lagi, ragu untuk mengirim, dan kembali di delete.

Nisa mengacak rambutnya frustasi. Hanya gara-gara sehari Ojan tanpa kabar, kenapa ia jadi segalau ini.

Enggak, dia gak bisa gini semalaman. Ia kembali menulis pesan.

[ Jan, lagi apa? ]

Jarinya dengan cepat menekan tombol send sebelum ragu kembali datang. Reflek, matanya terpejam, takut melihat reaksi Ojan. Cowok itu pasti ge er. Astaga, dia malu-maluin gak sih, chat duluan, padahal dulu nolak.

Tak segera mendengar suara notif WA, ia membuka mata. Keningnya mengkerut melihat centang 1 abu. Ponsel Ojan tidak aktif.

"Apa mungkin, dia kehabisan kuota?" Nisa bermonolog. Beberapa saat kemudian, ia menggeleng. Gak mungkin. Sebagai driver ojol, gak mungkin Ojan sampai kehabisan kuota. Kalau pun benar, sekarang banyak warung kopi yang dilengkapi wifi, cuma butuh 5 ribu buat beli kopi atau teh, udah bisa pakai wifi gratis.

"Astagfirullah!"

Nisa kaget mendengar pekikan Ibunya.

"Ini gak benerkan, Nai? Kamu cuma bohongkan, demi mendapatkan restu kami. Jawab Nai, jangan bohong!"

Penasaran apa yang terjadi, Nisa keluar kamar. Di ruang tengah, tampak ibunya menangis di samping sang ayah yang menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Naina berdiri di depan mereka, hanya diam.

"Ada apa, Bu? Nai, ada apa?" Nisa mulai cemas, berjalan cepat menghampiri ibunya.

Dengan tangan gemetar, Bu Wiwik menyodorkan print out USG pada Nisa.

Nisa menerima benda itu. Matanya melotot, sebelah tangannya menutup mulut yang menganga, syok melihat nama yang tertera disana. "Ka, kamu hamil, Nai?" gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. Tanggal pemeriksaan hari ini, tapi bukan itu yang menarik perhatiannya, melainkan usia kehamilan Naina. 12w, atau 3 bulan. Tubuh Nisa sampai gemetar, lututnya lemas. Ia dan Sandi belum genap dua bulan putus, tapi Naina sudah hamil 3 bulan. Ia memang sudah menduga kalau mereka berselingkuh, tapi tak menduga jika sampai sejauh ini.

"Tega kamu, Nai, tega!" Bu Wiwik meraung-raung. "Tega kamu nyakitin hati Ibu dan Ayah," menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak. Belum pernah ia sekecewa ini pada anaknya. "Apa kamu gak kasihan sama Ibu dan Ayah, Nai?" menatap Naina dengan air mata bercucuran. "Gak kasihan sama Ayah kamu yang ikut menanggung dosanya."

Jika biasanya Naina banyak omong, suka membantah, kali ini ia hanya tertunduk diam.

Pak Bambang yang sejak tadi hanya diam, menurunkan telapak tangan yang menutupi wajah. Matanya terlihat merah, dia menangis. Tanpa sepatah kata pun, ia bangkit, dengan langkah gontai berjalan menuju kamarnya.

Air mata Nisa ikut meleleh. Tak tega melihat kondisi Ayahmu. Mungkin saking kecewanya, sampai tak ada sepatah kata pun yang mampu diucapkan. Tapi air mata di pipinya yang keriput, menjadi tanda berapa hancur hatinya. Ia pasti merasa telah gagal menjadi Ayah. Bukan amarah yang memenuhi dada sang Ayah, melainkan kekecewaannya, pada Naina, dan pada diri sendiri yang dinilai gagal.

"Ini yang selalu kamu gembor-gemborkan kalau kalian tidak selingkuh?" Nisa menatap Naina sambil menunjukkan foto USG. "Ini yang selalu kamu bilang, kalian baru jadian setelah kami putus?" ia tersenyum kecut. "Mau ditutupi seperti apapun, bangkai tetap akan tercium."

Naina tetap diam sambil menunduk.

"Sekarang aku tahu, kenapa Sandi lebih memilih kamu dari pada aku. Bukan karena kamu lebih berpendidikan. Bukan karena kamu lebih pintar dan punya karier bagus. Bukan pula karena kamu lebih cantik. Tapi Sandi memilihmu, karena kamu lebih murah." Nisa melempar foto USG ke wajah Naina.

1
Rismawati Damhoeri
ya nggak apa2lah nisa semua di bayarin mertua. toh mertuamu cuma punya anak tunggal, kalau bukan buat anak cucunya, buat siapa lagi...?😄
Irianti
hahhahaha lucu dahhh
SasSya
Ule Ule Ule....
uleeee uleeee uleeee
mentang2 musim bola Za paaaakkk 🤣
ratihhh
akhirnya jadi tahu kenapa calon CEO anak orang kaya dikasih nama panggilan ojan🤣🤣
lyani
kebahagiaan selalu menyertai kamu nis....
lyani
hahhhhaaaahhhhh bener nis
lyani
ini pasti rekomendasi dari sekertaris
Aidil Kenzie Zie
ha ha aha si Ojan mah ngeyel
Eli Rahma
wajarlah kan orkay ..ojan anak satu²nya pula tapi untungnya mereka gk pelit dan perhitungan..nasib Nisa beruntung bgt jd istrinya ojan..
Esther
Mama Dewi jadi curiga sama papa gara2 Ojan🤭
Kalo namanya gak nyambung ya disambung2in aja Jan, yg penting panggilan tetap Ula dan Ule😂
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
jumirah slavina
keren lo ini Jan
jumirah slavina
Kamu gak boleh ngences liat Ule nen lo Jan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

hOjan : Aku pengennnnnnn., hhuuaaaaaaaaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Sastri Dalila
🤣🤣
Mahendra Sari Anwar
🤣🤣🤣🤣sabar jan..perjalan baru dimulai ini🫢🫢
juwita
emg ada sih yg ky gitu. ntah mitos ato apa di kasih nama bagus anaknya sakit "an.trs ganti nama panggilannya yg lain. eeh Alhamdulillah sehat trs itu terjadi sm keponakan aq.
yutantia 10: Iya kak, tetanggaku juga ada
total 1 replies
juwita
aq jd ikut ketawa klo dengar nama panggilan buat si kembar🤣🤣🤣.
Kinara Widya
hadeeh ini Ojan ya nggak ngerti2...
💗 AR Althafunisa 💗
Iya, knp ada le nya itu loh 🙄
jumirah slavina
Aku punya Anak laki² juga cuman satu²y sekarang umur 18th., berharap kaya gini sih sm menantu tinggal bareng., tapi Aku sadar diri pemarah banget🤭🤭
jadi Aku sm Suami mutusin keluar dr rumah saat dia menikah., rumah d'kasih kn dia., Kami tinggal d'toko aja., 🤭🥰🤗

sehat² wahai Anak'ku🤲🏻🤲🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!