NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

...****************...

Pagi itu, suasana di depan gedung Andreas Corporation jauh lebih ramai daripada biasanya.

Puluhan wartawan telah memenuhi area depan gedung sejak pagi.

Lampu kamera berkedip tanpa henti.

Semua orang menunggu satu hal yang sama.

Jawaban resmi dari Arseno Andreas dan Evelyn Hills mengenai rumor hubungan mereka.

Selama beberapa hari terakhir, nama keduanya terus menjadi pembicaraan.

Dua pewaris perusahaan besar.

Dua CEO muda yang dikenal sukses.

Dan sekarang...

Mereka disebut memiliki hubungan spesial.

Namun hari ini, untuk pertama kalinya, mereka akan berbicara langsung kepada publik.

Di ruang persiapan lantai atas...

Evelyn berdiri di depan cermin sambil memperbaiki rambutnya.

Ia mengenakan blazer putih elegan dengan gaya sederhana namun mewah.

Naomi berdiri di belakangnya.

"Nona..."

"Hm?"

"Anda yakin?"

Evelyn menatap pantulan dirinya.

"Yakin tentang apa?"

"Melakukan ini."

Naomi menghela napas.

"Mengumumkan pertunangan palsu di depan seluruh dunia bukan hal kecil."

Evelyn tersenyum kecil.

"Aku tahu."

"Kalau berita ini berhasil, perusahaan akan lebih aman."

"Tapi bagaimana dengan kehidupan pribadi Anda?"

Evelyn terdiam sejenak.

Kemudian ia menjawab,

"Untuk sekarang, bisnis harus didahulukan."

Naomi mengangguk pelan.

"Itu jawaban seorang CEO."

Evelyn tersenyum.

"Karena aku memang CEO."

Di ruangan lain...

Arseno sedang berdiri bersama Kosta.

Berbeda dengan Evelyn yang masih memikirkan banyak hal, Arseno terlihat sangat tenang.

Kosta memperhatikan atasannya.

"Pak."

"Hm?"

"Anda tidak gugup?"

"Tidak."

"Sama sekali?"

Arseno menatapnya.

"Aku sudah menghadapi rapat dengan investor yang nilainya miliaran."

"Berhadapan dengan wartawan seharusnya tidak lebih sulit."

Kosta mengangguk.

"Masalahnya..."

"Apa?"

"Ini bukan rapat bisnis."

Arseno diam.

Kosta melanjutkan.

"Ini soal kehidupan pribadi."

Beberapa detik kemudian...

Arseno tersenyum tipis.

"Aku tahu."

Pukul sepuluh tepat...

Pintu ruang konferensi dibuka.

Evelyn dan Arseno masuk bersama.

Seketika ruangan dipenuhi suara kamera.

"Pak Arseno!"

"Nona Evelyn!"

"Benarkah kalian bertunangan?"

"Sejak kapan hubungan ini dimulai?"

"Apakah kerja sama bisnis kalian dipengaruhi hubungan pribadi?"

Namun keduanya tetap tenang.

Mereka duduk berdampingan di depan meja konferensi.

Sikap mereka terlihat sangat alami.

Bahkan beberapa wartawan yang melihat langsung mulai berbisik.

"Mereka terlihat dekat."

"Iya, bukan seperti pasangan yang dipaksa."

Seorang wartawan mengangkat tangan.

"Nona Evelyn, apakah benar rumor mengenai hubungan Anda dan Tuan Arseno?"

Evelyn menatap kamera.

Dengan senyum profesional ia menjawab,

"Ya."

Ruangan langsung hening.

"Kami memang memiliki hubungan yang lebih dari sekadar rekan bisnis."

Kamera kembali berkedip.

Arseno kemudian melanjutkan.

"Kami sebenarnya tidak berniat mengumumkan hal ini dalam waktu dekat."

"Tetapi karena banyak spekulasi yang berkembang..."

"Kami memilih memberikan klarifikasi secara langsung."

Wartawan lain bertanya,

"Sejak kapan kalian mulai dekat?"

Evelyn dan Arseno saling berpandangan.

Hanya sepersekian detik.

Namun cukup untuk terlihat seperti pasangan yang saling memahami.

Arseno menjawab,

"Hubungan kami berkembang perlahan."

"Kami awalnya hanya bekerja sama."

Evelyn melanjutkan,

"Namun semakin sering bekerja bersama, kami mulai memahami karakter masing-masing."

"Kami menemukan bahwa kami memiliki tujuan yang sama."

Jawaban mereka terdengar sangat meyakinkan.

Pertanyaan lain muncul.

"Apakah keluarga sudah mengetahui hubungan ini?"

Arseno mengangguk.

"Keluarga kami mendukung."

Evelyn tersenyum.

"Nenek saya juga mengetahui keputusan ini."

Di balik layar...

Naomi dan Kosta saling berpandangan.

Mereka tahu kenyataannya.

Namun kemampuan dua CEO muda itu memainkan peran benar-benar luar biasa.

Setelah hampir satu jam...

Konferensi pers selesai.

Berita langsung menyebar.

ARSENO ANDREAS DAN EVELYN HILLS RESMI MENGAKUI HUBUNGAN MEREKA

DUA PEWARIS BISNIS BESAR AKAN SEGERA MENIKAH?

Kali ini...

Bukan lagi gosip.

Karena mereka sendiri yang memberikan pernyataan.

Publik mulai percaya.

Bahkan banyak orang mendukung hubungan mereka.

Di dalam mobil setelah acara...

Evelyn akhirnya mengembuskan napas panjang.

"Selesai."

Arseno yang duduk di sebelahnya menoleh.

"Kau terlihat seperti baru selesai menghadapi perang."

"Karena memang perang."

"Dengan wartawan?"

"Dengan ekspresi wajahmu."

Arseno mengernyit.

"Apa maksudmu?"

"Kau terlalu tenang."

"Itu masalah?"

"Ya."

"Kenapa?"

"Karena kau terlihat seperti benar-benar menikmati peran sebagai tunanganku."

Arseno terdiam.

Kemudian tersenyum tipis.

"Dan kau terlihat seperti menikmati peran sebagai tunanganku."

Evelyn langsung membalas.

"Aku profesional."

"Aku juga."

Mereka saling menatap.

Lalu...

Keduanya tertawa kecil.

Malam harinya...

Di mansion keluarga Andreas...

Antonio dan Renata duduk bersama menikmati teh.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini suasana mereka terlihat lebih santai.

Antonio tersenyum.

"Rencana pertama berhasil."

Renata mengangguk.

"Publik percaya."

"Tapi masalahnya..."

Antonio menatapnya.

"Mereka masih menganggap ini hanya strategi."

Renata tersenyum kecil.

"Karena memang awalnya begitu."

Antonio meletakkan cangkirnya.

"Aku punya rencana lain."

Renata mengangkat alis.

"Apa?"

"Kita bantu mereka."

"Membantu?"

"Membuat mereka benar-benar mengenal satu sama lain."

Renata tersenyum.

"Aku sudah memikirkan hal yang sama."

Keduanya tertawa kecil.

Tanpa diketahui Evelyn dan Arseno...

Dua orang tua itu baru saja membuat rencana baru.

Bukan untuk bisnis.

Bukan untuk reputasi.

Tetapi untuk sesuatu yang jauh lebih sulit dikendalikan.

Perasaan.

Sementara itu...

Di apartemennya...

Evelyn melihat berita tentang dirinya dan Arseno.

Aneh.

Biasanya ia merasa terganggu melihat namanya menjadi sorotan.

Namun malam ini...

Ia justru tersenyum kecil.

Ia teringat bagaimana Arseno menjawab pertanyaan wartawan.

Bagaimana pria itu selalu tenang menghadapi tekanan.

Dan bagaimana mereka bisa bekerja sama dengan sangat baik.

"Kenapa aku malah memikirkan dia?"

Evelyn langsung menggeleng.

"Tidak mungkin."

Namun tanpa ia sadari...

Sebuah kebiasaan baru mulai muncul.

Ia mulai terbiasa dengan keberadaan Arseno.

Di sisi lain...

Arseno juga sedang melihat berita yang sama.

Untuk pertama kalinya...

Ia tidak merasa terganggu melihat dirinya dikaitkan dengan seseorang.

Ia justru teringat seorang wanita yang pernah menendangnya di parkiran restoran.

Wanita yang keras kepala.

Cerewet.

Tapi selalu jujur.

Arseno tersenyum tipis.

"Masalah..."

gumamnya.

"Ternyata dia benar-benar masalah."

Namun kali ini...

Masalah itu tidak terasa buruk.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!