Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Andin segera pulang ke rumah, dia bergegas menemui orang tua nya. Andin sendiri tidak tahu jika Rayan mandul, mereka harus segera menikah sebelum Rayan mengetahui fakta ini.
"Ma, gawat Ma!" Andin berkata pada bu Salma dengan nafas yang masih ngos - ngosan.
"Ada apa Andin?" Tanya bu Salma.
"Mas Rayan Ma, mas Rayan,,,!" Andin tampak berkata dengan terbata - bata.
"Andin apa apa dengan Rayan?" Pak Gunawan juga ikut bertanya.
Andin mengatur nafas nya sebelum meneruskan ucapan nya, bu Salma dan pak Gunawan menunggu dengan tidak sabar.
"Katakan pada kami, ada apa dengan Rayan?" Kembali bu Salma mengajukan pertanyaan pada putri nya.
"Mas Rayan itu mandul, Ma!" Jawab Andin cepat.
"Apa? Bagai mana kau tahu?" Tanya pak Gunawan.
"Tadi di Mall, aku sempat ketemu sama Melati. Melati yang bilang giti sama aku!" Jelas Andin pada orang tua nya.
"Andin, kamu itu jangan percaya sama ucapan Melati. Kamu tahu sendiri kan, Melati itu mandul. Dan jika memang benar Rayan yang mandul, apa kau fikir Melati akan diam saja saat kau datang ke rumah mereka? Tentu saja tidak, dia pasti akan membongkar semua nya di hadapan Rayan. Sudah lah, kamu terlalu parno!" Ucap bu Salma.
"Andin, lagi pula jika Rayan kan tidak tahu jika itu bukan anak nya. Kamu tenang saja, sampai kapan pun Rayan tidak akan tahu itu bukan anak nya!" Pak Gunawan ikut menimpali.
"Lalu bagai mana dengan Melati? Bagai mana jika dia memberi tahu mas Rayan?" Tanya Andin lagi.
"Percaya lah, Melati tidak akan melakukan itu. Karena yang mandul itu bukan lah Rayan, tapi Melati. Melati sengaja bicara seperti itu untuk membuat mu mundur, dia sendiri tidak akan tahu jika anak ini bukan lah anak nya Rayan!" Bu Salma berkata pada Andin.
Andin terdiam, dia mencerna setiap ucapan orang tua nya. Dia pun berfikir yang sama, jika memang benar apa yang di katakan oleh Melati maka tidak mungkin dia akan diam saja.
"Benar juga apa yang kalian katakan, mungkin Melati hanya menggertak ku saja!" Guman Andin.
Andin kini menjadi lebih tenang, dia tidak percaya dengan ucapan Melati. Karena jika memang benar bahwa Rayan memang mandul, maka Melati pasti akan membongkar kebohongan nya.
"Aku tidak percaya pada ucapan Melati, karena jika memang benar mas Rayan mandul. Maka Melati pasti sudah membongkar nya di hadapan mas Rayan dan juga keluarga nya, bahwa anak ini bukan lah anak nya mas Rayan. Tapi dia tidak melakukan nya, dan membiarkan aku menikah dengan mas Rayan!" Andin kembali bermonolog.
******
Melati langsung pulang ke rumah, karena Bunda Ambar menelepon nya. Dia memberi tahu Melati, bahwa di rumah ada Rista dan Yasmin. Merka adalah kakak ipar nya Melati dan juga anak nya.
"Hai Aunty,,,,!" Sapa Yasmin.
Gadis kecil berusia 6 tahun itu langsung berlari ke arah Melati, dia memeluk Melati dengan erat.
"Ponakan Aunty udah besar aja!" Melati menjawil dagu gadis kecil itu.
"Gimana kabar nya Mel?" Tanya Rista sambil memeluk adik ipar nya.
"Alhamdulillah, baik mbak!" Jawab Melati membalas pelukan dari istri kakak nya tersebut.
"Tadi bunda bilang jamu habis ketemu sama Rayan dan keluarga nya, benarkah?" Tanya Rista memastikan.
"Bener mbak!" Jawab Melati sambil mengangguk kan kepala nya.
"Apa yang mereka katakan pada mu?" Tanya Rista lagi.
"Mereka minta ganti rugi biaya aku tinggal di rumah mereka selama 5 tahun ini, mbak. Mereka menghitung nya sama seperti menghitung biaya menginap di hotel!" Jelas Melati.
"Apa? Keterlaluan sekali!" Jadi kamu bayar gitu aja sama mereka?" Tanya Rista dengan geram.
"Ya enggak dong mbak, siapa juga yang mau bayar. Tapi aku juga bikin hitungan sama mereka, aku bakal bayar semua nya. Tapi sebelum itu, mereka juga harus membayar harga keperawanan dan juga jasa melayani mereka selama 5 tahun ini!" Jawab Melati sambil tersenyum.
"Bagus, jangan mau di bodohi oleh mereka!" Rista mengingat kan Melati.
"Iya mbak, lagian aku gak perduli kok jika mas Rayan menikah dengan Andin. Aku udah siapkan kejutan untuk mereka, saat waktu nya tiba akan aku bongkar di depan semua orang bahwa mas Rayan adalah laki - laki mandul. Jadi bukan hanya mas Rayan dan keluarga nya yang malu, tapi juga Andin dan seluruh keluarga nya!" Jelas Melati lagi pada Rista.
"Oh ya, apakah mas Alvian udah cerita sama kamu tentang ipar nya Rayan?" Tanya Rista lagi.
"Ipar nya mas Rayan? Bukan kah itu Mas Berry, suami nya mbak Arini?" Tanya Melati memastikan.
"Iya, ini tentang Berry, suami nya Arini!" Jawan Rista lagi sambil mengangguk kan kepala nya.
"Ada apa dengan mas Berry, mbak?" Tanya Melati lagi.
"Akhir - akhir ini mas Berry selalu melakukan manipulasi data di kantor. Dia melakukan Mark up harga barang, tapi mas Alvian diam saja. Dia tidak menindak Berry karena dia adalah ipar mu!" Jelas Rista lagi.
"Ya ampun mbak, kok mas Alvian gak pernah cerita sama aku!" Melati terkejut mendengar semua nya.
"Dia merasa tidak enak dengan mu, maka nya dia diam saja!" Ujar Rista.
Berry memang bekerja di perusahaan milik orang tua nya Rista, dan perusahaan itu di pimpin oleh Alvian semenjak mereka menikah. Karena Rista adalah anak tunggal dan dia mau fokus mengurus anak - anak saja, jadi dia tidak mau pusing dengan urusan kantor.
"Mbak, aku harus bicara dengan mas Alvian. Dia harus bersikap tegas pada mas Berry, toh sebentar lagi aku juga bukan lagi bagian dari keluarga itu!" Ucap Melati pada Rista.
"Kamu benar Mel, mbak denger Arini juga mendukung perbuatan Alvian pada mu?" Tanya Rista lagi.
"Iya mbak, mbak Arini memang mendukung mas Rayan untuk segera menikahi Andin!" Jawab Melati.
"Ini saat nya kita harus memberi pelajaran pada keluarga tidak tahu malu itu, pastikan mereka jatuh dan tidak bisa bangun lagi. Mereka semua sudah sangat keterlaluan pada mu, Mel!" Ucap Rista dengan geram.
"Bener mbak, aku juga sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran mereka!" Jawab Melati lagi.
"Oh ya Mel, kapan kau akan kembali ke kantor?" Tanya Rista pada adik ipar nya.
"Secepat nya mbak, aku juga tidak sabar lagi untuk menarik investasi dari perusahaan nya Papa!" Ujar Melati sambil memamerkan senyuman di sudut bibir nya.
Perusahaan milik Rayan adalah perusahaan kecil, pak Hutama sengaja menanamkan modal besar di perusahaan itu. Dia melakukan nya bukan tanpa alasan, tapi dia ingin kehidupan putri nya makmur dan tidak kekurangan. Tapi di saat perusahaan itu mulai berkembang, Rayan malah melakukan hal yang melukai putri nya.
terus sehat dan semangat 😍💪