Kisah Dua orang manusia.yang dulu nya saling membenci,sekarang saling mencintai dalam sehidup semati.mereka sangat bahagia dengan kehadiran buah hati yang sangat di nantikan.namun takdir berkata lain,mereka di pisah kan karna banyak nya rintangan dan konplik.
Hingga pada ahir nya,takdir mempertemukan mereka kembali setelah beberapa tahun. dengan keadaan yang berubah seratus persen.
Ada apakah gerangan,siapa yang berubah/ keadaan yang berubah ? penasaran lanjut kan cerita nya
Yang baca NATAN & ZHELIA kasih vote dan like nya banyak-banyak ya kk .jangan hanya baca trus ngak kasih like sama vote Author harap kk semua nya baik . dan kasihan sama autor
Trimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mfi pebrian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejutan
SELAMAT MEMBACA😊😀
AHIR NYA THOR UP JUGA,EPISODE YANG DI TUNGGU-TUNGGU
Pagi pagi buta,Zhelia masih asik memejamkan mata nya di bawah selimut yang tebal dan hanggat.kasur yang empuk menanbah kenyamanan tidur nya.
Nathan mesuk ke kamar dan menarik gorden jendela,supaya mata hari bisa masuk menerangi ruangan.Nathan mendekati tempat tidur,berjongkok di sebelah Zhelia yang tidur miring menghadap nya,terukir senyum mengambang di bibir Nathan melihat wanita yang di cintai nya sangat cantik walaupun dalam keadaan tidur.perlahan Nathan mendekat kan diri ke wajah Zhelia mencium pipi nya dengan lembut dan berkata
"Slamat pagi putri tidur yang cantik...."Terasa geli di telinga Zhelia membuat dia mengeliat, dan membuka mata nya.suara Nathan sangat lembut dan sampai ke alam mimpi.
Melihat pria tampan yang di depan mata nya,yang beberapa minggu ini siap untuk menerima kehadiran nya dan juga bayi nya.selalu berada di dekat nya memberikan kasih sayang dan perhatian nya.terlihat senyum tulus di bibir lelaki itu. zhelia juga ikut senyum.
"Pagi juga,,,,,"dengan menguap kecil menutup dengan tangan,masih setia dalam posisi tidur dan sesekali mengerjab kan mata nya,untuk mengembali pikiran yang masih di alam mimpi. malam ini tidur nya terasa nyenyak.
"Ayo cepat bangun,dan siap-siap.kita akan pergi "
"Kemana,,,,,,"kata zhelia membuka mata nya dengan lebar,menatap Nathan dengan kaget. tiba-tiba saja Nathan mengajak nya pergi.
Mumpung hari ini mereka libur kuliyah.
"Ada deh!! itu kejutan.sekarang kamu mandi, dan siap-siap.aku menunggu di bawah, ok"dengan senyum dan memegang dagu zhelia dengan gemes Dan pergi.
Zhelia pun duduk dari posisi tidur nya.dan menatap pintu yang baru saja di tutup oleh Nathan.Zhelia penasaran, apa kejutan yang di persiapkan oleh Nathan untuk nya.
Setelah selesai bersiap dengan rapi,memakai celana jens,sepatu warna putih dan kaos warna hitam . rambut di gerai lurus,terlihat sangat cantik,dengan riasan yang simple.terpasang di sebelah kiri Rambut nya jepitan rambut kecil bewarna putih.
Hari ini zhelia ingin tampil berbeda dari biasa nya. karna sejak dari kamar mandi sampai saat ini kejutan dari Nathan lah yang di pikir nya.jadi Zhelia ingin terlihat cantik bila berjalan dengan Nathan.
Zhelia tersenyum malu di depan kaca,melihat diri nya sangat senang Dan terlihat cantik.
Menghampiri Nathan yang duduk di ruang tamu,sedang memainkan ponsel nya.terasa Zhelia di dekat nya.Nathan menyimpan ponsel nya dan menatap ke arah zhelia dengan penuh takjub.Nathan juga memakai stail yang sama dengan Zhelia mulai dari baju sampai sepatu semua nya cuople .
Setelah keluar dari kamar mandi,zhelia melihat ada tiga Paper bag di atas tempat tidur nya,ternyata itu pemberian Nathan.
"Kamu,terlihat lebih cantik dari biasa nya"dengan senyum penuh menatap zhelia dengan takjub.Zhelia pun jadi malu oleh pujian Nathan.karna ini pertama kali nya Nathan memuji nya.
"Kamu juga terlihat lebih tampan"puji balik zhelia dengan senyum
"Ayo kita pergi"Nathan mengengam tangan zhelia dan membawa nya pergi.sampai di dalam mobil Nathan memasang pengaman nya.hari ini Nathan ingin memperlakukan Zhelia dengan romantis dan sayang.
"Sebenar nya kita mau pergi kemanasih Nathan"dengan sengat penasaran
"Nanti kamu juga akan tau,aku harap kamu ngak akan terkejut melihat nya."dengan senyum nya
"Baiklah,aku akan sabar menantikan kujutan nya"ucap Zhelia dengan membalas senyuman Nathan.bersabar menunggu walau pun di hati nya sangat gelisah dan ingin tau.
Lama menenpuh perjalanan,mereka pun berhenti di sebuah wisata yang tempat nya sangat indah dan nyaman,sehingga banyak pengunjung nya,terutama para pasanngan kekasih.banyak juga yang lain nya.wisata nya di penuhi berbagai mainan. air kolam,danau dan serta kayu-kayu yang tinggi berderetan, membuat tempat nya seperti hutan namun tidak terlalu seram.
Nathan membuka pintu untuk Zhelia,mereka pun masuk ke dalam.pemandangan nya sangat menakjub dan menenangkan hati.banyak orang yang duduk di kursi mereka masing-masing, semua pasangan.
"Wah,,,,,indah bangat tempat ini, aku belum pernah kesini sebelum nya."ujar zhelia dengan sangat senang dan takjub,melihat isi wisata nya.dengan berjalan dulu melewati Nathan, merentangkan tangan nya.Nathan juga senang melihat Zhelia yang kesenangan, melihat pemandangan di sekitar mereka.
"Apa kamu suka, dengan tempat nya."zhelia mengangukan kepala nya dengan senyum
"Apa ini kejutan yang kamu bilang sama aku"
"Tidak"
Jawab enteng Nathan.membuat Zhelia berhenti berlari kecil,lalu menatap Nathan dengan pikiran yang tidak bisa ia tebak.
"Kalo bukan ini,trus apa"zhelia yang mulai merasa sedih, kecawa dan cemberut,karna jawaban Nathan yang tidak menyenang kan hati nya.berharap ini adalah kejutan untuk nya.tapi tidak,Nathan mendekati Zhelia dan memegang kedua pipi nya.
"Jangan sedih,ini baru perawalan, bukan kejutan nya ? kejutan inti nya nanti kamu akan tau kejutan besar nya."tutur Nathan dengan senyum dan mencibit gemes pipi Zhelia,karna dia merasa lucu saat melihat Zhelia yang cemberut.Zhelia kembali tersenyum,karna Nathan memberi nya banyak kejutan.
"Baiklah!! aku tidak sabar lagi menuggu kejutan besar nya"
Mereka sama-sama senyum.Nathan pun mencium kening zhelia dengan lama,zhelia memejamkan mata nya,merasa kan sentuhan Nathan yang sangat lembut yang membuat nya terbuai dalam susana.tangan zhelia langsung memeluk pinggang Nathan dengan erat dan di balas oleh Nathan juga.
.
.
.
.
.
.