Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malu-malu
Sebelum membaca, Please klik tombol Like dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian🌹Mohon dengan sangat untuk Like dan Vote nya juga 🙏
☘️Ruang Makan Mansion☘️
Dave telah mendudukkan tubuhnya diatas kursi ruang makan, dengan diiringi Raina yang duduk disebelah kirinya dan juga Leo yang nampak duduk disebelah kanannya dan terlihat beberapa pelayan nampak berdiri berbasis dan menundukkan kepalanya.
"Sayang, aku ambilkan itu." Ucap Dave merengek
"Hah?" Raina tersedak saat sedang minum
Tak hanya itu saja, Leo yang sangat mengetahui sifat, sikap bahkan Kelakuan Dave juga nampak terkejut dengan tingkahnya sedari pagi yang benar-benar aneh. Pasalnya Leo belum mengetahui apa yang telah terjadi antara Dave dan juga Raina sehingga membuatnya nampak berpikir dengan keadaan yang sedang terjadi didepannya dan juga para pelayan begitu terkejut karena tak biasanya Dave bersikap romantis pada wanita manapun terkecuali pada seorang wanita yang saat ini sedang duduk bersamanya.
"Sayang apa kau tidak mendengar ku?" Ulangnya kembali
"Iya aku dengar, kau mau makan apa?" Jawab Raina ragu-ragu
"Aku mau sup cap-cay dan ayam goreng itu." Tunjuknya
Dengan cekatan Raina segera mengambil piring yang ada didepan Dave dan menuangkan nasi, serta mengambilkan beberapa potong ayam goreng serta sedikit sup cap-cay, sedangkan Leo bersikap bodoamat dan segera melakukan ritualnya makannya.
Raina meletakkan kembali piring tersebut dimeja Dave dan dirinya nampak mengambil piring dan hendak menyendok nasi untuknya namun langkahnya terhenti.
"Sayang aku mau disuapi?" Ucap Dave dengan tatapan sendu
Raina mengedarkan pandangannya melihat kearah Leo dan juga para pelayan, nampak Leo hanya melirik sekilas dan melanjutkan lagi ritualnya sedangkan para pelayan menundukkan kepalanya serta terlihat senyum-senyum sendiri.
"Kau kan bisa makan sendiri, lalu bagaimana aku akan makan?" Sahut Raina memelas
"Makanlah satu piring bersamaku." Ucapnya enteng
Raina membulatkan matanya dan mulutnya mengangah lebar.
"Tutup mulutmu dan segera suapi aku, agar kita tidak terlalu malam untuk sampai rumah sakit."
Entah kenapa hati Raina begitu sangat senang ketika mendengar kata rumah sakit, ada perasaan lega yang ada didalam lubuk hatinya.
"Baiklah." Raina mengalah
Dengan cepat Raina mengambil piring yang ada didepan Dave dan segera menyuapinya dengan perlahan, Dave yang nampak sangat senang hanya tersenyum-senyum sendiri serta menatap Raina dengan tatapan lembut, nampak para pelayan berbisik sembari ikut tersenyum melihat tingkah tuan mudanya yang nampak berbeda hari ini sedangkan Leo hanya bisa mendengus kesal dengan drama yang ada didepannya😂
Seusai ritual makan malam, Raina segera memberikan Dave segelas minum dan membereskan piringnya dan piring Leo, dengan sigap kepala pelayan Sumi mengambil piring kotor tersebut dan memberikannya kepada pelayan lainnya.
Raina mendudukkan kembali tubuhnya dan menatap Dave dengan tatapan bahagia.
"Apa kita jadi ke rumah sakit?" Tanyanya
"Jadi dong, tapi ada syaratnya." Dave bersiul
"Hah, syarat apa lagi?" Raina mengernyitkan keningnya
Dave menunjukkan jarinya telunjuknya pada pipi kanannya.
"Ah, aku tidak mau." Pipi Raina merona merah
"Kalau tidak kau ya sudah, tidak jadi berangkat." Ancam Dave sembari mengambil ponselnya dan bermain games
Raina nampak berpikir dan melihat kearah Leo, Leo yang ditatap hanya melengoskan wajahnya.
"Ah sial, kenapa aku ada diantara dua manusia yang sedang di mabuk cinta." Bathin Leo
Dengan cepat Raina segera mencium pipi kanan Dave lalu memalingkan wajahnya yang begitu sangat merona merah, Dave menyunggingkan senyumnya lalu menarik lengan Raina dengan lembut dan membawanya berjalan menuju pekarangan Mansion.
"Leo, ayo kita berangkat."
Leo segera berdiri dari duduknya dan mengekor dari arah belakang.
Hai Readers! Dukung Author selalu ya biar semangat untuk update episode-episode selanjutnya dan jangan lewatkan episode-episode yang seru dan gokil!!! Salam membaca🥳.
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa