NovelToon NovelToon
Pesona Guru KB

Pesona Guru KB

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:120.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Widiawati

Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,

Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.

Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.

Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketakutan Hizam

Hizam yang sedari bangun tidur minta di gendong oleh ibunya, akhirnya bersedia untuk turun, dan duduk menonton kartun kesayangannya, tentunya setelah dibujuk dengan berbagai cara.

Sementara Banu masih tertidur pulas, setelah melakukan aktivitas yang cukup membuat tenaga dan emosinya terkuras.

"Hizam mau mam apa? " Rena mendekati anak laki-lakinya itu.

"Bapa mana? " Hizam mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah. Mencari orang yang begitu tidak ingin dia temui. Begitu takut dia dengan Banu saat mendaratkan bogem kerasnya di pipi Sholeh. Mengacuhkan pertanyaan ibunya.

"Bapak tidur, kenapa? Hizam mau sama bapak?" Jawab Rena.

"No, tida, emoh" Suara reflek dia terdengar parau, hampir menangis.

"Kenapa? " Rena mencoba mendekatinya.

Memang sedari tadi Rena sengaja tidak menanyakan apa yang menyebabkan dia menangis histeris seperti tadi, dia berfikir nanti ada saatnya dia akan bercerita sesuai dengan perasaanya.

"Izam tatut bapa" Jawab bocil itu sambil memainkan ujung baju bawahnya. "Bapa mutul om yang anter masel buat ibu katana dayi pa Rese" (dari pak RT).

"Mukul? bapak mukul siapa?" Rena menyeritkan dahinya.

"Tadi ibu mandi ada om ganteng datang ke sini, Cali ibu, tapi bapa malah mutul, omna di putul kaya gini" Hizam mencontohkan saat Banu memukul Sholeh. "omna pegi bapa nutup pintu keyas-keyas, Izal tatut bapa" Anak gembul itu kembali terisak.

"Ssstttt.. Udah yaa cup.. cup.. cup, udah Hizam tidak boleh nangis, kita mandi aja yuk. Sudah sore nii" Rena menawari anaknya untuk mandi.

"Tapi mao pate air anget ya" Suaranya sudah tak separau tadi.

"Siap, ayok kita ke kamar mandi, nanti kita main air bersama" Rena membimbing anaknya untuk turun dari kursi, mengajaknya untuk memasuki kamar mandi.

"Ibu belon masat? "

"Belum, ibu mandii Hizam dulu, kalo Hizam sudah mandi, nanti ibu tinggal masak deh. Hizam mau si masakin apa? " Rena melepaskan baju anaknya, kemudian memasukannya ke mesin cuci.

"Mao pate telur sama tecap" Jawabnya singkat.. eh tapi boyeh dun ditasyi abon syeditit ya" Imbuhnya dengan tersenyum lebar.

"Oke siap Sultan cilik" Ucap Rena membalas tersenyum.

Rena mengambil teremos berisi air panas, kemudian menuangkannya ke dalam ember.

"Awass ati-ati ibu nanti ena tati Izam, panas itu panas"

Rena hanya melengkungkan kedua sudut bibirnya, bangga dengan anaknya yang baru menginjak usia 3 tahun namun segalanya sudah diketahui olehnya.

Hizam hobi sekali mengumpulkan pasta gigi dan sikat gigi, dari mulai rasa aneka buah, yang banyak warna. Dari mulai warna putih, hijau, oranye, kuning dan dari berbagai macam merk. Hampir setiap Rena berbelanja bulanan, pasta gigi menjadi hal wajib yang Hizam beli. Entahlah mungkin karena gambarnya yang menarik atau rasanya yang enak.

Padahal Rena sudah berkali-kali mewanti-wanti anaknya itu untuk berhenti memakai pasta gigi yang mempunyai banyak rasa itu. Bukan tanpa alasan, saat Hizam di periksa giginya, sang dokter mengatakan bahwa pasta gigi tersebut ternyata dapat merusak email gigi. Gigi akan mudah gupiis. Tapi namanya juga anak-anak kan, semakin dilarang semakin tertantang.

"Bau ap bu? " Hizam yang sedang disabuni oleh Rena menutup hidungnya.

"Bau apa? bau sabun." Rena menjawab dengan tengan.

"Sabun? "

"Iya sayang, ini sabun baru, yang kemarin sudah habis."

"Izam nda syuka wangina" menutup hidung dengan satu tangannya

Mamang Hizam sensitif sekali dengan bau-bauan. Kebetulan sabun mandinya mengandung minyak telon jadi baunya agak menyengat.

"Ya, besok kita ganti sabun ya, pakai sabun yang Hizam suka, tapi menunggu sabun ini habis, okeii? " Rena memberi penawaran.

"Okeiiy, nanti pate badu spedelmen ya bu"

Rena masih terus menyiram kepala Hizam dengan gayung yang berada di tangan kanannya.

"Iya nanti kita cari baju spiderman nya ya" Rena menjawab.

Saat mereka berdua tengah berjalan menuju kamar Hizam, Banu keluar dari kamar dengan muka bantal dan rambut yang acak kadul.

Mendekati Rena yang tengah menggendong Hizam dan mendaratkan kecupan di pipi kiri istrinya,

"Bau acem, coba yang ini" Mendekatkan bibirnya ke pipi Hizam, dan reflek di tolak dengan Hizam menjauhkan kepalanya, membuang muka menghindari kecupan Banu.

"Wah, kenapa tidak mau di sayang Bapak niih?" Dengan rasa tak bersalahnya Banu masih saja menggoda Hizam.

"Ashar dulu gih sekalian mandi. Ada yang mau ibu tanyakan" Rena beranjak pergi membawa anaknya menuju ke kamar untuk memakaikan baju.

Sesampainya di kamar Hizam, Rena mencoba untuk mendekati anaknya.

"Waahh ini baju sapiderman yang Hizam ingin pakai" Rena menunjukan baju berwarna merah terang itu kepada Hizam, berharap bocah gembul itu ceria kembali.

Dan benar saja, Hizam langsung sumringah.

"Waah spidelmana sepelti ini bu" Mengacunglan tiga jarinya mengikuti yang ada di gambar.

"Hizam hebat ya" Katanya sambil mengoleskan minyak kayuputih ke seluruh badan anaknya.

"Hizam masih takut sama bapak? " Tanyanya pelan.

Dan yang ditanya hanya menganggukan kepala dan merubah ekspresi wajahnya.

"Bapak tadi tidak sengaja memukul om yang datang, ibu sudah bilang sama bapak. kalau om itu baik, dan bapak juga mau meminta maaf, jadi Hizam sudah tidak boleh takut lagi ya? " Bujuknya.

Hening

"Nanti kita bilang sama-sama ya ke bapak kalau Hizam tidak mau bapak seperti itu lagi ya?." imbuhnya.

Sementara Hizam masih terdiam, kejadian tadi selalu berputar-putar dan enggan menghilang di dalam memori nya.

"Yuk pakai celana dulu, nanti spiderman nya pergi kalau adek kelamaan" Rena mengalihkan perhatian Hizam. Dan hanya di balas oleh anggukan dan senyuman kecilnya.

Rasanya harus bicara empat mata dengan Bapak nih.

Benar-benar kelewatan.

*********

Maaf terlambat update dikarenakan proses Review yang lama😔😔

Terimakasih sudah sabar menenti🤗

1
Evi Ambon
ya Allah cerita sebagus gini .......
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
Aku mikirnya KB itu singakatan dari Keluarga Berencana,ternyata Kelompok Bermain🤭✌
Wiwit Widiawati: Terima kasih, sudah berkenan singgah di cerita pesona guru KB🤗 selamat membaca, Kak.
Semoga tulisan saya bermanfaat 🤗
total 1 replies
fa_zhra
next
fa_zhra
salam dr pembaca sejati
fa_zhra
semangat kak
fa_zhra
assalamualaikum,,,saya dari purwokerto.salam kenal author.saran nih,kenapa pake inisial ga langsung sebutin aja purwokerto biar sekalian promosi kota kita tercinta.🙏
Istinah Syang Keluarga
alhamdulillah.
Istinah Syang Keluarga
aku 😢😭😭😭 baca ungkapan sholeh pada Banu
Istinah Syang Keluarga
baru bisa baca lagi. zifakianara yg lucu, dan menggemaskan.
Sagitarian
salken bu Rena bu Genti
😍😘🤗
Wiwit Widiawati: salam kenal kak Jen❤️🤗🥰
total 1 replies
sryn387
berasa lagi baca kisah nyata
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
Wiwit Widiawati: Terimakasih kak Pelangi🤗
Bersedia membaca pesona guru KB 😘
50% halu 50% riil.
kalau bonchapnya riil ya
hahahahah
Big love untuk panjenengan😘🤗🤗
total 1 replies
sryn387
owhhh,,,,pantesan hizam sering dititipin di uyutnya,ternyata uti sambung to
Wiwit Widiawati: iya hizam gak punya nenek dari ibu nya🤧🤧
total 1 replies
Eny Imam
👍👍👍👍💝💝💝💝
Yayuk Bunda Idza
bonchapnya kerenn..
Wiwit Widiawati: Terimakasih kak yayuk🤗🤗
sehat-sehat yaa
total 1 replies
Indah Miftakul J
Mb wiwit belum bisa move on mantai kmren y sampe mendoannya juga ikut nongol wkwkkwkwk
Wiwit Widiawati: Itu juga pantainya asli looohh😅😅
sayang caffenya pencahayaannya saat d foto f bagus, apa yang ambil foto ya g pinter ya😅😅😅
total 2 replies
Yayuk Bunda Idza
rasanya tak ingin berakhur, serasa mbaca kisah sendiri, meski agak beda " alhamdulillah suami masih sama., semoga bwrjodoh higga hingga jannah-Nya dan menua bersama"
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁

terima kasih thor....sukses selalu...
Wiwit Widiawati: aamiin, doa terbaik mbak yayuk Dan keluarga😘 salam untuk suami Dan anak-anak yaa🤗🤗
total 1 replies
Eny Imam
makasih thor
Wiwit Widiawati: Terimakasih sudah membersamai Pesona Guru KB hingga akhir🤗🤗
total 2 replies
fans songong tapi sholihah
yaah udah tamat aja bunda,,
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor
Yayuk Bunda Idza
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭.banjir thor
Yayuk Bunda Idza
ya Allah....mungkin kematian itu biasa, tapi dampak dari virus ini yang sangat sangat menyesakkan dada 😥😥😥😥😥😥😥😥😥
Wiwit Widiawati: iya😩😩
di sekitarku banyak yang kena 🤧🤧🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!