Di pundaknya tercatat sejarah selama ribuan tahun.
Cerita masa lalu yang turun - temurun terus diwariskan tidak akan putus oleh yang namanya zaman.
Perjalanan penuh dendam dan lika - liku berakhir dengan sebuah tujuan yang nyata dan jelas.
Kisah seorang pemuda yang akan menantang seluruh dunia setelah mengetahui kebenaran masa lalu.
Sejarah tidak akan hilang dari dunia walaupun banyak orang yang berusaha menutupinya.
Takdir yang saling terhubung dari kisah yang terlupa, perlahan namun pasti serpihan ingatan akan menuntun jalannya untuk menyingkap tabir kebenaran yang disembunyikan.
Pemberitahuan Jadwal Rilis :
Kagutsuchi Nagato : Senin - Minggu.
Love in Jiu War : Senin - Minggu.
Special Forces of Demon Hunter : Minggu, Selasa dan Jumat.
Catatan : Untuk jam tidak menentu up nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 33 - Shinigami Dan Takdir Nagato
Dalam situasi yang dipenuhi keputusasaan para penduduk kota menjauh dari aura intimidasi milik X 2, mereka sadar bahwa yang mereka lakukan hanya akan menambah beban bagi Serlin dan yang lainnya.
Nagato yang berada dalam kondisi kritis, pikirannya melayang jauh ke masa lalu.
Nagato berada di dunia yang begitu gelap, dia berjalan menyusuri jalan yang seperti labirin, ketika dirinya melihat cahaya, Nagato berjalan pelan tapi pasti mengampiri cahaya yang bersinar di tengah kegelapan.
Ketika dirinya semakin dekat dengan cahaya terang itu, mata Nagato melebar ketika melihat sosok makhluk yang tak lain adalah Sang Kutukan Kuno Dewa Kematian Shinigami atau lebih di kenal dengan Sang Pembawa Kematian.
Tatapan mata Shinigami dan Nagato bertemu satu sama lain.
"Bocah! Apa kau tidak takut denganku?" Shinigami bertanya kepada Nagato yang menatap dirinya.
"Takut? Aku tidak takut denganmu .. makhluk jelek!" jawab Nagato sambil melangkah pelan mendekati Shinigami itu.
"Bocah tengik! Biar kuingatkan satu hal padamu, kau itu tidak pantas mendapatkan seorang teman!" Shinigami menjulurkan lidahnya yang panjang untuk membuat Nagato takut.
"Apa maksudmu?" jawab Nagato singkat.
"Takdir bagi seorang yang terkena kutukan ini adalah menjadi seorang yang pendendam atau hanya dimanfaatkan oleh orang yang lebih kuat darimu setelah itu kau mati!" Shinigami seakan ingin memperlihatkan gambaran masa depan yang suram pada Nagato.
"Kau akan mengetahuinya suatu saat, tapi akan menjadi hal yang menarik jika kau mempunyai seorang teman, karena jika kau disakiti atau kehilangan salah satu teman yang berharga bagimu, maka saat itu juga kau akan menjadi seorang pendendam yang sesungguhnya!" Shinigami mendekatkan wajahnya pada Nagato untuk memperingatkannya.
"Kau juga tidak sadar bahwa ada dirimu yang lainnya, bukan?" Shinigami menunjuk pemuda yang tak lain adalah Nagato namun pemuda itu diikat dengan rantai dan disekujur tubuhnya tertusuk trisula, belati, golok, pedang, dan keris.
"Itu ... aku?" Nagato terkejut melihat dirinya yang lain.
"Sejak awal dirimu ada dua hanya saja kau tumbuh menjadi anak yang baik berkat kedua orang tuamu, dan sekarang kedua orang tuamu telah tiada, kau selalu mencoba untuk tetap tegar dengan alasan karena kau selalu mengingat perkataan ibumu atau ayahmu." Shinigami mencoba membuat Nagato mengingat kebenciannya.
"Secara tidak sadar terkadang emosimu tidak stabil, terkadang kau menjadi orang yang ramah namun disaat yang bersamaan kau juga terkadang menjadi orang yang dingin." Shinigami tersenyum lepas dihadapan Nagato.
"A-Aku ... " Nagato menelan ludahnya, jika mengingat kembali kebelakang terkadang Nagato merasa ada yang aneh dengan dirinya.
"Ingat perkataanku ini, kau mungkin sekarang sedikit tertarik pada dua bocah itu, kau harus ingat sifat manusia akan berubah seiring berjalannya waktu dan kau akan menyesal karena telah melupakan kebencianmu dan memilih menikmati kedamaian kecil bersama teman - teman ilusimu itu." Tangan Shinigami hendak menyentuh kepala Nagato namun Nagato menepis dengan tangan kanannya.
"Berisik!" Nagato menepis tangan Shinigami.
"Kau terlalu baik seperti ayahmu, menolong orang yang baru dirimu kenal, apa kau tidak sadar bahwa dirimu itu terlalu naif, bocah!" Shinigami menatap Nagato dan mendekatkan wajahnya untuk menakuti Nagato.
"Jangan pernah mencari seorang teman, jangan pernah percaya pada siapapun, dan jangan terlalu baik menjadi manusia!" Shinigami seperti ingin memberi sugesti pada Nagato.
"Jika kau terlalu percaya pada seseorang, apa yang akan kau lakukan? Jika orang yang kau percayai itu mengkhianatimu, jika aku menjadi dirimu maka akan kubunuh orang itu." Shinigami terus berbicara Nagato.
"Berisik ... " Nagato mulai kesal dengan Roh Kutukan Kuno dihadapannya.
"Jangan terlalu baik pada seseorang, jangan terlalu percaya perkataan seseorang, apa yang akan kau lakukan jika seseorang yang kau percayai menusukmu dari depan dan belakang, badanmu dan punggungmu." Shinigami menatap dingin Nagato.
"Hah? Apa maksudmu?" Nagato tidak mengerti maksud perkataan Shinigami.
"Manusia sepertimu menolong seseorang? Kau tidak pantas berbuat seperti itu, kau adalah seorang pendendam, ingat kebencianmu terhadap orang yang membunuh kedua orang tuamu!" Shinigami kembali mendekatkan wajahnya pada Nagato.
"Kau tidak berhak mengatur kehidupanku, karena ini adalah hidupku!" Nagato balas menatap Shinigami seolah - olah dia tidak takut dengan makhluk yang mengerikan itu.
"Tanpa kau ingatkan pun aku akan membunuh orang itu dengan tanganku sendiri!" Nagato kembali mengingat Kazan namun bagian dirinya merasa ada yang hilang karena kebenciannya kali ini berbeda dengan yang biasa dia rasakan, seolah - olah semenjak Nagato bertemu dengan Litha, Chiaki dan Chaika kemudian setelah itu dirinya bertemu dengan Iris, Tika dan Hika. Semenjak Nagato bertemu mereka terkadang muncul pertanyaan dibenaknya.
"Apakah aku pantas memiliki seorang teman?"
"Apakah aku pantas menjadi teman mereka?"
Kebencian yang menganga perlahan menghilang secara perlahan sehingga Nagato merasa ada yang salah dengan dirinya.
"Jadi itu adalah diriku yang lainnya." Nagato menatap dirinya yang diikat dengan rantai, tatapan matanya memandang sekelilingnya dengan tatapan dingin dan penuh kebencian.
"Kau tidak akan sadar jika kebencianmu itu mulai memudar." batin Shinigami yang melihat reaksi Nagato ketika merasa ada yang salah dengan dirinya.
Ketika Nagato mengenal Litha, Iris maupun yang lainnya, dirinya perlahan mulai melupakan kebenciannya pada Kazan sehingga Nagato menjadi merasa ada yang salah dirinya.
Shinigami hanya tersenyum lebar melihat anak muda didepannya itu, kali ini dirinya berhasil membuat kontak dengan Nagato, jika suatu saat anak muda yang menjadi wadahnya tidak bisa mengendalikan amarahnya, maka Shinigami akan dengan mudah untuk mempengaruhi Nagato.
"Sekarang hanya kau yang bisa melihatku, bocah!" batin Shinigami, karena kali ini dia akan menjadi makhluk yang tembus pandang dan yang bisa melihat dirinya tak lain adalah anak yang terkena kutukan kuno itu sendiri yaitu Nagato.
Shinigami juga bisa memperlihatkan dirinya pada manusia yang lain namun hanya yang dikehendakinya saja.
Shingami memperlihatkan pada Nagato apa yang sedang terjadi diluar sana ketika dirinya dalam kondisi kritis.
Nagato terkejut melihat para penduduk kota yang terlihat putus asa bahkan dirinya melihat Serlin dan yang lainnya menangis, namun entah mengapa mereka seolah - olah menangisi dirinya.
"Apa aku sudah mati? Katakan padaku, bagaimana caranya agar aku bisa kembali?" Nagato merasa bahwa dirinya belum mati.
"Baiklah hanya ada satu cara agar kau bisa kembali!" Shinigami mengetahui cara agar Nagato kembali namun resikonya cukup besar karena Nagato harus membiarkan tubuhnya diambil alih oleh Shinigami.
"Biarkan aku yang mengambil alih tubuhmu!" Shinigami memberitahukan caranya pada Nagato.
Nagato menatap Shinigami didepannya selama beberapa saat, dirinya ingin memastikan apakah Roh didepannya itu ingin mencoba membohonginya atau tidak.
"Baiklah." Nagato membulatkan tekadnya karena dia merasa inilah satu - satunya cara agar dirinya bisa kembali.
"Biar kujelaskan tentang kondisi tubuhmu sekarang, tulang tangan kirimu patah menjadi dua bahkan tangan kirimu membentuk segitiga karena tulangmu yang telah patah itu!" Shinigami menjelaskan kondisi tubuh Nagato.
Nagato terkejut karena dirinya tidak menyangka akan terluka separah itu.
"Tulang rusukmu juga patah sebagian dan tulang kaki kirimu juga patah! Aku akan berusaha agar tidak membuat tubuhmu terluka lebih parah lagi!" Shinigami menambahkan.
"T-Tunggu, kau tidak akan membuat tubuhku lebih hancur lagi, bukan?" Nagato terkejut ketika mendengar penjelasan tentang kondisi tubuhnya.
"Bocah tengik! Tenang saja kau pikir aku akan berbuat sejauh itu!" Shinigami tersenyum tipis namun senyumannya justru terlihat mengerikan.
"Justru karena penampilanmu yang seperti itu membuatku menjadi tak percaya! Tapi sekarang aku percaya padamu, bagaimana pun kau juga bagian dari diriku!" Nagato mempasrahkan tubuhnya pada Shinigami.
Shinigami sendiri juga terkejut karena selama ribuan tahun jika ada manusia yang terkena kutukan kuno, mereka akan takut melihat wujudnya tetapi dihadapannya sekarang, seorang pemuda yang bahkan baru berumur lima tahun sama sekali tidak takut terhadapnya.
"Tidak kusangka, kau tidak takut terhadapku .. Eh?" ketika Shinigami kagum dengan Nagato, karena pemuda itu tidak takut melihat wujudnya, namun semua itu sirna dalam sekejap ketika melihat badan Nagato yang gemetar ketakutan namun pemuda itu berusaha untuk tetap terlihat kuat dan tenang.
"Ulurkan tanganmu!" Shinigami tidak mau menunggu lebih lama lagi karena dirinya tidak menyangka akan bertemu dengan seorang anak manusia yang terkena kutukan kuno yang semenarik ini.
Nagato mengulurkan tangannya, ketika tangannya dan tangan Shinigami bersentuhan, wujud Shinigami menghilang secara perlahan, aura hitam pekat menyebar disekeliling Nagato.
"Aku akan memperlihatkan sebuah ilusi padamu!" Shinigami yang telah masuk kedalam tubuh Nagato seperti berbicara sendiri, namun Nagato mendengar suara Shinigami dan bisa melihat pemandangan didepan matanya, tetapi dirinya terasa begitu lelah dan merasakan sakit yang luar biasa.
Dalam sekejap Nagato berada di sebuah taman yang terlihat begitu indah, namun dalam sekejap seluruh makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan mati karena terkena aura hitam pekat yang menyebar dari dalam dirinya.
Dan tak lama dirinya melihat tatapan manusia disekitarnya seperti menjaga jarak darinya, tatapan yang tidak menerima kehadirannya.
Ketika Nagato ingin berteriak dan menangis, muncul lima orang yang menusuk dirinya dengan senjata seperti trisula, belati, golok, pedang, dan keris.
Namun anehnya Nagato tidak merasakan sakit sedikitpun ketika tubuhnya ditusuk oleh senjata itu, justru aura hitam pekat dan kebencian didalam hatinya menghilang secara perlahan.
"Bagaimana? Itulah takdirmu yang akan menjadi seorang pendendam!" Shinigami berbicara pada Nagato yang berada di alam bawah sadarnya sendiri.
Tetapi bagi Shinigami itu bukanlah masalah untuk dirinya, jika Nagato memiliki seorang teman itu justru akan membuatnya menjadi pendendam yang sesungguhnya karena Nagato tidak pantas memiliki seorang teman yang munafik, sok baik, dan pengkhianat, ketika Nagato sudah merasakan pengkhianatan maka Shinigami akan mengembalikan serpihan kebencian yang ada didalam hati Nagato.
Sehingga Nagato bisa merasakan kebencian yang telah lama dia pendam bahkan jika perlu Shinigami membebaskan bagian diri Nagato yang lainnya agar pemuda itu kembali merasakan kebencian sepenuhnya.
"Jika anak ini akan memiliki teman yang seperti itu, maka saat itu juga dia akan sadar! Bahwa dimanapun dia berada, dirinya akan dikelilingi manusia yang memiliki sifat seperti iblis!" batin Shinigami.
"Bocah! Kau memiliki potensi untuk menjadi seorang raja, aku akan menunggumu hingga kau benar - benar matang! Maka pada saat itu sesuai catatan takdir aku akan mengambil alih tubuhmu!" Shinigami berbicara pada Nagato.
Nagato yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya, karena dirinya merasakan sakit yang luar biasa menahan rasa nyeri dari tubuhnya sendiri.
Mata Nagato terbuka secara perlahan, namun sebenarnya itu adalah Shinigami yang mengendalikan tubuh Nagato.
"Ini! Bagaiman bisa dia terluka separah ini." gumam Shinigami pelan karena melihat tangan kiri Nagato yang telah patah.
"Bocah tengik ini masih kecil, jika dia terluka lebih parah bukan tidak mungkin seumur hidupnya dia hanya akan menjadi manusia cacat!" raut wajah Shinigami terlihat serius, Serlin dan yang lainnya terkejut melihat Nagato telah sadar namun itu bukanlah Nagato yang sebenarnya.
"Ini akan menjadi hal yang memalukan! Kekuatan kuno akan menjadi percuma jika bocah ini cacat!" gumam Shinigami sambil mengerutkan wajahnya dan menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Aku tidak merasakan sakit sama sekali!" Shinigami meremas tangan kanannya kemudian mengepalkan tangan kanannya dengan erat.
Shinigami memejamkan matanya, seketika pecahan bata besar disekelilingnya terjatuh.
Semua orang yang berada di alun - alun tengah kota terkejut karena melihat Nagato telah sadar dan kembali.
Nagato telah kembali, namun kali ini Shinigami yang mengambil alih tubuhnya, dan pertempuran antara Shinigami melawan manusia buas X 2 akan segera dimulai.
..
yang nener aja lu thor,, 5th dah kek remaja perlakuan lawan jenis.. buset dah..
yg lo tulis dichapter trakhir LTI lo dikarantina thor, gw ikutin ig sma fb lu, ternyata lu masih 20 thn. Gw berharap lu comeback. Gw kadang mikir setiap MC dri karya yg lo buat ini gk ada satupun menceritakan kebahagiaan MC sama ortu/org disekitarna..
MC mencoba bundir punya sisi gelap
apapun itu pokokna gw pngin lo lekas smbuh tor, banyak yg menanti karyamu
abaikan cacian yg ngatain lo bundir ape terkena corona
lo ngga sendiri tor
yg udah ditulis duluan itu aja yang di selesaikan dulu cerita x😔
gimana ceritanya hizen saudaraan ma pandu.yamata hizen dan kagutsuci pandu.apakah mereka beda ibu atau gimana???🙏