~Novel ini masih tahap revisi. Mohon maaf jika masih banyak tipo dan kepenulisan yang tidak sesuai kaidah kepenulisan dan PEUBI, terlebih di seperempat bab awal.~
Rania gadis cantik yang berprofesi sebagai guru SD bertemu dengan Kanaya anak kecil si periang yang memiliki magnet tersendiri, membuatnya begitu nyaman bersama kanaya dan begitupun sebaliknya.
Tanpa diketahui Rania, Kanaya adalah anak dari Leo dan Ayu sang kekasih yang menghianatinya dengan sahabatnya sendiri. Kanaya yang merindukan sosok seorang ibu dan terlanjur jatuh hati pada sang guru bertekad menjodohkan Rania dengan sang Papa, sesuai amanah ibunya untuk menyatukan kembali cinta Papa Leo dengan sahabatnya.
Namun, Rania sudah terlanjur sakit hati dengan pengkhianatan Leo dan Ayu yang membuatnya begitu terpuruk. Akankah Rania menerima Leo kembali setelah ia mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunga Misterius
Tampak seorang kurir sedang berdiri di depan pintu kediaman Rania, tak selang berapa lama Dewi pun membuka pintu.
"Maaf apa benar ini alamat rumah atas nama Rania Anindita?" Setelah Dewi mengiyakan si kurir memberikan paket bunga untuk Rania kepada Dewi.
So sweet banget kak Leo, pake kirim bunga segala. Makin nempel aja tuch orang kayak lem korea.
Dewi beranjak ke kamar atas memberikan bucket bunga pada kakaknya.
"Ini ada bucket bunga kak!!!" Dewi menyodorkan bucketnya, "Makin hari makin sweet aja kelakuan bapa anak satu itu," ujar Dewi.
"Sirik aja jadi orang, mau?? minta sana sama pacarnya juga," Rania mengambil bucket bunga terus mendorong adiknya keluar kamar.
Bukannya berterimakasih, Dewi malah diledek diusir pula oleh Rania membuatnya bersungut-sungut tak jelas.
"Terima kasih adikku sayang!!!" terdengar suara Rania setengah meledek dari dalam kamar, yang mendengar omelan tak berguna adiknya.
Bucket bunga mawar putih yang sangat cantik, dengan secarik kertas bertulisan "Bunga yang cantik teruntuk tuan puteri yang cantik pula." Rania langsung tersanjung dibuatnya. Di ambilnya ponsel yang tergeletak di atas kasur lalu Rania mengirim sebuah pesan singkat.
✉️ Rania
Mak kasih bunganya aku suka banget ... jadi makin cinta aja, Love You 😍😍😍.
Pesan Rania terkirim dan langsung centang biru. Si empu yang dikirim pesan malah bingung sendiri.
✉️Leo
Maksudnya?? Bunga yang mana??
Rania jadi gemas sendiri dengan balasan pesan Leo yang pura-pura tak mengerti. Cekrek ... Rania memotret bucket bunganya dan tring ... foto tersebut terkirim kepada Leo.
Suara pintu diketuk terdengar lagi dari arah depan.
"Ada tamu, buka pintunya sana!!" perintah Dewi kepada Rania yang sedang menonton drakor kesayangannya.
"Ade aja lagi tanggung nich ...."
"Ogah!" jawab Dewi lagi.
Setelah drama saling suruh menyuruh, akhirnya Rania mengalah. Lebih baik membuka pintu daripada harus terus berdebat dengan sang adik. Toh cuma pintu doang gam tu the pang alias gampang, pikirnya.
Rania membuka pintu dan langsung dikejutkan oleh pekikan Kanaya, "Kejutan...." ucapnya sambil melentangkan kedua tangannya ingin memeluk Rania.
Leo memberitahu Rania kalau Kanaya ingin bermain ke rumah Rania tuk bermain dengan Dewi. Dewi yang mendengar namanya disebut langsung menghampiri ke depan. Sedangkan Kanaya yang mendengar penuturan Papanya langsung mendelik kesal.
Flashback on **
Leo menerima foto sebuah bucket bunga mawar putih, dia langsung berlari ke ruang keluarga manghampiri Kanaya yang sedang belajar menggambar.
"Aya katanya mo maen bersama tante Dewi sambil liatin alat make up barbie yang kamu beli kemarin?" tanya Leo kepada anaknya.
Kanaya yang sedang asyik menggambar menjawab dengan entengnya lain waktu saja. Namun, Leo bersikukuh mengajak Kanaya pergi saat itu juga. Dengan enggan Kanaya menurut, dia membawa seabreg boneka barbie beserta alat makeupnya.
Tak lupa Leo mampir di toko bunga
membeli mawar putih bunga favorit si pujaan hati.
Flashback off **
Hahh?? Gak kebalik?, Kanaya mendelik kesal kepada sang Papa. Leo yang melihat tatapan tak bersahabat mengedipkan sebelah matanya mengajak Kanaya berkompromi dengan isyarat.
Tadi bunganya sekaranh orangnya, kenapa gak sekalian aja?? Ribet amat hidup mereka. pikir Dewi.
"Kasian banget sich kamu Ya, di jadiin tumbal sama orang-orang bucin. Sini maen sama Tante!!" Dewi menarik Kanaya bermain di lantai atas.
Selepas kepergian Keduanya, Leo memberikan sebucket bunga yang tadi ia sembunyikan di balik punggungnya.
"Bunga lagi?? So sweet ...." tutur Rania sambil mengambil bunga dari tangan Leo tapi tak berhasil, bunganya diangkat meninggi oleh Leo.
"Bunga yang tadi mana??" tanya Leo.
"Ada di kamar."
"Ambil dulu baru aku kasih yang ini!!" jawab Leo datar.
Dengan malas Rania mengambilnya,
"ini ...." Rania memberikan bunga pertama di gantikan bunga yang baru oleh Leo. Sedangkan bunga tadi langsung di buang ke tong sampah oleh Leo.
Cape-cape ngambil ke atas, ujung-ujung nya dibuang. Ngapain ngasih kalau hanya untuk di buang?? rutuk Kanaya dengan bibir mengerucut.
"Salah sendiri ngapain nerima bunga dari orang lain? Siapa yang ngasih kamu bunga?" Leo bertanya kesal.
Rania yang berpikir bunga itu dari Leo malah tertawa masam, "Siapa lagi kalau bukan dari kamu, gak jelas banget sich marah-marah gak jelas !!!!" rutuk Rania
Leo yang merasa tak mengirimkan Rania bunga, semakin merasa kesal. Dan berpendapat bahwa Rania sedang dekat dengan lelaki selain dirinya.
"Siapa orang yang lagi deket sama kamu?" tanyanya.
Dengan enteng Rania menjawab, " Ya kamu siapa lagi??" Rania menyadari Leo benar-benar tidak mengirim apapun sebelum Leo sendiri yang datang ke hadapannya.
"Jadi bener kamu gak ngirim aku bunga?" tanya Rania meyakinkan, Leo hanya mengangguk pasti.
Ya ampun sumpah demi apapun Rania salah kira, Lalu bunga itu dari Siapa? Pikirannya mulai berkelana.
"Maaf aku kira itu dari kamu, makanya aku langsung chat kamu. Kenapa juga gak bilang dari awal kalau itu bukan dari kamu, gak usah pake drama dulu aku kan gak ngerti kalau gak dijelasin." sesal plus kesal jadi satu.
"Iya aku maafin, Lain kali jangan terima apapun selain dariku." tandasnya penuh penekanan.
"Iya, siapa juga yang mau nerima barang dari orang lain?" rutuk Rania sambil cemberut.
"Jangan cemberut nanti kegoda imanku liat bibirmu yang tambah sexy kalau lagi manyun."
Leo si posesif dan si raja gombal udah terlahir lagi. Ya ampun, masih sempat-sempatnya dia menggombal di waktu kayak gini.
Kedatangan Leo berakhir dengan acara makan malam bersama keluarga Rania.