NovelToon NovelToon
Kesayangan Tuan Muda Rayyen

Kesayangan Tuan Muda Rayyen

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:235.8k
Nilai: 5
Nama Author: rheny

Jangan Plagiat!!

👍 Berfikirlah dengan kemampuanmu sendiri.



Tujuh tahun berlalu..
dan mereka di pertemukan kembali dan menjalin kasih sayang.
Namun sangat di sayangkan kisah cinta mereka tidak seindah yang mereka bayangkan kehadiran seseorang di masa lalu.
Membuat sang Tuan Muda dilema dan frustasi.
Apakah dia akan mempertahankan hubungannya?
Atau akan kembali dengan cinta masa kecilnya?
Ikuti kisahnya.

Season 2

Menceritakan tentang anak-anak mereka dan juga kisah cinta mereka.
Rava seorang pria tampan dan dingin juga kejam,jatuh cinta kepada gadis cantik yaitu Angel.
Setiap Angel mendapat masalah Rava selalu ada untuknya.

"Aku tidak meminta bantuanmu,"ucap Angel,memalingkan wajahnya.

"Mungkin kita berjodoh,"ucap Rava dengan entengnya.

Dan bagaimana dengan kisah Kenan yang selalu di buat kesal oleh cleaning servisnya karena selalu membuat masalah baginya.

"Prita..kau ceroboh sekali,"kesal Kenan.

"Maafkan saya Tuan,"Prita menundukkan kepalanya.

Akankah mereka saling jatuh cinta?

Begitu juga bagaimana dengan kisah cinta Aquila,Thalia dan juga Christian.

Ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rheny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peraturan Konyol

Rayyen pun berjalan dia mencari perawat agar membawakan kursi roda untuk Tresya,lalu di koridor pun Rayyen bertemu dengan perawat dan dia mengatakan kepada perawat.Tak butuh waktu lama perawat tersebut pun membawa apa yang di butuhkan Rayyen.

Rayyen kembali dengan mendorong kursi roda untuk Tresya,Rayyen pun masuk ke dalam sedangkan Tresya sedang duduk menunggu Rayyen.Rayyen tersenyum kepada Tresya lalu dia membawa kursi roda,saat Tresya akan turun dari ranjangnya Rayyen pun menahannya.

"Tunggu,kau diam dan tunggu aku," ucap Rayyen.Dia pun menggedong Tresya.

"Eh..Apa yang kau lakukan Rayy," Tresya pun kaget dengan Rayyen.

Tresya menatap mata Rayyen begitu juga dengan Rayyen keduanya cukup lama terdiam dan jarak wajah mereka pun tidak terlalu jauh.Tak pernah terduga akan ada hal semacam ini,pintu kamar Tresya pun di buka lalu ada seseorang yang tidak sengaja masuk dan melihat hal itu.

Kriettttt

Dia pun terdiam,melihat hal seperti itu,lalu keduanya pun tersadar,Tresya memalingkan wajahnya karena malu dan memerah.Sedangkan Rayyen mendudukkan Tresya di kursi roda.

"Ekh..Maaf aku tidak melihat apapun,aku akan keluar," ucapnya.

"Amel....." panggil Rayyen dingin.

Dokter Amel pun menghentikan langkah kakinya,sepertinya dia benar-benar penggangu bagi Rayyen.Dokter Amel membalikkan badannya dan tersenyum canggung pada Rayyen.

"Hehe,kenapa Rayy?" ucap Dokter Amel dengan wajah polosnya.

"Apa pintunya rusak,sampai kau menerobos masuk?" tanya Rayyen menatap tajam Amel.

Amel bukannya takut tapi dia malah menatap tajam."Kau fikir ini rumahmu,ini rumah sakit jadi dokter atau perawat pun bisa masuk,"

Tresya yang melihat hal seperti itu pun melerainya."Sudahlah,jangan bertengkar lagi.Betul apa yang di katakan Dokter Amel ini rumah sakit,Dokter atau perawat pun bisa masuk,"

Rayyen berdecak kesal." Ck sudahlah ayo kita ke taman saja,membosankan," Rayyen pun mendorong kursi rodanya.

Sementara dokter Amel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya ini,karena biasanya dia tidak akan pernah peduli pada orang lain.

Ditempat lain Ruly sedang memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bisa dia hubungi,dan membuatnya khawatir, seorang wanita paruh baya menghampirinya dan duduk di sampingnya.

"Ada apa Ruly,kenapa kau terlihat sedih?" tanya Nyonya Alice.

Ruly hanya tersenyum kepada ibunya,dia tidak mungkin untuk berkata jujur kepada ibunya kalau dia sedang memikirkan temannya."Tidak apa-apa bu,hanya pekerjaan saja,"

Nyonya Alice sangat tahu tentang sikap anaknya dan dia tidak mudah untuk di bohongi."Katakan pada ibu,mungkin ibu bisa membantumu," sarannya."Apa kau tidak mempercayai ibumu,?"

Ruly pun menarik nafasnya,entah dia harus mengatakannya darimana,Ruly menatap ibunya.

"Aki tidak apa-apa bu!!"

Nyonya Alice pun tersenyum dan membelai lembut kepala Ruly."Baiklah,jika kau tidak ingin mengatakannya ibu tidak akan memaksamu,"

Maaf.batin Ruly

Ruly menganggukkan kepalanya dan memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang.

Maafkan aku ibu pasti kau akan membencinya.Batinnya lagi,dia tidak tahu harus melampiaskan kepada siapa

Lalu datanglah Dara dia menghampiri ibu dan kakaknya."Ibu,kakak.." panggilnya.

"Iya sayang ada apa?" tanya Nyonya Alice,lalu membelai lembut pipi Dara.

"Bu,apakah aku boleh berkunjung ke rumah ibu angkatku?" tanya Dara ragu.

Nyonya Alice pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya,berbeda dengan Ruly dia hanya acuh tak acuh saja.

Kak Ruly,tidak pernah peduli padaku,pasti gara-gara dia.batin Dara

"Terima kasih ibu," Dara memeluk ibunya,lalu beralih menatap Ruly."Kakak,pekerjaanmu banyak sekalinya.Bagaimana kalau aku membuatkanmu teh hangat," tawar Dara.

"Tidak," ucap Ruly dengan entengnya dan melangkah pergi.

Nyonya Alice hanya menatap putranya yang semakin menjauh.Dia tidak mengerti kenapa Ruly begitu dingin terhadap adiknya sendiri.

Sial. batinya

"Ibu,apakah kak Ruly marah kepadaku?" Dara memasang wajah polosnya.Air matanya pun mulai menetes.

Nyonya Alice pun tidak tega melihat putrinya yang selalu bersedih,karena Ruly semakin menjauh darinya.

"Sudahlah kau jangan sedih,mungkin kakakmu banyak pekerjaan," Nyonya Alice memeluk Dara

Dara hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja.

Kak Ruly lihat saja aku pasti akan membuatmu bertulut di hadapanku. batinya lagi.

Setelah merasa puas kini Tresya dan Rayyen pun kembali masuk ke dalam ruangan Tresya,lalu dia pun menggendong Tresya dan dia pun bersandar pada bibir ranjang.

"Aku akan membersihkan tubuhku dulu,kau tunggu di sini,jika ada apa-apa kabari aku," ucap Rayyen mengacak-acak rambut Tresya.

Tresya menganggukkan kepalanya,setelah Rayyen pergi ke kamar mandi.Pintu ruangan pun di buka oleh seseorang dan masuk ke dalam untuk melihatnya.

"Tresya apa kau sudah membaik?" tanyanya.

"Aku sudah lebih baik Dok Amel,Kapan aku bisa pulang?" tanya Tresya.

Dokter Amel melipat tangannya di dada seolah dia sedang memikirkan sesuatu.

"Jika kau sudah lebih baik,besok pun kau bisa pulang Tresya," ucap Dokter Amel."Setelah kau pulang jaga kesehatanmu ya," Dokter Amel menepuk bahu Tresya.

"Siap Dokter," ucap Tresya,lalu membeti hormat kepada Dokter Amel.

Dokter Amel melihat ke sekelilingnya seperti ada yang kurang baginya lalu dia pun bertanya pada Tresya."Gunung es kemana,apakah dia sudah pulang?"

Tresya tersenyum manis." maksud Dokter,adalah Tuan Rayyen? Dia sedang di kamar mandi," Tresya pun menanyankan hal lain kepada Dokter Amel."Dokter,apakah kau keluarga Tuan Rayyen?"

Dokter Amel hanya berdecak kesal pada Tresya."Ck kau ini,aku ini teman kuliahnya.Tapi bisa di bilang sih begitu,karena di saat dia sedang susah aku sebagai sahabatnya selalu ada untuknya.Dan di saat dia ingin melupakan.." ucapan Dokter Amel pun terhenti saat ada suara yang begitu familiar.

"Amel,untuk apa kau ke sini?" kening Rayyen mengerut.

"Haah,kau ini malah bertanya.Apa kau tidak melihat siapa aku?" ketus Dokter Amel.

"Heh!! Itu tidak penting bagiku,kau sudah memeriksanya? Sekarang kau boleh keluar," titah Rayyen.

"Rayy,aku masih ingin mendengar cerita dari Dokter Amel," cegah Tresya."Aku mohon,jangan usir dia ya!!" Tresya memasang wajah polosnya.

"Kau selalu saja seperti itu,baiklah kau boleh berbicara dengannya tapi..." belum selesai Rayyen mengucapkannya,Tresya sudah memotongnya lebih dulu.

"Benarkah terima kasih Rayy," ucap Tresya berbinar-binar

"Ehm..Siapa bilang aku mengizinkanmu untuk berbicara dengannya," Rayyen melipat tangannya di dada.

Tresya menatap tajam Rayyen." Apa maksudmu Rayy?"

"Jika kau ingin berbicara dengannya,besok rumah sakit ini tutup saja,karena tidak ada Dokter dan perawat," ancam Rayyen.

Dokter Amel memukul lengan Rayyen karena kesal,peraturan konyol yang menyebalkan yang membuatnya marah.

Plattkk!!!

"Amel sakit,apa yang kau lakukan!!"

"Seharusnya aku bertanya kepada kau,peraturan konyol macam apa ini,menyebalkan.Tresya kau urus gunung es ini buat dia bertekuk lutut kepadamu,agar tidak membuat peraturan konyol lagi,"Dokter Amel pun pergi meninggalkan Tresya dan Rayyen.

Tresya hanya melamun melihat tingkah Dokter Amel yang seperti itu,lalu Rayyen pun menjentikkan jarinya.

Ctakkk!!!!

Tresya pun menoleh kepada Rayyen dia hanya menatapnya saja,dan Rayyen pun bertanya kepadanya."Sudahlah kau tidak perlu memikirkan dia,aku dan dia sudah seperti keluargaku,"

"Oh..Baiklah,"

"Lebih baik kau tidur,dan besok kita akan pulang bukan?"

"Iya Rayy,".

Lalu Tresya pun mulai memejamkan matanya secara perlahan-lahan,namun terlelap juga,Rayyen selalu setia di samping Tresya dia mengusap lembut kepalanya.Dan Rayyen pun pindah ke sofa lalu dia berbaring dan memejamkan matanya.

Bersambung

1
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
Akuu mampirr kakkkk,,
Mommy Gyo
hadir lagi thor
Mommy Gyo
3 like hadir thor
Mommy Gyo
3 like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
IG: Saya_Muchu
Pasti sakitlah di permalukan di halayak.banyak
Noer Row_ling
semangat terus author terlove ❤️
Noer Row_ling
Syaheera hadir...

Semangat dan sukses selalu ❤️
Noer Row_ling
semangat terus author terlove ❤️
Noer Row_ling
like ❤️
Noer Row_ling
like ❤️ sukses selalu ❤️
IG: Saya_Muchu
Lanjut thor semangat update ya!!!
IG: Saya_Muchu

semangat update ya!!!
Noer Row_ling
like ❤️ sukses selalu ❤️
Ress
singa jantan 😀😀😀
Ress
usir aja tuh sarahnya nyebelin
Ress
keren kak ceritanya
Virgovie
visualx donk thooorrr
Virgovie
visualx donk thorr visualnyaaa
Virgovie
visualx thoorrr
Virgovie
ruly kkax tresya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!