NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Di bawah pohon besar, Mingyu berdiri sembari menatap pedesaan yang tak jauh di depannya, akhirnya dia bisa melewati hutan larangan dalam waktu tiga hari tanpa terluka sedikitpun, dan selama berada di dalam hutan, Mingyu hanya bertemu dengan hewan buas, seperti harimau, macan dan ular saja, hewan yang sudah biasa Mingyu hadapi di kehidupan pertamanya, dia sama sekali tidak bertemu dengan makhluk penghisap darah seperti rumor yang beredar.

''Saatnya melakukan cara kedua'' gumamnya.

Mingyu celingak celinguk mencari sesuatu, lalu tatapannya tertuju pada dahan pohon yang patah, lalu dia memotong rantingnya yang agak panjang

Setelah itu Mingyu memukul kedua lengan tangannya secara bergantian sampai sedikit mengeluarkan darah, tak cukup di situ saja, Mingyu juga memukul kedua kakinya hingga sama sama berdarah.

''Ugh'' ringis Mingyu saat menyentuh bekas pukulannya.

''Lumayan perih juga'' gumamnya.

''Sekarang, bagian wajah'' Mingyu beberapa kali membenturkan kepalanya ke pohon, membuat darah segar merembes di dahinya.

''Sepertinya begini sudah cukup'' tukasnya melihat darah di tangannya setelah menyentuh dahinya.

Setelah itu Mingyu berjalan ke arah desa yang tak jauh di depannya dengan penuh keyakinan, Mingyu sengaja melukai dirinya sendiri, agar penduduk kerajaan timur tidak curiga kalau dirinya berasal dari wilayah kekaisaran, Mingyu berencana membuat drama, seakan akan dirinya kabur dari rumah karna mengalami kekerasan rumah tangga.

Saat jarak pedesaan di depannya sudah semakin dekat, Mingyu sedikit berlari kecil menghampiri seorang wanita paruh baya yang sedang menyapu di halaman rumahnya.

''Bibi, tolong saya''

Brukk

Wanita paruh baya itu terkejut melihat seorang wanita tiba tiba pingsan di depannya, lalu dia reflek membuang sapu lidi yang di genggamnya, dan segera menghampiri wanita yang jatuh pingsan itu.

''Nona, bangun'' wanita paruh baya itu menggoyangkan badan Mingyu yang pura pura pingsan.

''Ya Tuhan, wanita ini kenapa bisa di penuhi luka?'' gumamnya saat tak sengaja membuka lengan baju Mingyu.

''Qin Yu,, Qin Yu!!'' teriak wanita paruh baya itu.

''Ibu, ada apa?'' sahut seorang pria muda yang baru keluar dari dalam rumah dengan langkah tergesa gesa menghampiri Ibunya

''Ibu, dia siapa?'' tanya Qin Yu.

''Ibu tidak tahu, cepat bawa dia masuk'' perintahnya.

Qin Yu awalnya ragu, namun melihat tatapan khawatir dari sang Ibu, dia mau tak mau mengangkat Mingyu dan membawanya masuk.

Mingyu yang hanya pura pura pingsan, diam diam membuka sedikit matanya, dan seketika dia di buat terkesima oleh ketampanan pria yang membopongnya.

"Astaga, tampan sekali pria bernama Qin Yu ini" batin Mingyu, mungkin karna kelelahan setelah menyusuri hutan larangan selama tiga hari, saat Qin Yu merebahkan tubuh Mingyu di atas rajang, Mingyu langsung terlelap begitu saja.

"Cepat, ambilkan ibu air dan kain'' perintah sang Ibu.

Qin Yu dengan patuh, pergi mengambil air dan kain, dan tak butuh waktu lama Qin Yu kembali dengan membawa baskom kecil berisi air serta kain bersih, lalu dia letakkan di samping Ibunya.

Wanita paruh baya itu dengan hati hati membersihkan luka di dahi Mingyu dengan air, dia juga membersihkan luka di bagian kedua lengan tangan Mingyu.

''Bu, luka di lengan wanita ini seperti bekas cambukan'' ujar Qin Yu yang di angguki oleh Ibunya.

''Mungkinkah dia korban kekerasan'' ujar Qin Yu lagi.

''Mungkin, oh ya, apa kamu tidak pergi ke kerajaan?'' tanya sang Ibu.

''Nanti Bu'' sahut Qin Yu.

Wanita paruh baya itu setelah selesai membersihkan luka luka Mingyu, kini dia membalut luka yang ada di dahi Mingyu.

Larut malam Mingyu baru membuka matanya, dia merasakan lelah di tubuhnya sudah berkurang.

''Nona, anda akhirnya sadar''

Sontak Mingyu terkejut, namun sedetik kemudian Mingyu memukul kepalanya pelan, saat teringat kalau tadi dia pura pura pingsan dan berakhir ketiduran.

"Hampir saja lupa" batinnya.

''Bibi, bibi siapa?'' tanya Mingyu.

Wanita paruh baya itu tersenyum, lalu duduk di tepi ranjang.

''Panggil saja saya Bibi Qin, tadi Nona pingsan di halaman rumah saya'' ucap Bibi Qin.

Mingyu mengangguk anggukkan kepalanya.

''Kalau boleh tahu, nama Nona siapa, terus kenapa anda memiliki banyak luka di tubuh anda?'' tanya Bibi Qin.

Mingyu seketika menundukkan kepalanya, dia berusaha memutar otaknya untuk mengarang cerita agar terlihat sangat meyakinkan, awalnya Mingyu ingin mengatakan kalau dirinya korban dari kekerasan rumah tangga, namun dia teringat bagaimana jika suatu saat wanita di depannya tahu kalau ternyata dirinya anak dari perdana mentri wilayah kekaisaran dan juga istri dari pangeran.

''Bibi maaf, saya tidak ingat" ucap Mingyu menundukkan kepalanya.

Bibi Qin seketika terdiam.

"Sepertinya luka di kepalanya yang membuat wanita ini lupa ingatan" batin Bibi Qin menatap kasihan pada Mingyu.

''Ya sudah, kalau begitu Nona istirahat lagi, oh ya tadi Bibi membuatkan sup ikan, di minum dulu setelah itu Nona istirahat lagi'' ucap Bibi Qin sembari memberikan sup ikan pada Mingyu.

Karna sudah lapar Mingyu langsung meneguknya hingga tandas.

''Bibi, terimakasih'' ucap Mingyu.

''Sama sama, kalau begitu Nona istirahat dulu''

''Iya''

Setelah Bibi Qin keluar dan menutup pintu kamanya, Mingyu seketika menghela nafas lega.

''Sepertinya Bibi Qin percaya'' gumam Mingyu.

Dua hari telah berlalu, Qin Yu yang sudah kembali ke rumah, dia menatap ke arah Mingyu yang duduk sendirian di ayunan.

''Ibu yakin kalau wanita itu lupa ingatan?'' tanya Qin Yu karna entah kenapa dia sedikit was was dengan wanita yang di tolong oleh Ibunya.

''Ibu juga tidak tahu, tapi di lihat dari luka di kepalanya dia tidak mungkin berbohong'' jawab Bibi Qin.

Mingyu yang sedang duduk di ayunan perlahan menoleh, dan melemparkan senyum ke arah sepasang ibu dan anak yang menatap ke arahnya, lalu dengan perlahan turun dari ayunan dan menghampiri mereka.

"Bibi, ini siapa?'' tanya Mingyu.

''Ini putra sulung Bibi, namanya Qin Yu'' jawab Bibi Qin.

Mingyu dengan tersenyum mengulurkan tangannya.

''Salam kenala Tuan Qin, kenalkan nama saya,,'' Mingyu menjeda perkataannya lalu terkekeh pelan, sembari menggaruk garuk dagunya. ''He he he,, maaf, saya lupa nama saya siapa'' ucap Mingyu.

Qin Yu hanya diam sembari menatap kedua mata Mingyu, untuk mencari kebohongan di dalam sana, namun sayangnya Qin Yu tidak menemukannya.

''Kamu benar tidak ingat nama kamu?'' tanya Qin Yu setelah diam beberapa saat.

Mingyu menggelengkan kepalanya. ''Saya tidak ingat, saya sudah mencoba untuk mengingatnya, tapi yang ada kepala saya malah sakit'' ucapnya.

''Ya sudah, tidak usah di paksa, pelan pelan saja'' tukas Qin Yu.

''Iya'' timpal Mingyu.

Bibi Qin yang sedang menata sarapan di atas meja, segera memanggil putranya dan Mingyu.

''Qin Yu, Nona, ayo masuk, sarapan sudah siap!!'' seru Bibi Qin dari dalam.

''Ayo masuk'' ajak Qin Yu.

''Iya''

Qin Yu segera masuk ke dalam rumah, dan Mingyu mengikutinya di belakang.

Di saat pertengahan menikmati sarapan, tiba tiba Bibi Qin bersuara.

''Nona, karna Nona belum ingat dengan nama Nona, bagaimana untuk sementara Nona kami panggil Lu Lu dulu'' ucap Bibi Qin.

Mingyu menganggukkan kepalanya. ''Boleh''

Bibi Qin tersenyum lalu beralih menatap putranya, yang sejak tadi diam diam mencuri pandang ke arah Lu Lu.

''Qin Yu''

''Iya Bu'' sahutnya.

''Apa kamu akan kembali ke kerajaan?'' tanya Bibi Qin.

''Mungkin nanti sore'' jawab Qin Yu.

''Kalau begitu setelah sarapan kamu ajak Lu Lu jalan jalan, biar dia tidak bosan di rumah terus'' perintah Bibi Qin.

''Baik Bu'' timpal Qin Yu.

''Tuan Qin, terimakasih'' ucap Mingyu sembari tersenyum.

Deg

Tiba tiba Qin Yu merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, saat melihat Mingyu tersenyum padanya.

"Kenapa dengan jantungku?" batin Qin Yu.

1
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor
kaylla salsabella
wah... klu tahu istrinya tersenyum pada pria lain Jendral bisa ngamuk
Marsya
hayo istrinya ditaksir cowok lain😉😉😉
Inez Putri
knpa hari ini gak up thuor..
Kusii Yaati
apa mingyu harus menghilang dulu baru kamu akan merasa kehilangan jendral rong?... makan tuh cinta pertama mu 😤
MataPanda?_
terus semangat kak semakin seru😀
Marsya
cinta tanpa disadari lebih menyakitkn disaat org yg dicinta pergi menjauh/Smug//Smug//Smug/
Ai
jangan jangan nanti jemdral rong jadi streees🤣
kaylla salsabella
sebenarnya jendral udah cinta tapi gak sadar...
Murni Dewita
double up thor
Etty Rohaeti
lanjut
Ai
menyesal itu belakangan jendral
Ai
jendral plin plan
tinie
hemm seolah mingyu hilang dan gu nian datang dgn wajah baru nya
Musdalifa Ifa
rasakan itu jendral rong😏😏😏
Marsya
pada kenyataannya sesuatu baru terasa ktika apa yang kita miliki hilang dari pandangan,dan itu yg disbut Penyesalan wahai pangeran Rong/Smug//Smug//Smug/
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Good, Mingyu, Lnjtkn, tinggalkn aja itu Suami Dulhakim, biar Jenderal tau rasa 🤭👍👌
kaylla salsabella
mingyu.... mau Kekaisaran timur dengan cara jatuh ke tebing
Yunita Widiastuti
mingyuuu....ojo balek dolan sing adohhhh
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!