NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Di taman itu, Aruna masih berdiri mematung memikirkan arti simbol yang baru saja dilihatnya. Tiba-tiba terdengar suara yang begitu ia kenal dari belakang punggungnya.

"Nona Evelyne."

Aruna berbalik dan mendapati Putra Mahkota Adrian Valerian berdiri tak jauh di belakangnya.

Aruna menghela napas panjang. "Mengapa semua orang datang mencariku hari ini?" batinnya tak kuasa menahan gelisah.

Adrian hampir saja tersenyum melihat ekspresi gadis itu. "Aku datang karena ada sesuatu yang penting untuk kusampaikan kepadamu."

"Apa itu?" tanya Aruna.

Adrian melangkah mendekat hingga suaranya terdengar begitu jelas dan serius. "Sosok yang mengirimkan ancaman dan pesan-pesan itu kepadamu... bukanlah Duke Harold."

Aruna mengangguk pelan. "Aku pun sudah menyadarinya."

Adrian sedikit mengangkat alisnya tak menyangka gadis itu berpikir sejauh itu. "Kalau begitu, ada satu hal lain yang harus kau ketahui. Orang yang berdiri di balik segala peristiwa ini..." Tatapannya berubah seketika menjadi dingin dan tajam. "...memiliki hubungan yang sangat erat dengan istana."

Jantung Aruna seakan berhenti berdetak seketika. "Istana?"

Adrian mengangguk mantap. "Dan aku pun mulai mencurigai..." Ia menatap mata Aruna dalam-dalam seakan ingin memastikan setiap kata yang diucapkannya tersampaikan dengan benar. "...bahwa orang itu pun mengetahui kemampuan istimewa yang kau miliki."

Aruna menatapnya lekat dengan wajah yang tegang. "Yang Mulia yakin sepenuhnya akan hal itu?"

"Aku tak akan mengatakannya jika belum memiliki dasar yang kuat," jawab Adrian tenang. Ia pun menyodorkan selembar dokumen rahasia kepadanya. "Ini catatan transaksi yang baru saja ditemukan."

Aruna membuka dan membacanya dengan napas tertahan. Terdapat beberapa nama bangsawan yang tak dikenalnya, hingga sepasang matanya mendadak terbelalak saat menyentuh satu nama yang tertulis di bagian atas.

Lord Sebastian Vale.

"Itu tak mungkin..." gumamnya lirih.

Adrian memperhatikan perubahan ekspresi wajah gadis itu. "Kau mengenalnya?"

Aruna buru-buru menggeleng. "Tidak." Namun hatinya berpacu kencang.

[Dalam kisah ini, pria itu adalah salah satu penasihat terdekat Raja. Dialah yang pertama kali mengajukan usulan agar keluarga Ashcroft dihukum sepenuhnya setelah kasus pemberontakan terungkap.]

Aruna menelan ludah dengan susah payah. [Jika pria itu sudah bergerak sejak saat ini... berarti kehancuran keluarga Ashcroft sesungguhnya telah direncanakan jauh sebelum ia datang ke dunia ini, tapi mengapa ia tau kalau aku bukan Evelyne?]

Adrian menyilangkan kedua tangannya di dada. "Aku belum memiliki bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa dialah dalang utamanya. Namun catatan ini membuktikan bahwa seseorang dari lingkaran dalam istana sedang membiayai segala gerak-gerik Duke Harold."

Aruna mengangguk pelan. "Jadi Duke Harold memang hanyalah bidak catur yang dipermainkan orang lain."

"Benar." Adrian menatapnya dalam-dalam. "Dan hal yang paling membuatku penasaran adalah... sejak awal kau seakan sudah mengetahui hal itu."

Aruna terdiam tak mampu menjawab.

Adrian melangkah mendekat, namun suaranya tetap lembut. "Jangan takut. Aku tak akan memaksamu mengungkapkan rahasiamu."

Aruna mendongak bingung. "Mengapa?"

"Sebab aku pun menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun," jawab Adrian sambil tersenyum tipis. "Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang tak ingin dibagikan kepada dunia." Setelah berkata demikian, ia pun melangkah pergi meninggalkan Aruna yang masih berdiri terpaku di tempat.

***

Sore harinya, Aruna kembali ke kediaman Ashcroft. Begitu memasuki ruang kerja ayahnya, ia mendapati ketiga pria itu sedang berkumpul dan berbicara dengan wajah serius.

"Ada apa yang sudah kalian temukan?" tanyanya segera mendekat.

Duke Arthur menoleh kepadanya. "Kami menemukan jejak yang tak terduga."

Adrian Ashcroft membentangkan peta di atas meja kayu dan menunjuk wilayah bagian utara kerajaan. "Di sini, jauh dari pemukiman warga, berdiri sebuah gudang tua yang dulunya milik leluhur Duke Harold."

"Kami menerima kabar bahwa dokumen-dokumen rahasia yang menjadi bukti utuh transaksi itu disembunyikan di tempat tersebut," tambah Cedric.

Mata Aruna seketika berbinar. Ia begitu mengenal tempat itu. Dalam kisah yang dibacanya, gudang itulah tempat disembunyikan segala bukti yang kelak menjadi kunci penyelamatan keluarga Ashcroft namun sayangnya bukti itu tak pernah ditemukan tepat waktu.

"Kalau begitu, kita harus segera mengambilnya!" serunya tak sabar.

Arthur menggeleng. "Belum saatnya."

"Mengapa?"

"Sebab kemungkinan besar tempat itu sudah dijaga ketat maupun dilengkapi jebakan," ujar Arthur cemas.

Cedric pun ikut menambahkan. "Jika kita datang dengan pasukan atau secara terang-terangan, musuh akan segera menyadari bahwa jejak mereka telah diketahui."

Aruna berpikir sejenak lalu menunjuk jalan kecil yang melintasi hutan di belakang bangunan gudang. "Bagaimana jika kita masuk lewat jalan ini? Jalan ini sempit dan tak terlihat dari pintu utama."

Adrian menatap peta dengan saksama. "Jalan itu menembus hutan lebat."

"Justru karena itulah mereka tak akan menyangka seseorang akan datang dari arah itu," ujar Aruna mantap.

Cedric tersenyum tipis memandangnya. "Pemikiran itu masuk akal."

Arthur pun akhirnya mengangguk setelah mempertimbangkan segala hal. "Baiklah. Kita akan menyelidikinya malam ini."

***

Malam pun tiba. Awalnya Aruna dilarang ikut serta, namun ia bersikeras mendesak hingga akhirnya tak ada yang mampu menahannya.

"Aku tahu seluk-beluk tempat itu lebih dari siapa pun," ujarnya memandang wajah ayahnya. "Dengan begitu aku dapat membantu kalian menghindari jebakan yang mungkin terpasang."

Adrian Ashcroft pun ikut membujuk ayahnya. "Biarkan ia ikut, Ayah. Aku akan menjaganya sepenuh hati."

Arthur menghela napas panjang melihat keteguhan hati putrinya. "Baiklah. Namun berjanjilah untuk tidak bertindak sendiri dan tetap berada di dekat kami."

Aruna pun tersenyum lega. "Aku berjanji."

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!