NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Demi Sang Anak

Ashela menatap wajah Leo. Di bawah cahaya lampu rumah sakit yang temaram, garis rahang Leo terlihat begitu mirip dengan pria itu. Ironis yang menyakitkan. Anak yang ia besarkan dengan penuh kasih sayang di tengah kemiskinan, ternyata membawa penyakit yang hanya bisa disembuhkan oleh dunia yang telah membuang ibunya.

Ia memikirkan biaya. Jakarta berarti biaya jutaan, bahkan ratusan juta rupiah. Uang tabungannya yang dikumpulkan dengan berdarah-darah di Sukabumi mungkin hanya cukup untuk biaya transportasi dan pendaftaran awal.

Bagaimana dengan operasi? Bagaimana dengan biaya rawat inap? semua masalahl menyatu dalam pikirannya.

Ashela merasa terjepit di antara dua tebing yang sangat tinggi. Jika ia tetap di Sukabumi, ia mungkin akan kehilangan Leo karena keterbatasan medis.

Jika ia pergi ke Jakarta, ia mungkin akan kehilangan kedamaiannya, identitasnya, dan mungkin kebebasannya untuk memiliki anaknya sendiri.

"Kenapa jalannya harus sesulit ini, Nak?" bisik Ashela sambil mencium punggung tangan Leo yang dingin.

Malam semakin larut, dan di dalam bangsal yang sunyi itu, Ashela Safira hanya ditemani oleh kebimbangan yang merobek jantungnya.

Ia merasa seperti seorang pelarian yang dipaksa kembali ke kandang singa demi menyelamatkan harta paling berharga dalam hidupnya.

Ketakutan itu nyata, berdenyut di nadinya, membuat setiap tarikan napasnya terasa sesak, hampir sama sesaknya dengan apa yang dirasakan Leo.

Ia tidak tahu apa yang harus ia pilih. Satu langkah ke depan bisa berarti kesembuhan, namun bisa juga berarti kehancuran. Satu langkah bertahan di sini bisa berarti ketenangan sementara, namun bisa juga berarti kehilangan selamanya.

Di tengah ketidakpastian itu, Ashela hanya bisa menangis dalam diam, memohon pada semesta agar memberinya satu saja jalan keluar yang tidak menghancurkan hatinya.

...****************...

Pagi hari di Rumah Sakit Daerah terasa lebih suram dari biasanya, meski sinar matahari mencoba menembus kaca jendela bangsal yang buram.

Ashela duduk mematung di kursi kayu di samping ranjang Leo. Matanya merah, bengkak karena kurang tidur dan air mata yang tak henti mengalir.

Di hadapannya, Leo tampak sangat kecil, tenggelam di antara bantal-bantal rumah sakit yang keras, dengan selang oksigen yang masih setia menghiasi hidung mungilnya.

Pikiran Ashela buntu. Ia merasa seperti berada di jalan buntu dengan jurang di sisi kanan dan kirinya. Namun, lamunannya terpecah ketika Dokter Spesialis Anak yang menangani Leo kembali masuk ke ruangan bersama seorang petugas administrasi rumah sakit.

"Ibu Ashela," sapa Dokter itu lembut, suaranya mencoba memberikan sedikit ketenangan di tengah badai yang melanda hati Ashela.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan jaringan rumah sakit di pusat. Ada sebuah kabar yang mungkin bisa menjadi jalan keluar bagi kondisi Leo." ucap sang dokter dengan berbinar.

Ashela mendongak, ada kilatan kecil harapan di matanya yang sayu.

"Jalan keluar seperti apa, Dok? Apakah ada obat yang lebih ampuh?" tanya Ashela dengan penasaran, untuk anaknya apapun akan dia lakukan.

Dokter itu menggeleng pelan, lalu memberikan sebuah map biru kepada Ashela.

"Bukan sekadar obat, Bu. Kami telah mendapatkan konfirmasi dari sebuah yayasan kemanusiaan yang fokus pada kelainan jantung bawaan anak. Namanya Yayasan Jantung Harapan Bangsa. Mereka memiliki program hibah penuh untuk kasus-kasus kritis yang tidak bisa ditangani di daerah." ucap sang dokter.

Petugas administrasi di sampingnya menyambung, "Program hibah ini akan menanggung seluruh biaya operasi bedah jantung, rawat inap intensif, hingga obat-obatan pasca-operasi. Ibu tidak perlu memikirkan biaya medis sepeser pun. Yayasan ini bekerja sama dengan salah satu rumah sakit swasta terbaik di Jakarta yang memiliki peralatan mikro-kardiovaskular paling mutakhir." jelas dokter tersebut dengan semangat karena ini adalah salah satu kesempatan untuk Leo sembuh.

Tangan Ashela yang memegang map itu gemetar. "Gratis? Semuanya?" tanya Ashela memastikan.

"Benar, Bu. Ini adalah kesempatan langka. Kasus Leo yang rumit justru menjadi prioritas mereka. Tapi, ada syaratnya yaitu Leo harus segera dirujuk ke Jakarta dalam waktu 48 jam ke depan karena kondisi jantungnya yang terus melemah. Tim medis di sana sudah siap menunggu kedatangan Leo."

Ashela terdiam. Kata Jakarta kembali menghantamnya seperti palu godam. Ia menatap map biru itu, mencari-cari nama rumah sakit yang dimaksud.

Ia membolak-balik kertas di dalamnya, namun yang tertera hanyalah stempel Yayasan Jantung Harapan Bangsa dan alamat kantor yayasan di Jakarta Pusat. Tidak ada nama rumah sakit spesifik yang disebutkan, hanya deskripsi Rumah Sakit Mitra Rujukan Utama.

Ketakutan terbesar Ashela yaitu bertemu dengan bayang-bayang masa lalunya dan ia berperang hebat dengan naluri keibuannya. Ia tahu Jakarta adalah kota yang sangat luas, namun dunia terkadang terasa begitu sempit bagi orang-orang yang melarikan diri.

'Rumah sakit swasta di Jakarta ada ratusan,' batinnya mencoba menenangkan diri.

'Tidak mungkin aku sesial itu hingga berakhir di tempat Elvano bekerja. Lagi pula, ini yayasan umum. Elvano adalah dokter bedah kelas atas, dia tidak akan mengurusi pasien hibah dari kampung seperti kami.'

Ia menoleh ke arah Leo. Bocah itu baru saja terbangun, matanya yang besar dan cerdas menatap Ashela dengan sayu.

"Mama... kita mau pulang ke rumah Mak Esih?" bisik Leo lemah.

Ashela menggenggam tangan Leo, merasakan kulit putranya yang masih terasa dingin. "Leo mau sembuh? Biar bisa lari-lari lagi di kebun teh tanpa merasa capek?" tanya Ashela.

Leo mengangguk pelan. "Leo mau lari, Ma. Leo mau kejar capung lagi sama Mama."

Hati Ashela hancur berkeping-keping. Bagaimana mungkin ia tega menolak bantuan ini hanya karena egonya yang takut menghadapi masa lalu? Jika ia menolak, dan sesuatu terjadi pada Leo di Sukabumi, ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri seumur hidup. Ia akan menjadi pembunuh anaknya sendiri demi kenyamanan persembunyiannya.

"Dokter," Ashela menatap Dokter itu dengan tekad yang bulat, meski suaranya masih bergetar.

"Saya terima sarannya. Saya akan bawa Leo ke Jakarta lewat yayasan ini." seru Ashela semua demi sang anak.

Keputusan telah diambil, namun ketakutan itu tidak hilang. Justru, ia semakin menjadi-jadi.

Setelah menandatangani berbagai dokumen rujukan dan surat persetujuan hibah, Ashela kembali ke kontrakan kecilnya dengan bantuan Mak Esih untuk mengemas barang.

"Neng Asha, ini keputusan yang benar. Jangan pikirkan apa-apa lagi selain kesembuhan Leo," ucap Mak Esih sambil memasukkan beberapa potong baju Leo ke dalam tas.

"Saya takut, Mak. Jakarta bukan tempat yang baik untuk saya." bisik Ashela sambil melipat kerudungnya dengan tangan yang masih gemetar.

"Emak tahu, Neng. Tapi Gusti Allah tidak akan memberikan jalan lewat yayasan ini kalau bukan untuk menolong Leo. Di Jakarta nanti, Neng harus kuat. Jangan tunjukkan kalau Neng takut. Ingat, Neng adalah pelindung Leo." nasihat Mak Esih tulus.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Mita Paramita
seru banget 😁😁😁 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Ari Atik
deg-segan banget,ikut tahan bafas...😊😊
semoga mereka bisa berkumpul bersama...
Ari Atik
sejauh ini,ceritanya menarik...

next...
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
huhu bayangin alat2 n riuhnya r operasi... seru kaa👍🙏
🇧🇬
al udah deg2an kurang darah dan ketahuan! 🦖
chiara azmi fauziah
buat asela bahagia thor please
Nurilbasyaroh
mudah mudahan cepet ketahuan klo leo itu anak y
NN
lanjuttt
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
tia
lanjut thor
Wardi's
best bgt ka author..
Wardi's
omegat.. sampe deg2an bacanya...
NN
alur cerita bagus, lanjut thor
elief
lanjut thor💪
Tutuk Isnawati
bagus ceritanya
Asni Kenedy
lanjutttt
semangat othor💪💪💪💪
Fatmawati Qomaria
asya coba kamu berterus terang tentang kejadian itu? apakah ada yg menghapuskan jejak cctv di hotel
Fatmawati Qomaria
elvano blm tahu kebenaran tentang malam itu,
di double up
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Nurilbasyaroh
bagus banget cerita y coba elvano ada kepikiran buat tes DNA biar tau yg bodoh itu dia sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!