NovelToon NovelToon
Mantan Suami Istri

Mantan Suami Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: TK

Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Kamu 3

'Sayang Papa kangen banget sama kamu.'

Lilia tersenyum manis menatap wajah Papanya di layar ponsel, mereka sedang melakukan video call. "Aku juga kangennn banget sama Papa, Papa sehatkan di sana?"

'Sehat, kalau putri Papa bagaimana?'

"Hehe aku juga sehat kok." Kekeh Lilia. "Pah, kapan Papa pulang ke Indo?"

'Tidak tahu, Papa sibuk banget di sini.'

Tentu saja sibuk, lagi pula tidak ada apa-apa di Indonesia. Sudah hampir tiga tahun Papanya pindah ke Australia, dan seharusnya Iapun ikut. Perusahaan keluarga mereka yang berada di Indonesia sudah di jual dan Papanya akan lebih fokus pada perusahaan yang berada di negri kangguru itu.

Dulu Ia dan Papanya sempat cekcok karena Ia yang tidak mau ikut pindah, Papanya itu pasti khawatir karena harus meninggalkannya sendiri di Indonesia. Tapi Lilia selalu meyakinkam Papanya kalau Ia akan baik-baik saja, padahal yang kenyataannya tidak begitu. Bagaimana ya kalau suatu saat Papanya tahu sifat Finn yang selalu jahat padanya? Selama ini Lilia selalu membanggakan Finn dan tidak pernah mengungkapkan sifat aslinya itu.

'Sayang kuliah nanti di sini saja ya? Papa kesepian, tiga tahun kita berpisah.'

"Papa kenapa gak nikah lagi aja?"

'Papa udah tua.'

"Tua dari mana? Papa masih tampan kaya om-om tiga puluh tahunan."

Terdengar tawa di sebrang sana. 'Ya sebenarnya Papa mau nikah, tapi Papa juga sadar sibuk banget sampai gak ada waktu untuk cari istri. Kamu aja udah cukup, jadi Papa mohon kuliah nanti di sini saja ya temani Papa?'

Melihat raut wajah berharap Papanya membuat Lilia tidak tega, Ia merasa kasihan plus bersalah pada Papanya itu. Egoisnya Ia yang malah lebih memilih bersama Finn yang sama sekali tidak mempedulikannya, sedangkan Papanya merindukannya dan butuh teman.

"A-aku akan pikirkan Pah."

'Hm Papah harap kamu memikirkannya dengan baik-baik.'

Walaupun Papanya di luar negeri, tapi di sini Ia masih merasakan kasih sayang dari Papa Arion dan Mama Arabelle. Mereka adalah orang tua keduanya, panggilannya pada merekapun memang sudah dari Ia kecil. Lilia malah merasa sangat di sayangi, bahkan di anggap anak kandung.

'Di sana sudah malamkan?'

"Iya, jam sepuluh."

'Tidurlah, besok sekolah.'

"Iya, dahh Papa."

'Dahh sayang.'

Lilia menatap langit kamar dengan tatapan kosong, hidupnya tidak ada spesial sama sekali. Ia pasti akan bahagia jika Finn mencintainya, tapi sampai kapan Ia harus menunggu? Tidak adakah sedikit rasa di hati Finn padanya? Dan kenapa juga kepalanya hanya ada Finn saja, padahal pria itu sudah kejam padanya.

Lilia masih belum melupakan kejadian kemarin saat pulang sekolah, Finn dengan tanpa rasa bersalah mengejek masakan buatannya. Kalau tidak suka ya sudah, tidak usah menjelekannya di hadapan orang lain. Liliakan jadi malu, bahkan hampir menangis.

"Aku akan mengutukmu Finn, semoga suatu hari nanti kau yang akan tergila-gila padaku!"

Besok paginya seperti biasa, pukul enam pagi Lilia sudah pergi ke rumah Finn. Sebenarnya Ia malu karena setiap hari selalu ikut makan di sana, tapi Papanya memang sudah menitipkannya dan Mama Arabelle juga Papa Arionpun tidak keberatan. Jaraknya tidak terlalu jauh dari apartemen, berjalan kaki lima menit saja sudah sampai.

"Ma kapan-kapan ajari Lilia masak lagi ya?"

Arabelle yang sedang memotong buah apel menoleh dan mengangguk pelan. "Iya, kamu mau masak apa?"

"Em selain tumis telur tomat, kira-kira makanan kesukaan Finn apalagi ya Ma?"

"Rendang."

"Yahh enggak deh, susah banget."

"Sambal baby cumi."

"Kalau itu susah gak Ma?"

"Gampang kok."

"Gampang untuk Mama, susah untuk aku."

Arabelle terkekeh geli melihat wajah sendu Lilia, Ia membersihkan tangannya dan mengelapnya dengan tisu. Arabelle lalu memeluk Lilia dan mengusap kepalanya sayang. "Hei kalau belajarkan tidak akan sulit, sedikit demi sedikit saja."

Kalau saja Mamanya masih hidup, Lilia pasti akan tumbuh menjadi gadis yang berbakat terkhusus dalam bidang memasak. Arabelle memang baik dan sudah seperti Ibu pengganti baginya, tapi tetap saja sosok Ibu kandung itu sangat berarti.

"Jangan yang berat-berat dulu, kamu bisa mulai dari yang ringan seperti membuat cemilan."

"Cemilan?"

"Ya, makanan manis." Arabelle membawa piring berisi pancake. "Makanan ini contohnya."

"Tapi Finn kan gak terlalu suka makanan manis Ma."

"Suka kok, hanya mungkin dia emang gak akan abis aja." Arabelle mengecup puncak kepala Lilia. "Jangan sedih, Mama janji akan ajari Lilia masak sampai handal."

"Hehe makasih Ma."

Sarapan di iringi obrolan ringan antara Lilia dan Angel juga Alisya, kepribadian mereka memang menyenangkan dan sama-sama nyambung. Finn sendiri hanya diam dengan wajah tertekuknya dan secepat mungkin menghabiskan sarapannya.

"Finn Papa minta aku untuk kuliah di Autralia."

"Hm."

"Finn ijinin aku gak pergi?"

"Ya udah pergi aja, ngapain juga harus minta ijin ke aku?"

Lilia mengerucutkan bibirnya sambil mengeratkan pelukannya di pinggang pria itu. "Tapi aku gak mau pisah sama Finn." Rengeknya.

Finn berdecak lalu menambah kecepatan motornya. Kepergian Lilia malah akan membuat Finn bahagia karena akhirnya bisa bebas dari penyihir itu, Ia harus meyakinkan Lilia agar mau kuliah di Australia.

"Kasihan Papa kamu sendirian di sana, emang kamu gak kasihan sama Papa kamu apa?"

"Kasihan sih, tapi aku-"

"Lilia kamu udah besar, kesampingkan perasaan kamu itu dengan kebahagian Papa kamu!"

Lilia terdiam karena sempat terkejut mendengar bentakan itu. "Tapi Finn-"

"Kamu itu bukam suka sama aku, perasaan kamu itu cuma obsesi aja!"

"Enggak, Lilia cinta kok sama Finn." Sanggahnya.

Finn mendengus kasar lalu membuka helmnya dan menyimpannya kasar di atas motor, mereka berdiri di tempat parkir dan beberapa orang menperhatikan ke arahnya.

"Aku dari kecil suka sama Finn, apa sampai sekarang Finn belum bisa suka sama aku?"

"Aku gak mungkin suka sama kamu!"

"Ke-kenapa?

"Kamu itu tipe orang yang paling aku benci Lilia. Cerewet, nyebelin, pengganggu, bodoh semuanya!"

Tanpa bisa di tahan kedua mata Lilia mulai berkaca-kaca, hatinya langsung sesak mendengar pernyataan itu. "Finn.."

Finn menghela nafasnya lirih, Ia keceplosan dan pasdi melukai perasaan gadis ini. Kedua tangannya meremas pelan bahu Lilia. "Dengar, lupakan saja perasaanmu itu. Aku tidak mencintaimu, percuma saja sampai kapanpun kau menunggu aku tidak akan bisa membuka hati."

Tidak-tidak, jangan menangis. Batin Lilia menahan air matanya.

"Kau cantik pasti banyak yang menyukaimu."

"Kalau Finn?"

"Huft aku tidak termasuk." Jawabnya cepat. Jujur saja Lilia ini sepertinya paling cantik di sekolah, tapi sifatnya itu yang Ia benci makanya hatinya terututup. "Mulailah membuka hati untuk orang lain."

Lilia menunduk menyembunyikan wajah sendunya, mulai membuka hati? Tapi itu sulit, Ia terlalu mencintai Finn. Pria itu menyangka perasaanya ini salah karena hanya obsesi, padahal tidak Ia tulus mencintai pria itu. Finn hanya berdalih saja agar membuatnya tidak mengejar-ngejar lagi.

"Baiklah, aku akan mencobanya."

***

Cerita ini mungkin memang mainstream, tapi ini hasil pemikiran aku sendiri dan semoga kalian suka😊

1
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Ray Aza
sifat dasar cowok itu pemburu bukan yg diburu. dr masih cindil sdh diintilin trs yg ada bikin ilfeel. ksh ruang dan waktu utk finn, kl mmg finn pny rasa sm kamu pasti dia akan kehilangan dan berusaha nyari kamu. tp kl finn ga ada rasa juga ya sudah. tutup buku cari yang baru. cinta boleh bodoh jangan, jgn prnh maksa perasaan ujung2nya km yg akan terluka.
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
USWA ,: sejauh ini hanya ini yg paling jauh bang...
total 1 replies
Ce Habibah
ara kamu jngn egois dong kasihan fin biarlah dia merasa kasih sayang orang lain (papanya)selain mamanya
Alif
jahat betul fin sama tasya ya.. klo memang g mau sama lila minimal fin g macarin teman dekatnya, bgt jg tasya kamu kan sahabatnya knpa kamu terima teman macam apa kamu tasya hnya krna cwok kamu tega sama sahabatmu
Mezuke Holee
Luar biasa
Mezuke Holee
Lumayan
reiga1911
mantap
Ria Dardiri
menarikkk
Alanna Th
aq jg tdk brjdh dg cinta prtmq yg kandas n mmalukn 😵😥💔💔
Alanna Th
pasti bgt, shg lilia pth hati doble", akhirnya mmbw hatiny yg hancur k aussie. stlh lilia pergi, barulh finn mrasa khilangan 🤔😱😰
Alanna Th
skrg tgl 7-7'23 , thor aq baca yg k 3 x nya 👍😘😍😂🤣💗😉
Alanna Th
sdh prnh baca, tp lupa critanya n kpn bacanya. mo baca ulang, thor 🤔👍👍👍😍😂🤣
Aranel T: Hehe mantap Kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Menarik lanjuut
RithaMartinE
sukaa visualnnya 😍😍
@azza
novel romantis
Nuranita
wah bocil ini....emg minta d ungsikan ke palestina kayake
Nuranita
aqila and michael.....lebih seru kyake
Nuranita
deep conversation..nih bocil akhirx luluh juga......good girl
Nuranita
bocil reseh ini mah....
.
Nuranita
alysiax kurang cantik thor.....maaf y.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!