NovelToon NovelToon
Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Demi membeli sebuah kue ulang tahun untuk sang adik, Rio yang baru berusia sepuluh tahun rela tak menebus obat hingga penyakit jantungnya kumat parah dan nyaris merenggut nyawanya. Tak ingin ibunya mati perlahan karena terjerat hutang biaya operasi sebesar lima ratus juta, Rio nekat kabur dari rumah sakit di tengah malam untuk menjemput ajalnya sendiri, meninggalkan ibunya yang hancur dalam tangisan. Namun takdir berkata lain; lima belas tahun berlalu, Rio yang diselamatkan oleh seorang konglomerat kini kembali sebagai Direktur Utama Grup Sentosa yang berkuasa, hanya untuk mendapati kenyataan yang menjijikkan. Rizky, adik kecil yang dulu sangat ia sayangi, kini tumbuh menjadi pria gila harta yang tega mengusir dan tak mengakui ibu kandung mereka yang pincang di tengah kemewahan pesta pernikahannya. Di detik itulah Rio melangkah maju ke tengah pesta, bukan lagi sebagai kakak yang rela berkorban, melainkan sebagai sang penguasa yang akan menghancurkan siapa pun yang berani meneteskan air

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Brak!

Pintu rumah petak itu didobrak dari luar dengan kasar.

Seorang pria paruh baya bertubuh gempal masuk dengan napas terengah-engah.

Dia adalah Pak Yanto, tetangga sebelah rumah yang terbangun karena jeritan histeris Santi.

"Ada apa Bu Santi?! Ya ampun, Rio kenapa itu?!" teriak Pak Yanto panik melihat Rio yang kejang di pangkuan ibunya.

"Pak Yanto tolong saya Pak! Tolong bawa Rio ke rumah sakit sekarang juga!" isak Santi memohon dengan sangat putus asa.

Wajah Pak Yanto langsung memucat melihat kondisi anak sepuluh tahun yang sudah membiru itu.

"Ayo cepat angkat ke mobil pick up saya di depan Bu!" perintah Pak Yanto tanpa pikir panjang.

Santi mengangguk cepat dan berusaha mengangkat tubuh anak sulungnya.

Namun kakinya yang pincang membuat keseimbangannya goyah dan nyaris terjatuh.

"Biar saya saja yang gendong Bu, Ibu bawa payung sama pegang adiknya!" kata Pak Yanto mengambil alih tubuh kaku Rio.

Pak Yanto menggendong Rio berlari menembus hujan deras malam itu.

Santi tertatih-tatih menyusul di belakang sambil menggandeng tangan Rizky yang terus menangis ketakutan.

Byur!

Hujan turun semakin deras seolah tanpa ampun membasahi tubuh mereka bertiga.

Pak Yanto membaringkan Rio di kursi penumpang bagian depan mobil pick up tuanya.

Santi duduk sambil memangku kepala Rio, sedangkan Rizky duduk berdesakan di dekat pintu.

Brum!

Mesin mobil menyala dan langsung melaju membelah jalanan yang sepi.

"Bertahanlah Nak, Ibu mohon jangan tinggalkan Ibu," bisik Santi di telinga Rio yang sedingin es.

Santi terus menggosok-gosok dada Rio berharap bisa memberikan sedikit kehangatan.

"Kak Rio jangan mati... Rizky janji tidak minta kue lagi..." tangis Rizky pecah melihat kakaknya tidak bergerak sama sekali.

"Sabar ya Ky, Kak Rio pasti sembuh, kita sebentar lagi sampai," ucap Santi menenangkan meski suaranya sendiri bergetar hebat.

Tin tin!

Pak Yanto membunyikan klakson panjang menerobos lampu merah di perempatan jalan.

Dia tidak peduli dengan aturan lalu lintas karena nyawa Rio sedang berada di ujung tanduk.

Ciiit!

Ban mobil berdecit keras saat Pak Yanto mengerem mendadak di depan lobi Instalasi Gawat Darurat rumah sakit.

"Tolong! Suster! Dokter! Tolong anak saya!" teriak Santi begitu pintu mobil terbuka.

Beberapa perawat berseragam putih langsung berlarian keluar membawa brankar dorong.

Srek srek srek.

Suara roda brankar beradu dengan lantai rumah sakit terdengar sangat mencekam.

Tubuh Rio dipindahkan ke atas brankar dengan cepat oleh petugas medis.

"Pasien tidak sadarkan diri, denyut nadi sangat lemah, bibir sianosis!" teriak seorang perawat memberikan laporan awal.

"Bawa ke ruang resusitasi sekarang juga! Siapkan tabung oksigen darurat!" balas perawat lainnya.

Santi dan Rizky berlari mengikuti brankar itu menyusuri lorong IGD yang terang benderang.

Bau obat-obatan yang menyengat langsung menusuk hidung mereka.

Namun langkah Santi dihentikan paksa oleh seorang perawat wanita di depan sebuah pintu kaca bertuliskan Ruang Tindakan.

"Maaf Ibu, keluarga pasien harap tunggu di luar, dokter akan melakukan penanganan maksimal," cegah perawat itu tegas.

"Suster, tolong selamatkan anak saya Sus, dia punya riwayat jantung kronis!" mohon Santi sambil memegang tangan perawat itu.

"Baik Bu, kami akan berusaha semaksimal mungkin, mohon Ibu berdoa saja," kata perawat itu lalu masuk dan menutup pintu kaca.

Santi merosot jatuh ke lantai dingin rumah sakit dengan pandangan kosong.

Tenaganya seolah terkuras habis tak tersisa.

Pak Yanto yang baru selesai memarkirkan mobil datang menghampiri mereka.

"Bu Santi yang sabar ya, saya harus pulang dulu karena istri di rumah sendirian, ini ada sedikit uang untuk bantu daftar," ucap Pak Yanto menyodorkan uang seratus ribu.

"Terima kasih banyak Pak Yanto, Bapak sudah menyelamatkan nyawa Rio, saya tidak tahu harus membalas pakai apa," jawab Santi terisak.

"Tidak usah dipikirkan Bu, fokus saja sama Rio, saya permisi dulu," pamit Pak Yanto berlalu pergi.

Santi memeluk Rizky yang duduk meringkuk kedinginan di kursi tunggu.

Pakaian mereka basah kuyup tapi mereka tidak peduli sama sekali.

Waktu terasa berjalan sangat lambat dan menyiksa layaknya berada di dalam neraka.

Satu jam berlalu namun pintu kaca itu belum juga terbuka.

Tit tit tit.

Samar-samar dari luar terdengar suara mesin pendeteksi jantung yang bergerak cepat.

Setiap suara mesin itu berbunyi dada Santi ikut berdegup kencang ketakutan.

"Ibu, Kak Rio di dalam diapain? Kak Rio disuntik ya?" tanya Rizky mendongak menatap ibunya.

"Dokter sedang mengobati Kakak sayang, kamu berdoa ya biar Kakak cepat keluar," jawab Santi mengusap rambut basah anak bungsunya.

Cklek.

Pintu kaca akhirnya terbuka lebar.

Seorang dokter pria paruh baya keluar dengan wajah yang sangat lelah dan serius.

Jas putihnya sedikit berantakan dan dia melepas maskernya perlahan.

Santi langsung melompat dari kursi dan menghampiri dokter tersebut.

"Dokter! Bagaimana keadaan anak saya Dok? Rio baik-baik saja kan?" cecar Santi penuh harap.

Dokter itu menghela nafas panjang sebelum menatap mata Santi dengan sorot penuh simpati.

"Ibu keluarga dari pasien bernama Rio Dirgantara?" tanya dokter itu memastikan.

"Iya Dok, saya ibunya, tolong katakan anak saya tidak apa-apa Dok," jawab Santi memelas.

"Mari kita bicara di ruangan saya sebentar Bu, biarkan adik kecil ini duduk di sini dulu," ajak sang dokter menunjuk ruangannya di seberang lorong.

Santi menyuruh Rizky diam di kursi tunggu lalu dia mengikuti langkah dokter itu dengan kaki pincangnya.

Jantung Santi berdebar sangat kencang merasai pertanda buruk dari sikap dokter tersebut.

Mereka berdua duduk berhadapan di meja kerja yang penuh dengan tumpukan berkas rekam medis.

"Begini Bu, kondisi Rio saat ini sangat kritis dan memprihatinkan," buka dokter itu memulai penjelasannya.

"Maksud Dokter bagaimana? Kemarin dia masih bisa jalan dan tersenyum Dok," sangkal Santi tidak percaya.

"Rio mengidap penyakit gagal jantung kongestif yang sudah masuk fase kronis tingkat akhir," jelas dokter itu perlahan.

Santi terdiam kaku mendengar istilah medis yang tidak terlalu dia mengerti tapi terdengar menakutkan.

"Saya memeriksa riwayat obatnya, sepertinya hari ini Rio melewatkan dosis obat penahan sakitnya ya Bu?" tanya dokter itu menyelidik.

Santi teringat pada kue ulang tahun dan kebohongan Rio tadi malam.

1
kiyoe
hehehe sabar kak 🤭
Sri rahayu
hidup melarat punya anak dajjal tidak berguna .bukannya bantu ibunya malah nyusahin
ceuceu
kejam jg rio
ALEXIS A.😇
thorr.. up dong
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah rio ketemu orang baik
kiyoe: iyaa kak alhamdulilah hehe
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya kena karma juga anak laknat
Dewiendahsetiowati
dasar anak durhaka,jangan sampai kamu nanti ngaku anaknya Ibu Santi ketika ibumu diratukan Rio
Dewiendahsetiowati
bau2 adik durhaka nih
Dewiendahsetiowati
bikin nyesek bacanya😭😭😭
Dewiendahsetiowati: 1 ibu bisa merawat 10 anak giliran anak merawat 1 orang tua dioper2 bahkan di kasih dipanti jompo😭😭
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
kiyoe: terimakasih kak semoga senang dengan cerita nya 🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
author please harus buat Rio ungkapkan dirinya biar ibunya Rio Santi dan Rizky itu semua orang yang hadir juga harus terkejut. dan juga buat Rio putus hubungan dengan rizky supaya tidak kembali. dan Santi ikut ke Rio. 🙏😭😭😭
kiyoe: terimakasih kak atas masukannya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!