NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

       Eli mengosokkan rambut basah mengunakan handuk setelah sehabis mandi dengan mengenakan jubah handuk tebal di tubuhnya, Jari-jari tangan terdiam memegang sebuah buku tebal tampak Cherly terbaring santai di atas kasur sambil membaca buku dengan memakai baju tidur berwarna ungu polos. Eli yang melihat Cherly yang sedang membaca dengan perasaan rasa ingin tahu, ia melangkah menghampirinya.

"Kenapa masih baca buku. apakah belajaran kedokterannya belum selesai!? ". tanya Eli polos menatap yang sebelumnya mengosongkan kepalanya yang basah kini berhenti berdiri di depan Cherly.

"apa itu penting!? ". jawabnya datar berhenti membaca beranjak berdiri melangkah pergi begitu saja.

" Apa-apaan dia itu". Guma Eli di abaikan oleh Cherly.

    beberapa jam kemudian sedari tadi Cherly hanya duduk di sofa sambil membaca buku tebalnya yang kini terasa mengantuk beranjak berdiri melangkah jalan ke kamarnya. Saat sudah ada di dalam kamar ia terdiam kaku melihat Eli tertidur terlentang bebas kaki dan tangannya menguasai kasur tanpa ada sisa celah sedikit dengan mengenakan pakaian baju tidur miliknya berwarna pink muda, Ia hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan Eli benar-benar tidak tahu cara tidur yang baik seperti apa. Mau tidak mau dengan perasaan berat harus memperbaiki posisi tidur Eli. Melangkah menghampiri meletakkan buku tebalnya di atas meja kemudian berbalik membungkuk mencoba memperbaiki posisi tidurnya

     Terlihat Eli tertidur seperti seorang bayi kecil yang manis sangat imut kalau di lihat lebih dekat membuat Cherly terdiam memandangi wajah imutnya.

"Ehmmm! ". Eli menggeliat dengan rasa tidak nyaman

   Cherly yang melihat Eli menggeliat pun tersadar dari terdiamnya. tangan dan kaki Eli posisi kan dengan lurus dan benar menyelimutinya dengan baik. Cherly pun naik ke atas kasur samping Eli memasukan kedua kalinya kedua selimut agar tetap hangat, ia berbalik mematikan lampu tidur di samping dirinya tarik selimut membaringkan, namun saat hendak penjamkan mata_____??

Groookkk

    Cherly pun hanya menghela nafas panjang mendengar dengkuran Eli begitu keras. Sempat melihat kesamping dengan tatapan kesal melihat wajah Eli mendengkur keras.

******

******

******

      Kedua dokter yang lagi asik mengobrol berdiri sambil menunggu satu teman lagi tidak lain Cherly. saat sedang asik canda tawa di halaman depan gedung rumah sakit dengan suasana pagi yang cerah. Cherly datang dengan raut wajah lesuh. Kedua temannya menoleh bingung melihat kondisi Cherly begitu lemas, apa lagi melihat kantong mata menghitam memb kedua teman terlihat khawatir.

"Kamu kenapa!? " Tanyanya

"Semalam aku tidur dengar hewan anjing... berdengkur keras... sebuah setan yang seharusnya tidak pernah terlihat kini ada di samping ku". Ujarnya kesal melangkah jalan meninggalkan mereka berdua begitu.

    kedua teman Cherly seketika bingung yang di maksud Cherly entah apa tidak di jelaskan dengan benar, seketika mereka berdua pun bergegas mengikuti Cherly.

*Di kantor*

       Jari-jari tangan menekan tombol keyboard komputer kedua mata fokus di layar dengan serius sambil duduk di kursinya.

Bung

"Aduhh". Seketika Eli terkejut kepala rambut di pukul sama berkas oleh Tera berdiri di sampingnya, ia pun mengangkat kepala menegok wajah tera.

" Nih... bereskan.. jangan sampai kayak kemarin.. awas saja kamu". Ujarnya sambil memberikan berkas di tangannya.

"iya." Jawabnya mengambil berkas di tangan tera dengan ekpresi bete.

    Tera pergi meninggalkan Eli. Eli memeriksa berkas membuka lembaran sambil ia lihat dan baca. setelah ia baca dengan baik Eli memulai pekerjaannya. kembali menekan mos mengarahkan sebuah dokumen lalu tekan klik untuk membuka dokumen di layar komputer.

     Kemudian beberapa jam. Eli mengeliat kedua tangan keatas kepala dirinya terasa pegal-pegal sedari tadi terus berkerja tanpa berhenti tanpa terasa waktu sudah sore hari yang kini sudah pkl 15:12 Sudah waktunya untuk pulang. Sudah menyelesaikan perkerjaan yang di berikan Tera. ia beranjak berdiri membereskan semua berkas di meja dan juga mematikan komputer. setelah selesai ia melangkah jalan

    Di depan pintu kantor terdiam sejenak ia terpikirkan sesuatu, lalu tersenyum lebar kemudian melangkah jalan.

Tap

Tap

Tap

    Langkah kaki berjalan di lorong apartemen sambil membawa sebuah koper besarnya. berjalan menyusuri lorong sesampainya di depan pintu Cherly. Ia menekan tombol bel.

   Tidak lama menunggu pintu pun terbuka dan____

"Hey". Eli pun menyapa senyum bahagia pada Cherly.

    Sontak Cherly terkejut kedatangan Eli yang membawa koper besarnya.

" Ngapain kamu kesini !? ". Tanyanya dengan tatapan heran

" Iya mau tinggal bersama mu lah.. ". Saat hendak ingin masuk

" Eh... tidak! jangan masuk!? ". langsung Cherly cegah menghentikan Eli yang akan masuk.

    Eli pun sontak terdiam

" Lah... ko gitu. aku mohon biar kan aku tinggal bersama mu iya... ".

" Tidak, tidak, tidak boleh. kamu pergi jangan ganggu saya lagi.. cukup sampai sini". Cherly pun memperingatkan Eli

"Terus aku tidur dimana!? ".Cemberut Eli merasa tidak di butuhkan

" Terserah... bukan urusan saya".

    Seketika Eli langsung berlutut memohon agar dirinya mengizinkan tinggal bersamanya, Dalam hidup Eli. ini pertama kalinya memohon dan mengemis pada seseorang yang tidak pernah terjadi sebelumnya namun demi seseorang yang ia cintai tidak peduli dirinya merasa rendah. Eli rela melakukan apapun asal selalu bersamanya.

"Ayolah... apa kamu tega padaku.. tidur diluar, boleh iya". Eli memohon sambil peluk kaki Cherly dengan wajah manis

    Cherly terdiam melihat wajah manis Eli terlihat imut. namun ia tidak bisa mengizinkan Eli tinggal bersamanya

" Di apartemen ini banyak kamar kosong, terserah kamu di kamar yang mana tidak tinggal dengan saya ".

" Tidak cukup memiliki uang yang banyak... hemmm".

"Tidak!! ". Langsung Cherly menutup pintu membiarkan eli di luar.

" Huffttt... ". Eli duduk di lantai berbalik menempel di pintu. " Tidak aku tidak boleh menyerah, Cherly... ". Sambil mengetok pintu memanggilnya.

     sementara di dalam, tampak Cherly bingung harus bagaimana, duduk di kursi dengan perasaan khawatir takut perasaan dirinya pada Eli semakin kuat dan akan jadi masalah besar. Apa lagi dirinya sudah bertunangan dengan Gavin pilihan ayahnya sendiri. Berlahan pejamkan mata dengan perasaan tetap tenang sambil menyentuh dada kanan tempat di jantung. ia merasakan detik jantung begitu cepat mengingat wajah Eli yang begitu manis apa lagi kalau sedang tersenyum. lama merasakan detik jantungnya dengan hempuskan nafas lega, kedua tangan menyentuh di atas meja sambil menatap kedepan jendela kaca

"Apa pun itu... kamu harus pergi dalam hidupku". Guma Cherly menatap kosong.

    Di luar pintu tampak Eli melihat sebuah foto kenangan bersama Cherly di ponselnya saat sekolah SMA dulu berfoto di atas atas sekolah waktu itu. terlihat bahagia dengan senyuman manis di antara mereka dengan gaya dua jari pis.

"Andai kamu tahu... hidupku hanya kamu. tidak akan pernah aku lupakan dan aku tidak peduli kamu dengan siapa". Senyum sedih Eli memandang sebuah foto kenangannya.

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!