Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengurus Rumah Lelang Langit Hitam
Nama ketiga di daftar 10 nama robekan pertama Xiao Chen bukan kepala klan. Lebih tinggi.
Di buku hitam peninggalan Xiao Potian tertulis:
*No.3: Chen Gui - Pengurus Rumah Lelang Langit Hitam Cabang Benua Bawah.*
*Kultivasi: Nascent Soul Puncak Palsu - naik karena minum pil lelang curang.*
*Peran: Orang yang 10 tahun lalu mengetuk palu 3 kali saat menjual Xiao Yue. Yang teriak 'TERJUAL 300 BATU PER BOTOL!'*
*Lokasi: Masih di Kota Kabut, sembunyi di gudang bawah Rumah Lelang Langit Hitam cabang bawah yang sudah tutup 5 tahun. Menunggu jemputan dari Benua Atas.*
Xiao Chen tidak perlu cari informasi brankasnya. Karena Rumah Lelang Langit Hitam cabang bawah itu... gudang informasinya Ling'er sendiri sekarang tahu dari hasil jual-beli informasi di Jurang.
Ling'er mengirim pesan terakhir sebelum Xiao Chen masuk ke gudang itu:
_Ling'er: Bos Teh, hati-hati. Menurut info yang kami beli 80 batu dari pelayan gudang, Chen Gui ini bukan petarung. Dia licik. Senjatanya adalah palu lelangnya sendiri. Palu itu bisa membuat orang yang mendengar ketukannya setuju menjual apa saja - termasuk nyawanya sendiri. Dia yang dulu pakai palu itu untuk buat ibu Bos Teh tanda tangan surat jual darah sukarela._
Xiao Chen membaca pesan itu di depan pintu gudang kayu yang sudah lapuk, di ujung paling hitam Kota Kabut, nilai kebersihan 0/10.
Gudang itu tidak ada papan nama. Tapi dari celah pintu, terdengar suara seseorang sedang latihan mengetuk palu.
_TOK! TERJUAL!_
_TOK! TERJUAL!_
Suara latihan yang sama yang 10 tahun lalu terdengar di telinga ibu Xiao Chen.
Xiao Chen mendorong pintu.
Di dalam gudang yang penuh debu dan kotak-kotak barang lelang gagal terjual, duduk seorang pria gemuk umur 60 tahun, botak, memakai jubah hitam pengurus lelang yang sudah pudar. Di tangannya ada palu lelang emas kecil, palu asli Rumah Lelang Langit Hitam, bukan palu kayu seperti punya Ling'er.
Di depannya ada meja, di atas meja ada surat tua yang sudah menguning: *Surat Persetujuan Penjualan Darah Sukarela - Xiao Yue - 3 botol - 300 batu per botol - Tanda tangan: Xiao Yue (dipaksa cap jempol darah).*
Chen Gui sedang latihan mengetuk palu di atas surat itu.
"10 tahun, aku masih ingat suara perempuan itu nangis saat aku ketuk palu," gumam Chen Gui sendiri, tidak sadar Xiao Chen sudah di belakangnya, "Dia bilang 'jangan jual darahku, anakku masih kecil'. Aku bilang 'ini bukan jual darah, ini amal untuk iblis'. Lalu aku ketuk, _TOK!_ Terjual!"
Dia tertawa, lalu mengetuk lagi.
_TOK!_
Saat itu Xiao Chen menempelkan tangan bersisiknya ke meja, tepat di atas surat itu.
Chen Gui kaget, membalikkan badan, melihat pemuda jubah hitam keemasan dengan dot kayu di gagang pedang patah.
"Kau... kau siapa? Gudang tutup! Ini milik Rumah Lelang Langit Hitam!"
Xiao Chen mengambil surat persetujuan penjualan darah ibunya dari meja, melipatnya pelan, memasukkannya ke jubah bersama 3 botol darah ibunya.
"Aku anak dari yang kau jual 10 tahun lalu. Namanya Xiao Yue. Kau yang ketuk palu."
Chen Gui yang melihat mata naga emas hitam Xiao Chen, langsung mundur, mengangkat palu lelang emasnya tinggi-tinggi.
"Jangan mendekat! Palu ini... palu ini bisa buat kau jual nyawamu sendiri! Dengar!"
Dia mengetuk palu emasnya keras ke meja.
_TOK!!!_
Suara palu itu menggema, bukan suara kayu, tapi suara yang membuat kepala pusing. Itu adalah Teknik Lelang Iblis: *Palu Persetujuan*. Siapa yang mendengar, akan mengangguk setuju menjual apa saja.
Xiao Chen mendengar ketukan itu.
Tapi dia tidak mengangguk.
Karena di pinggangnya, pedang patah Hei Feng yang ada cap palu lelang, bergetar dan membalas ketukan itu dengan sendirinya.
_TOK!_
Satu ketukan balasan dari pedang patah, lebih pelan, tapi lebih berat.
Dua palu beradu suara di gudang debu.
Palu emas Chen Gui yang dipakai untuk menjual ibu Xiao Chen, retak di tengah.
Chen Gui melihat palu pusakanya retak, menjerit, "Tidak mungkin! Paluku ini dari Benua Atas! Tidak mungkin kalah dengan pedang sampah!"
Xiao Chen akhirnya mencabut pedang patah Hei Feng. Bukan untuk menebas, tapi dia menempelkan gagang pedang yang ada cap palu lelang ke dahi Chen Gui, sama seperti dua target sebelumnya.
_TOK!_
Cap muncul: *TERJUAL - HARGA AWAL 1 BATU - BARANG: PENGURUS LELANG YANG MENJUAL MANUSIA.*
Saat itu juga, di Jurang Besar, Ling'er yang sudah standby 24 jam jaga lelang, Cermin Gioknya tidak hanya menyala, tapi bergetar keras karena barang lelang kali ini spesial.
Tulisan cahaya muncul, lebih besar dari sebelumnya:
*BARANG LELANG NO.3: CHEN GUI - PENGURUS RUMAH LELANG LANGIT HITAM CABANG BAWAH - HIDUP, YANG MENGETUK PALU SAAT MENJUAL XIAO YUE 10 TAHUN LALU - TERMASUK PALU LELANG EMAS RETAK + SURAT PALSU PENJUALAN DARAH + GUDANG BARANG GAGAL TERJUAL (NILAI 5.000 BATU) - HARGA AWAL 1 BATU!*
Ling'er yang membaca itu, langsung berdiri di panggung, suaranya tidak lagi suara kepala lelang, tapi suara anak buah yang marah untuk bosnya.
"SEMUA DENGAR! INI ORANGNYA! INI YANG JUAL IBU BOS TEH! 10 TAHUN LALU DIA YANG TERIAK TERJUAL SAAT IBU BOS TEH NANGIS! HARI INI KITA JUAL DIA BALIK! HARGA AWAL 1 BATU! TAPI YANG BELI HARUS JANJI: PALU EMASNYA HARUS DIPATAHKAN DI DEPAN UMUMNYA!"
Di jurang malam itu, pembeli sudah 30 orang, termasuk 7 keluarga korban ritual Nyonya Kabut dan Klan Kabut yang baru beli Klan Pasir Hitam. Mereka semua diam mendengar, lalu teriak bersamaan.
"AKU 1 BATU! AKU MAU PALUNYA AKU PATAHKAN!"
"AKU 1 BATU JUGA! AKU MAU SURAT PALSUNYA AKU BAKAR!"
"AKU 1 BATU! AKU MAU GUDANGNYA AKU BAKAR!"
Tidak ada yang mau nawar tinggi. Semua sepakat harga 1 batu, karena mereka tidak mau beli Chen Gui mahal-mahal. Mereka mau beli murah biar hina.
Di gudang Kota Kabut, Chen Gui mendengar lelang itu dari Cermin Giok gudang yang terhubung otomatis oleh pedang Hei Feng.
Dia mendengar 30 orang sepakat beli dia dengan harga 1 batu, bukan karena dia berharga, tapi karena mereka mau patahkan palunya.
"Ti... tidak... aku Pengurus Rumah Lelang Langit Hitam! Aku... aku yang menentukan harga! Bukan kalian! Harga aku minimal 5.000 batu! Gudangku 5.000 batu!" teriak Chen Gui, memeluk palu retaknya.
Xiao Chen duduk di kotak barang gagal terjual, menatapnya.
"Dulu ibuku juga bilang jangan jual 300 batu. Tapi kau ketuk palu dan bilang terjual. Sekarang kau dengar sendiri harga mu 1 batu. Rasanya jadi barang, gimana?"
Xiao Chen mengambil palu emas retak dari tangan Chen Gui, dan tanpa banyak bicara, dia patahkan palu itu menjadi dua dengan tangan bersisiknya, di depan mata Chen Gui.
_KRAK!_
Palu emas yang 20 tahun dipakai Chen Gui untuk menjual orang, patah.
Saat palu patah, di jurang, Ling'er memukul palu kayunya terakhir.
_TOK!_
"TERJUAL! CHEN GUI TERJUAL 1 BATU! DIBELI BERSAMA OLEH 30 WARGA KOTA KABUT! SYARAT: PALU EMAS HARUS PATAH!"
Saat palu kayu Ling'er diketuk, cap TERJUAL di dahi Chen Gui menyala, dan jantungnya yang Nascent Soul Puncak palsu yang naik karena pil curang, pecah sendiri. Bukan karena serangan, tapi karena palu pusakanya patah - sumber kultivasi palsunya hilang.
Chen Gui mati duduk membeku di gudang berdebu 0/10 itu, memeluk dua patahan palu emasnya, mata terbuka mendengar dirinya terjual 1 batu, sama persis seperti ibu Xiao Chen dulu mendengar darahnya terjual 300 batu.
Mati mengenaskan versi A: mati karena palu yang dipakai untuk menjual orang lain, dipakai untuk menjual dirinya sendiri dengan harga lebih murah.
Xiao Chen mengambil surat penjualan darah ibunya yang asli dari jubahnya, merobeknya di depan mayat Chen Gui, dan membakarnya dengan api kecil dari sisik naganya.
Abu surat itu dia masukkan ke dalam 3 botol darah ibunya yang dia bawa, biar lengkap.
Di saku, Cermin Giok bergetar, bukan dari Ling'er, tapi dari Su Qing'er, si pencatat informasi:
_Qing'er: Bos Teh, kami baru jual informasi lokasi Chen Gui ke Benua Atas seharga 1.000 batu! Pembelinya... Rumah Lelang Langit Hitam Cabang Atas! Mereka bilang mereka mau kirim orang untuk ambil alih gudang bawah. Mereka tidak tahu Chen Gui sudah mati. Mereka datang 2 hari lagi. Hati-hati, Bos Teh. Target selanjutnya di daftar, No.4 sampai No.10, mereka semua lagi kumpul di Kota Giok Putih untuk lelang besar. Mereka dengar Bos Teh lelang balik mereka, mereka mau lelang balik Bos Teh!_
Xiao Chen membaca pesan itu, berdiri, membawa 3 botol darah ibunya dan patahan palu emas Chen Gui, keluar dari gudang.
Di belakangnya, di pintu gudang, Mo Sha sudah datang dengan karung, menempel kertas baru:
*BARANG INI SUDAH TERJUAL DI RUMAH LELANG JURANG HITAM. HARGA: 1 BATU. PALU PALSU SUDAH DIPATAHKAN. - TTD: XIAO CHEN*
3 nama selesai. 7 nama lagi di robekan pertama. Dan 37 nama lagi di buku hitam yang belum dirobek.
Xiao Chen menatap ke arah Kota Giok Putih di utara, kota tempat ibunya dulu dibawa untuk dijual, kota paling bersih nilai 10/10, tempat 7 nama itu kumpul mau lelang balik dia.
"Bagus," bisiknya, "Biar sekalian, aku lelang mereka semua di kota mereka sendiri."