Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.
Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.
Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.
Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.
Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.
Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.
"Kita menikah!"
Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.
Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Jangan Mencoba Merayu
Pada sore hari, atas perintah tuan besar Pak Can dan Mireya menyusuri lorong panjang menuju kamar yang akan ditempati Mireya.
Rumah itu ternyata jauh lebih besar daripada yang Mireya bayangkan.
Sejak keluar dari ruang makan hingga melewati beberapa ruangan, ia belum berhenti menemukan pintu-pintu baru.
Mireya berjalan sambil sesekali melirik ke sekeliling.
“Pak Can.”
“Ya?”
“Kamarnya jauh sekali.”
Pak Can hanya tersenyum tipis. “Rumah ini memang besar, Nona.”
“Sepertinya kalau tersesat di sini, saya bisa baru ditemukan tiga hari kemudian," candanya.
Pak Can tertawa kecil.
“Kalau Nona tersesat, jangan khawatir. Tuan Arven pasti akan mengirim orang untuk mencari.”
Mireya hanya bisa menggaruk rambut tersenyum kikuk. 'Bisa seperti itu juga?'
Namun, beberapa detik kemudian, Pak Can kembali bersuara.
“Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Nona ketahui.”
Nada suaranya berubah serius.
Mireya menoleh. “Apa tu?”
Pak Can berhenti berjalan, membuat Mireya ikut berhenti juga.
Ia menatap Mireya dengan wajah dengan serius, tepat ke netranya.
“Pertama, jangan pernah menggoda Tuan Arven.”
Mireya mengerjap. “Kenapa, toh dia akan menjadi suamiku?”
“Sudah banyak perempuan yang datang sebelumnya untuk melamar menjadi ibu tiri Tuan Muda Elden.”
Mireya mengangguk. “Lalu?”
“Ketika mereka yang gagal, beberapa di antaranya justru mencoba mendekati Tuan Arven.”
Pak Can menarik napas. “Dan mereka semua akhirnya tidak pernah datang lagi.”
Mireya menelan ludah. “Tidak pernah datang lagi? Kok bisa?”
Pak Can mengangguk. “Orang-orang di perkebunan bahkan memiliki cerita sendiri tentang apa yang dilakukan Tuan Arven terhadap perempuan-perempuan yang berani melewati batas.”
Mireya mulai merinding. “Cerita seperti apa?”
Pak Can mendekat sedikit, membisikan sesuatu tepat di telinga Mkreya. “Katanya, mereka diberi pelajaran dan membuat seluruh pekerja di perkebunan mengingatnya sampai sekarang.”
Mireya langsung memeluk lengannya sendiri. “Seram sekali.”
“Jadi, saya sarankan Nona jangan pernah mencoba mencari tahu apa pun tentang Tuan Arven.”
Mireya mengangguk cepat. “Baik. Saya paham.”
Pak Can kembali berjalan. “Yang kedua.”
Mireya menghela napas. “Masih ada?”
“Ada.”
“Apa?”
“Jangan berharap dicintai Tuan Arven.”
Langkah Mireya terhenti.
Pak Can menoleh. “Status Nona di rumah ini jelas. Nona datang sebagai pengasuh Elden. Pernikahan nanti hanya akan meresmikan kedudukan Nona sebagai ibu bagi Tuan Muda.”
Mireya mengangguk perlahan. “Saya mengerti.”
“Jangan berharap lebih dari itu.”
Mireya tersenyum tipis. “Tenang saja, Pak Can.”
Ia menunduk melihat pakaiannya sendiri.
“Saya juga tidak berani berharap.”
Pak Can tidak menjawab.
Mereka kembali berjalan.
“Dan satu lagi.”
Mireya kembali menatapnya.
“Jangan pernah menanyakan masalah pekerjaan Tuan Arven.”
“Pekerjaan?”
“Ya.”
“Kenapa?”
“Karena apa yang dilakukan Tuan Arven di luar rumah ini bukan urusan Nona.”
Mireya mengangguk. “Baik. Saya tidak akan bertanya.”
Pak Can menatapnya sejenak, seolah memastikan perempuan itu benar-benar memahami perkataannya.
Kemudian mereka sampai di depan sebuah pintu besar. Pak Can membukanya.
Mireya langsung terdiam. Matanya membesar. “I-ini…”
“Ini kamar Nona.”
Mireya perlahan melangkah masuk. Ruangan itu begitu luas.
Jauh lebih luas daripada kamar yang pernah ditempatinya selama lima tahun saat menjadi istri Syahzan.
Ada tempat tidur besar, lemari pakaian, meja rias, sofa kecil, bahkan jendela lebar yang menghadap ke taman.
Namun yang paling membuat Mireya terpaku adalah pintu di sisi kamar.
Pak Can menunjuk ke sana. “Kamar mandi ada di dalam.”
Mireya membuka pintunya. Kemudian kembali terdiam. Kamar mandinya bahkan hampir sebesar kamar tidurnya dulu. Dan di salah satu sudutnya terdapat sebuah bathtub.
Mata Mireya langsung berbinar. “Bathtub…”
Pak Can tersenyum. “Kalau tidak ada yang Nona butuhkan lagi, saya pamit.”
“Pak Can.”
“Ya?”
“Terima kasih.”
Pak Can mengangguk. “Selamat bekerja menjadi Ibu bagi Elden.”
Mireya tersenyum. “Terima kasih.”
“Besok pagi penghulu akan datang.”
Mireya mengangguk. “Baik.”
“Orang tua Nona juga sedang dalam perjalanan menuju kemari.”
Mireya tampak sedikit terkejut. “Bapak dan Ibuk?”
*bersambung*
Beri mereka pelajaran biar gak ngomong seenaknya.
Arven....kamu tahu apa yang harus kamu lakukan utk Mireya dan Elden
ayooo belajar galak
perlu aku kesana ga?
bantuin jambak🫣🤣🤣🤣
kepercayaan itu ga tumbuh dalam semalem..
dia udah pernah mencoba mempercayai seseorang dengan segenap jiwa dan raganya ,dan endingnya menyakitkan.
jadi cobalah kau bangun kepercayaan nya dulu
ambil simpatinya, dan sembuh kan lukanya
baru dia akan bisa membuka hatinya🥹
lucu amet si mereka🤣🤣
kontrak oh kontrak🤔
mending jujur daripada mantan mertua yang mengacaukan semua greget sama Mire
trauma diselingkuhi itu kyk kangker dufalam tubuh,ga keliatan tapi sakitnya nyata. merasuk Ampe kedalam aliran darah dan otak kita tanpa kita sadari
selalu mempertanyakan apakah kita cukup baik
apakah ini semua karena salah kita?
apakah ada g kurang dr kita?
sampai mati pasti kebawa🥹🥹
Mau nya lupa
maunya ga dipikirin
tapi...🫣🥹🥹
Dia takut nasib pernikahannya akan sama dgn sebelumnya
bahkan sekelas artis sebelah aj yg lagi rame
ketemu yg baru,setengah mampus nyerein istrinya 🤣🤣.
katanya yg baru dipilih karena lemah lembut.
hei...kami juga awalnya kembang desa
pas lama nikah jadi kembang api🤣🤣🤣
apalagi pengalaman mireya yg paket komplit...🥹
hatinya aja ga ada gerbang nya di KK
ga ada yg jagain🤣🤣🤣
Iddah itu berlaku pas suami ngucapin talak kan?
nah...si b4ngs4t itukan nalak nya udah lama...lebih dr 3 bulan kali
di pengadilan mah tinggal ketik pali doank
wahhhh....begini orang yg ga ngerti agama sok sok an mau pake dalili agama