NovelToon NovelToon
PENGEMBARA DARI DESA

PENGEMBARA DARI DESA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Djafar S

Setelah kejadian Raka menyelamatkan warga desa Ciherang dari para korporat di kota, Raka Ardian mencoba peruntungan ke kota mencari kerjaan sambil menyelidiki perusahaan yang mengambil tanah warga Ciherang.
Berbagai kejadian suka dan duka dia hadapi.
Mampukan Raka bertahan di kota yang sering kali mengabaikan rasa kemanusiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Djafar S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 BAYANGAN DI GUDANG PELABUHAN

Matahari baru saja merayap naik sepenggalahan di atas langit Kota Bandung, memancarkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah kaca jendela gedung perkantoran mewah. Di balik meja kerja kayunya yang luas, Raka Ardian memegang erat selembar laporan logistik terbaru yang baru saja diselundupkan secara diam-diam oleh Budi dari gudang ekspedisi. Dokumen penting itu memuat jadwal rinci pengiriman material konstruksi ilegal serta arsip pemindahan aset yang dikirim langsung atas nama PT Cimanuk Perkasa menuju sebuah gudang tua tersembunyi di kawasan pinggiran pelabuhan kargo lama—sebuah lokasi terisolasi yang diduga kuat selama ini menjadi pusat penyimpanan barang-barang sitaan sekaligus markas operasional bayangan bagi tangan kanan Prabu Baskara.

Berbekal informasi berharga dari Tuan Wiratman serta dokumen pendukung yang valid, Raka memutuskan untuk bergerak sendiri melakukan pengintaian secara langsung ke lokasi sebelum mereka merancang langkah hukum formal bersama pihak keluarga Hartono.

Menjelang senja yang perlahan turun, Raka tiba di kawasan pelabuhan kargo lama yang tampak sepi dan lengang. Aroma asin air laut yang khas bercampur dengan bau solar mesin kapal mengepung udara sore itu, menciptakan suasana yang kelam. Sebuah gudang tua berukuran sangat besar dengan dinding seng yang sudah berkarat berdiri angkuh di hadapannya, dikelilingi oleh pagar kawat berduri tinggi berarus listrik lemah.

Pintu utamanya tertutup rapat, namun beberapa truk kontainer besar tampak terparkir di halaman dalam, dijaga ketat oleh sejumlah preman berbadan kekar yang mondar-mandir sambil membawa pentungan besi dan senjata tumpul.

Raka bergerak tanpa suara sedikit pun. Dengan kelincahan fisik luar biasa yang dilandasi penguasaan tenaga dalam leluhur, Raka melompati pagar kawat berduri setinggi tiga meter dengan mulus, mendarat tanpa suara di balik tumpukan peti kemas kosong yang berkarat.

Ia mengendap-endap maju mendekati jendela ventilasi gudang yang terbuka setengah di bagian atas. Dari celah sempit tersebut, indra pendengaran Raka menangkap suara gaduh orang-orang yang sedang bekerja di dalam.

Matanya menatap tajam ke bawah; puluhan kardus berisi dokumen arsip sengketa tanah asli milik warga desa serta beberapa peti bermerek peralatan perusak lahan tersusun rapi di sana. Di tengah ruangan, tampak seorang pria paruh baya berjas rapi—salah satu kepala operasional kepercayaan Prabu Baskara—sedang memberikan instruksi keras kepada para anak buahnya.

"Pastikan seluruh berkas pelepasan tanah palsu untuk wilayah Ciherang malam ini dipindahkan segera ke truk kontainer lain! Tuan Baskara tidak ingin ada celah sekecil apa pun yang bisa ditemukan oleh keluarga Hartono atau siapa pun bajingan yang mencoba mencampuri urusan kita!" teriak pria berjas itu dengan suara menggelegar di dalam ruangan tertutup.

Mendengar nama Desa Ciherang disebut secara langsung, jemari Raka mengepal sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia tahu persis, di dalam gudang itulah tersimpan bukti fisik utama yang ia butuhkan untuk menghancurkan musuhnya. Namun, sebelum Raka sempat merencanakan cara penyusupan yang lebih dalam, sebuah suara derap langkah kaki berat mendadak terdengar menginjak tumpukan kerikil di belakangnya.

"Hei! Siapa kau yang berani mondar-mandir mengintip di area terlarang ini?!" bentak sebuah suara kasar dan mengancam.

Raka berbalik dengan cepat. Tiga orang preman berbadan besar dari Geng Serigala Hitam—kelompok preman jalanan yang sama yang pernah ia hajar sebelumnya di gang sempit—kini kembali muncul dari balik tumpukan peti kemas. Mereka membawa pentungan kayu berduri dan rantai besi, menatap Raka dengan sorot mata penuh dendam kesumat. Rupanya, kehadiran Raka telah terendus oleh kamera pengintai tersembunyi.

"Wah, wah... lihat siapa tikus desa yang kemarin sok pahlawan ini!" cibir pemimpin preman tersebut sambil menyeringai lebar penuh kebencian. "Anak anak! , habisi dia sekarang juga dan buang mayatnya ke laut lepas agar tidak ada yang pernah menemukannya!"

Tanpa buang waktu sedetik pun, ketiga preman berbadan kekar itu langsung menerjang maju secara bersamaan dengan beringas, mengayunkan senjata mereka dengan kekuatan penuh mengarah langsung ke kepala dan dada Raka.

Raka menarik napas panjang, membiarkan aliran energi hangat dari Welingan Sejati berdesir deras di dalam seluruh pembuluh darahnya. Di bawah temaram lampu sorot gudang pelabuhan yang berayun ditiup angin laut, bentrokan fisik yang sesungguhnya melawan kaki tangan Prabu Baskara pun resmi dimulai.

Dengan gerakan yang sangat tenang namun kilat, Raka menghindari ayunan rantai besi pertama dengan meliukkan tubuhnya ke samping. Sebelum preman kedua sempat menghantamkan pentungannya, Raka melayangkan sebuah tendangan berputar yang menghantam tepat di rusuk lawannya, membuat preman itu terpental menubruk tumpukan peti kemas dengan suara dentuman keras.

Dua preman tersisa semakin beringas menyerang secara membabi buta, namun di hadapan Raka yang kini bertarung dengan kesadaran penuh demi membela tanah kelahirannya, setiap serangan mereka bagaikan gerakan lambat yang mudah dipatahkan. Malam di pelabuhan kargo itu menjadi saksi bisu bagaimana sang pengembara mulai merobek satu per satu lapis pertahanan preman bayaran korporasi.

1
indah Mayaddah f
Jadi penasaran, apa isi catatan rahasia di buku harian kakek Wirya itu 🤔
Myz Pena
kebiasaan orang2 di kampung kalau ada orang yang udah naik mobil mewah lalu di bawa ke kampunh pasti jadi tontonan warga kampung 🤭
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Betul😄
total 1 replies
Myz Pena
keuarganya raka sangat sederhana apalagi penggambaran sosok ibundanya 🥹
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: iya, memang tokoh pendamping kadang kurang kita perhatikan
total 1 replies
CNNTAYY
utusan juga itu ngeremehin+songong banget untung ada raka/Proud//Proud/
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Terima kasih CNNTAY ku😍
total 1 replies
iorlif
sepertinya mirip kejadian di suatu tempat
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Mungkin juga sih, tapi murni kok dari imaginasi ku👍
total 1 replies
Siti Aisyah
Kalau ngomongin tentang gabah dan dijemur dihalaman jadi teringat ibu waktu dikampung 🥹
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Terima kasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!