NovelToon NovelToon
Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Hidup Kayna memang sudah hancur, ayahnya sangat membencinya karna sudah membuat ibunya meninggal saat melahirkannya.

Oleh sebab itu, di usianya yang genap 20 tahun.. ia memutuskan mengakhiri hidupnya agar bisa merasakan reinkarnasi ke keluarga yang ia harapkan akan mencintainya, namun..

"Astaga.. kenapa aku harus menjadi tokoh antagonis yang akan mati di tangan tunanganku sendiri?"

Kayna yang kesal karna terlempar ke novel memutuskan untuk bunuh diri sebelum tunangannya yang membunuhnya.

Lalu, apakah rencananya akan berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Malam itu, ruang perjamuan kecil istana dipenuhi oleh lampu-lampu lilin yang berkedip-kedip. Para bangsawan tinggi duduk di meja-meja bundar, berbincang-bincang dengan suara pelan sambil menikmati hidangan pembuka.

Kayna duduk di samping Adrian, mengenakan gaun biru tua yang elegan. Di lehernya, amulet kristal biru berkilau tenang, belum menunjukkan tanda bahaya.

Di seberang ruangan, Lord Harrow duduk dengan postur tegak. Pria paruh baya itu memiliki wajah yang licik, matanya yang kecil terus-menerus menyapu ruangan seolah sedang mencari mangsa. Di sampingnya, tidak ada siapa-siapa. Ia tampak santai, menyesap anggur dari gelasnya.

Kayna memperhatikan setiap gerakannya. Ia melihat bagaimana tangan Lord Harrow sesekali menyentuh saku jas bagian dalamnya, seolah memastikan sesuatu masih ada di sana.

Dia gugup, batin Kayna. Atau dia sangat percaya diri.

Tiba-tiba, seorang pelayan muda yang ternyata adalah pengawal Adrian yang menyamar mendekati meja Lord Harrow. Pelayan itu membungkuk hormat, lalu berbisik sesuatu ke telinga Lord Harrow sambil menyerahkan sebuah amplop kecil berwarna hitam.

Lord Harrow menatap sekeliling dengan waspada, lalu dengan cepat memasukkan amplop itu ke dalam saku jas bagian dalamnya. Wajahnya menunjukkan ekspresi lega, diikuti oleh senyum sinis yang samar.

Sekarang, batin Kayna.

Sebelum Lord Harrow sempat bergerak, Adrian berdiri dari kursinya. Suaranya bergema di seluruh ruangan, menghentikan semua percakapan.

"Lord Harrow," ucap Adrian dingin.

Semua kepala menoleh ke arah Adrian. Lord Harrow terkesiap, wajahnya memucat seketika. Ia mencoba berdiri, tapi dua pengawal elit Adrian sudah muncul dari balik tirai, mencengkeram lengan pria itu dengan kuat.

"Apa... apa artinya ini, Yang Mulia Duke?" tanya Lord Harong, suaranya bergetar mencoba mempertahankan wibawanya. "Mengapa aku diperlakukan seperti kriminal?"

"Karena kau membawa barang terlarang di sakumu," jawab Adrian, melangkah maju. "Keluarkan amplop itu."

Lord Harrow gemetar. "A-amplop apa? Aku tidak.."

"Keluarkan!" perintah Adrian, suaranya seperti petir.

Dengan tangan gemetar, Lord Harrow mengeluarkan amplop hitam dari sakunya. Ia membukanya, dan isinya tumpah ke atas meja.

Bubuk hitam.

Para bangsawan di ruangan itu terkesiap. Beberapa wanita menutup mulut mereka ngeri.

"Itu... itu racun!" teriak salah satu bangsawan.

"Bukan racun," koreksi Adrian tenang. Ia mengambil sedikit bubuk itu dengan ujung jarinya, lalu meniupnya. Bubuk itu menyebar ke udara, tidak berbau, tidak berbahaya. "Ini adalah bubuk arang kayu. Tidak beracun. Tapi cukup untuk membuktikan bahwa kau berniat membawa sesuatu yang ilegal ke dalam istana Raja."

Wajah Lord Harrow berubah dari pucat menjadi putih pasi. Ia menyadari bahwa ia telah dijebak.

"Kau... kau menjebakku!" geram Lord Harrow, matanya menyala dengan kebencian. "Ini konspirasi! Duke Adrian ingin menyingkirkanku karena aku keluarga Freya!"

"Keluarga Freya?" potong Kayna, berdiri dari kursinya. Ia menatap Lord Harrow dengan tatapan dingin yang membuatnya mundur selangkah. "Jadi kau mengakui bahwa kau bekerja sama dengan Freya dan sindikat Viper untuk membunuh Raja?"

Lord Harrow terdiam, menyadari kesalahannya. Ia baru saja mengaku secara tidak langsung.

"Tangkap dia," perintah Adrian pada pengawalnya. "Giring ke ruang interogasi. Dan jangan biarkan dia bunuh diri."

Saat Lord Harrow diseret keluar, ia menatap Kayna dengan tatapan penuh dendam. "Kau pikir kau menang, Nona Kayla? Viper tidak akan berhenti. Kami ada di mana-mana. Di setiap bayangan. Di setiap napas yang kau ambil. Kau tidak akan selamat sampai hari penobatan."

Kayna menatapnya balik, tanpa sedikit pun rasa takut. "Kalau begitu, aku akan menunggu dengan sabar. Karena kali ini, aku tidak sendirian."

Lord Harrow diseret keluar ruangan. Keheningan kembali menyelimuti ruang perjamuan, tapi kali ini, hening itu penuh dengan ketegangan yang belum usai.

Adrian kembali duduk di samping Kayna, memegang tangannya erat-erat di bawah meja.

"Kau baik-baik saja?" tanyanya pelan.

"Ya," jawab Kayna, meski jantungnya masih berdegup kencang. "Tapi kata-katanya... Kami ada di mana-mana. Itu berarti masih banyak agen Viper yang belum tertangkap."

Adrian mengangguk serius. "Aku tahu. Itulah sebabnya kita harus lebih waspada. Upacara penobatan tinggal tiga hari lagi. Dan aku yakin, Viper akan mencoba serangan terakhir mereka di hari itu."

Kayna menatap amulet di lehernya. Kristal biru itu masih tenang. Tapi entah kenapa, Kayna merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sesuatu yang lebih besar dari sekadar Lord Harrow.

Sesuatu yang mungkin... sudah berada di dalam ruangan ini.

Tiba-tiba, amulet di leher Kayna berkedip sekali. Warnanya berubah dari biru menjadi merah muda pucat, lalu kembali biru.

Kayna membeku. Itu...

"Adrian," bisik Kayna, suaranya nyaris tidak terdengar. "Amuletku. Tadi berkedip."

Adrian menatap amulet itu, lalu menatap sekeliling ruangan dengan tatapan elang. "Berarti ada racun di dekat kita. Dalam radius lima meter."

Kayna menatap orang-orang di sekitar mereka. Bangsawan-bangsawan yang sedang bingung. Pelayan-pelayan yang berdiri di sudut ruangan.

Dan kemudian, matanya jatuh pada seorang pelayan wanita yang berdiri tepat di belakang kursi Adrian. Pelayan itu sedang menuangkan anggur ke gelas Adrian. Tangannya gemetar sedikit. Dan di pinggangnya, tersembunyi di balik apron, ada sebuah botol kecil berwarna ungu.

Botol Nightshade.

Kayna tidak berpikir dua kali. Dengan gerakan cepat, ia meraih gelas anggur Adrian dan melemparkannya ke lantai.

PRANG!

Gelas pecah, cairan anggur merah tumpah ke karpet. Semua orang menoleh.

Pelayan wanita itu terkesiap, matanya membelalak ngeri. Ia mencoba lari, tapi Adrian sudah berdiri, mencengkeram pergelangan tangannya dengan kekuatan baja.

"Siapa kau?" tanya Adrian dingin, menarik botol kecil dari pinggang pelayan itu.

Pelayan itu tidak menjawab. Ia hanya tersenyum sinis, lalu menggigit sesuatu di dalam mulutnya. Darah hitam mengalir dari sudut bibirnya. Tubuhnya kejang-kejang, lalu jatuh lemas ke lantai. Mati.

Racun kapsul. Bunuh diri instan.

Kayna menatap tubuh pelayan itu, lalu menatap Adrian. Wajahnya pucat.

"Mereka sudah di sini," bisik Kayna. "Mereka sudah menyusup ke dalam lingkaran terdekat kita."

Adrian menatap Kayna, matanya penuh dengan kecemasan yang mendalam. Ia menarik Kayna ke dalam pelukannya, melindungi wanita itu dari pandangan para bangsawan yang mulai panik.

"Tenang, Kayna," bisik Adrian di telinganya. "Aku di sini. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu."

Tapi di dalam hati, Adrian tahu. Perang ini belum berakhir. Ini baru permulaan. Dan musuh mereka jauh lebih licik dan berbahaya dari yang mereka kira.

1
Luna
😣😣ikut tegang 😮😮😱😱😱😱
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Luna
nah gini kan enak sama sama kerja sama mau menghabisi pemberontak🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣 bahasa Jawa nya di bantu mamah alias di hancurin dalam. mulut trs di pindah🤣🤣🤣 muntah q
falea sezi
mending cari jalan buat kabur dr Duke. dripada mati bundir🤣
Wahyu Ningsih
mungkin dia terlalu lelah dgn dunia yg kejam
Wahyu Ningsih
sending banget ceweknya
Luna
coba kau cari kegiatan baru contoh belajar berperang berperang dan membasmi ayahmu sendiri,mungkin itu bisa membuat keputusasaan mu sedikit berkurang
Luna
kalo dibilang capek semua orang juga capek termasuk aku, apalagi capek hidup mau mati rasanya tapi ngebayangin dampaknya mikir dua kali gimana nasib orang yg kutinggalkan ,jika aku mati bunuh diri nambah dosa iya masuk surga juga enggak,yh dijalanin aja sih hidup sampai tuhan sendiri yg manggil aku.
Luna
diberi kesempatan hidup malah ingin mati terus 🤣🤣🤣🤣,
Luna
ngaku ajalah ,,,GK bakalan dieksekusi kok ,,,,mau bunuh diri tapi kalo dewa atau tuhan belum ngasih cap stempel lulus surga yg ada kau ditime travel ke dimensi 2 lain🤣🤣🤣, jangan ngeluh ah . coba kau pergi dari tempat itu berkeliling dunia dengan Rosa cari pengalaman hidup .
ita aja
shock pasti kayna..tdk sesuai ekspektasi
ita aja
cem mana kau kayna
..gagal terus🤣
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 balita katanya🤣🤣🤣🤣
Emalia
😄😄
Emalia
Lagi kk,up yang banyak 🤭🤭
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣mungkin karena berbeda jiwa,Duke Adrian mulai suka ,,,,,
ita aja
lagiii
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!