NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Tetap Kamu Aluna

Aluna tertidur sangat lelap sampai ia tidak menyadari hari sudah hampir gelap.

Saat terbangun ia sudah berada dikamar Rafa dan berbaring diatas tempat tidur Rafa.

"Ya ampun udah jam segini." Gumamnya.

Ia lalu turun dari tempat tidur dan keluar mencari Rafa.

Terlihat Rafa tengah menyiapkan makanan di meja makan, Aluna tersenyum lalu mendekatinya.

"Kamu masak?." Tanyanya dan langsung menarik kursi didepan Rafa.

"Gak lah, aku mana tau masak." Jawab Rafa

"Ini tadi pesan di gofood, tinggal pindahin ke piring aja, udah deh jadi." Jelasnya.

Ia lalu meletakkan makanan yang baru saja i atur diatas piring di depan Aluna.

"Cuci muka dulu terus makan malam." ucapnya.

Aluna pun menurut dan kembali berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke kamar mandi.

Tidak butuh waktu lama, ia sudah kembali dengan wajah yang lebih segar tanpa make up yang terpoles diwajahnya.

"Aku tidurnya nyenyak banget yah, mana lama banget pula." Kata Aluna

Ia lalu mengambil sendok dan garpu lalu mulai memakan makan malamnya.

"Gak apa-apa lah, Kamu mau tidur dua hari juga gak apa-apa." Jawab Rafa asbun

"Eh jangan deh. Ya kali kamu tidur dua hari, nanti aku sama siapa kalau kamu tidur lama banget." Ucapnya menarik kembali ucapannya.

"Mulai lagi anehnya." Cibir Aluna

"Selamat makan."

Rafa pun turut memulai makan malamnya setelah selesai mengurus Aluna sampai menuangkan air minum untuk Aluna juga.

"Ini kesukaan kamu semua loh." Kata Rafa disela makan malam mereka.

"Iya lagi, makasih yah." Ucap Aluna senang karena perhatian Rafa yang tumpah ruah untuknya.

"Makan yang banyak."

Mereka berdua melanjutkan makan malamnya dengan damai, hanya sesekali dibarengi obrolan kecil.

***

Setelah kenyang, Aluna berniat membereskan bekas makanannya, namun Rafa segera menahannya.

"Mau ngapain? Udah duduk aja yang tenang." Tegur Rafa

Rafa lalu berdiri dan memungut semua piring kotor yang ada dimeja makan.

"Beruntungnya perempuan yang dapetin kamu nanti Rafa."

Aluna merasa kagum dengan kebaikan hati Rafa, ia adalah pewaris tunggal dua perusahaan besar didalam dan diluar negeri, tapi adabnya sangat bagus dan juga sangat lembut padanya.

"Kamu gak mau jadi perempuan beruntung itu?." Tanyanya begitu ia kembali ke meja makan.

"Jangan mulai yah." Ancam Aluna dengan tatapan tajamnya.

"Yee dia yang mancing." Cibir Rafa meledek Aluna.

Ia kemudian mengambil sesuatu dikulkas dan membawakannya untuk Aluna.

"Nih Dessert buat kamu."

Rafa meletakkan piring kecil berisi sepotong cake cokelat didepan Aluna.

"Wah moist choco cake." Ucap Aluna dengan mata melotot antusias, sesaat kemudian senyum manis menghiasi wajah polosnya.

"Seneng banget sih kelihatannya."

Rafa sangat senang melihat reaksi Aluna yang antusias dengan semua yang ia berikan untuknya.

"Soalnya ini yang enak." Jawab Aluna

Gadis itu lalu menyambar sendoknya dan mulai menikmati sesuap makanan penutup tersebut.

"Sharing yah, aku gak bisa habiskan ini sendirian." Pintanya pada Rafa.

"Oke."

Rafa lalu berjalan ke samping Aluna dan menarik kursi lalu duduk bersampingan dengan Aluna di meja makan.

"Seenak itu yah?." Tanya Rafa

Ia mengambil satu sendok penuh dan menyuapkan untuk dirinya sendiri, lalu ia menarik tissu dan menyeka jejak cokelat disudut bibir Aluna.

"Enak banget. Aku tuh kalau sama cokelat, gak bisa nolak." Jawab Aluna terlihat begitu menikmati dessertnya.

"Kalau sama aku?." Lagi-lagi Rafa memancingnya dengan pertanyaan random.

"Gak bisa juga." Ucap Aluna dengan cepat

"Nih anak gak peka banget yah, kebal banget tuh hati."

Batin Rafa kesal sendiri setelah memancing Aluna namun yang dipancing malah tidak terpancing.

"Aku kenyang." Ucapnya kesal

"Lah baru satu suap." Aluna merasa heran dengan perubahan sikap Rafa yang tidak jelas.

"Lagi kesel." Jawab Rafa yang membuat kening Aluna mengkerut.

Masalahnya dari tadi ia hanya bersama Aluna, belum lagi Aluna merasa tidak melakukan apapun yang bisa membuat Rafa kesal. Jadi, apa yang membuat pria didepannya ini kesal? Pikir Aluna bingung.

"Kesel kenapa?." Tanyanya penasaran, ia menatap Rafa menunggu jawaban.

Rafa balik menatap Aluna namun ia tidak bisa menahannya lama, dengan cepat Rafa mengalihkan pandangannya.

"Sini."

Rafa lalu mengambil sendok tersebut dari tangan Aluna dan menyendok satu potongan besar cake tadi, hampir setengahnya ia sendok masuk ke dalam mulutnya

"Dih gak jelas kamu." Cibir Aluna lalu merebut kembali sendok cakenya dari Rafa.

***

Mereka berdua duduk dimeja makan cukup lama, tinggal beberapa suapan lagi untuk mengabiskan makanan penutup yang ada didepan mereka.

"Habis ini antar aku pulang yah." Pinta Aluna karena hari sudah gelap.

"Cepet amat." Ucap Rafa memanyunkan bibirnya

"Aku disini dari pagi loh Rafa." Kata Aluna mengingatkan

Rasanya Rafa tidak ingin membiarkan Aluna pulang, dalam dirinya muncul perasaan berat dan ingin mengurung Aluna saja didalam apartemennya ini.

"Nginap aja gimana?." Tanyanya menawarkan

"Mau apartemen kamu disambangi kak Abra tengah malam?."

Ledek Aluna tertawa kecil membayangkan Abra datang tengah malam menggedor-gedor pintu apartemen Rafa.

"Waktu itu kamu juga nginap disini kok."

Rafa tidak mau menyerah dan masih mencari alasan yang masuk akal.

"Situasinya beda Rafa."

"Kamu pindah kesini aja deh, seru banget kalau ada kamu disini."

Tiba-tiba saja asbunnya keluar lagi dan menyuruh Aluna pindah ke apartemennya.

"Dih aneh, kamu ngajak aku living together gitu?. Yang bener aja kamu." Cibir Aluna tidak habis pikir dengan keasbunan Rafa.

"Atau aku aja yang pindah dirumah kamu?."

Kali ini malah dia yang berencana pindah ke rumah Aluna.

"Silahkan aja kalau mau, orang rumah pasti gak ada yang keberatan." Jawab Aluna menanggapi serius keasbunan Rafa.

"Gak ah, gak seru soalnya ramai."

Dia yang awalnya mau dia juga yang menolak, Aluna hanya menggeleng pasrah mendengar celotehan Rafa yang seperti balita, sangat tidak jelas.

"Gak jelas kamu."

Ledek Aluna sembari mengabiskan suapan terakhirnya.

"Btw Rafa. Tadi malam aku nonton short movie gitu di sosmed, ceritanya cewek ini tertukar sejak bayi, absurd sih tapi seru aja dinontonnya haha."

Rafa mendengar cerita Aluna dengan saksama tentang apa yang ia tonton semalam tanpa melepas pandangannya dari Aluna.

"Buat hiburan kan gak apa-apa." Ucapnya memberi tanggapannya.

"Aku jadi kepikiran deh. Misal nih yah, misal Rafa!." Aluna menekankan kata "andainya" karena ia tau Rafa kadang menganggap serius isi pikiran Aluna yang ingin ia ceritakan.

"Aku jadi anak yang tertukar di rumah sakit waktu bayi, nah kan otomatis yang harusnya jadi sahabat kamu dari kecil bayi yang tertukar sama aku. Kamu tetep mau gak sahabatan sama aku? Tetap perhatian gak sama aku?." Tanyanya setelah menjelaskan panjang lebar keadaannya dalam ceritanya.

Rafa tersenyum mendengarnya, ia lalu menatap Aluna dengan tatapan dalam, baginya tidak perlu berpikir lama-lama untuk jawaban dari pertanyaan Aluna.

"Mau kamu tertukar, mau kamu bukan anak asli keluarga kamu, mau itu perandaian ataupun kenyatan...Kamu tetap kamu Aluna."

"Aku akan terus ada disisi kamu, tetap jadi Rafa yang sayangnya gak pernah berubah ke kamu sejak dulu."

Jawaban Rafa membuat Aluna terdiam, ia tidak menyangka Rafa menganggapnya seberhaga itu.

Ia jadi menyimpulkan rasa sayang Rafa padanya menjadi pelengkap bagaimana tangki cintanya dari orang-orang terdekatnya menjadi tumpah ruah saking penuhnya.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!