NovelToon NovelToon
DI BALIK SENYUM VARA

DI BALIK SENYUM VARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Nikahmuda
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Dirga mengira Vara adalah istri polos yang mudah dibohongi. Namun, Vara sudah mengetahui perselingkuhan dan rencana busuk suaminya.
Kini, hanya perlu berpura-pura menjadi wanita yang sama... sebelum semuanya kebalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Vara

“Dirga, akhirnya kamu pulang juga.”

Diana langsung menghampiri putranya begitu Dirga masuk ke rumah. Wajahnya masih terlihat kesal.

“Kamu lama banget sih pulangnya.”

“Biasa, Mah. Monica ingin dimanja-manja dulu,” jawab Dirga santai.

Kemudian ia mengernyit melihat ekspresi ibunya.

“Oh, iya. Tadi Mama bilang Vara berubah. Maksudnya apa?”

Diana langsung menceritakan kejadian Vara ingin kembali mengambil alih restoran hingga sempat membentaknya.

“Apa?” Dirga langsung menatap ibunya. “Mama serius? Nggak mungkin Vara membentak Mama.”

“Kamu pikir Mama bohong?” Diana mendengus kesal. “Vara benar-benar berubah, Dirga.”

Dirga terdiam.

Selama dua tahun menikah dengan Vara, ia tidak pernah sekalipun mendengar istrinya membentak Diana. Vara selalu bersikap lembut dan menuruti perkataan orang lain.

“Kalau kamu nggak percaya, tanya saja sendiri kepada istrimu.”

“Nanti aku akan bicara sama Vara.” Dirga menghela napas. “Tapi... dia serius ingin kembali mengurus restoran?”

Diana mengangguk.

“Iya, Dirga. Dia akan kembali ke restoran.”

Dirga terdiam sejenak.

“Vara nggak mungkin kembali kalau restorannya baik-baik saja, kan?” lanjut Dirga. “Aku tahu betul bagaimana sifatnya.”

“Justru Mama sengaja membuat restoran itu kacau,” jawab Diana akhirnya. “Mama ingin membuat rating-nya buruk dan membuat pelanggan berhenti datang. Banyak pelanggan sudah mulai komplain karena rasa makanan berubah.”

Dirga menggelengkan kepala, mengusap wajahnya dengan kasar.

“Mama kenapa harus membuat restoran itu sampai separah itu? Kalau begini caranya, bagaimana mungkin Vara nggak kembali? Mana mungkin dia diam saja melihat restorannya hancur?”

“Tapi Mama ingin restoran itu cepat-cepat jatuh, Dirga. Setelah itu Mama bisa mengambil alih.”

“Aku tahu, Mah.” Dirga mulai kesal. “Tapi kalau begini caranya, yang ada rencana kita malah nggak berhasil.”

Diana terdiam.

Ucapan putranya memang ada benarnya.

“Mama selalu saja gegabah,” lanjut Dirga. “Sekarang malah membuat Vara ingin kembali mengurus restoran.”

“Kamu jangan salahkan Mama terus, dong.” Diana membalas kesal. “Kamu juga introspeksi diri. Rencana kita masih jalan di tempat. Nggak maju-maju.”

Dirga menatap ibunya dengan tajam.

“Mah, Mama pikir memindahkan semua aset Vara sebanyak itu bisa dilakukan secara instan?”

Diana terdiam.

“Nggak, Mah. Banyak tenaga, waktu, dan pikiran yang harus dikorbankan. Kita harus melakukannya perlahan supaya Vara nggak curiga.”

Diana menjatuhkan tubuhnya ke sofa.

“Lalu sekarang bagaimana? Vara akan kembali ke restoran.”

“Aku akan bicara dengan Vara.”

“Hmm. Buat dia mendengarkan kamu.”

“Dirga akan usahakan.”

Dirga terdiam sejenak sebelum kembali menatap ibunya.

“Mah, Mama harus minta maaf kepada Vara.”

“Apa? Minta maaf?”

“Iya, Mah. Mama harus menurunkan ego. Kalau Mama ingin Vara memaafkan Mama dan membiarkan Mama tetap ikut campur di restoran, Mama harus mengalah dulu.”

Diana mengerutkan kening.

“Kalau tidak, Mama nggak akan bisa mendapatkan restoran itu secepat yang Mama mau.” Dirga menatap ibunya serius. “Mama nggak mau, kan? Ingat, kita sudah sejauh ini.”

Diana tidak menjawab.

Sementara itu, dari lantai dua, Vara dan Bibi Rati diam-diam memperhatikan percakapan mereka.

Vara berdecak pelan.

“Dasar manusia rakus.”

“Bibi nggak habis pikir Nyonya Diana bisa seperti itu, Non,” bisik Bibi Rati.

“Vara juga nggak menyangka, Bi.” Vara tersenyum tipis. “Andai waktu itu Vara nggak sengaja mendengar percakapan mereka, mungkin sampai sekarang Vara masih tetap bodoh di depan mereka.”

Bibi Rati mengusap lembut punggung Vara.

“Untung Tuhan cepat memberikan petunjuk kepada kita, Non.”

Vara mengangguk.

“Iya, Bi.”

Terdengar suara langkah kaki mendekati tangga.

“Bibi kembali saja.”

“Iya, Non.”

Bibi Rati segera pergi, sementara Vara masuk kembali ke kamarnya.

Tak lama kemudian, Dirga mulai menaiki tangga.

Vara mengambil sebuah buku dan duduk di tempat tidur. Ia berpura-pura sibuk membaca, seolah tidak mendengar apa pun.

Pintu kamar terbuka perlahan.

Dirga masuk dengan senyum di wajahnya.

Vara menurunkan bukunya dan menghampiri suaminya.

“Kamu sudah pulang?”

Dirga mengangguk.

“Iya. Maaf, ya. Pulangnya malam banget. Soalnya kliennya teman sekolahku dulu, jadi kami sempat ngobrol sebentar.”

Ck. Klien atau Monica yang kamu temani? batin Vara.

“Oh, jadi klien kamu teman sekolah?” tanya Vara, pura-pura terkejut.

“Iya, Sayang. Makanya jadi lama pulangnya.”

“Begitu, ya. Aku siapkan makanan, ya."

“Nggak usah, Sayang. Aku sudah makan tadi.”

Vara mengangguk.

“Ya sudah, kamu mandi sana. Aku sudah siapkan air panas.”

Dirga mengangguk, tetapi sebelum masuk ke kamar mandi, ia kembali menatap Vara.

Ia sebenarnya ingin membicarakan perkataan Diana bahwa Vara yang ingin kembali mengurus restoran.

“Ada apa, Mas?” tanya Vara ketika menyadari tatapannya.

Dirga segera menggeleng.

“Nggak ada apa-apa, Sayang.”

Ia lalu masuk ke kamar mandi.

Nanti setelah mandi saja aku bicarakan.

Di balik pintu kamar mandi, Dirga mulai menyusun kata-kata yang tepat untuk membicarakan keputusan Vara.

Tak lama kemudian, Dirga keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar. Ia melihat Vara yang masih sibuk dengan rutinitas malamnya, merawat wajah di depan meja rias.

Dirga mendekat lalu duduk di tepi ranjang.

“Vara...”

Vara menoleh.

“Iya?”

“Kata Mama, kamu ingin kembali mengurus restoran?”

“Iya, Sayang. Mama cerita sama kamu?”

Dirga mengangguk.

Vara memutar tubuhnya dan menatap Dirga.

“Aku kembali karena ulah Mama sendiri.”

“Aku tahu Mama salah, Vara. Tapi kasih dia kesempatan untuk memperbaikinya.” Dirga berusaha terdengar lembut. “Kamu juga sekarang sudah kembali ke perusahaan. Apa nggak terlalu berat kalau harus mengurus restoran juga, belum lagi urusan lainnya?”

“Kenapa harus berat? Dulu aku juga mengurus semuanya sendiri.”

“Sampai kamu sakit selama sebulan karena kecapekan.”

“Iya, aku tahu.” Vara mengangguk. “Tapi aku tetap akan kembali.”

Vara mulai terlihat kesal.

“Mama sudah menghancurkan restoranku. Pelanggan-pelanggan mulai pergi dan rating di media sosial juga semakin buruk gara-gara ulah Mama!”

Dirga terkejut.

Ia tidak menyangka Vara akan berbicara dengan nada setegas itu.

“Aku akan kembali mengurus restoranku. Mama nggak perlu ikut campur lagi.”

“Tapi, Vara—”

“Soal perusahaan, aku bisa mengurusnya di mana saja. Aku juga bisa datang kapan saja aku mau. Nggak ada yang akan melarang aku kalau datang terlambat, kan?"

“Tidak...” Dirga menggeleng pelan. “Kamu adalah pemiliknya.”

Vara tersenyum tipis.

“Nah, jadi nggak ada masalah.”

Ia kembali melanjutkan rutinitas malamnya, seolah pembicaraan mereka sudah selesai.

Dirga hanya bisa menatap istrinya, sangat kesal.

Ia harus mencari cara agar Diana tetap bisa mengendalikan restoran tersebut karena hal itu akan mempermudah rencana mereka. Namun, memaksa Vara sekarang justru bisa membuat istrinya curiga.

“Vara...”

Vara mengangkat tangannya, menghentikan ucapan Dirga.

“Kalau kamu mau melarang aku kembali dan tetap membiarkan Mama mengurus restoran, maaf, keputusanku sudah bulat.”

Dirga terdiam.

“Vara, kenapa kamu berubah seperti ini?” tanyanya, mulai kehilangan kesabaran. “Kamu bukan Vara yang dulu. Dulu kamu selalu menurut kepada suamimu.”

Gerakan tangan Vara terhenti.

Ia menatap Dirga melalui pantulan cermin dengan tatapan datar.

Dirga langsung terdiam melihat perubahan ekspresi istrinya.

“Aku seperti ini karena Mama,” jawab Vara dingin. “Mama sudah membuat restoran yang diwariskan kedua orang tuaku menjadi rusak.”

“Vara... Mama hanya—”

“Sudahlah.”

Vara kembali menatap wajahnya di cermin.

“Aku nggak ingin berdebat.”

Dirga mengepalkan tangannya.

Ia ingin sekali membantah, tetapi tidak bisa.

Kalau ia terus memaksa, Vara bisa mulai curiga. Terlebih lagi, alasan Vara untuk mengambil kembali restoran itu memang masuk akal.

Dirga akhirnya menarik napas panjang dan berusaha menenangkan dirinya.

“Baiklah,” katanya akhirnya. “Kalau itu memang keputusanmu, aku nggak akan memaksa.”

Vara hanya mengangguk.

“Bagus kalau kamu mengerti.”

Dirga tersenyum tipis, meskipun jelas terlihat dipaksakan.

“Yang penting kamu jangan sampai kecapekan lagi.”

“Iya.”

Dirga kemudian berbaring di ranjang.

Ia memunggungi Vara, menyembunyikan wajah kesalnya.

Sial.

Vara sudah berubah.

1
Ayudya
Dirga tidur mu terlalu nyenyak hingga lupa bangun🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Sabar, Vara ada kejutan🫰🫰😁😁
Meee
vara mending keluarga toxik begitu di lebas secepatnya😡😡
Ayudya
gimana sadar orang matanya Uda ketutup ma batu kerikil🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
siapa pun akan berubah ibu diana.apa lagi masalah yg menyangkut pekerja 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah Bu Diana menghancurkan Vara yg ada kamu akan hancur di buat ma Vara Bu diana🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ok Dirga nikmati aja dulu masa senang mu kan ntar lagi kamu bakalan kembali kesetalan pabrik🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Karma Be Like: Tunggu aku Monica😁🫰
Ayudya
lah hasil ngerebut songong Lo monika.ntar yg ada kamu nyesel dan malu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
saat rencana kamu berhasil yg ada dirga stres banget🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Kak Dirga, bukan Arga😭🤭😁😂
Ayudya
hadeh monica kamu bilang Arga ga tergoda ma Vara kamu salah Arga sudah tergoda habis oleh vara🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Bu Diana kalau mimpi jangan siang hari ntar yg ada sakit
Nona Jmn: Wkwkwhhh
total 1 replies
Ayudya
vara kamu jangan kelihatan lemah di depan Dirga dan monika.kamu harus lebih badas lagi biar tau tu si Dirga dan Monika kalau kamu ga gampang di tindas🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn: Kita lihat kejutan Vara, ya🤭
total 1 replies
Nona Jmn
/Sob/
Ayudya
mampir kak
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Ayudya
niat banget Bu Diana dan Dirga buat merebut harta vara
Ayudya
Daras Dirga mokondo tapi banyak tingkah🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!