Area Dewasa
Sebagai putri kesayangan dari pengusaha kaya keluarga Alexander membuat hidup Sea Caroline Alexander menjadi begitu bebas dan liar. Tidak ada yang berani melarangnya untuk melakukan ini dan itu. Karena kebebasan itu membuat Sea menjadi wanita nakal dan mesum. Setiap hari pekerjaannya hanya ke kampus dan bersenang-senang bersama sahabat prianya, seperti balapan liar dan club malam.
Melihat kebebasan Sea, membuat Jhon berinisiatif untuk menikahkan putrinya dengan anak sahabat lamanya, Seorang presedir tampan namun sangat polos.
Sea menolak keras pernikahan itu. Dia tidak suka dengan pria polos. Walaupun begitu Jhon tetap melangsungkan pernikahan itu.
Bagaimana dengan nasib pernikahan Sea? Akankah Sea akan mencintai presedir polos itu? Atau maukah suaminya menerima keadaan Sea sebagai wanita nakal dan liar?
.
.
.
Akan banyak kata-kata vulgar serta beberapa adegan dewasa dalam cerita ini. Bijaklah dalam membaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EbieMai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siang Pertama
Yang masih Polos, author sarankan jangan membaca part ini. Part ini penuh dengan adegan dewasa. Oke mulai.
***
Ternyata mulut dan tubuh Gava tidak sejalan. Mulut Gava memang berkata tidak, namun tubuhnya meminta lebih. Permainan bibir Sea membuat Gava semakin gila, Sea berhasil membuat gairahnya semakin memuncak, Gava butuh pelepasan.
Gava membalas ciuman istrinya, Sea membiarkan Gava memimpin permainan bibir mereka. Sea tersenyum tipis di sela kegiatan mereka, ternyata usahanya menggoda Gava tidak sia-sia.
Sepertinya hari ini Pipit gue akan di tembak.
Gava menahan tengkuk Sea, satu tangannya memegang pinggul Sea agar tubuh mereka semakin dekat. Gava menyesap dalam bibir manis Sea, ciuman mereka semakin dalam dan panas, lidah Gava menerobos masuk kedalam rongga mulut Sea seakan mengabsen setiap gigi rapih milik Sea. Lidah mereka saling berlilit. Melepas tautan bibir mereka ketika merasa mulai kehabisan nafas.
"Berhenti atau tetap lanjut?" Tanya Sea menggoda, tangannya bergeliya nakal mengelus-elus dada bidang Gava. Sea dapat melihat dengan jelas muka Gava yang sudah memerah karena sudah tergelut nafsu bihari, tatapan matanya terlihat sayu, gairah Gava sudah mencapai ubun-ubun.
"Kamu yang memancingnya, sayang. Aku sudah bilang jangan nakal." Gava menggendong Sea yang berada di pangkuannya itu. Sea mengalungkan kedua tangannya ke leher Gava, kakinya melingkar ke pinggang suaminya. Gava membawa istrinya masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di dalam ruang kerjanya.
Dengan pelan Gava meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, membelai lembut pipi sang istri. Saat ini pikiran Gava benar-benar tertuju hanya pada Sea.
" Kamu yang akan memimpin permainan. Aku hanya bermain sedikit sana sambil menilai sejauh dan sehebat mana permainan mu." Sea melepas satu tangannya, jari-jarinya bergerak turun hingga menyapu dada bidang suaminya. Wanita itu dapat merasakan gemuruh jantung Gava yang berdetak hebat, bagaikan ada jutaan kuda yang berlari di dalamnya.
Siang itu Sea terlihat sangat-sangat cantik di mata Gava. Setiap sentuhan wanita itu terasa menyengat seperti aliran listrik. Gava semakin terbuai dalam pesona wanita itu, Sea istrinya. Pujaan hatinya, wanita yang paling Gava cintai setelah mami dan grandma.
Netra bening Gava masih menatap lekat Sea, mulai mendekatkan wajahnya. Pria itu kembali mencium bibir Sea yang terasa manis di lidah Gava. Sea semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku mencintaimu, Sea." Ucap Gava di sela ciumannya. Sea membuka mulutnya pertanda permainan segera di mulai. Gava memasukkan lidahnya ketinggalan mulut Sea, lidah mereka saling membelit menikmati getaran panas yang merasuki jiwa.
Ciuman Gava turun ke leher jenjang Sea, Gava menghirup dalam aroma khas Sea dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di leher sang istri.
Gava melepaskan baju istrinya, Gava dapat melihat pemandangan yang begitu memanjakan mata. Dua gundukan besar yang masih berbalut bra hitam. Satu tangan Gava berhasil melepaskan pengait bra hitam milik Sea. Wow... sangat-sangat indah, tanpa pikir panjang Gava kembali melanjutkan kegiatannya. Bibir Gava mencium gundukan sintal milik Sea, meninggalkan begitu banyak jejak kepemilikan. Lidahnya menggulum bola kecil gundukan istrinya, menyusu rakus seperti bayi yang kehausan.
Ciuman Gava juga turun ke perut datar Sea, pria itu juga melepas Jeans yang di pakai oleh istrinya hingga hanya celana dalam Sea yang tersisa. Satu tangannya meraba pipit Sea yang masih di balut kain tipis, bibir seksinya kini turun ke paha sang istri. Gila, Gava tidak mengerti kenapa ia bisa melakukan hal seperti itu, pria itu hanya mengikuti nalurinya yang menuntut lebih.
Sea tidak kuasa menahannya, pertahanannya melemah dan semakin gila akibat permainan bibir Gava.
Walaupun baru pertama kali melakukannya, Gava begitu menikmati setiap proses kegiatannya. Tubuh Sea sungguh sangat nikmat, ada rasa sedikit menyesal di hati Gava karena pria itu baru mencicipi tubuh istrinya, seharusnya ia menikmati tubuh istrinya di awal pernikahan mereka.
Gava melepas jas yang ia pakai, membuka kancing kemejanya lalu melemparkannya ke sembarang arah. Sea kembali terpukau melihat dada bidang suaminya, walaupun ia sudah cukup sering melihatnya. Tangan Sea meraba dan meremas dada Gava yang berisi otot-otot.
Sea mencium bibir Gava, tangan Sea melepas gesper celana Gava dan membuka pengait celananya juga menurunkan resletingnya tanpa melepas pangutan bibir mereka. Kini hanya celana dalam yang menempel pada tubuh mereka.
"I love you, Gava." Sea mengucapkan kalimat cinta dengan mata terpejam. Sekejap semua pakaian penghalang di tubuh mereka telah hilang entah kemana.
"Sayang." Gava memanggil dengan suara setengah parau. Kegiatan mereka berhenti sejenak. Sea membuka matanya perlahan, menatap sayu Gava yang sedang mengungkuh tubuhnya.
"Kamu sudah siap?" Gava menatap Istrinya dengan penuh binar dan gairah. Sea hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban. " Tahan ya, mungkin ini akan menyakitimu. Kamu boleh gigit atau mencakar aku kalau tidak kuat. Saat aku sudah memulainya, aku tidak mungkin bisa menghentikannya lagi." Gava menjelaskan dengan bibir bergetar. Merasa gugup dan takut karena ia yang pertama kami ia lakukan.
Perlahan Gava mulai menekan memasukkan benda pusakanya kedalam lubang surga istrinya. Cukup sulit, pipit terasa sangat sempit. Wajar saja, karena istrinya masih tersegel lengkap. Hunjamkan dahsyat membuat Sea memekik tertahan, sakit, dan perih. Mata bulatnya mengenang menahan rasa sakit yang luar biasa.
Melihat istrinya yang kesakitan, Gava memberhentikan aksinya sejenak, menatap iba pada Sea. Dia tahu rasa sakit yang harus di tanggung istrinya itu, bibir Gava kembali mencium bibir Sea.
"Apa masih sakit?" Tanyanya.
"Sudah tidak sesakit tadi. Lanjutkan jangan ngegantung, kamu membuatku tersiksa."
Sesuai dengan permintaan istrinya, Gava kembali melanjutkan kegiatannya. Dengan pelan, lembut dan berirama Gava melakukan kegiatan sepasang suami istri itu.
Lama makin lama tercium aroma nikmat diantara mereka. Gava menggeram panjang dan mencengkram bahu istrinya, sepertinya ia telah mendapat pelepasannya. Begitu juga dengan Gava.
Keringat sudah membanjiri tubuh masing-masing, sudah berjam-jam mereka melakukan hubungan suami istri, entah sudah berapa kali mereka mendapat pelepasan. Hingga akhirnya Gava ambruk di samping Sea. Mencium lama kening sang istri, "Terimakasih." Lalu membawa Sea kedalam pelukan.
Sea tidak menjawab, tubuhnya merasa sangat lelah. Gila, ternyata permainan pria polos itu kuat juga. Sea memejamkan matanya, rasa kantuk mulai menghantuinya. Wanita itu terlelap dalam pelukan hangat sang suami.
Gava menutupi tubuh polosnya berserta Sea dengan selimut. Pria itu juga merasa sangat lelah, matanya juga mulai terpejam mengikuti istrinya ke alam mimpi.
Akhirnya mereka telah telah melakukan kegiatan yang seharusnya dilakukan di awal pernikahan mereka. Melepaskan perjaka dan keperawanan di siang hari. Mereka telah melakukan siang pertama bukan malam pertama.
***
Beri like dan vote yang banyak. Author buat part ini sampai ngehalu besar loh ya😂....
tapi endingnya sad😭