NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 14 - Ayah dan Anak

Ye Wuling dan Xiao Baizi hanya bisa tersenyum lembut ketika melihat wajah tidur Xiao Yun. Mereka benar-benar bangga pada perkembangan serta tekad kuat yang sudah ditunjukkannya. Ini menjadi bukti nyata, bahwa dirinya bukanlah seseorang yang pantas untuk dipandang sebelah mata. Setelah banyaknya hal yang terjadi di Lapangan Bela Diri hari ini. Ye Wuling segera membubarkan murid-murid Klan Xiao yang masih berada di sana. Kemudian, ia bersama dengan Xiao Baizi langsung membawa Xiao Yun pulang ke Kediaman ayahnya untuk beristirahat dengan nyaman.

Perselisihan dan perdebatan antara dua pihak yang berlawanan akhirnya selesai. Pertarungan mereka pada hari ini, menghasilkan banyak hal-hal menakjubkan dan tak terduga. Suasana di Lapangan Bela Diri pun kembali tenang setelah mereka semua pergi.

_______

Dua Hari Kemudian..

Cahaya pagi yang cerah nan hangat, menyinari seluruh kamar Xiao Yun melalui jendela yang terbuka lebar. Di sana, terlihat Xiao Yun yang sedang duduk bersila di tempat tidurnya dengan beberapa perekat luka pada wajahnya. Lalu di hadapannya, terdapat Xiao Qinzi dan Ye Wuling yang sedang berdiri tegak sambil menatap dirinya dengan tajam. Sudah satu jam lamanya, Xiao Yun terus mendapatkan tatapan tajam dari Ayahnya dan Ye Wuling. Ia pun hanya bisa menghela napas panjang sesekali. "Apakah Ayah dan Paman Wuling akan terus menatapku seperti itu?" tanya Xiao Yun yang sudah merasa bosan

Xiao Qinzi hanya terdiam. Tatapan matanya terus terpaku pada Xiao Yun, lurus dan tajam. Tak berkedip selama beberapa saat. Kemudian, ia mulai berbicara dengan nada yang tegas, "Apa kau sudah mengetahui letak kesalahanmu, bocah kecil?"

Suasana di ruangan tersebut seketika menjadi tegang dan senyap, setelah Xiao Qinzi bertanya balik kepada Xiao Yun. Ia ingin mendengar semua alasan yang mendorong Xiao Yun melakukan Latihan Bertarung dengan Xiao Lin tempo hari. Xiao Qinzi mengharapkan sebuah alasan yang masuk akal dan kuat dari mulut putranya. Rasa takut pun mulai menyerang hati Xiao Yun. Ia tampak memainkan jemarinya seraya sesekali memalingkan wajahnya ke sisi kanan dan kiri dirinya. Ia terus berusaha mencari sebuah alasan yang bagus untuk menjawab pertanyaan ayahnya. "Kenapa kau hanya diam saja? Apa kau tidak mendengar pertanyaan ayahmu ini?" desak Xiao Qinzi

Xiao Yun langsung mengangkat wajahnya yang terus tertunduk. Lalu, ia segera menjawab pertanyaan ayahnya dengan napas yang berat, "Ti, tidak. Bukan seperti itu. Aku tidak bermaksud untuk mengabaikan pertanyaan Ayah."

"Hanya saja.. Seperti yang sudah diceritakan oleh Paman Wuling. Aku melakukan Latihan Bertarung karena ingin menguji dan mengetahui kemampuanku setelah bisa berkultivasi." jelas Xiao Yun

Alis Xiao Qinzi seketika bertaut rapat, menciptakan kerutan di antara kedua matanya. Ia tampak belum puas dengan jawaban dari putranya tersebut. "Hanya itu saja? Lalu, bagaimana dengan sikapmu yang bersikeras untuk terus melanjutkan Latihan Bertarung?"

"Meskipun saat itu, tubuhmu sudah muntah darah dan keluar dari area Lapangan Bela Diri. Apa itu juga termasuk dari rasa ingin tahumu, Yun'er?"

Xiao Yun sontak tertegun. Matanya terbuka lebar. Ini pertama kalinya, ia melihat sikap ayahnya yang sangat serius dan tegas kepada dirinya. Xiao Qinzi benar-benar menunjukkan kewibawaannya sebagai seorang Ayah sekaligus Pemimpin Klan Xiao. Sementara itu, Ye Wuling yang sejak tadi terus mengamati perdebatan antara seorang Ayah dan putranya. Terlihat mulai turut angkat bicara, "Sudahlah, Qinzi. Kau tidak perlu menekan Yun'er hingga seperti itu."

"Kau sudah mendengar semua hal tentang Latihan Bertarung antara Yun'er dan Xiao Lin dariku. Jadi, kau tidak perlu menuntut Xiao Yun untuk menjelaskannya kembali." jelas Ye Wuling

Bahu Xiao Qinzi langsung melonggar setelah mendapatkan sebuah nasihat dari sahabatnya. Segala emosi yang memenuhi dirinya, lekas ia keluarkan dalam embusan panjang dan tenang. Kemudian, Xiao Qinzi segera menekuk lututnya dan meraih wajah Xiao Yun dengan kedua tangannya. "Maafkan Ayah, Yun'er. Ayah tidak bermaksud menyudutkanmu."

"Ayah hanya khawatir dengan kondisimu. Kau baru saja mulai berkultivasi dan tubuhmu belum sekuat murid-murid Klan Xiao. Ayah merasa terlalu dini bagimu untuk melakukan Latihan Bertarung." jelas Xiao Qinzi

Meskipun pada awalnya, Xiao Qinzi terlihat sangat geram atas tindakan keras kepala yang Xiao Yun lakukan pada Latihan Bertarung. Namun lubuk hatinya, sangat peduli serta mengkhawatirkan kondisi putranya tersebut. Sikapnya yang tegas tersebut, merupakan cara ia menunjukkan kasih sayangnya kepada Xiao Yun. Sebuah senyum kecil pun tampak merekah di bibir Xiao Yun. Ketakutan yang ia rasakan dari tekanan ayahnya, perlahan berubah menjadi kebahagiaan yang memenuhi hatinya. Ia menatap wajah ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku mengerti, Ayah. Maafkan aku, karena sudah membuat Ayah dan Paman Wuling khawatir."

"Tidak apa-apa, Yun'er. Setiap manusia pasti akan melakukan kesalahan dalam hidupnya. Tetapi, jangan jadikan kesalahan tersebut sebagai alasan untuk menyerah ataupun tenggelam ke rasa penyesalan."

"Jadikan kesalahan tersebut sebagai pembelajaran dan alasan untuk kembali bangkit lebih kuat. Apa kau mengerti?" tanya Ye Wuling

Xiao Yun segera mengangguk pelan. Tatapan matanya menyiratkan sebuah penghargaan yang mendalam kepada Xiao Qinzi dan Ye Wuling. Ia merasa bersyukur karena memiliki dua sosok Pria hebat di sisinya. Setelah itu, Xiao Qinzi segera bangkit kembali. Wajahnya yang tegang sebab menumpuk terlalu banyak kekhawatiran, kini terlihat lebih rileks dan nyaman setelah ia berhasil mengeluarkan seluruh perasaannya yang terpendam. Ketegangan yang memenuhi ruangan tersebut pun mulai mereda. Suasananya kembali berubah menjadi lebih tenang dan damai. Lalu, Ye Wuling langsung menepuk bahu kanan Xiao Qinzi seraya tersenyum. "Suasana seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh hubungan seorang Ayah dan anaknya."

"Coba kau bayangkan, jika tadi kau terus bersikap dingin kepada Yun'er. Kemudian, Dewi Negara Yun melihat putra kesayangannya mendapatkan perlakuan buruk darimu."

"Jika hal tersebut sampai terjadi. Mungkin sekarang kau sudah tidak berbentuk manusia lagi, Qinzi." ujarnya

Perkataan usil dari Ye Wuling. Seketika membuat tubuh Xiao Qinzi gemetar hebat. Keringat dingin mulai bercucuran di punggungnya, saat pikirannya dipenuhi oleh bayangan ekspresi marah dari sang istri. Reaksi pada tubuhnya tersebut menunjukkan bahwa dirinya sangat takut terhadap istrinya. Tawa Ye Wuling langsung menggema di ruangan tersebut, ketika berhasil mempermainkan sahabatnya melalui ucapan usilnya. Ye Wuling sangat mengetahui ketakutan terbesar Xiao Qinzi. Di sisi lain, Xiao Yun tampak memiringkan kepalanya ke satu sisi sebab merasa bingung melihat ayahnya yang sangat ketakutan. Sebuah pertanyaan penuh keraguan mendadak muncul di benaknya, "Kenapa Ayah sangat takut pada ibu?" pikirnya

Kemudian, Xiao Qinzi mulai mencoba mengendalikan pikirannya untuk melawan ketakutan terbesarnya tersebut. Setelah itu, Ia berusaha berbicara kembali dengan napas yang tersengal-sengal, "Te, tetapi.. Istriku sekarang sedang tidak ada di sini. Jadi, hal yang kau ucapkan tadi seharusnya tidak akan menjadi kenyataan, bukan?"

"Nyonya Besar memang tidak ada di sini. Namun, bukan berarti Anda bisa bersikap seenaknya kepada putra kesayangannya, Tuan Pemimpin."

Suara seorang perempuan tiba-tiba muncul dari bagian luar kamar Xiao Yun. Suara yang terdengar tegas tersebut mengejutkan seisi ruangan. Lalu, pandangan mereka bertiga langsung tertuju ke arah datangnya suara tersebut. Xiao Yun dan Ye Wuling seketika tersenyum, setelah mengetahui kalau suara yang tiba-tiba muncul tadi berasal dari Bibi Yi. Sementara itu, Xiao Qinzi kembali ketakutan saat mendapatkan tatapan mata yang dingin dan tajam dari Bibi Yi.

"Xiao Yi?! Ke, kenapa kau ada di sini?!" tanya Xiao Qinzi dengan tubuh yang gemetar

"Aku ke sini untuk melihat kondisi Tuan Muda Ketiga. Apakah Anda akan melarangku?" ucap Bibi Yi seraya melangkah masuk ke dalam kamar

"Te, tentu saja tidak. Aku tidak mungkin melakukannya, karena kau adalah pelayan pribadi Yun'er."

"Huh! Anda membuat keputusan yang bijak."

Bukan hanya Ibu Xiao Yun yang menjadi ketakutan terbesar Xiao Qinzi. Tetapi, Bibi Yi juga termasuk dari ketakutan terbesar dirinya. Walaupun statusnya hanyalah seorang pelayan, namun keberadaan Bibi Yi di Klan Xiao jauh lebih penting dibandingkan Xiao Qinzi. Lalu, Bibi Yi langsung memusatkan perhatiannya kepada Xiao Yun yang masih terduduk di atas tempat tidurnya. Sebuah senyum lembut tampak terukir di wajahnya saat melihat Xiao Yun. Tatapan matanya yang hangat merefleksikan kedalaman rasa syukurnya. Jemarinya yang ramping pun mulai mengusap lembut kedua pipi Xiao Yun. "Bagaimana kondisi Anda saat ini, Tuan Muda? Apakah Anda sudah merasa lebih baik?"

"Iya, kondisiku sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang, aku sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa." jawab Xiao Yun seraya tersenyum

"Syukurlah. Akan tetapi, tolong jangan melakukan tindakan yang berbahaya lagi ke depannya. Anda harus lebih peduli pada keselamatan diri Anda sendiri, Tuan Muda."

Xiao Yun segera menganggukkan kepalanya. "Aku mengerti. Aku akan berusaha untuk memenuhi perkataan Bibi Yi."

"Itulah kata-kata yang ingin kudengar." ujar Bibi Yi

Setelah memastikan kondisi Xiao Yun yang sudah membaik. Bibi Yi segera mengarahkan pandangan matanya ke arah Xiao Qinzi. Tatapan matanya terlihat sangat tajam dan menyeramkan, hingga membuat Xiao Qinzi bersembunyi di belakang Ye Wuling. Ketakutan Xiao Qinzi yang sempat hilang, kini kembali ia rasakan. Di tengah situasi tersebut, sebuah pertanyaan mengejutkan tiba-tiba datang dari Xiao Yun.

"Bibi Yi, apakah Ibuku adalah Wanita yang menyeramkan?"

Bibi Yi sontak tertegun. Kemudian, ia segera menjawab pertanyaan Xiao Yun dengan penuh antusias. "Itu tidak benar, Tuan Muda. Ibu Anda adalah wanita yang sangat luar biasa. Ia merupakan salah satu kultivator jenius dan terkuat di Negara Yun."

"Kebaikan hati serta sikapnya yang lemah lembut kepada siapapun, selalu membuat orang-orang yang berada sekitarnya merasa nyaman. Lalu, kecantikan yang dimilikinya menjadikan ia sebagai Wanita tercantik di Negara Yun. Hingga mendapat sebuah julukan yang sangat cocok untuk dirinya, yaitu Dewi Negara Yun." jelas Bibi Yi

"Begitu, ya. Tetapi, kenapa Ayah terlihat ketakutan ketika mengingat Ibu? tanya Xiao Yun seraya menggaruk kepalanya

Ekspresi Bibi Yi seketika kembali menyeramkan. Dengan wajah yang serius dan nada tegas, ia segera menjawab pertanyaan Xiao Yun. "Itu adalah naluri alaminya."

Kedua mata Xiao Yun langsung terbuka lebar. Sebuah jawaban singkat dari Bibi Yi membuat ia tertegun sejenak. "Apa Bibi Yi baru saja menyamakan hubungan kedua orang tuaku dengan hubungan seekor predator dan mangsanya?" pikir Xiao Yun

Bibi Yi pun segera menghela napas panjang dan kembali berbicara dengan nada lembut, "Baiklah, karena kondisi Anda sudah mulai membaik. Maka kami akan pergi, agar Anda bisa kembali beristirahat untuk memulihkan diri."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!