NovelToon NovelToon
Akulah Pewaris Sesungguhnya

Akulah Pewaris Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / CEO
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Pagi

Pagi sekali Sean berangkat karena hendak mampir ke lokasi proyek, untuk memastikan para pekerja kembali melaksanakan tugas dan suplai pengadaan tak ada hambatan.

Sampai dini hari Sean melobi perusahaan yang sempat menunda pengiriman karena keterlambatan pembayaran. Negosiasi alot terjadi. Sean meminta kelonggaran waktu untuk pembayaran sebelumnya, dan disetujui.

"Pagi sekali Sean? Nggak sarapan dulu?" tanya mama.

"Iya Mah, Sean mampir dulu ke proyek," bilang Sean.

"Hati-hati," Sean menyalami mama layaknya anak yang berbakti.

Sean menelpon Andrew setelah berpamitan dengan mama Marina, dan mobil melaju perlahan.

"Sean, ngapain pagi-pagi nelpon? Gangguin orang lagi mimpi aja," gerutu Andrew.

"Ndrew, bukti yang lain mana?" tanya Sean.

"Kan bisa nanti siang bos. Mimpi ketemu artis jadi keskip nih," bilang Andrew kesal.

"Lagian sebanyak apapun bukti yang kamu kasih paling cuman beberapa hari aja mereka merasakan dingin nya lantai bui," oceh Andrew.

"Plan B sudah dijalankan bro," tanggap Sean.

"Tingkat kesuksesannya? Layak dipertanyakan," sahut Andrew.

"Jebakan Batman mulai ada hasil. Tenang aja," balas Sean yang kali ini akan sukses dengan rencana nya. Abimanyu akan dibuat sibuk, hingga mengesampingkan Yola.

"Oke brother, silahkan lanjut mimpinya kalau mau rejeki nya dipatok ayam," ujar Sean terbahak.

"Maksudnya apa? Bandingin aku sama ayam?" suara Andrew mulai ngegas. Tawa Sean semakin kencang.

"Abis nya jam segini masih molor. Ayam dini hari sudah berkokok bro," olok Sean.

"Siapa suruh ayam bangun nya kepagian," gerutu Andrew.

Tut....tut.... panggilan terputus sepihak karena ulah Andrew.

.

Pagi sekali suasana perusahaan sedikit ricuh.

"Ada apa? Ramai sekali di lobi," kata tuan Abimanyu yang barusan datang bersama Yola.

"Kita kesana," ajak Yola.

"Ada apa ini?" seru Abimanyu di tengah kerumunan.

Ada lima orang petugas kepolisian mendekati tuan Abimanyu.

"Pagi tuan, kami ke sini mencari nyonya Yola dan tuan Kevin," beritahu pria yang sepertinya pemimpin dari rombongan itu.

"Keperluan?" tanya Abimanyu.

"Mereka mencari ku?" tanya Yola.

"Ini tuan," pria tadi menyerahkan surat penangkapan untuk Yola dan Kevin.

"Atas kasus apa? Kalian tak bisa seenak jidat membawa anak buahku dong," cegah Abimanyu.

"Ada beberapa tuduhan untuk keduanya. Nanti bisa dijelaskan di kantor," seru pria itu tegas.

Kevin ikutan muncul di tengah kerumunan.

"Ada apa nih?" katanya tanpa merasa bersalah.

Pria itu melihat name tag yang ada di dada Kevin.

"Anda tuan Kevin?" tanya petugas yang sama.

"Betul. Ada apa tuan?" tanya balik Kevin.

"Silahkan ikut dengan kami. Anda bersama nyonya Yola," jelas petugas berseragam coklat itu.

"Lebih baik anda berdua koorperatif. Itu akan memudahkan kami," kata nya sopan.

Surat tugas diberikan ke Abimanyu, dan dibaca oleh Abimanyu dengan cermat.

"Silahkan tuan, nyonya," petugas-petugas itu bersiap membawa keduanya.

"Tunggu! Siapa yang melaporkan kita? Akan ku tuntut balik atas pencemaran nama baik," teriak Kevin.

Dua orang petugas memegang Kevin yang mulai berontak, demikian Yola.

"Sanggahan anda bisa disampaikan di kantor," ujar petugas itu dengan nada sopan dan bijak.

"Pah, siapkan tim lawyer terbaik. Aku nggak mau terlalu lama di sana," bisik Yola.

Abimanyu terdiam, karena laporan itu dibuat oleh Sean Rahardjo.

"Pah....," panggil ulang Yola karena tak ada respon dari Abimanyu.

"Nanti aku kabarin," sahut singkat Abimanyu. Abimanyu berpikir tak mungkin memakai jasa tim hukum perusahaan, karena saat ini yang melaporkan adalah Sean Rahardjo. Dan kasusnya terkait dengan penggelapan dana yang tak sedikit. Yola tak ada kapoknya sama sekali. Entah sampai kapan Abimanyu bisa menutupi. Batin Abimanyu bergejolak.

"Pagi tuan Abimanyu," sapa Astrid dengan genit membuat Yola memutar bola mata nya malas.

"Astrid, kamu hubungi tim hukum perusahaan," suruh tuan Abimanyu pada akhirnya. Jika panggil tim lawyer luar, akan butuh biaya yang tak sedikit.

"Buat apa tuan?" tanya Astrid sok belum paham.

"Pendampingan nyonya Yola dan Kevin. Bagaimanapun mereka berdua adalah karyawan perusahaan Rahardjo," titah tuan Abimanyu.

"Kita nggak boleh memihak tuan, apalagi menurut info yang beredar pelapor kasus ini berasal dari internal nya kita," beritahu Astrid sesuai pemikiran awal Abimanyu.

"Heh, aku ingatkan ya. Kamu itu cuman sekretaris. Jangan sok ngatur deh," teriak Yola.

Meski cuman karyawan biasa, siapa yang berani melawan Yola.

"Azas netralitas dan tidak berat sebelah musti ditegakkan tuan," provokasi Astrid ke Abimanyu.

"Bisa diam nggak?" teriak Yola.

Abimanyu mendekati Yola

"Sayang, aku nggak mau di penjara. Aku nggak salah sayang. Pasti itu hanya fitnah keji belaka," rayu Yola dengan suara pelan.

"Benar apa yang dikatakan Astrid. Ikuti saja proses hukum. Kalau memang kalian tak bersalah, pasti segera bebas kembali," ucap Abimanyu jaga wibawa.

"What?" tanggap Yola dengan mata melotot, tak mengira keputusan Abimanyu seperti itu.

"Tuan-tuan, silahkan bawa mereka. Perusahaan akan bekerjasama dan mengikuti prosedur hukum yang berjalan," bilang Astrid seraya mendekati Abimanyu.

"Tuan, banyak agenda yang menunggu anda hari ini," bisik Astrid memberitahu. Sikap Astrid membuat Yola kebakaran jenggot.

"Tolong kamu panggil Sean," suruh Abimanyu.

"Baik tuan," Astrid melenggang pergi.

Yola yang kesal mengejar Astrid, "Sialan, dasar cewek penggoda," tangan Yola hendak menggapai tubuh Astrid, tapi keburu dicegah oleh petugas berwajib.

"Silahkan ikut kami nyonya," kata petugas itu setengah memaksa.

"Anda sopan kami pun segan," lanjut petugas itu menarik paksa Yola yang enggan melangkahkan kaki nya.

Kevin berontak, dan empat petugas yang lain memaksa nya pergi.

Kericuhan pagi itu berakhir setelah Yola dan Kevin berhasil digelandang pergi.

.

Sean menerima panggilan dari Astrid yang memintanya ke ruangan Abimanyu.

"Oke, aku langsung ke sana," kata Sean menyanggupi.

Sean berbelok arah menuju ruangan Abimanyu.

"Sean, apa yang kamu lakukan?" sambut Abimanyu begitu Sean menutup pintu ruangannya

"Apa ini tentang gundik papa dan juga putra nggak jelas asal usulnya itu?" tanya Sean sinis.

"Sean, meski kamu benci Kevin. Dia tetap lah saudara kamu. Kita selesaikan baik-baik di internal perusahaan," saran tuan Abimanyu.

"Jaminannya apa Pah? Apa papa mau merusak reputasi perusahaan sendiri? Berapa kerugian yang mereka akibatkan karena ulah mereka?" rentet Sean mengutarakan analisa.

"Terus, apa kabar kerugian yang ditanggung perusahaan? Apa papa mau menanggungnya?" todong Sean.

"Mana ada papa uang segitu banyak," jawab Abimanyu.

"Maka dari itu, biar mereka merasakan akibat perbuatan mereka sendiri," tandas Sean.

"Sean tak habis pikir, Yola itu kasih pelet apa ke papa?" sindir Sean

"Maksud kamu?" balas Abimanyu.

"Sejak go publik dengan Yola, apa kabar mama ku?" sahut Sean.

"Itu beda cerita Sean," bela diri Abimanyu.

"Kenapa?"

"Mama kamu wanita baik dan setia. Tanpa papa, aku yakin mama kamu masih bisa menata hidupnya. Beda dengan Yola, dia tergantung sekali dengan papa, demikian juga Kevin," lanjut Abimanyu membela diri.

"Oke Pah, kalau gitu tunggu saja kabar baik dari mama," Sean beranjak meninggalkan ruangan Abimanyu. Abimanyu menautkan alis, ada maksud apa perkataan Sean barusan?

.

To be continued, happy reading

1
lin sya
smgt mama sean nikmatin hdup, buat apa pnya hrta klo gk digunain buat kesenangan diri, klo prlu cari berondong atau hot daddy sm geng mak2😄
lin sya
aku harap mamanya sean bneran cerai, jgn smpai krn abimanyu menyesal krn kebongkar kejahatan yola, papanya sean kan doyan cwek, dan gk ada cinta kemama nya sean utk apa dipertahankan, kira2 kpn papanya sean sadar ya/Smile/
Titien Prawiro
Kevin Yola dipenjara yg lama thor, Yola keluar penjara rambut putih siapa yg mau sama pelakor tua.
Titien Prawiro
Cellin beli berlian kenapa Yola iri, dia gk tahu Celline orang kaya. kepanasan hatinya. dasar pelKor kamu Yola,
Titien Prawiro
Good job Sean, buang Kevin dan ibunya, jangan simpan sampah.
lin sya
kira2 trbongkar gk ya, krn golongan darah kevin dan abimanyu berbeda, klo abimanyu gk peka kevin bkn anaknya brrti otaknya oding🤭, smga aj kbngkar kejahatan marco dan yola biar satu jeruji, pngen liat wajah penyesalan abimanyu yg udh sia2kan sean dan mamanya
lin sya
trnyata kevin bkn darah daging abimanyu, klo swtu saat posisi sean trdesak tes dna aj. klo trbkti bkn saudara seayah jd kevin gk pnya kuasa atas hrta sean dan bikin abimanyu menyesal bntr lgi jd duda tp hobby selingkuh🤭
lin sya
tnpa hrta dan kekuasaan yola dan anaknya bagaikan semut, tp sombongnya minta ampun, hrsnya sean jgn trrlu ringan menghukum gundik papanya, sean kan udh jdi pewaris bikin aj papanya gk pnya materi biar ngerasain dri bwh🤭
Tania Luvia
lanjut 👍
Tania Luvia
lanjut Thor, biarkan Yola menyingkirkan saja 😄
Tania Luvia
keren thor
Tania Luvia
sukses selalu thor, semangat
Tania Luvia
sepi thor💪
Tania Luvia
ngopi sambil mencari inspirasi bagus juga Thor 🤭
Tania Luvia
lanjut👍
Tania Luvia
lanjut thor🤭
Lee Mba Young
Anak laki kl gk punya kuasa gk bisa ngapa ngapa in kl bpk nya selingkuh. lihat Sean gk bisa misahin yola dng bpk nya.
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
Lee Mba Young
Berarti Sean gk punya kuasa 😄. lihat papa nya bawa gundik saja dia gk bisa misahin kok.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.
Tania Luvia
Celline ternyata putri CEO yang tersembunyi🤣
Tania Luvia
gundik gilaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!