Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penolong Datang
Kedatangan Karel dan timnya diketahui oleh Jack yang saat ini hampir memasuki pulau pertahanannya. Semua anggota Jack sudah bersiap. Karena jika ada orang asing yang datang biar radiusnya masih sangat jauh, alaram di pulau ini akan berbunyi sebagai peringatan bahwa ada bahaya.
Tim pertama Jack menghadang musuh yang datang. Bertempuran terjadi ditengah laut pun terjadi. Aksi tembak menembak tidak bisa terhindar. Setelah informasi tentang pulau dimana Adel di bawa diperoleh, Karel akhirnya mengerti, bahwa mereka sedang berhadapan dengan mafia kelas kakap. Dan dia adalah Jack Omar pengusaha sukses yang sangat susah sekali disentuh oleh Karel dan kawan - kawan. Permainannya selalu bersih.
Karel dan kawan - kawannya masih berusaha menghabiskan anak buah Jack di tengah laut. Sementara Adel Emanuella Sanjaya seorang dokter yang diculik sudah berada di salah satu kamar mewah. Dia sudah sadar. Dan menyakitkan sekali, payudaranya membengkak, karena Aldo anaknya masih menyusui, dia masih memberikan asi kepada anaknya, sehingga saat ini, Adel merasa mau demam. Maka dia ke kamar mandi berusaha mengeluarkan asinya. Dalam arti dia membuang makanan anaknya. Dia menangis saat mengeluarkan asi itu.
Anak buah Jack di lumpuhkan. Karel dan timnya tidak bisa masuk dengan kapal kecil ini ke pulau. Akan sangat terlihat. Maka mereka memutuskan untuk menyelam. Perlengkapan semua di siapkan. Mereka membuat seolah - olah dilokasi semua terbunuh. Yang tersisa hanya kapal kecil ini. Maka skenario pertumpahan darah di sekitar lokasimu tercetus.
Karel dan timnya sudah berada di dasar laut dengan alat menyelam. Di rasa sudah tiga puluh menit tim pertama belum kembali, Jack memerintahkan untuk mengirim tim lagi. Lima menit kemudian Jack mendapat informasi, bahwa lokasi kejadian bersih semua meninggal tengelam. Hanya bercak darah saja yang ada di kedua kapal. Gambar - gambar di lokasi pun, sudah Jack terima. Dia tersenyum.
Pikiran Jack saat ini adalah bersenang - senang dengan Adel istri polisi itu. Jack tidak tahu, bahwa Karel dan timnya sudah berada di pulau yang sama dengannya. Mereka masih di tengah hutan. Kamera rahasia milik intel diterbangkan yang di pasangkan pada burung. Namun sebelum aksinya dijalankan. Alaram yang ada di pulau ini, sudah dikacaukan oleh tim intel. Sehingga pada saat Karel mereka memasuki pulau itu tidak ada tanda peringatan.
Gambar yang diperoleh dari kamera burung itu, memperlihatkan lokasi itu keseluruhan. Ternyata selain rumah istana, ada juga bangunan besar lainnya. Ada landasan helikopter dan transportasi laut lainnya.
"Sangat kaya orang ini. Apa bangunan satunya itu adalah pabrik."
"Sepertinya."
Situasi sudah dibaca oleh Karel. Di otaknya sekarang adalah misi menyelamatkan istrinya. Kembali Karel memerintahkan untuk burung itu diterbangkan dan mengarah kesalah satu jendela. Dan kagetnya Karel melihat wajah pucat istrinya. Seperti menahan sakit.
"Komandan itu nyonya." Air mata Karel tumpah. Dia tahu bahwa Adel sedang ketakutan dan pasti demam, karena sudah terhitung mau sepuluh jam dia tidak menyusui Aldo Imanuel Barnabas buah hati mereka.
"Itu istri saya. Sepertinya bukan hanya istri saya. Tetapi juga semua kasus Jack akan kita bongkar." Karena waktu kamera di arahkan ke sisi lain disana ada banyak anak dan perempuan dewasa.
Mereka berdoa sebelum melangkah. Setelahnya mereka menerima arahan.
"Jaga diri kalian."
"Siap."
Di asia tim delta yang di pimpin oleh Karel Imanuel Barnabas sangat disegani. Bahkan tim delta ini sering di minta bantuannya oleh negara - negara tetangga. Spesialis mereka melepaskan sandera.
Tim delta sudah bergerak kira - kira pukul delapan malam. Di bantu oleh interpol setempat. instruksi jelas dan mereka bekerja. Bangunan pabrik berhasil di kuasai.Ternyata pekerjanya bekerja tidak kenal waktu menghasilkan obat - obat terlarang, informasi ini didapat di lapangan.Dan para pekerja ini kebanyakan orang Indonesia. Penjagaan disini sudah di lumpuhkan. Dan mereka yang terdiri dari dua puluh orang diarahkan ke tempat aman. Untuk evakuasi nanti. Bom sudah terpasang. CCTV di pulau ini sudah dikendalikan oleh timnya Karel.
Ledakan di pabrik membuat konsentrasi penjaga dirumah mewah itu teralihkan. Mereka berlari ke arah pabrik. Dan satu - satu di lumpuhkan oleh Karel dan teman - teman.
"Ada apa ini??"
"Terjadi ledakan di pabrik." Jack yang mau tidur di bangunkan. Dia langsung melihat CCTV di ruangan, namun merasa aneh karena gambar dalam jarak waktu lima menit selalu sama. Dia curiga.
"Alaram tanda peringatan."
"Aman bos." Jack tidak tahu bahwa tim delta interpol sudah menguasai rumah ini. Tahanan perempuan dewasa dan anak - anak sudah dibebaskan. Saat matanya melihat kearah dermaga sudah banyak orang disana.
"Bodoh kalian. Kita sedang diserang." Jack yang mau bersiap - siap keluar melarikan diri, dicegat oleh Karel.
"Selamat malam tuan Jack. Senang bertemu denganmu."
"Bajingan polisi kecil. Kamu bukan sainganku."
"Petualangan anda berakhir."
Jack mengarahkan senjatanya ke arah Karel, namun dengan cepat Karel menghindar. Sementara itu, di kamar tempat Adel di kurung, anak buah Jack sudah memasang bom di tubuhnya. Tim delta dengan penembak cepatnya sudah siap membidik target.
"Di tahan. Istriku dalam masalah. Ada bom di badanya." Karel meminta salah satu rekannya datang melihat jenis bom apa yang digunakan ditubuh Adel istrinya.
"Sayang, tenang.... Mas akan membawa kamu keluar. Lihat mas." air mata Adel sudah berlinang. Teman Karel menemukan dimana lampu yang terhubung dengan remote yang dipegang oleh Jack. Karena dia adalah orang Korea maka berbicara dengan bahasa Korea. Karel mengerti dan dia tahu istrinya juga mengerti dan bisa berbahasa Korea.
Maka Karel menenangkan istrinya dengan bahasa Korea. Satu tembakan mengarah ke arah lampu kedap kedip di bahu kiri istrinya sebagai penghubung bom rompi di tubuh Adel dengan remote di tangan Jack terputus. Tembak menembak pun terjadi. Jack mengenai satu tembakan di perutnya.
Rompi langsung di jinakan oleh Hyung interpol Korea ini, namun sangat sulit. Akhirnya dia pun melemparkan bom itu ketempat aman. Ledakan besar pun terjadi. Jack sadar mau memberi tembakan kali ini dengan sikap berani. Karel menutupi tubuh istrinya. Sehingga tembakan itu mengenai tubuh Karel yang mengunakan rompi. Satu tembakan Karel arahkan ke kaki Jack. Dan dia jatuh.
Dalam keadaan luka parah. Jack dibawa ke Maladewa bersama timnya Karel yang tersisa di pulau dengan helikopter. Bangunan besar itu pun langsung diledakan. Biar tidak ada aktivitas berbahaya di pulau ini. Seketika pulau itu langsung gelap. Hanya ada kobaran api dari ledakan. Ratusan miliar bahkan triliun kekayaan Jack Omar hancur. Tahanan dan pekerja sudah dibawa dengan kapal - kapal punya Jack ke Maladewa.
Setelah didata, Warga Indonesia dipulangkan dengan pesawat hari itu juga. Jack diobati, juga Adel yang bahunya mengalami luka robek akibat peluru dari senjata suaminya. Karel ada disamping istrinya ketika dokter di Maladewa menjahit luka itu. Dia mencium istrinya. Setelah selesai di obati, Karel mencium luka itu dan mencium bibir istrinya yang masih gemetar karena trauma.
"Maafkan mas sayang. Ini kali terakhir kamu di culik." Adel memeluk suaminya sangat erat. Malam itu juga setelah semua urusan selesai. Kontak dengan kepolisian di Jakarta dan dunia selesai.
Dengan pesawat cepat Jet pribadi Karel bersama tim delta, Jack Omar tahanan interpol dibawa walaupun dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius. Dan dokter Adel Emanuella Sanjaya istrinya Karel Imanuel Barnabas yang menjadi korban penculikan. Kembali ke Indonesia tepatnya Jakarta.