cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semangat baru
Di sore hari aku dan adekku tengah sibuk membuat cilok untuk aku jual besok pagi.
" Dek bikinnya yang bulat dan jangan besar-besar nanti kakak malah tekor dek" ucapku
" Iya ini juga sudah bulat kak emang sengaja yang sebelah sini aku kasih ekor biar estetik" ucap Rofik
" Helee estetik lagian mana ada cilok estetik yang bentuknya udah macam kecebong gitu, udah benerin jadi bulat" ucapku
" kakak ini emang tidak tau seni udah bagus kayak gini malah di bilang kecebong" gerutu Rofik
" iya gitu yang bulek potong saja ekornya biar jadi kecebong buntung" ucapku
" iyaaa ini tak potong ekornya eh kasihan juga kak nanti kalau berenang gimana kan kecebong berenangnya juga sama ekornya juga" ucap Rofik
" Ya Allah ini lagi bikin cilok apa prakarya kecebong sih kok malah kasihan kecebongnya..." ucapku sambil menepuk jidat Rofik
" ya sudah ini nanti khusus punya kamu, kamu makan sendiri saja jangan di masukkan ke tempat cilok yang kakak mau jual nanti di kira cilok jadi-jadian kan repot" ucapku
" ok kak tapi aku mau buat 3 lagi boleh kasian kecebongnya gak punya keluarga" ucap Rofik dengan wajah memelas
" Ya sudah tapi jangan besar-besar nanti kakak jualannya jadi sedikit dong" ucapku
" Iya kak kecil aja kok nanti ceritanya ini yang besar bapaknya yang kecil-kecil anak sama cucunya" ucap Rofik
" Iya terserah kamu saja dek " ucapku pasrah
Emang ya, imajinasi bocil itu jauh di atas rata-rata segala adonan cilok bisa jadi kecebong family.
Setelah beberapa jam aku telah selesai membuat cilok beserta sambalnya.
Kulihat adikku Rofik telah tertidur di depan televisi, Tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku dan tiba-tiba dadaku juga terasa sesak karena melihat adikku Arofik yang tumbuh besar tanpa kasih sayang dari kedua orang tua.
" kakak janji dek,kakak akan usahakan yang terbaik buat kamu doakan rezeki kakak lancar dan barokah sehingga kakak bisa memenuhi semua kebutuhan kamu dek" ucapku sambil mengelus kepala Rofik
" Ya Allah lindungi aku dan adikku dari orang-orang yang akan berbuat jahat, tolong engkau beri kebahagiaan selalu untuk adikku ini ya Allah hanya dia yang aku punya di dunia ini amin." gumamku dalam hati
Malam ini aku bersyukur karena meski dengan keterbatasan ekonomi aku dan adikku Rofik masih di beri rezeki untuk makan dan tidur dengan nyenyak meski hanya beralaskan tikar tapi tidak apa-apa asalkan aku dan adikku masih bisa bersama.
Keesokan harinya di saat suara adzan subuh berkumandang aku segera membangunkan adikku Arofik untuk menunaikan shalat subuh berjamaah di musholah depan gang dekat rumah.
" Dek ayo buruan sudah mau ikomah itu" ucapku
" iya kak sebentar ini loh sarungku mau mlorot terus" ucap Rofik
" sini Kakak iket pakek tali rafiah biar gak copot" ucapku
" Hiiss kakak di kira aku ini lontong apa di ikat segala mana pakek tali rafiah gak ada ikat pinggang yang bagusan dikit apa!" gerutu Rofik
" sudah ayo berangkat sudah mau ikomah nanti kamu cuman dapat pahala buntutnya aja mau, kalau kakak sih masih mau pahala perutnya aja meski gak dapat kepalanya" ucapku sambil berlari menuju musholah
" kebiasaan pahala di ibaratkan sapi yang ada tuh onta Kakak bukan sapi" ucap Rofik
" Terserah kakak dong kan kakak cita-citanya jadi juragang sapi jadi ya sapi aja perumpamaannya" ucapku tak mau kalah
" " Terserah yang waras ngalah" ucap Rofik sambil melangkah menuju shaf sholat
Setelah selesai sholat subuh aku dan Rofik segera pergi kepasar untuk membeli kebutuhan dapur dan daging sapi untuk bahan pembuatan cilok daging sapi dan daging ayam untuk bikin cilok ayam. Aku memang membuat cilok dengan 2 varian karena terkadang ibu-ibu dan anak-anak yang beli cilok suka beda-beda seleranya.
Aku dan Rofik langsung menuju stand jualan daging sapi tempat langganan aku namanya pak haji Badrun .
" assalamualaikum pak haji Badrun biasa ya daging sapi 1 kg" ucapku
" Wokey zizah cantik, kok tumben 1 kg daging sapinya biasanya setengah kilo saja dan pakek tulang sumsum setengah kg kan biasanya kamu?" tanya pak haji Badrun
" iya pak haji lagi ada pesenan untuk acara ulang tahun anaknya pak RT Sobri nanti siang" ucapku
" Oh pantesan jadi lagi dapat rezeki nomplok nih ceritanya" ucap pak haji menggodaku
" Ya Alhamdulillah pak haji bisa buat beli keperluan sekolah adek" ucapku
" Kamu gak ada niatan pengen sekolah lagi zizah kan bisa ambil sekolah kejar paket" ucap pak haji
" Gak dulu pak haji kejar angkot saja capek pak haji ini malah mau kejar paket malah gak jualan nanti aku" Candaku
" Hem kebiasaan emang kamu ini omongan serius di bikin bercanda, ini pesanan mu tulang sumsum gratis Abah kasih" ucap pak haji Badrun
" Alhamdulillah makasih pak haji sering-sering ya" ucapku sambil tersenyum
" Doakan saja rezeki Abah lancar nanti Abah kasih lagi" ucap pak haji Badrun
" Amin, ini uangnya saya permisi dulu ya pak haji yang ganteng dan rajin menabung, assalamualaikum "ucapku
" waalaikumsalam, ya Allah lancarkan rezeki Azizah karena dia adalah harapan adiknya satu-satunya untuk membiayai hidupnya dan adiknya amin" gumam pak haji Badrun
Beda halnya dengan pak haji Badrun yang menatap senduh ke arah Azizah dan Rofik. Kini kedua orang beda usia itu sekarang lagi ada di stand penjual daging ayam potong.
" assalamualaikum Bu beli ayamnya ya 1 kg, sama hati ampelanya setengah kilo ya Bu" ucap Azizah
" Siap neng zizah" ucap Bu Jumi
" kak kok pakek beli hati ampela juga?" Tanya Rofik
" Bukannya itu kesukaan kamu ya dek hati ampela di masak bumbu rendang" ucap Azizah
" Jadi kakak beli buat aku?" ucap Rofik dengan mata berbinar
" Iya adek kakak yang ganteng" ucapku sambil mencubit pipinya
" Yeeeeyyy, makan enak... Makan enak..." ucap Rofik sambil joget-joget
" Ya allaahh senengnya hatiku melihat adikku bergembira seperti ini" gumam Azizah dalam hati
" Sudah jangan joget-joget di sini mending di perempatan lampu merah sana saja" ucap Azizah menggoda Arofik
" Yuk kakak temenin joget juga ya" ucap Rofik
" kalian ini bisa saja bercandanya, nih neng pesananya totalnya 50 ribu" ucap Bu Jumi
" Nih Bu, saya permisi dulu, assalamualaikum " ucap Azizah
" Waalaikumsalam " ucap Bu Jumi
Di sepanjang jalan pulang aku dan adikku Rofik bercanda dan tertawa, berapa saat kemudian kami telah sampai di depan rumah.
" Ayo kak aku bantu cuci dagingnya Kaka buat bumbunya saja" ucap Rofik
" Siap komandan" ucap zizah
Hari ini di rumah sederhana itu terdapat semangat baru dan senyum kebahagian di antar keduanya.