Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berangkat Ke Ibu Kota
Marwa sudah bangung sejak subuh tadi. Usai melaksanakan dua rakaatnya, Gadis itu bersiap hendak berangkat ke ibu kota hari ini. Haidar sudah menjanjikan sebuah tempat tinggal dan pekerjaan yang baik padanya.
Marwa yakin kalau Haidar tidak akan berbohong soal pekerjaan ini. Karena keluarga ini memang sebaik itu, Meski sebenarnya ada rasa sedikit trauma bagi Marwa setelah ia merasa di khianati oleh orang terdekatnya.
Namun setelah dipikir-pikir lagi, Tidak mungkin semua orang seperti itu bukan? Marwa terdiam beberapa saat, Apakah hidup kedepannya akan seperti ini? Apakah tidak akan ada secercah hidup indah dalam dirinya?
"Wa.." Marwa menoleh, Gadis itu tersenyum. Nina masuk lalu duduk disebelah sang sahabat. Tanpa mengatakan apapun Nina langsung memeluk Marwa.
"Kamu jaga diri baik-baik ya, Wa.. Sering-sering hubungi aku.." Marwa mengurai pelukannya menatap Nina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya, Itu pasti..
Terkadang orang baik itu bukan berasal dari keluarga kita sendiri melainkan dari orang lain. Tidak sedikit didunia ini orang yang bernasib sama seperti Marwa. Disakiti oleh orang terdekatnya sendiri bahkan masih terbilang keluarga..
"Aku akan hubungi kamu Nin.. Tapi nanti ya, Aku lagi gak pegang ponsel.." Nina memberikan sesuatu untuk Marwa.
"Nin, Ini?
"Buat kamu.. " Mata Marwa tertuju pada sebuah ponsel yang sepertinya masih baru.
"Nin..
"Kamu terima ya.. Jangan sampai ada penolakan.. Ini dari Bunda, Semalam pas kamu masuk kamar, Bunda minta anter Kakak buat beli ponsel ini.. Eh, Btw itu udah aktif semua.. Nomor aku, Bunda sama Kak Haidar usah tersimpan disitu.."
"Nin...
Marwa memeluk Nina lagi.. Tangisnya pecah. Keluarga ini memang baik semenjak pertama kali Marwa mengenalnya.
"Mulai sekarang, Kamu akan tinggal ditempat yang aman. Kak Haidar udah mastiin semuanya.. Dan ya, Kamu gak akan lagi punya hubungan sama orang-orang itu..." Marwa mengangguk. Ya, Setelah dia pergi dari kota ini Marwa akan menghilang dari pandangan orang-orang yang menyakitinya bahkan sampai mereka lupa dengannya.
Namun jangan salah, Setelah Marwa sukses nanti ia akan kembali. Akan Marwa rebut kembali apa yang telah menjadi hak nya. Mungkin sekarang Marwa kalah dan mereka menang, Tapi lihat saja nanti..
"Nin.. Keluarga kamu baik banget.. Aku bersyukur bisa ketemu sama kalian.." Nina mengangguk. Gadis itu yakin, Marwa adalah gadis yang kuat. Wanita itu tangguh, Buktinya meski kekurangan Marwa masih bisa bekerja dengan baik untuk mencari uang demi kesembuhan kakinya.
"Kamu tenang aja, Mereka pasti akan nyesel karena udah menyia-nyiakan kamu. Termasuk si Raski- Raski itu.. Dan lihat ini?" Nina memperlihatkan sesuatu pada Marwa. Sebuah pesan Nina serta panggilan berulang pada nomor Marwa diponsel yang sebelumnya.
"Kenapa kamu lakuin itu?
"Kenapa? Ya jelas supaya mereka nanti gak curiga ke aku karena udah bantu kamu kabur.. Dengan begini kan, Anggap aja aku juga sibuk hubungi kamu.." Marwa tersenyum. Meninggalkan kota ini memang sangat berat, Namun lebih berat lagi melihat orang-orang yang telah menyakitinya itu tertawa atas penderitaannya.
...****************...
Usai sarapan pagi ini, Marwa langsung berpamitan pada Nina dan juga wanita paruh baya yang ikut berperan baik dalam kepergiannya dari kota ini.
"Baik-baik kamu ya, Nak.. Ingat, Jangan lupa sama sholatnya.. Itu penting banget.." Ucap Bunda Nina pada Marwa saat gadis tersebut berpamitan.
"Wawa juga mau berterima kasih sama Tante.. Karena selama ini Tante udah baik banget sama Wawa.. Sama Nina juga. Kalian keluarga yang baik.." Bunda Nina memeluk Marwa dengan penuh kasih sayang. Ia sudah menganggap gadis ini sudah seperti anak kandungnya sendiri.
"Nin, Aku juga pamit ya..
"Wawa..." Nina menangis memeluk sang sahabat.
"Wa.. Kamu jaga diri ya, Disana.. Di ibu kota berat..
"Kata siapa berat.. Hoax itu.." Sahut Haidar yang langsung mendapat tatapan tidak enak dari sang adik.
"Ya, Udah.. Aku berangkat dulu ya..
"Daaaa...
Haidar langsung menyuruh Marwa masuk ke dalam mobil dan meminta gadis tersebut duduk dikursi bagian belakang.
Kaki Marwa tidak normal, Maka dari itu Haidar cukup mengerti takut saja nanti kaki Marwa kram atau pegal.
"Kak, Sebelum berangkat mampir ke makan ayah sama bunda aku dulu ya..
"Ya..
Mobil pun melaju. Hari ini, Dia akan pergi meninggalkan kota ini. Kota yang menjadi saksi bisu penderitaannya selama bertahun-tahun.
Dan dikota yang baru, Marwa akan memulai hidup yang baru. Kaki nya harus sembuh lebih dulu sebelum Marwa kembali ke kota ini dengan versi yang terbaru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah sakit, Tepat diruang Tania dirawat. Wanita itu memeriksa kaki nya yang kata dokter sempat mengalami cedera ringan.
Tania cukup was-was atau lebih tepatnya takut saja kalau kakinya akan pincang seperti kaki Marwa.
"Kenapa dilihat terus tuh kaki. Orang gak kenapa-napa.." Tania beralih menatap sang ibu yang sedang mengupas buah apel.
"Ya, Takut aja bu.. Gimana kalau kakiku pincang kayak kaki marwa? Bisa ditolak aku sama calon ibu mertua.." Kata Tania yang disambut kekehan kecil dari Dartik. Tania hanya takut saja kalau apa yang terjadi pada Marwa bisa saja akan terjadi padanya.
"Ya, Gak mungkin lah.. Sebelum kamu menjauhkan diri dari tangga kan kamu udah bisa mengira-ngira kan luka itu parah atau tidak.." Ucap Dartik yang sudah tahu tentang jatuhnya Tania itu bahwa semua bukan Marwa yang mendorong melainkan Tania sendiri yang menjatuhkan dirinya sendiri.
Sebenarnya Tania tidak seberani itu menjatuhkan diri. Hanya saja, Melihat sikap dingin Raski padanya selama beberapa hari membuat Tania kesal dan marah.
Tania ingin pria itu kembali baik padanya. Tania ingin pria itu kembali cinta padanya. Karena Raski memang adalah prianya, Raski adalah miliknya.
Tania memang menyesal karena dulu telah memaksa Raski untuk melamar Marwa hanya karena balas budi. Dan sekarang dia menyesal karena telah melakukan semua itu.
Tania hanya takut saja kalau Raski punya perasaan lain terhadap Marwa. Maka dari itu, Tania menjatuhkan dirinya sendiri dari atas tangga agar Marwa menjadi tersangka nya. Dan, Raski benci pada gadis itu.
Dan rahasia ini akan Tania simpan dengan rapat. Jangan sampai Raski atau salah satu keluarganya tahu..
"Pasti itu si anak pincang lagi nangis.. Setelah sama Raski, Memangnya siapa pria yang mau sama dia.. " Tania hanya tersenyum..
"Ya, Mana mau bu Pria sekarang sama gadis pincang. Malu-maluin yang ada.." Dartik tertawa.
"Eh, Setelah ini jangan lupa.. Kamu desak Raski supaya cepet nikahi kamu.. Jangan sampai bikin dia kepikiran sama si pincang itu.." Tania tersenyum..
"Ibu tenang aja..."
Ceklek..
Haris masuk dengan membawa pakaian ganti. Tania melihat ayahnya yang masuk dengan membawa makanan untuk sarapan juga.
"Yah, Udah datang? Gimana si anak pincang itu? Pasti sekarang dia lagi nangis.." Bukan apa yang ditanyakan, Tapi Marwa lah yang langsung jadi pertanyaan.
"Kayaknya dia beneran pergi dari rumah deh Bu.." Mata Dartik dan Tania membola mendengar itu..
"Serius yah?
"Kayaknya sih.. Gak ada siapapun dirumah.. " Tania tersenyum senang.
"Wah, Kalau dia pergi ini kesempatan emas dong..
"Iya lah.. Makanya kamu kekepin terus si Raski jangan sampai lepas..." Tania merasa senang dihatinya. Akhirnya gadis itu pergi juga. Tidak akan ada lagi yang mengganggu hubungannya dengan Raski sekarang..
"Marwa.. Semoga aja kamu tambah menderita diluaran sana.. Biarkan aku bahagia bersama Raski disini..
•
•
•
TBC
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,