NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.

Keesokan hari Bella dan Fahri tiba di kantor setelah sekian lama bekerja daring dari rumah, ruangan mereka sudah selesai di renovasi, perabotan yang dibutuhkan juga sudah tersedia dan tertata dengan apik, termasuk beberapa pakaian yang sudah tersusun di dalam lemari.

Meski sudah dibagi, bagian ruang kerja masih nampak lapang, tidak berpengaruh sama sekali. Ruang pribadi mereka pun cukup luas, lima kali lima meter lumayan lebar untuk satu ranjang, satu lemari pakaian dan satu meja rias. Kamar mandi pun ada di dalam.

"Bagaimana, sayang?" tanya Fahri ketika keduanya melihat-lihat desain interior ruang pribadi mereka, apa cocok atau tidak dengan selera Bella. Jika Bella tidak suka, Fahri bisa mendesain ulang. Jika ada yang kurang, Fahri akan menambahkannya, semua tergantung Bella.

"Lumayan," jawab Bella sambil mengitari ruang pribadi itu, dia naik ke kasur yang ternyata sangat empuk.

"Yakin sudah oke?" tanya Fahri sambil mendekat dan duduk di tepi ranjang.

"Iya, ini sudah bagus." jawab Bella.

"Bagaimana kalau kita tes dulu," Fahri merangkak naik ke kasur dan mendorong tubuh Bella. Bella yang tadinya duduk, kini jadi terbaring, Fahri mengukungnya dengan tatapan tak biasa.

"Jangan macam-macam, sayang!" ucap Bella dengan raut wajah panik, pipinya memerah seperti tomat.

"Satu macam saja, sayang." goda Fahri dengan seringai miring di sudut bibirnya.

"Fahri... Ini masih pagi," keluh Bella sedikit berteriak ketika wajah Fahri mendarat di lehernya. Fahri memberi kecupan-kecupan lembut dan sedikit gigitan kecil, membuat bulu kuduk Bella berdiri.

"Sayang, please... Jangan sekarang!" pinta Bella memohon dengan nafas terengah. Hari ini ada rapat penting, ada jadwal ketemu klien juga di luar sana. Jika diteruskan, yang ada Bella tidak akan bisa bangun. Tau sendiri beringasnya Fahri saat bersenggama, durasinya cukup lama, membuat pinggang Bella terasa patah.

"Hehehe..." Fahri tertawa kecil dan lekas mengangkat kepalanya. Jika diteruskan, dia juga tidak akan bisa mengendalikan diri. Tubuh Bella sudah menjadi candu baginya, tersentuh sedikit saja bisa membuatnya jadi menggila.

Setelah turun dari ranjang, Fahri merapikan pakaian dan rambut Bella yang berantakan. "Nanti sore kita coba ya!" goda Fahri sambil berbisik di telinga Bella.

Bella mengatup bibir, membuat pipinya menggembung. Sedetik kemudian mencubit dada Fahri dan berlari meninggalkan ruangan itu. "Coba saja sendiri!" serunya yang langsung menghilang dari pandangan Fahri. Fahri hanya bisa tertawa sambil geleng-geleng kepala melihat Bella yang begitu ketakutan.

"Kenapa, Bu?" tanya Reza dengan kening mengernyit menyaksikan Bella berlari seperti dikejar anjing.

"Tidak apa-apa," jawab Bella, senyum yang tadi menyungging di bibirnya seketika hilang, kemudian duduk di kursi meja kerjanya.

Reza kemudian melaporkan bahwa dewan direksi sudah menunggu di ruang rapat, termasuk beberapa investor, sudah saatnya mereka bertiga menyusul ke sana.

Setelah Fahri menampakkan batang hidungnya, ketiganya meninggalkan ruangan, turun ke bawah menuju ruang rapat yang ada di lantai tiga.

Di dalam ruangan berdinding kaca tersebut, Fahri duduk di kursi pemimpin sebagai direktur utama serta pemegang saham terbesar sebanyak 60%, 20% dipegang kakaknya, sedangkan 20% sisanya atas nama kakek Ahmad yang sebentar lagi akan diserahterimakan kepada Bella.

Jadi Ahmad Invest Internasional secara tidak langsung bisa dikatakan milik perorangan, tidak ada campur tangan pemegang saham lain, sebab itu keputusan mutlak ada di tangan Fahri.

Setelah Bella dan Reza duduk di barisan sebelah kanan Fahri, Fahri meminta pengacara membacakan surat wasiat yang ditandatangani langsung oleh sang kakek.

Ting...

Semua ponsel yang ada di hadapan masing-masing mendapat notifikasi pesan masuk.

Empat orang dewan direksi dan enam orang investor yang ada di ruangan, meraih ponsel mereka masing-masing.

Mereka semua menerima pesan foto surat wasiat kakek Ahmad berbentuk PDF. Menandakan bahwa surat tersebut sah dan tidak bisa diganggu gugat. Bahkan Fahri pun tidak bisa ikut campur.

"Menurut surat wasiat yang disetujui dan ditandatangani mendiang Bapak Ahmad, 20% saham atas nama beliau akan diserahkan pada cucu menantu beliau yang tak lain adalah Bu Bella. Surat ini murni keputusan beliau sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun." ucap Hendra, pengacara kepercayaan keluarga Ahmad.

Mendengar itu, Bella tampak syok. Tubuhnya bergetar, matanya terbelalak, tidak percaya kakek Ahmad memberikan saham itu padanya. Jika dihitung-hitung, 20% saham tersebut bernilai puluhan milyar bahkan sampai ratusan milyar, Bella rasanya ingin pingsan.

"Apa diantara kalian ada yang keberatan?" tanya Fahri.

"Tidak,"

"Tidak,"

Semua orang menggeleng bersamaan. Andaipun keberatan, mereka tidak punya hak untuk menolak, mereka bukan pemegang saham di perusahaan tersebut.

"Sayang, ayo tandatangan!" ucap Fahri sambil menatap Bella dengan senyum.

Hendra mengitari meja dan menaruh berkas pengalihan saham di hadapan Bella.

"Tapi, a-aku..." Bella gelagapan.

"Tidak ada tapi tapi, atau mau aku tambah jadi 50%?" tutur Fahri.

"Ti-tidak," gagap Bella sambil melambaikan tangan ke kiri dan ke kanan.

Mau tidak mau, terpaksa Bella menandatangani surat pengalihan saham tersebut dengan tangan gemetar. Sungguh seperti mimpi, dia yang sebelumnya tidak mendapatkan apapun di keluarganya, kini mendadak memiliki segalanya. Bella mencebik bibir sambil menatap Fahri usai menandatangani berkas tersebut.

Setelah Bella dinyatakan sebagai pemegang saham sah Ahmad Invest Internasional, semua orang bertepuk tangan dan mengucapkan selamat. Bella hanya membeku seperti patung, iya masih belum percaya.

Sebagai perusahaan investasi terbesar di negara ini, banyak perusahaan-perusahaan baru mengirim berkas permohonan sampai Reza lelah menyeleksinya. Beruntung ada Bella yang kini menjadi pemenang saham di perusahaan tersebut.

Setelah proses pengalihan saham milik kakek Ahmad selesai, satu diantara enam orang investor yang hadir mengeluarkan suaranya.

Beliau bernama Toni, dia baru saja mendapat laporan bahwa Fahri tidak profesional dalam bekerja. Seharusnya urusan pribadi jangan disangkut pautkan dengan pekerjaan. Bagaimana bisa Fahri menolak investor besar hanya karena masalah sepele yang seharusnya tidak terjadi.

"Apa maksud Anda?" tanya Fahri dengan tatapan menyelidik. Setau Fahri, investor yang ditolak tidak lain hanya Sinta. Apa wanita itu menyiram minyak di kepala investor lain?

"Saya dengar Bapak baru saja menolak salah satu investor." terang Toni.

Dengan nada bicara tegas dan lantang, Fahri menjelaskan bahwa masalah penolakan tersebut tidak ada hubungannya dengan Toni. Sebagai investor, Toni menanam modal di perusahaan, Fahri mengelolanya, setiap bulan Toni mendapat keuntungan yang cukup besar.

Fahri rasa semua sudah sesuai SOP dan kesepakatan yang ada. Kecuali, jika Fahri menolak berinvestasi ke perusahaan lain, mungkin hal itu berpengaruh kepada Toni sebagai penanam modal.

Tapi jika Toni merasa Fahri tidak profesional, maka pintu perusahaan terbuka lebar untuk beliau. Fahri tidak ingin bekerja sama dengan siapapun yang lehernya dirantai oleh orang lain.

"Reza, urus surat pengembalian modal Pak Toni!" perintah Fahri dengan nada dingin. "Jika ada yang masih keberatan, silahkan tarik modal kalian!" imbuh Fahri kemudian mengajak Bella meninggalkan rapat.

Sepeninggal Fahri, Toni terhenyak di kursinya, tidak terpikir olehnya kalau Fahri akan memutus kerja sama karena ucapannya yang lancang.

"Sudah benar nurut, diam, tiap bulan dapat untung yang besar. Ini malah mendengarkan hasutan orang yang bukan bagian dari perusahaan." keluh Reza sambil geleng-geleng kepala.

1
Rismawati Damhoeri
surat2 ajaa?, .....
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Kopii Hitam: siap kak, makasih udah mampir 🙏
total 1 replies
Dewi Yanti
bodoh punya tabungan bukannya sewa rumah ato kos, malah pulag ke rmh ortu yg ky neraka itu
Kopii Hitam: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
evi carolin
pertama Fahri yg diuji mental n emosinya ,skg Reza yg dpt ujian dr Ranti, selamat menjalani ya Reza 🤭 ati ati perempuan klo marah singa raja hutan aja bs kalah 🤫😁
Kopii Hitam: Haha, ras terkuat di muka bumi mana ada yang berani ya kan🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
evi carolin
okeh... gasss polll abis ,klo ada yg ga setuju cut off ditempat ga usah pake basa basi , wong cuma duduk manis uang datang ngalir , kelarrr abis .../Proud/
Kopii Hitam: semangat kakcan😍😍😍😍
total 1 replies
evi carolin
dah ditunggu aja balasannya dr Fahri ... langsung ditempat kok terimanya .... 😁
Kopii Hitam: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
evi carolin
co cweet kalian berdua /Whimper/
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
evi carolin
pasangan kompak walau kadang sedikit eror 😁 ga pake lama langsung tegas n gas ,emang bener hama hrs dibersihkan saat itu jg 😁
Kopii Hitam: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
evi carolin
so sweet... Fahri yg falling in love ,kita yg baca jd baperan ...🤭
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
evi carolin
Venny shock berat 🤣🤣🤣 , fikirannya dah kemana mana tuh , sumber gosip siap menebar di grup kantor nih 🤦😁
Kopii Hitam: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
evi carolin
Nyesal kan ... ,makanya jd laki jgn egois didepan duluan akhirnya nyesal belakangan,dpt yg baik diajak musuhan dluan akhirnya dibenerin kalang kabut toh ...
Kopii Hitam: hai kakcan, makasih ya udah mampir
total 1 replies
Uthie
😂😂😂😂😂
Kopii Hitam: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Sukkkkaaa Fahri yg tegasss 👍👍😡
Kopii Hitam: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
Uthie
Sabarrrr paksu 😂😂😂😂

itu belom hamil yaa 🤭🤣
Kopii Hitam: kl udah hamil makin kelimpungan Fahri dibuatnya 🤭🤣
total 1 replies
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!