NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

"Pantesan si Bella itu dapat posisi sekretaris, ternyata dia main belakang sama Pak Fahri."

"Masa' sih,"

"Tanya aja sama si Venny, dia melihat sendiri saat si Bella menggoda Pak Fahri."

"Licik juga dia ya,"

"Bukan licik lagi,"

"Kalau dipikir-pikir mana ada tamatan SMA jadi sekretaris, apalagi tanpa pengalaman kerja."

"Iya juga, ya."

"Baru sehari kerja sudah berani menggoda atasan, parah banget."

"Tapi dengar-dengar, Pak Fahri udah nikah loh."

"Apa?"

"Kapan?"

"Gak tau juga, katanya sudah punya istri gitu."

"Brengsek banget si Bella, berani sekali gangguin laki orang."

"Pelakor mana ada punya malu,"

Para karyawan bergosip di kantin perusahaan saat jam makan siang tiba, Bella yang duduk di salah satu meja hanya diam mendengarnya sambil fokus mengisi perut. Dia tidak peduli dan tidak mau peduli, terserah mereka mau bilang apa.

Lagian apa salahnya jika dia benar-benar menggoda Fahri, toh Fahri suaminya, pernikahan mereka sah di mata hukum dan agama. Jadi untuk apa Bella ambil pusing perkataan mereka.

"Jangan didengar, mereka memang begitu." kata salah seorang karyawan bernama Ranti yang duduk di samping Bella.

Ranti memang berbeda dari yang lainnya, dia tidak pernah ikut campur urusan orang lain apalagi bergosip, dia hanya fokus bekerja untuk membiayai keluarganya.

Bella hanya tersenyum sambil mengangguk dan melanjutkan makan.

Usai mengisi perut, Bella dan Ranti meninggalkan kantin lebih dulu. Kebetulan ada dokumen penting yang harus dia laporkan pada Fahri.

Krek...

Bella melangkah masuk membawa dokumen di tangannya, dia menghampiri Fahri yang tengah duduk di sofa menatap makanan yang terhidang di meja.

Sudah seperempat jam makanan itu menganga tapi Fahri tak kunjung memakannya. Dia nampak bingung, sesekali keningnya mengernyit.

"Kenapa makanannya dianggurin?" tanya Bella setelah duduk di samping Fahri.

Fahri melirik Bella, bibirnya, manyun, wajahnya nampak murung.

"Kenapa, hah?" tanya Bella lagi, dia tertawa melihat ekspresi Fahri.

Seperti anak kecil yang ingin dimanja ibunya, Fahri merebahkan kepalanya ke pundak Bella. "Tidak ada sendok, gimana mau makan?" ucap Fahri dengan suara lembut.

Mendengar itu, Bella lagi-lagi tertawa. Perkara sendok saja sudah seperti kehilangan uang segepok.

Bella hendak bangkit, berniat mengambil sendok tapi ditahan oleh Fahri. "Tidak usah,"

Fahri tidak lagi memikirkan bagaimana cara makan tapi bagaimana agar Bella mau menyuapinya.

Dia ingat ketika di rumah sakit, waktu itu Bella makan dengan lahap menggunakan tangan. Fahri ingin merasakan bagaimana rasanya makan dari tangan istri yang dicintainya.

Setelah mengungkapkan keinginannya, Bella mengacak rambut Fahri seperti anak kecil. Dia kemudian bangkit mencuci tangan di wastafel dan kembali duduk di samping Fahri. Menyuapinya sesuai permintaan suaminya itu.

Benar saja, ternyata makan pakai tangan rasanya memang nikmat luar biasa, apalagi tangan istri sendiri, Fahri makan dengan lahap tak bersisa.

Setelah makanan di wadah itu tandas, Bella membereskannya dan mencuci tangan hingga bersih.

Balik ke tujuan awal, Bella menghampiri Fahri yang sudah pindah ke kursi meja kerjanya. Dari samping kanan, Bella berdiri sedikit membungkuk sambil membuka dokumen yang dia bawa tadi.

Bella masih dalam tahap belajar, jadi banyak yang belum dia mengerti, apalagi mengenai keuangan. Dia ingin Fahri sendiri yang mengajarinya.

Au...

Bella terperanjat ketika tubuhnya tiba-tiba terhenyak di pangkuan Fahri. Fahri memang sengaja menarik Bella karena kasihan melihat istrinya membungkuk, tidak baik untuk tulang.

"Fahri, ih... Nanti ada yang masuk lagi." Bella mencoba turun tapi tubuhnya sudah dikunci oleh Fahri.

"Memangnya kenapa kalau ada yang masuk?" tanya Fahri sambil membelit tubuh Bella dengan tangannya.

"Malu ih, lagian tidak ada yang tau kalau kamu sudah menikah."

Deg...

Fahri terkesiap, jantungnya berdenyut ngilu mendengar ucapan Bella barusan, hatinya mencelos.

Dua tahun pernikahan sebelumnya, Fahri memang tidak mengungkapkan pernikahannya pada orang lain, hanya pernikahan kontrak makanya dirahasiakan, tidak ada yang tau kecuali keluarga terdekat.

Selain itu, Fahri juga tidak pernah membawa Bella kemana-mana, baik itu ke acara-acara ataupun sekedar jalan-jalan semata. Bella hanya di rumah mengurus rumah tangga dan mendiang kakek Ahmad.

Tangan Fahri menangkup di salah satu sisi pipi Bella yang duduk miring di pangkuannya, menatap sendu pada Bella. Dadanya ngilu memikirkan bagaimana dulu dia terlalu dingin, berbicara hanya sepatah dua patah kata saja.

Oh Tuhan, sungguh bodoh dia ketika itu. Dia pikir dengan menyembunyikan pernikahan dapat menjaga reputasi Bella, karena bagaimanapun mereka akan bercerai setelah kakek Ahmad meninggal.

Dia hanya fokus pada perjanjian tanpa berani membuka diri, dia pikir sikap diam Bella selama ini karena tidak suka padanya, terpaksa menikahinya karena permintaan kakek Ahmad.

Dia tidak tau kalau Bella dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya, dia tidak tau kalau Bella mau menikah demi menghindari Hana dan Dayat. Dia juga tidak tau kehidupan seperti apa yang Bella jalani selama ini.

Sekarang Fahri mengerti apa yang terjadi di balik sikap diam dan penurut Bella selama ini. Pantas Bella tidak pernah menuntut ini itu sebab terbiasa hidup dalam tekanan keluarga.

Bella sebenarnya bukan tipe pendiam, Bella itu ceria, pembawaannya positif, terbukti ketika dia bersama Sari. Manja, cerewet, usil dan sedikit pecicilan.

Jika diingat-ingat kembali, Fahri ingin berteriak sekuat-kuatnya, memaki dirinya sendiri yang terlalu bodoh dan telat menyadari perasaannya sendiri.

Andai dari dulu dia mengaku cinta, kejadiannya tidak akan seperti ini. Bella tidak harus kembali kepada kedua orang tuanya yang kejam, Bella tidak harus melewati ujian berat disiksa keluarga dan nyaris diperk0sa.

Fahri memeluk erat tubuh Bella, menenggelamkan wajahnya di dada Bella. Air matanya berlinang, menyesal mengambil keputusan sepihak.

"Hei, kamu kenapa?" tanya Bella merasa ada yang tidak beres dengan Fahri, pundaknya bergetar, terdengar suara lirih seperti menahan tangis.

Huft...

Fahri mengangkat kepala, menghirup udara sebanyak-banyaknya dan membuangnya kasar, menatap intens wajah Bella.

"Kamu menangis?" tanya Bella melihat mata Fahri memerah.

Fahri tidak menjawab, dia mencium kening Bella lama. Setelah itu, dia menautkan kening mereka, deru nafas Fahri berhembus di wajah Bella. "Sayang, I love you." ucapnya dengan suara serak.

Mendengar kata-kata yang diucapkan Fahri barusan, jantung Bella berdebar-debar, matanya terbuka sempurna.

Fahri kemudian menjauhkan keningnya dari Bella, menatap lekat mata Bella seperti menunggu jawaban.

"Sayang, I love you." ucap Fahri lagi dengan manja.

"Iya iya, aku tau." kata Bella mengangguk-angguk sambil mengusap kepala Fahri.

Karena tidak mendapatkan jawaban, Fahri memanyunkan bibir, memasang muka melas, bukan itu yang ingin dia dengar.

Cup...

Mata Fahri terbelalak ketika Bella mengecup lembut bibirnya, wajah Fahri menjadi bercahaya.

Tidak apa-apa Bella tidak menjawab sekarang, masih ada hari esok. Tapi melihat tingkah dan perbuatan Bella, Fahri bisa merasakan bahwa Bella juga mencintainya.

Sepertinya pr Fahri masih banyak, dia harus bekerja keras menaklukkan Bella.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!