Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Pagi telah tiba,matahari mulai menampakkan dirinya dari celah-celah jendela. Bara dan gea masih tidur lelap,kegiatan mereka semalam membuat mereka bangun kesiangan.
"Duh tumben banget ni bara bangun siang"ucap lucky yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya
"Mau gue banguni tapi nanti kalo mereka lagi ehem-ehem gimana? Ntar gue lagi yang diomelin"monolog lucky
Sedangkan kini dikamar gea lebih dulu terbangun,ia membuka matanya secara perlahan. Gea merona mengingat kegiatan panasnya semalam bersama bara. Gea menoleh ke arah bara yang masih tertidur,saat ini posisi mereka sedang berpelukan tanpa sehelai benang pun.
"Mas"panggil gea pelan
"Hmm"sahut bara
"Bangun kamu ga kerja?"tanya gea pelan
"Jam berapa sekarang?"tanya bara
"Sudah jam 7 hehe"jawab gea terkekeh
Bara membuka matanya dan langsung melihat wajah cantik istrinya,ternyata perempuan ketika baru bangun tidak jelek juga ya.
"Kamu mandilah dulu,aku ingin menghubungi lucky"ucap bara
Gea menganggukan kepalanya,ia menyibak selimutnya dan sadar jika saat ini belum memakai sehelai pakaian pun. Gea hendak menarik kembali selimut namun tubuhnya lebih dulu melayang dalam gendongan bara.
"Tidak usah ditutup saya sudah melihat semuanya tadi malam"ucap bara tersenyum
Gea menutup wajahnya merasa malu,mereka pun akhirnya mandi bersama. Namun sebelum itu mereka kembali mengulang kegiatan panas seperti tadi malam.
Setelah 2 jam dikamar mandi kini mereka sudah selesai mandi,gea digendong oleh bara karena wanita itu mengeluh sakit dipangkal pahanya. Bara yang sadar jika itu semua ulahnya hanya bisa tersenyum.
"Kamu istirahat lah dikamar,nanti saat saya pulang saya bawakan kamu makanan"ucap bara
"Kamu pulang jam berapa mas?"tanya gea
"Sore,hari ini saya akan turun keperusahaan untuk mengecek semuanya. Jika kamu butuh sesuatu kabari saya"jawab bara
"Baiklah hati-hati ya"ucap gea yang diangguki bara
25 menit bara sudah rapi dengan stelan kerjanya,ia mencium kening gea yang sudah tertidur. Sepertinya ia keterlaluan hingga membuat istrinya kelelahan seperti ini.
"Kamu baru datang luck?"tanya bara saat melihat lucky diteras depan
"baru beberapa jam yang lalu"jawab lucky ketus
Bara hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal,lucky mendengkus malas melihat bara yang tak merasa bersalah sama sekali.
Mereka langsung pergi keperusahaan karena jam sudah menunjukkan pukul 10,bara menggeleng merasa hari ini ia benar-benar terlambat,namun tak masalah toh perusahaan juga miliknya.
\~
Dijakarta
Seorang wanita turun dari mobilnya,ia menggeret kopernya menuju rumahnya. Kaca mata hitam bertengger dihidung mancungnya.
"Sayang kamu sudah sampai"ucap yeni
"Tante maaf ya aku mengabarinya dadakan sekali"sahut vania
"Tak masalah sayang,tante senang akhirnya kamu mau main kesini juga"ucap yeni
"Hehe aku sedang rindu suasana disini tan"sahut vania
"Yaudah kamu masuklah,tante mau keluar dulu mau jemput radit"ucap yeni
"Okey tan"sahut vania
Vania menarik kopernya menuju kamar tamu,yeni adalah kakak dari ibunya vania. Vania merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan bibir yang terus menyunggikan senyuman.
"Geaa sampai kapan pun gue gak akan pernah diam melihat lo bahagia bersama bara"ucap vania
Vania merogoh ponselnya,ia mengetikkan pesan entah kepada siapa. Setelah itu vania langsung bergerak ke arah mandi,ia ingin mandi karena tubuhnya terasa gerah.
..
Tring!
Ponsel gea berdering beberapa kali hingga tidurnya terusik. Gea meraih ponselnya dan mengernyitkan dahinya saat melihat nomor asing yang menghubunginya.
"Hallo"ucap gea
"Hallo apa benar ini dengan nona gea?"tanya orang disebrang sana
"Iya benar saya gea,maaf ini siapa?"tanya balik gea
"Maaf nona saya ingin memberitahu jika saat ini suami anda mengalami kecelakaan"ucap pria tersebut
Deg!
Jantung gea berdegup dengan sangat kencang,air matanya langsung turun tanpa permisi. Baru saja tadi malam ia melakukan hal indah bersama suaminya,lalu kini ia mendapatkan kabar jika suaminya mengalami kecelakaan.
"D-dimana lokasinya? Saya akan kesana sekarang"ucap gea
"Korban dibawa kerumah sakit,saya akan kirimkan alamatnya"sahut pria itu
"Baik saya tunggu"ucap gea lalu mematikan telpon tersebut
Gea langsung turun dari tempat tidurnya,ia tak menghiraukan rasa sakit nya lagi. Gea mengusap air matanya yang terus mengalir.
"Mas kamu harus janji sama aku untuk baik-baik saja"ucap gea berlari keluar villa
Penjaga villa bingung melihat seorang wanita berlarian sambil menangis,pikirannya mungkin ia sedang bertengkar dengan suaminya.
Gea terus berlari mencari taksi atau apapun itu,dari kejauhan gea melihat sebuah taksi. Ia melambaikan tangannya agar taksi tersebut berhenti.
"Pak antarkan saya ke alamat ini"ucap gea
"Baik non silahkan masuk"sahut supir taksi tersebut
Supir langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang diberikan oleh gea. Gea terus menangis dan merasa cemas saat ini,ia takut jika terjadi sesuatu kepada suaminya.
Gea menatap sekelilingnya,ia bingung kenapa jalan rumah sakit harus melewati hutan seperti ini.
"Pak maaf apa jalan rumah sakit memang harus melewati hutan ini?"tanya gea menutupi rasa takutnya saat ini
"Iya nona ini adalah jalan pintas menuju rumah sakit"jawab supir tersebut lalu melirik gea dari kaca depan
Pria tersebut mengedipkan matanya entah kepada siapa,gea pun hanya bisa diam. Ia berpikir mungkin ini memang jalan menuju rumah sakit.
"Hmmm hmmm"teriak gea ketika mulutnya dibekap oleh seseorang
Tak lama setelah itu gea pun langsung jatuh pingsan,kedua pria tersebut tersenyum senang karena pekerjaan nya berhasil dan mereka akan mendapatkan uang yang banyak.
Pesan dan taksi ini sudah direncanakan oleh seseorang,gea yang memang tidak mengetahui daerah sekitar hanya bisa diam sejak tadi. Entah dibawa kemana gea saat ini,saat ini mereka memasuki hutan yang tidak ada satu pun penduduk.
\~
Sedangkan kini diperusahaan bara masih berkutat dengan pekerjaanya,ia bahkan tidak mengabari gea saking lupanya.
"Tuan anda ingin makan siang dengan apa siang ini?"tanya lucky
"Apa saja luck,jangan lupa pesankan makanan untuk gea"jawab bara yang tak mengalihkan tatapan nya dari tumpukan berkas
Lucky mulai memesan makanan untuk mereka dan juga untuk gea,setelah itu ia kembali melanjutkan memeriksa laporan perusahaan sebelum diserahkan kepada bara.
Tak terasa waktu sungguh cepat berlalu,kini jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Bara dan lucky membereskan pekerjaan mereka agar cepat pulang. Bara sudah tak sabar untuk bertemu istri kecilnya itu.
"Ayo luck kamu sudah siapkan yang saya minta tadi?"tanya bara
"Sudah tuan semuanya ada dimobil"jawab lucky
Bara menganggukan kepalanya,mereka pun langsung pulang ke villa. Sepanjang perjalanan bara terus tersenyum membuat lucky menggelengkan kepalanya. 45 menit perjalanan kini mereka pun sampai divilla,bara langsung turun dari mobil sambil membawa bunga mawar untuk gea.
Ia masuk ke villa dan langsung menuju kamar,dibukanya pintu secara pelan karena mengira jika gea masih tidur. Namun saat sudah masuk kamar bara tak menemukan siapapun,ia mengecek kamar mandi dan balkon namun bara juga tak mendapatkan istrinya.
Bara masih mencoba berpikir positif dan mengecek kedapur namun lagi dan lagi bara tak menemukan gea. Lucky yang hendak mengambilkan minum pun heran melihat yang sedang mondar mandir.
"Cari apa?"tanya lucky
"Gea tidak ada luck"jawab bara cemas
"Kau sudah mencari diseluruh ruangan?"tanya lucky
"Sudah dan aku tak menemukannya"jawab bara
Bara dan lucky langsung keluar villa dan kebetulan ada penjaga villa yang lewat.
"Cari apa tuan saya lihat kalian seperti sedang mencari sesuatu"ucap penjaga villa tersebut
"Apa bapak melihat seorang perempuan keluar dari villa ini?"tanya lucky
"Iya saya lihat tadi dia keluar sambil menangis dan berlari-lari,perginya ke arah sana"jawab penjaga villa tersebut
Deg!