NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: tamat
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Akhir Ritual

"Mas, Mbak, gak apa - apa?" Tanya Dipta saat sampai di Pondokan.

"Petirnya ngeri banget. Kita semua di rumah khawatir." Imbuh Mifta yang datang bersama Dipta saat itu.

"Aku sama Meshwa baik - baik aja, Alhamdulillah. Nanti aku ceritain semuanya di rumah. Sekarang aku ganti baju dan sholat magrib dulu." Kata Arjuna.

"Iya, Mas." Jawab Dipta.

Arjuna pun segera masuk ke dalam pondokan. Ia dan Meshwa terburu - buru mengganti pakaian, kemudian segera berwudhu dan menjalankan sholat magrib. Sementara Dipta dan Mifta menunggu di teras pondokan.

"Ya Allah, bukan main emang peliharaan Arjuna." Kata Mifta yang langsung mengangkat kakinya ke atas lincak bambu. Tak hanya Mifta, Dipta pun melakukan hal yang sama dengan Mifta.

"Kok yo ndadak marani mbarang to iki? Ealah, jiaan. (Kok ya pakai datang segala to ini? Ealah, jiaan.)" Gerutu Dipta.

Bulu kuduk keduanya sama - sama merinding saat melihat ular kobra besar yang kini justru bersantai di depan pintu pondokan.

"Ini kalo matuk, selesai urusan kita, Dip." Kata Mifta.

"Makanya, jangan gerak - gerak. Ular itu sensitif sama pergerakan tiba - tiba." Sahut Dipta.

"Mas... Mas Juna... Belum selesai to, sholatnya?" Tanya Dipta.

"Kenapa, Dip? Ini baru selesai." Jawab Arjuna.

"Ini lho, ada yang nyariin kamu, Jun." Kata Mifta.

"Siapa?" Tanya Arjuna.

"Ya lihat sendiri aja lah. Susah di ungkapkan." Jawab Mifta.

Setelah membereskan pakaian dan barang - barangnya, Arjuna pun keluar bersama Meshwa yang berjalan di belakangnya.

"Muaasyaa Allah!" Seru Arjuna yang kaget melihat ular kobra yang sudah dalam posisi siaga di depan pintu.

"Mas! Ya Allah, Mas. Kok bisa sampe sini sih? Itu yang di hutan bukan?" Cicit Meshwa yang kini memeluk pinggang Arjuna karena takut.

"Bukan, Dek, beda ini. Kalo ini memang tinggalnya di Grojogan Lengkung." Jawab Arjuna.

"Mbok ya di suruh pergi apa gimana gitu lho, Mas. Ngeri banget kalo kepatuk." Kata Dipta.

Arjuna pun tertawa melihat Dipta dan Mifta yang sudah nyempil di pojok kursi, karena takut pada ular kobra besar itu. Arjuna akhirnya menyuruh ular besar itu pergi setelah mengusap kepala ular yang tampak tenang.

Setelah mengunci pondokan, mereka berempat pun kemudian segera turun dan kembali ke mobil. Berbekal lampu senter, keempatnya berjalan perlahan menuruni jalan setapak dan undakan batu yang licin karena hujan.

Meshwa yang memang kondisi tubuhnya belum stabil, tampak beberapa kali limbung dan hampir tergelincir.

"Mas, gendong aja ya, Sayang." Tawar arjuna.

"Agak usah, Mas. Aku gak apa - apa, kok." Jawab Meshwa.ia tentu taak tega membiarkan Arjuna menggendongnya karena perjalanan mereka masih cukup jauh.

"Udah, di gendong aja, Mbak. Tadi aja beberapa kali hampir jatuh gitu." Kata Dipta.

"Iya, Wa. Tenang aja, Arjuna kan kuat." Imbuh Mifta.

"Apa mau di buatin tandu, Mbak? Biar kita beriga gantian nandunya, gak apa - apa. Aku pinter kok, bikin tandu darurat." Kata Dipta.

"Jangan aneh - aneh ya, Dip. Pinter bikin tandu apanya? Mengko nak bojoku ceblok, kowe tak jongkrokne neng jurang. (Nanti kalau istriku jatuh, kamu tak dorong ke jurang.)" Kata Arjuna yang memecah tawa mereka.

Pada akhirya, Meshwa pun mau di gendong Arjuna setelah ketiga pria yang bersamanya itu memaksa dan berakhir dengan adu mulut.

"Heran deh, tiap kumpul bertiga kok ya pasti berantem. Wajar aja kalo orang tua di rumah itu pada sawan kalo kalian udah ngumpul." Omel Meshwa yang berada di gendongan Arjuna.

"kalo gak gini, gak rame kan, Mbak?" Sahut Dipta.

"Justru hal - hal yang kayak gini yang di kangenin sama orang tua - orang tua itu kalo kita lagi gak ada." Imbuh Mifta.

"Mana ada? Orang tua - orang tua itu gak ada kangennya denger suara udur - uduran. Orang tiap hari juga denger suara udur - uduran antara Mas Juna, Cima juga Bopo." Sergah meshwa yang membuat mereka bertiga tertawa.

Waktu sudah lewat isya saat mereka berempat sampai di rumah. Mereka semua langsung menuju ke kediaman Arjuna, dimana Keluarga sudah berkumpul di sana.

"Ya Allah, sampe pada gluprut gini." Kata Runi saat melihat cucu - cucunya yang kotor karena tanah becek.

"Makanya, jalan ke Grojogan itu besok di cor dong, Po. Masak udah puluhan tahun jalannya gitu - gitu aja." Komentar Dipta.

"Haha, masak di cor sih, Le. Orang besok mau di pasang marmer kok, sama Bopomu." Sahut Arsha.

"Lambene Mas Arsha. Sukur mengo wae. (mulutnya Mas Arsha. Asal mangap saja.)" Kata Aksa.

"Yo gak papa aku yang masang. Mas Arsha yang nyiapin semua materialnya. Nanti tak kerahin semua pasukanku. Tenang aja, kalo Mas Arsha udah siapin semua materialnya, ini bakal jadi proyek Roro Jonggrang Jilid Dua." Imbuh Aksa sambil menaik turunkan alisnya.

"Orang kamu Kepala Desanya kok, minta bantuan dari warganya." Sergah Arsha.

"Udah... Udah... Nanti ujung - ujungnya Sekdesnya ikut kebawa juga ini." Ujar Arjuna yang menengahi.

"Sudah, kamu gek bilas di kamar mandi belakang, nang. Meshwa bilas di kamar mandi dalam kamar. Airnya sudah di siapin itu." Titah Raina yang langsung di kerjakan oleh Anak dan Menantunya.

Setelah selesai membilas badan dan berganti pakaian, mereka semua berkumpul di ruang keluarga rumah Arjuna.

"Waktu ada petir tadi, kalian berdua dimana, Nang, Nduk? Kalian gak apa - apa, kan?" Tanya Abimanyu.

"Alhamdulillah gak apa - apa, Kung. Kami berdua ya masih berendam, wong masih waktunya." jawab Arjuna.

"Justru waktu ada petir berkali - kali itu, ada sesuatu yang di rasakan Meshwa dan aku lihat." Imbuh Arjuna yang langsung menarik atensi dari semua keluarganya.

Arjuna dan Meshwa pun menceritakan apa yang mereka alami saat sedang melakukan ritual Bopo dan Biyung di Gerojogan Lengkung. Cerita di mulai dari apa yang di rasakan Mehwa dan berakhir pada apa yang di lihat oleh Arjuna.

"Ya Allah, lihat deh, sampe merinding Buna." Kata Saira sambil menunjukkan bulu tangannya yang berdiri karena mendengar cerita dari Arjuna dan Meshwa.

"Apa ada kemungkinan alam sedang membersihkan badan Meshwa, ya?" Tanya Runi.

"Romo juga berpikirnya seperti itu, Bun." Jawab Abimanyu.

Semua anggota keluarga yang lain pun turut berpikiran demikian. Mengingat dengan kondisi Meshwa yang bisa di katakan sulit untuk memiliki keturunan.

"Ya mudah - mudahan, apa yang kalian alami hari ini akan menjadi sebuah pertanda baik kedepannya." Doa dari Abimanyu yang di amnikan oleh seluruh anggota keluarganya.

"Yasudah, sekarang kita istirahat. Besok kita harus bersiap untuk acara Akad ulang dan tasyakuran." Kata Arsha.

"Maharnya sudah di siapkan kan, Nang? Sesuai dengan yang akan di tulis di Buku Nikah." Tanya Aksa.

"Sudah dong, Po. Aman." Jawab Arjuna.

"Yasudah, kita istirahat. as Juna dan Mbak Meshwa istirahat juga, ya." Kata Saira sambil tersenyum penuh makna.

"Jangan sampe lupa waktu kalo nggarap, Jun. Gak lucu kalo besok pengantinnya kuyu." Imbuh Sashi.

"Harusnya Cima suruh tidur sama mereka sih, biar lebih aman." Timpal Gama.

"Kak Gama, gak usah aneh - aneh ya. Nanti tak sirep lho semuanya." Ancam Arjuna yang membuat mereka tertawa.

1
Ningsih Gedeona
ada judul bru ding thor cerita Mamas Aka dama Nas Bima... plese.. 🙏
FDS: sudah ada ya kak. judulnya Shima & Bopo Muda
total 1 replies
Noor hidayati
bima di novel ini sudah berusia 4 th,tapi di novel sekuelnya malah berusia 3 th,authornya ga balas,aku tanya di novel sekuelnya
FDS: sengaja di buat mundur usianya kak 🙏
total 1 replies
Ave Thohir
crt segini ya akhir nya
aurora
😭😭😍
Eka
kangen sama kekonyolan bopo sama ety cima sama mas juna lo
Eka
ya kok gigu tjor ndak seru syooo thor kelznjutanya saya tunnggu thor
FDS: sudah terbit ya kak, kelanjutannya🙏
total 1 replies
Naufal hanifah
luar biasa /Good//Good/
fsf
Ya Allah aku nangis Sampek mbesesek 😭😭😭😭
fsf
rasane Mak deg saat Mifta ngomong gitu 😭😭😭 Sampek mewek aku 😭😭
fsf
apa mungkin salah satu anaknya Nala yg jadi teman aka
Nur Laila
thor ini tdk ada lanjutan ya
FDS: ada kak. sudah terbit
total 1 replies
adning iza
lohh lohhh lohhh kon ndadak end thorr
ika
END????
sing bener ta othor kie?
yakin?????
Susi Lawati
novel yg selalu di tunggu up date nya sudah end aja gak kerasa banget, ceritanya seru gak bikin emosi jiwa, seistimewa apa sih perjalanan Arjuna ini? silahkan mampir aja kawan, kalau udah part sedih ngena banget ke hati, kalau udah part konflik bikin penasaran akar dari permasalahannya dan bagaimana dengan Ahir konfliknya, kalau udah part komedi dah lah ngakak banget.....mungkin bagi yg belum baca semuanya di saranin buat baca yg ,1.CINTA MAS KADES UGAL UGALAN. 2. BOPO KEMBAR, 3. ARJUNA BOPO ISTIMEWA, 4. PERJALAN ISTIMEWA,
jadi nanti kita kenal dengan tokoh tokohnya dari jaman yuyut nya sampai cicit cicitnya 🥰
Susanah Tahid
cerita nya menarik dan menghibur jadi g jenuh baca sambil tegang , ketawa dan menangis ..pokok e nano nano... excited membacanya...
Susanah Tahid
yaa...ntycim kok g ada lanjutannya ... semangat thor💪💪😍🙏
Sigit Winaryo
belum keluar ya yang baru Tor
Aviv200502
selalu epik ga pernah ggl kakak satu ini kalau bikin cerita
semua novel nya udah aku baca dan ngga ada yg ngebosenin

semangat berkarya terus ya kak aku tunggu karya selanjutnya
Anonim
Thor kapan rilisnya 😭😭😭
Ermayanti
mna thor, lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!